RIP Rm Yance Laka Pr, Selamat Jalan Sahabat dan Doakan Kaka Ibu

6 08 2013

Bsm Rm Yance Laka Pr AtambuaBanyak misteri kehidupan kita jumpai dari hari ke hari. Sepandai-pandainya manusia, tetap ada hal tersembunyi yang masih tertutup sehingga menyadarkan kita sebagai setitik debu diantara alam semesta raya. Semakin kita mengetahui banyak hal, semakin kita menyadari betapa miskinnya pengetahuan kita. Semakin banyak kita mengenal orang, semakin menyadarkan kita betapa penting arti setiap perjumpaan. Bisa jadi perjumpaan dengan seseorang merupakan saat terakhir bertemu dengan mereka.

Renungan hari ini menyadarkan kita bahwa setiap perjumpaan dengan Nya membawa kita pada pengalaman iman yang tidak akan tergantikan dengan kenikmatan dunia. Perjumpaan pribadi dengan Kristus sebagai pengalaman dikasihi Tuhan, pengalaman dicintai Tuhan, tidak akan mudah terhapus sepanjang hayat hidup kita. Begitu menyentuh sampai lubuk hati terdalam, bahkan bisa mengubahkan kompas kehidupan kita. Berbagai peristiwa harian yang kita alami juga menajamkan kepekaan dan kepedulian kita akan kehadiran Tuhan dalam keseharian. Bahkan lewat sapaan teman-teman dan kerabat kita sekalipun kita dapat merasakan berkat Tuhan.

Sambil merenungkan cinta dan kemurahan Tuhan, saya berdoa bagi romo Yance Laka Pr, yang siang ini dipanggil Tuhan dalam keadaan tidur di kamarnya. Read the rest of this entry »

Advertisements




Prodiakon Berpeci Dilantik Di Paroki Kampung Sawah

14 07 2013

kampungsawahHari ini adalah jadual saya mengajar KEP di paroki Kampung Sawah. Kalau lihat jadualnya, KEP akan dimulai pk 19.00 selesai misa minggu pk 17. Saya pikir daripada susah mencari parkir, bahkan takut tersesat di malam hari karena harus membawa kendaraan sendiri, lebih baik saya di antarkan suami sore hari sekalian mengikuti misa disana. Saya terpaksa tidak dapat memenuhi undangan berbuka bersama keluarga besar dan mertua mengingat jadual mengajar sudah diagendakan jauh hari.
Suasana gereja terasa nyaman walau tanpa AC seperti umumnya gereja di Jakarta. Tetapi tetap sejuk dan semilir karena desainnya yang beratap tinggi dengan pintu-pintu terbuka di seputar gereja. Saat hendak mencari tempat duduk, seperti biasa saya berupaya mendapatkan tempat duduk paling depan biar khusyuk. Tetapi ternyata semua barisan terdepan penuh dengan bapak-bapak berpeci. berbaju koko dan celana hitam. Read the rest of this entry »





Kobarkan Api Evangelisasi Keluarga – Talkshow 13 Juli 2013

13 07 2013

Dalam rangka perayaan 25 tahun Sekolah Evangelisasi Pribadi Shekinah, telah diselenggarakan acara Shekinah Family Day pada tanggal 13 Juli 2013 bertempat di Jakarta International Expo. Acara yang berjalan selama sehari penuh diawali dengan Talkshow dipagi hari. Siangharinya dilakukan inaugurasi ratusan alumni SEP Umum, SEP Mudika, SEP Eksekutif serta KEP dari 7 paroki. Sedangkan malam harinya ditutup dengan KRK. Selain itu sepanjang hari diselenggarakan berbagai lomba permainan anak dan pameran serta bazaar KEP bagi para pengunjung.

SFD talkshowTema talkshow sebagai acara pertama dalam perayaan ini adalah “Kobarkan Api Evangelisasi Keluarga” dengan nara sumber Bapak Yul Hendarto, Lisa A. Riyanto dan Sisi Idol serta romo Andang L Binawan SJ. Sedangkan saya mendapat tugas sebagai moderator acara talkshow yang dibantu Helena Rahayu sebagai MC. Tujuan yang diharapkan melalui talkshow ini, setiap alumni KEP/SEP senantiasa harus berupaya memulai evangelisasi bagi seluruh anggota keluarganya. Dengan demikian keluarga akan memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Read the rest of this entry »





Berdoalah Seperti Seorang Anak Yang Berbicara Kepada Bapanya – He knows best

11 05 2013

“Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa akan diberikan-Nya kepadamu dalam namaKu.”

prayYang namanya anak tetaplah menjadi anak dihadapan orang tua, walaupun sang anak sudah punya momongan . Demikianlah umumnya yang dialami para orang tua yang sudah punya cucu, atau sebaliknya para orang tua yang sudah punya anak dihadapan ayah-ibunya. Kebetulan rumah saya tidak jauh dari rumah orang tua, jadi setiap kali ketemu atau saat berpamitan, sering almarhum ibu menanyakan ” Kamu perlu apa?” Rasanya malu dan jengah juga, sudah mandiri, sudah bekerja, sudah punya anak-anak yang menjadi tanggung-jawab, masih juga ditanyakan pertanyaan yang sama seperti saat saya harus kembali ke Bandung ketika masih kuliah. Kalau saat masih kuliah inilah kesempatan minta macem-macem, makanan lah kurang, baju yang kesempitan dan akhirnya bensin buat mobil dipenuhi full tank hahaha…. Akhirnya kalau ibu sudah memaksa, saya hanya mintakan untuk anak-anak saja. Dan terakhir tentu saya tidak lupa minta ibu untuk mendoakan kami. Biar anak-anak rajin belajar, sehat dan kami diberikan kebijaksanaan membimbing mereka.

Saat sudah berkeluarga yang menjadi perhatian tentu sang cucu, kebutuhan cucu sangat diperhatikan para eyang. Tetapi lama-kelamaan kami jengah juga. Suami sering mengingatkan, jangan dibiasakan anak-anak minta macam-macam kepada sang eyang. Tugas orangtualah yang memenuhi kebutuhan mereka. Read the rest of this entry »





Rahasia Tersembunyi Bagi Orang Rendah Hati – Belajar Dari CU Atambua

29 04 2013
 “Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.”
CU AtambuaHari ini hari kerja pertama saya setelah kembali dari cuti selama seminggu. Satu minggu meninggalkan kantor, tanpa membawa laptop kantor, tanpa buka email kantor bahkan tidak menerima telpon dari kantor itu ternyata bisa membuat pikiran tenang. Badan memang lelah tetapi pikiran bisa terang lantaran ganti suasana. Pada awalnya saya tidak menyangka bahwa perjalanan saya ke ujung timur Indonesia bahkan sampai ke perbatasan Timor Leste ini hanya sekedar pemenuhan janji atas komitmen yang saya buat bagi seorang kawan yang kebetulan romo. Eh memang sejak saya mengenal romo Yance Laka juga sudah jadi romo hehehe… Tetapi ternyata menjadi suatu pencerahan bagi saya, ada rahasia tersembunyi dibalik pelayanan ini.
Sejak tahun lalu romo Yance menghubungi saya untuk meminta waktu saya agar datang ke Atambua memberikan pembekalan bagi aktivis CU (Credit Union) disana. Romo Yance mengenal saya melalui FB (jiaaah…) dan sering melihat aktivitas saya dari status saya. Beberapa tahun kemudian tanpa sengaja kami bertemu di SAGKI 2010 di wisma Kinasih. Saya mewakili Keuskupan Agung Jakarta dan Romo yance mewakili Keuskupan Atambua. Jadilah kita berbincang seru tentang berbagai hal termasuk tentang pemberdayaan masyarakat. Romo Yance yang asli Atambua, sempat membentuk komunitas tukang ojek agar mereka bisa bangkit memperbaiki kehidupannya. Read the rest of this entry »




Pesan DIbalik Sabda Tuhan

20 04 2013

“PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal”

Memperhatikan orang-orang yang datang ke Misa, sering geli juga mendengar komentar mereka terhadap homili romo. Kalau romo nya lucu banyak mengundang tawa, mereka bilang kotbahnya bagus menyegarkan. Kalau romonya bicara terlalu lama, mereka mengatakan kotbahnya membosankan. Kalu romonya bicara sedikit keras mengingatkan mereka akan perilaku yang harus ditinggalkan, katanya romonya galak. Marh-marah di mimbar hehehe…. Kalau romonya promosi tentang suatu hal, dikatakan romo mata duitan. Kita hanya ingin mendengar apa yang menyenangkan hati kita saja. Diluar dari itu tidak penting.

Mungkin kita tidak menyadari bahwa mempersiapkan homili itu amat sangat susah dan bisa bikin perut para romo mules. Bayangkan anda harus membuat renungan sejalan dengan bacaan hari itu tetapi harus bisa ditangkap umat dalam rentang usia macam-macam, latar belakang yang berbeda dan harus menarik. Kalau 3 menit pertama tidak mampu menarik pendengar, umat bisa sibuk sendiri dengan HP sucinya dan bahkan ada yang siap-siap pasang posisi tidur. Read the rest of this entry »





Mana Ada Perbuatan Dosa Yang Tidak Enak?

10 04 2013

“Manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang,”

Rasanya tidak ada bayi yang tidak lucu. Semua bayi tampak lucu dan menggemaskan. Matanya yang polos menatap setiap orang dengan tulus, tanpa curiga. Tangannya yang gemuk menggapai orang yang ada didekatnya. Semuanya tampak menyenangkan. Tetapi lama kelamaan anak mulai belajar dan mengamati disekitarnya. Mereka tanpa diajarkan berani mulai berbohong dan sedikit menikmati bermalas-malasan. Tidak banyak anak yang dengan kemauannya sendiri belajar bertanggungjawab.

Mereka dengan muka polosnya bisa berkata pada ibunya ” Gak kok aku gak makan coklat lagi…” padahal bibirnya belepotan coklat. Sedikit-sedikit mulai berbohong dan mencari alibi kalau tidak bisa menyalahkan orang lain. Begitulah … memang kalau diperhatikan berbuat bohong sedikit itu hanya awalnya saja deg-degan. Selanjutnya berbohong jadi kebiasaan dan tidak merasa bersalah lagi. Read the rest of this entry »