Rahasia Tersembunyi Bagi Orang Rendah Hati – Belajar Dari CU Atambua

29 04 2013
 “Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.”
CU AtambuaHari ini hari kerja pertama saya setelah kembali dari cuti selama seminggu. Satu minggu meninggalkan kantor, tanpa membawa laptop kantor, tanpa buka email kantor bahkan tidak menerima telpon dari kantor itu ternyata bisa membuat pikiran tenang. Badan memang lelah tetapi pikiran bisa terang lantaran ganti suasana. Pada awalnya saya tidak menyangka bahwa perjalanan saya ke ujung timur Indonesia bahkan sampai ke perbatasan Timor Leste ini hanya sekedar pemenuhan janji atas komitmen yang saya buat bagi seorang kawan yang kebetulan romo. Eh memang sejak saya mengenal romo Yance Laka juga sudah jadi romo hehehe… Tetapi ternyata menjadi suatu pencerahan bagi saya, ada rahasia tersembunyi dibalik pelayanan ini.
Sejak tahun lalu romo Yance menghubungi saya untuk meminta waktu saya agar datang ke Atambua memberikan pembekalan bagi aktivis CU (Credit Union) disana. Romo Yance mengenal saya melalui FB (jiaaah…) dan sering melihat aktivitas saya dari status saya. Beberapa tahun kemudian tanpa sengaja kami bertemu di SAGKI 2010 di wisma Kinasih. Saya mewakili Keuskupan Agung Jakarta dan Romo yance mewakili Keuskupan Atambua. Jadilah kita berbincang seru tentang berbagai hal termasuk tentang pemberdayaan masyarakat. Romo Yance yang asli Atambua, sempat membentuk komunitas tukang ojek agar mereka bisa bangkit memperbaiki kehidupannya. Read the rest of this entry »