Ojo Dumeh, Ojo Kagetan – Prinsip Kepemimpinan yang Merakyat

3 11 2012
“Barangsiapa meninggikan diri ia akan direndahkan”
Kalau melihat perilaku para pemimpin dan para penguasa, dari para tokoh dibawah sorotan kamera televisi sampai penguasa preman jalanan di Jakarta semakin hari semakin menjengkelkan.  Dimulai saling debat dan sangkat di televisi, saling menjatuhkan. Belum lagi upaya pemerasan baik yang terang-terangan maupun yang terselubung, semua uang kutipan rasanya dihalalkan. Mentang-mentang jadi ‘penguasa’ berhak mengutip uang rakyat. Itulah aslinya karakter manusia, tidak mau kalah dari yang lain.

Demikian pula dengan yang terjadi saat mengikuti Yesus. Semua saling berlomba untuk menjadi yang paling utama, menjadi nomer satu dan terdepan.  Para murid yang menginginkan Yesus menjadi raja orang Israel  tentu juga dengan harapan mendapatkan tempat istimewa di sisi kanan kiriNya. Demikian pula seorang kaya yang mendekati Yesus, ia menunjukkan apa saja yang telah diperbuatnya. Tentu saja dengan harapan Ia akan mendapatkan pujian didepan banyak orang. Tetapi Yesus tahu motivasi yang tersembunyi didalam hatinya. Kekayaannya justru yang mengikat hatinya mendekat kepada Tuhan. Read the rest of this entry »

Advertisements




1 vs 99

14 08 2012
Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam namaKu ia menyambut Aku.”
Tahta, wanita (sex) dan harta adalah tiga hal menurut pepatah jawa yang paling berbahaya bagi seorang pemimpin. Saya agak kurang setuju dengan kata wanita, mungkin lebih tepat digantikan dengan sex karena bukan wanitanya yang menggoda tapi justru prialah yang mengijinkan nafsunya diumbar. Di jaman sekarang sudah banyak pemimpin juga wanita dimana mereka juga bisa jatuh dalam godaan seksual. Maka baik pria maupun wanita, sebagai pemimpin mereka bisa mengalami kejatuhan ataupun kekalahan karena lemah dalam menghadapi ketiga godaan  tersebut.
Untuk menghadapi godaan seksual tentu kita harus belajar setia, setia dari hal yang kecil-kecil untuk sekedar memperhatikan pasangan hidup kita. Untuk menghadapi godaan akan kekayaan perlu disertai rasa ‘cukup’ dengan apa yang kita terima dan kita miliki termasuk bertanggung-jawab untuk setiap sen yang kita terima dan kita keluarkan. Kita senantiasa mengucapkan syukur untuk setiap kemampuan dan talenta dan rejeki yang kita terima. Seorang yang tamak seperti para koruptor pasti jauh dari rasa ‘cukup’ apalagi bersyukur. Read the rest of this entry »




Berani Bayar Harga

29 06 2012

“Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaat-Ku.”

Menjadi seorang pemimpin menurut saya adalah sebuah kombinasi antara dorongan diri sendiri dalam arti menyediakan diri seutuhnya, juga karena kesempatan yang tersedia dan karena restu atau panggilan Ilahi. Kompetensi seorang pemimpin tentu dituntut berbeda karena ia harus memimpin orang lain. Ia harus bisa memimpin dan menguasai dirinya terlebih dulu. Seorang pemimpin lahir diantara suatu keadaan dimana memang dibutuhkan figur yang bisa memimpin, keadaan yang harus dikuasai sebelum terjadinya chaos atau kekacauan karena ketidak pastian akibat tidak adanya pemimpin. Tetapi hanya dengan pimpinan Tuhan seorang pemimpin bisa bertahan karena ia tidak bisa mengandalkan kekuatannya sendiri. Ia harus memiliki kepekaan akan rencana Allah dalam dirinya.

Kita lihat berbagai macam pemimpin hadir di berbagai masa dalam berbagai kesempatan dalam berbagai keadaan. Begitu banyak pejuang kemanusiaan lahir karena keadaan, karena keterpaksaan dan karena ketidak adilan. Mereka berjuang melawan ketidak adilan menyuarakan suara orang-orang yang tertindas. Pemimpin tidak bisa tinggal diam dan menyerah pada keadaan. Seorang pemimpin berani berkata: seseorang harus bertindak, dan bila saya yang harus ambil bagian, maka akan saya lakukan dengan segala konsekwensinya. Read the rest of this entry »





Pemimpin Yang Melayani

30 05 2012
“Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani”

Kita sering mendapati protes masyarakat lewat telpon di televisi serta komentar di portal berita  dan jejearing sosial yang mengecam tingkah polah para politisi dan birokrat.  Sering ditemui benturan fisik terjadi manakala muncul ketidak-jujuran dan ketidak-puasan. Repotnya bila masing-masing pihak yang bertikai memiliki massa seperti ditemui di berbagai Pilkada. Justru disaat menghadapi konflik seperti inilah kualitas pemimpin akan ditunjukkan, apakah mereka larut dengan emosi atau bisa tetap berpikiran jernih dan memilih tindakan yang paling bijaksana sesuai dengan tata tertib yang ada. Tindakan anarkis tidak pernah bisa dibenarkan apalagi digunakan sebagai pembenaran ‘atas nama’ rakyat.

Renungan hari ini mengajak kita merefleksikan diri, seandainya kita menjadi wakil rakyat ataupun pemimpin di masyarakat yang berada dalam situasi yang sama apakah yang akan kita lakukan? Seandainya kita menjadi kapten kesebelasan ditengah kericuhan penonton, apa yang akan kita lakukan? Bagian rakyat mana yang kita wakili? Sejauh manakah kita memahami keinginan rakyat, tepatnya rakyat seperti apakah yang kita wakili? Jangan-jangan kitapun bisa terpancing emosi dengan mencari kesempatan untuk menunjukkan diri kita. Read the rest of this entry »





Ora Et Labora : Semua Hasil Kerja Adalah Hasil Doa

6 09 2011

“Ia memilih dari antara mereka dua belas orang yang disebutNya rasul”

Kita tidak pernah tahu bila seseorang mengatakan saya sudah berdoa, saya selalu berdoa dst. Berdoa memang suatu kegiatan yang sangat pribadi, hanya diketahui oleh yang bersangkutan dengan Tuhan sendiri.Tetapi hal yang kasat mata adalah hasil perbuatan seseorang merupakan indikasi sejauhmana hidup doanya. Bukan hanya perbuatan, tetapi perkataannyapun meneduhkan dan dapat dipercaya.

Saat membantu beberapa client membangun budaya perusahaan, muncul inisiatif untuk memulai kebiasaan baru di salah satu unit kerja. Awalnya perilaku para karyawan cuek satu sama lain, yang senior tidak perduli dengan yang junior, orang lapangan merasa lebih penting dari orang admin. Kalau ada telpon masuk biasanya tidak diangkat, karena isinya hanya complain pelanggan sehingga mereka yang di backoffice lebih baik tidak ikut campur. Read the rest of this entry »





4 Hal yang Membuktikan Pria Sejati

13 08 2011

Sumber: Pria Sejati

Merupakan hal biasa bila suami dan istri dalam sebuah keluarga memiliki penghasilan sendiri-sendiri. Keduanya bekerja untuk menafkahi keluarganya sehingga keduannya merasa memiliki andil dan kedudukan yang sama dalam keluarga. Larut dalam kesibukan, terkadang mereka lupa, siapa yang seharusnya menjadi pemimpin dalam sebuah keluarga.

Kealpaan seorang pemimpin dalam keluarga terkadang bisa menyebabkan pertengkaran atau saling melempar tanggung jawab. Begitu juga bila keduanya (suami-istri) merasa menjadi pemimpin, tidak jarang yang berakhir dengan perceraian. Keegoisan dan keyakinan diri dalam masalah ekonomi, membuat mereka berani melanggar janji pernikahan.

Pemimpin adalah seorang yang patut untuk diikuti dan dipatuhi. Pemimpin yang akan bertanggung jawab dan menuntun serta membuat keputusan dalam hidup ini. Seorang ayah atau pria dalam sebuah keluarga adalah pemimpin. Walaupun dalam budaya beberapa daerah mengatakan lain, pria tetap dikodratkan untuk menjadi pemimpin. Read the rest of this entry »





Kunci Kerajaan Surga

22 02 2011

“Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga”

Servus servorum” = Hamba dari para hamba, demikian motto Paus atau Bapa Suci dalam rangka mengemban tugas kepemimpinan Gereja Katolik. Maka baiklah kami mengajak siapapun yang menjadi pemimpin di tingkat apapun dan dimanapun untuk menghayati kepemimpinan dengan motto tersebut. Penghayatan motto tersebut antara lain dengan hidup dan bertindak dengan rendah hati. “Rendah hati adalah sikap dan perilaku yang tidak suka menonjolkan dan menomorsatukan diri, yaitu dengan menenggang perasaan orang lain. Meskipun pada kenyataannya lebih dari orang lain, ia dapat menahan diri untuk tidak menonjolkan dirinya” (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 24).

Kerendahan hati ini sungguh perlu bagi seorang pemimpin, karena ia berfungsi menentukan hidup dan kerja bersama serta apa yang dibijaki senantiasa ditaati dan dilaksanakan oleh bawahan-bawahannya. Secara khusus kami berharap pada mereka yang beriman pada Yesus Kristus dapat menjadi teladan dalam penghayatan kerendahan hati ini dalam tugas atau pekerjaan serta fungsi apapun. Ingat dan hayati bahwa fungsi, tugas atau pekerjaan yang kita terima merupakan `anugerah Allah’ yang kita terima melalui pemimpin atau atasan kita.

Maka hendaknya melaksanakan aneka tugas atau menghayati aneka fungsi sesuai dengan kehendak dan perintah Allah. Perintah atau kehendak Allah antara lain semua manusia selamat dan sehat wal’afiat serta damai sejahtera baik lahir maupun batin, phisik maupun spiritual. Hendaknya diusahakan semua orang yang dipimpin sungguh bahagia dan bergairah dalam rangka menjalankan fungsi-fungsinya dalam hidup dan kerja bersama. Read the rest of this entry »