Bentuk-Bentuk Salib

30 09 2012
Dalam Kristianitas, terdapat lebih dari satu bentuk salib yang memiliki keunikannya tersendiri. Beberapa bentuk salib berkaitan langsung dengan Tuhan Yesus Kristus, sementara yang lainnya berkaitan dengan sejumlah Para Kudus dan lain-lain. Berikut ini daftar beberapa bentuk salib yang umum kita temui.
 1. Salib Latin
 Salib Latin atau Crux Immissa. Adalah bentuk Salib Kristus yang paling umum dan dipercayai sebagai bentuk Salib yang sesungguhnya tempat Yesus wafat.
Advertisements




Mengenang Sengsara Tuhan, Peringatan Jumat Agung

6 04 2012

Pagi ini saya menghabiskan waktu lebih lama untuk merenungkan tentang kisah sengsara Yesus, Tuhan kita, dengan satu pertanyaan, yaitu: seperti apa sih sengsara yang dialami Yesus itu? Saya berusaha untuk melupakan semua ulasan eksegese yang pernah saya baca sebelumnya agar kisah sengsara Yesus tidak menjadi “mata pelajaran” seperti saat belajar agama. Saya memohon agar diijinkan menembus lorong waktu untuk berada di tanah suci, bukan melalui ziarah untuk melihat keadaannya sekarang ini, melainkan untuk melihat keadaan 2000 tahun yang lalu. Keinginan saya tidak untuk menyaksikan bagaimana Yesus menghadapi sengsara-Nya, melainkan ingin turut merasakan seperti apa sengsara-Nya itu. Saya abaikan komentar orang lain karena saya bukan bermaksud akan membuat injil baru, saya hanya ingin mengukur diri saya sendiri, sebatas mana saya sanggup turut merasakan derita Tuhan Yesus. Alhasil, saya menyimpulkan bahwa belum pernah ada dan tidak akan pernah ada derita yang sama, apalagi yang lebih besar, dari derita yang dialami Yesus.

Jauh sebelum Ia diutus, Yesus sudah mengetahui derita yang akan dialami-Nya kelak, karena memang untuk itulah Ia diutus. Kira-kira sama seperti seseorang yang menderita cancer stadium lanjut, “divonis” mati oleh dokter. Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan orang itu melewati hari-harinya menanti ajal tiba.

Yesus tidak melakukan kesalahan, Ia adalah simbul ketaatan yang sempurna, tetapi Ia mesti menderita atas kesalahan yang diperbuat orang lain. Yesus diadili oleh pengadilan yang tidak adil. Seandainya saya dituduh dan mesti menerima hukuman atas kesalahan yang tidak saya perbuat, apalagi hukuman dijatuhkan melalui proses pengadilan yang tidak adil, apakah saya sanggup? Read the rest of this entry »





“MENGAPA, ALLAHKU?” Renungan Jum’at Agung ( Rm Tedjoworo OSC )

6 04 2012

Seribu kata ‘mengapa’. Seribu keheningan adalah jawaban. Tidak ada orang yang mau bermimpi menguburkan dia yang dikasihi. Tapi ketika itu harus dijalani, hanya satu kata yang berulang kali terucap di mulut kita: mengapa. Mengapa saya? Mengapa keluarga saya? Mengapa dia? Saat kita tidak menemukan alasan, kepedihan akan semakin dalam. Karena kita sudah demikian tergantung pada ‘logika kematian’. Kita hanya bisa menerima kematian yang ‘masuk akal’saja. Yang tidak masuk akal, kita pertanyakan, kita ratapi, kita teriaki. Seruan kita terdengar ‘seperti’ seruan Yesus di kayu salib, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Mrk 15:34). ‘Seperti’, karena tak sama…

Mari kita merenung, benarkah Tuhan meninggalkan kita di saat kematian orang-orang terkasih? Benarkah Tuhan itu mengizinkan kejahatan menimpa kita, membiarkan kesakitan dan penderitaan kita alami, dan berdiam diri di hadapan kesedihan dan kehilangan kita yang amat sangat ini? Dalam iman, kita mungkin terlalu cepat menjawab, Tuhan tetap menyertai kita. Akan tetapi, kenyataannya begitu sulit untuk dipahami. Kehilangan demi kehilangan terlalu menyakitkan, kalau bukan mengecewakan. Tahun-tahun yang kita lalui bersama mereka yang kita kasihi, seperti dihapus begitu saja, seperti sia-sia. Kalaupun kita diam, kita seperti Abraham yang menggendong Ishak, anak yang lama didamba dan sekian tahun dibesarkannya itu, untuk dikorbankan. Read the rest of this entry »





Salib Tanda Kebangkitan

24 09 2011

Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia

Kisah ini terjadi setelah Yesus menjadi begitu terkenal karena mujizat-mujizat besar yang diperbuat-Nya selama berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa di daerah Galilea. Banyak orang berharap kebesaran Allah yang ditunjukkan Yesus akan mampu memimpin mereka  terbebaskan dari penjajahan Romawi, menjadi bangsa yang bebas dan Yesus menjadi raja bagi mereka. Mereka tidak mengerti dan tidak mau percaya bahwa Yesus akan diserahkan ke dalam tangan manusia untuk menjalani sengsara-Nya di kayu salib.

Yesus mengetahui bahwa murid-murid-Nya bisa jadi juga mempunyai harapan yang sama, mereka tidak menyangka bahwa Yesus akan menyerahkan diri-Nya demi keselamatan manusia, oleh karenanya Yesus menegaskan dengan berkata, “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini”. Yesus mau agar murid-murid-Nya benar-benar menyimak apa yang dikatakan-Nya itu. Read the rest of this entry »





Pesta Salib Suci

14 09 2011

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal

Tanda salib telah berkali-kali kita buat, dan kiranya tak seorangpun yang dapat menghitung telah berapa kali membuat tanda salib sambil berkata “Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus” seraya menepuk dahi, dada dan bahu. Dahi menunjuk otak yang berfungsi untuk berpikir, dada menunjuk pada hati dan jantung sebagai sumber utama kehidupan, sedangkan bahu menunjuk pada kekuatan atau tenaga. Kita membuat tanda salib dalam rangka berdoa entah untuk mengawali dan mengakhiri pertemuan, pekerjaan, makan atau tidur dst.., yang berarti kita akan mengerjakan semuanya itu dalam Nama Yesus, Yang Tersalib. Read the rest of this entry »





First Thing First

28 08 2011

Sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia

Ingatkah anda saat orangtua memuji-muji anda, memeluk dan mencium manyatakan kasih sayang dan kebanggaannya akan anda? Tapi pernahkah anda juga teringat saat dimana orangtua memarahi kita habis-habisan, sampai kuping merah, malah kalau bisa kita serasa ingin masuk kedalam bumi.. kalau bisaaaa. Saat kita memberikan yang terbaik tentu kita mendapatkan pujian, tetapi saat kita lengah dan berbuat kesalahan kitapun tidak lepas dari teguran.

Saya ingat sekali sebagai anak tertua dari 7 bersaudara, saya merasa orangtua saya pilih kasih. Aturan-aturan untuk saya sangat berat (waktu itu), tidak seperti adik-adik saya lainnya. Kalau yang lain waktu SMA adik-adik bisa keluar bermalam minggu, saat saya SMA hanya boleh pergi sampai dengan jam 22. Itupun diantar dan dijemput alm bapak sendiri. Ketika itu saya malu sekali dengan teman-teman saat bapak sampai turun dari mobil dan datang kedalam pesta. Kadang beliau mencari tuan rumah juga… halaah, kayak polisi deh hahaha….. Pernah saya pulang jam 23 karena pestanya seru banget, wah habis saya disidang bapak-ibu sampai merah kupingku. Mau jadi perempuan apa kamu pulang larut malam? Bagaimana kamu bisa jadi contoh buat adik-adik kamu? Weleh… mana pernah kepikir, lha wong masih belasan tahun. Read the rest of this entry »





Akhirnyaaaa….

5 08 2011

Pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang setimpal dengan perbuatannya

Lebih dari tiga minggu  saya belum berkesempatan update blog ini. Mohon maaf bagi anda sekalian yang setia mengikuti renungan saya, pastinya ada kekecewaan saat menemui blog yang belum terupdate. Rasanya ingin minta agar Tuhan berikan injury time seperti para pemain sepak bola yang dapat perpanjangan waktu supaya saya bisa berbagi cerita setiap harinya seperti biasa. Beberapa SMS dan bahkan teman juga menanyakan kok sudah lama tidak mengirimkan renungan harian. Eh, pagi ini ada juga kawan menyapa via FB yang menanyakan blog yang lama tidak terupdate. Saya sendiri juga merasakan betapa penuhnya hati dan kepala ini dengan berbagai kisah yang ingin segera dikeluarkan dan diceritakan.

Ini mungkin salib saya mengikuti Tuhan, salib yang membuat saya sulit membagi waktu yang diberikan Tuhan. Modalnya sama-sama 24 jam bagi setiap orang tapi bagaimana kita menggunakannya memang perlu pencerahan tersendiri. Sementara mesin waktu bekerja tanpa mengenal ampun, tiap hari berdetak dengan jumlah detik yang sama,  tubuh jasmani kitapun bertambah tua dengan kondisi fisik tentu semakin menurun … hiks… Waktu yang sedikit itu  bisa habis 3-4 jam sendiri di perjalanan karena kemacetan kota Jakarta. Sungguh menjadi sangat tidak produktif saat modem jadulku tidak kompatibel dengan laptop kantor dengan Windows 7 nya. Kebijakan kantor untuk mengganti laptop setiap 3 tahun ternyata membutuhkan learning curve juga untuk membiasakan diri memangku laptop yang lebih besar dan mouse yang lebih sensitif.

Mengikut Tuhan memang harus bersiap memanggul salib, dan salib yang sangat berat bagi saya saat ini adalah membagi waktu yang cuma 24 jam itu sementara kita sendiri tidak bisa melakukan berbagai hal dalam waktu bersamaan. Perlu waktu juga diluangkan untuk keluarga, untuk pekerjaan, untuk pelayanan dan penugasan lainnya. Sejak minggu lalu saya dinyatakan lolos test untuk mengikuti TCME Teacher’s Course Misi Evangelisasi, program khusus mempersiapkan pengajar Misi Evangelisasi, menjadi pengajar KEP/SEP. Layaknya anak sekolah aturannya memang ketat, tidak boleh terlambat lebih dari 15 menit, tidak boleh absen lebih dari dua kali. Beberapa subject wajib hadir seperti Ajaran Sosial Gereja dan Evangelii Nuntiandi. Namanya juga sekolah bagi pengajar, tentu harus dimulai dengan disiplin diri sendiri terutama dalam hal komitmen terhadap kehadiran. Read the rest of this entry »