Jam Rahmat – devosi mohon kelimpahan rahmat Tuhan

7 12 2012

Dikutib dari posting FB bpk. Stefan Leks tgl. 2 Des 2012

Sahabat-sahabat St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda,

Sejak 8 Desember 1947 dikenal JAM RAHMAT yang diadakan pada tgl 8 Desember, pkl. 12.00-13.00. Sebagai devosi, Jam Rahmat ini tidak wajib, namun sangat bermanfaat. Sebab Bunda Maria menjanjikan bahwa mereka yang mengadakannya dapat memperoleh banyak rahmat, baik rohani maupun jasmani.

Sebaiknya Jam ini diadakan di gereja, namun mereka yang tak sempat ke gereja, dapat mengadakannya secara pribadi di rumah, baik secara pribadi maupun berkelompok. Dimohon supaya selama berlangsungnya Jam Rahmat, para pendoa tidak menggunakan HP ataupun menerima telefon supaya perhatian mereka sungguh terpusat pada relasi dengan Tuhan. Read the rest of this entry »





Novena Pentakosta: Hari IX

26 05 2012

Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus

Para rasul, para murid bersama Bunda Maria , duduk di ruang atas menjalani Novena pertama dalam Gereja. Dan akhir dari doa-doa dan pujian mereka adalah datang dan turun berkunjungnya Roh Kudus, Roh yang dicurahkan ke atas mereka.

Besok pagi kita merayakan Pesta agung Pentakosta, turunnya Roh Kudus yang menandai lahirnya Gereja. Apa dam siapa Roh Kudus itu? Sukar sekali diungkapkan. Penulis Kisah Para Rasul menggunakan simbol-simbol untuk menggambarkan Roh Kudus. Ada tiga simbol: angin, nyala api dan kemampuan lidah berbicara. Ketiga simbol itu ingin mengatakan kepada kita siapa Allah Roh Kudus itu.

Read the rest of this entry »





Hidup itu Memilih vs Hidup itu Pilihan

10 02 2012

“Maria telah bagian yang memilih terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Hidup memang isinya hanya memilih dan memilih keputusan, dari bangun tidur sampai tidur lagi kita selalu membuat keputusan sebelum melakukan sesuatu. Tetapi karena terbiasa, kita seringkali tidak lagi berpikir apakah perlu atau tidak. Kita tidak berpikir lagi mana kaki yang dipakai untuk melangkah lebih dulu, menyisir rambut ke kiri atau kekanan, mau makan sendok di tangan kanan apa kiri. Halaaah….. bisa gila mikirin itu semua.

Walaupun demikian yang ‘sudah terbiasa’ sering pula tidak kita pikirkan apakah yang dilakukan tersebut memang ‘baik’? sudah benar? dan benar menurut ukuran siapa? Salah satu MLM mengajarkan bahwa suatu tindakan yang dilakukan setiap hari selama 90 hari akan menjadi kebiasaan. Aristoteles mengatakan kebiasaan-kebiasaan yang terus menerus dilakukan tanpa disadari akan membentuk karakter. Kalau terbiasa tidak jujur, maka dalam berbagai kesempatan seseorang akan selalu tidak jujur sehingga karakternya menjadi tidak jujur. Demikian pula bila seseorang terbiasa rajin melakukan sesuatu, maka lama kelamaan karakternya terbentuk menjadi rajin. Maka mengubah karakter seseorang perlu dimulai dengan mulai melatih kebiasaan-kebiasaan baru. Read the rest of this entry »





HR Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda

8 12 2011

“Jadilah padaku menurut perkataanmu itu”

“Akulah yang Dikandung Tanpa Noda Dosa” Kata yang diucapkan Bunda Maria pada penampakan kepada St. Bernadete di Lourdes pada tahun 1858.

Pada tanggal 8 Desember 1854, Paus Pius IX mengumumkan Dogma Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda (Ineffabilis Deus), yang bunyinya antara lain sebagai berikut:
“Dengan inspirasi Roh Kudus, untuk kemuliaan Allah Tritunggal, untuk penghormatan kepada Bunda Perawan Maria, untuk meninggikan iman Katolik dan kelanjutan agama Katolik, dengan kuasa dari Yesus Kristus Tuhan kita, dan Rasul Petrus dan Paulus, dan dengan kuasa kami sendiri: “Kami menyatakan, mengumumkan dan mendefinisikan bahwa doktrin yang mengajarkan bahwa Bunda Maria yang terberkati, seketika pada saat pertama ia terbentuk sebagai janin, oleh rahmat yang istimewa dan satu-satunya yang diberikan oleh Tuhan yang Maha Besar, oleh karena jasa-jasa Kristus Penyelamat manusia, dibebaskan dari semua noda dosa asal, adalah doktrin yang dinyatakan oleh Tuhan dan karenanya harus diimani dengan teguh dan terus-menerus oleh semua umat beriman.” Read the rest of this entry »





Vaya Con Dios Mas JD

13 11 2011

Saat bro Samsi memintaku untuk menulis kenanganku terhadap mas JD, saya masih belum percaya bahwa dia benar-benar sudah berpulang. Berbahagialah mereka yang tidak melihat tapi percaya. Ah, saya sudah melihat jenazah mas JD terbaring gagah dengan jas lengkap didalam peti dirumahnya. Tapi yang saya lihat dia tertidur dengan senyumannya. Senangnya elu mas, bisa ketemu pujaan hati Sang Kristus dan Bunda Maria.

Beberapa tahun lalu saya gak kenal siapa JD yang sering disebut-sebut teman-teman pengurus FMKI (Forum Masyarakat Katolik Indonesia). Wah rat, elu mesti ketemuan sama dia (JD) pasti cocok deh buat tukar pikiran. Entah kenapa saat saya ada, mas JD gak bisa datang meeting FMKI. Saat dia ada, giliran saya gak bisa hadir. Saat itu tahun 2009 saya baru bergabung dengan salah satu parpol. Keputusan nekad dalam hidup saya mencemplungkan diri pada dunia yang asing dan menakutkan buat orang yang buta politik dan perempuan lagi. Tau dong, politik itu dunia laki-laki banget. Rapat dan acaranya aja puanjang dan full asep rokok.

Kondisi saya saat itu yang baru kembali dari keliling indonesia mengunjungi berbagai tempat untuk mengadakan kegiatan baksos dan doa bersama Jaringan Doa Nasional seolah membuka mata rohani saya. Seperti Yeremia matanya dicelikkan Tuhan saya melihat betapa miskin dan menderitanya rakyat Indonesia di beberapa pelosok yang saya kunjungi. Sejak saya kembali, firman Tuhan  pada Yesaya6:8 terus bergema tanpa berani saya jawab ” Siapa yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Saya belum seberani menjawab seperti Yesaya, saya masih berdoa “Utuslah anak-anakMu bagi bangsa ini” (jangan saya deh, saya bukan orang yang tepat). Tetapi akhirnya setelah melalui suatu pergumulan dalam doa dan puasa saya memutuskan untuk memberi jawaban seperti Yesaya. “Ini aku, utuslah aku”  – Tapi jangan Kau ijinkan aku sendiri ya Tuhan, berikan kawan-kawan seperjuangan seperti para murid yang Kau utus pergi berdua-dua.  Maklum saya tidak kenal siapa-siapa di ranah politik, apalagi yang katolik. Saya hanya melangkah dengan restu almarhum bapak yang saat itu masih ada dan suami tercinta...and that is more than enough for me to stay up to this point. Ternyata Tuhan menjawab doaku, satu persatu Tuhan pertemukan dengan mereka yang kemudian hari bisa dikatakan ‘konselor’ saya di bidang politik, baik para klerus dan awam. Salah satunya mas JD yang aktif sebagai pengurus FMKI KAJ. Read the rest of this entry »





Maria Bintang Evangelisasi

31 10 2011

EVANGELISASI adalah pewartaan Kabar Baik Yesus Kristus, dan tugas untuk evangelisasi ini merupakan tugas hakiki dari Gereja. Sabda Yesus, “Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah” (Luk 4:43) berlaku juga sebenarnya untuk Gereja  (Evangelii Nuntiandi, 14).  Imbauan Apostolik Paus Paulus VI (8 Desember 1975) ini dengan jelas menyatakan: “Mewartakan Injil sesungguhnya merupakan rahmat dan panggilan yang khas bagi Gereja, merupakan identitasnya yang terdalam. Gereja ada untuk mewartakan Injil” (Evangelii Nuntiandi, 14).

Kita sebagai Gereja harus mewartakan Injil (melakukan Evangelisasi) seturut perintah Kristus yang bangkit: “Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman” (Mat 28:19-20).

Ini adalah Amanat Agung (Great Commission) bagi setiap insan Kristiani, yang harus dilaksanakan dan dengan penuh gairah diwujudkan, khususnya justru apabila kita diam/tinggal dalam lingkungan yang non-Kristiani. Evangelisasi bukanlah saling mencuri umat antara sesama gereja Kristus, namun dari denominasi yang berbeda-beda. Perintah Tuhan ini juga harus kita lakukan terhadap diri kita sendiri setiap hari. Evangelisasi-diri sendiri (self-evangelization) ini adalah tugas kita yang pertama. Hanya dengan cara inilah kita masing-masing dapat menjadi saksi Injil yang sejati.  Read the rest of this entry »





Bunda Maria Ratu Rosario yang Amat Suci dan Bunda Segala Kemenangan

7 10 2011
Bunda Maria Ratu Rosario yang Amat Suci dan Bunda Segala Kemenangan By Gereja Katolik

Holy Marys’ help at Lepanto

Selamat Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Artikel ini menceritakan bagaimana orang-orang Katolik dengan berdoa Rosario memohon pertolongan dan bantuan doa dari Bunda Maria demi keselamatan Kristianitas dari invasi Kesultanan Islam Turki pada pertempuran Lepanto. Sejak pertempuran ini, Kesultanan Turki tidak mampu lagi mengadakan invasi besar-besaran ke Eropa. Selamat membaca!

Pesta Bunda Maria Ratu Rosari tanggal 7 Oktober dirayakan untuk memperingati kemenangan di Lepanto (1571) ketika armada laut Katolik  mengalahkan armada Islam Turki yang mengancam pantai negara-negara Katolik di seluruh Laut Tengah. Pada waktu itu seluruh umat Katolik berdoa rosario supaya mereka dibebaskan dari ancaman musuh yang akan membunuh atau menjual mereka yang ditawan ke dalam perbudakan.

Pada masa Paus Pius V mencapai tahta St. Petrus, Gereja sedang dilanda bahaya besar dari Timur yang mengancam untuk memusnahkan Kristianitas di seluruh Eropa. Kaum Muslim sangat kuat dan agresif. Bapa Suci memberi peringatan kepada para raja dan pangeran di Eropa mengenai situasi bahaya yang sedang mengancam, namun tak seorang pun yang mempedulikannya. Di samping itu, “reformasi” Protestan semakin melemahkan kesatuan Eropa saat itu. Read the rest of this entry »