Siap Bekal Hidup Kekal

27 08 2010

“Gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka”

Setiap kali naik pesawat kita selalu disuguhi peragaan keselamatan oleh pramugari. Inilah standar operasi di airline industry, yang juga seharusnya diperagakan di semua moda transportasi termasuk laut. Saya yakin anda yang sering naik pesawat pasti hafal apa yang akan diperagakan si pramugari. Bahkan tanpa sadar anda juga akan mengecek apakah pelampung masih tersedia di bawah kursi anda. Saking seringnya melihat maka andapun akan ikut memberi perhatian paling tidak pada kata-katanya.

Pernah dalam satu pesawat saya jadi cerewet meminta penumpang sebelah saya untuk mematikan HP nya. Dua kali saya peringatkan tidak ada tindakan nyata. Akhirnya saya pencet bel memanggil pramugari dan memberitahukan bahwa penumpang sebelah saya tidak mematikan HP nya. Pramugari itupun juga meminta penumpang tersebut mematikan HPnya dengan disertai tengokan dan lirikan penumpang-penumpang lainnya. Akhirnya si bapak dengan mendongkol sambil melotot pada saya mematikan HP nya. Well, ini aturan keselamatan penerbangan bung ! Kalau anda tidak mau selamat, jangan ajak yang lain juga dong. Come on !

Ada satu kalimat menarik yang selalu diucapkan pramugari diakhir peragaan keselamatan : Untuk penumpang yang membawa anak-anak, pasangkan masker oksigen pada diri anda dahulu, baru kemudian anda memasangkannya pada anak anda. Read the rest of this entry »

Advertisements




Tukang Langgar

12 02 2009

Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.

Dalam beberapa kali pengalaman saya menumpang mobil kenalan, baik itu pengusaha, eksekutif maupun pejabat tinggi, seringkali penyakit kurang iman alias kurang percaya menyergap mereka, karena takut terlambat hadir maka membiarkan saja sang supir melanggar aturan, yang penting tiba di tujuan dengan cepat.

Paling umum terjadi adalah pembiaran kendaraan tersebut melalui bahu jalan toll ketika terjadi kepadatan lalu lintas, maka rasanya tidak adil pula jika kita membiarkan kesalahan tersebut terjadi, tetapi disisi lain ketika ada kendaraan lain yang melanggar, seperti motor yang melawan arah, kita maki-maki, seolah-olah paling benar.

Sayapun tukang langgar, tetapi setelah menyadari bahwa itu sungguh salah dan dengan melanggar kita akan rugi berkali-kali, artinya dalam perjalanan akan dilecehkan orang lain yang melihat, lalu membahayakan pengendara lain dan jika terjadi kecelakaan akan mendapat hukuman yang berat, maka sejak itu saya lebih baik tidak melanggar aturan. Read the rest of this entry »





Aturan Main Manusia

10 02 2009

Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia

Bisnis dengan etika iman Katolik, wah bisnis model apa itu? Bukankah bisnis itu seperti perang, jadi boleh berbuat apa saja yang penting menang dalam persaingan dagang tanpa harus memperhatikan etika, maka bukan perkara mudah untuk menerapkan usaha yang beretika dan beriman Kristiani, termasuk juga dalam usaha perebutan suara sebagai calon legislatif untuk menjadi anggota parlemen, karena tidak kata seri/draw selain menang atau kalah.

Mendengar cerita teman yang sedang susah, karena lawan usahanya tidak bisa menerima kehadirannya yang membuka usaha yang sama, kemudian melakukan teror. Setelah tahu sedikit duduk permasalahannya maka yang harus dilakukan adalah mendiamkan kelakuannya tersebut dan hadapi terornya, anggap itu bagian dari persaingan dagang atau lakukan teror balik dan bila perlu lebih keras, tetapi sebagai pengikut Kristus tentu hal demikian tidak lazim. Read the rest of this entry »





Antara aturan dan Aturan

27 10 2008

Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

Didalam hidup memang ada aturan dan aturan itu hendaknya dibuat dengan tujuan untuk kepentingan dan kemajuan umat manusia, bukan sebaliknya dibuat untuk menyengsarakan. Hal ini sungguh berbeda dengan yang ada di Negara ini, dimana aturan dibuat demi kepentingan sekelompok orang atau pribadi.

Seperti misalnya, saat ini saja tiba-tiba muncul aturan tambahan dari KPU yang menyatakan para Caleg DPD maupun DPR/DPRD tidak boleh menggunakan nama gaul atau nama yang sudah dikenal oleh masyarakat, tetapi harus menggunakan nama asli, sayangnya aturan ini dibuat tanpa ada dasar hukum dan alasan yang jelas, kecuali karena ketakutan dari beberapa politisi yang tidak punya percaya diri untuk bertarung dalam perebutan kursi.

Seringkali pula, aturan itu dibuat dengan tujuan sesuatunya demi sebuah tujuan besar yang tersembunyi, tapi dampaknya sungguh akan merusak tatanan hidup berbangsa dan bernegara, yang saat ini terjadi adalah RUU pornografi yang hendak di sahkan menjadi UU.

Akibatnya kita lalu dipacu untuk kreatif mencari celah hukum untuk melanggar aturan tersebut, hingga aturan baku yang benarpun dilanggar juga, tanpa peduli dan sifatnya adalah untung-untungan atau mencari menangnya sendiri berdasarkan kekuatan uang atau kekuasaan atau mengandalkan massa yang bonek.

Sepertinya ada yang salah dalam pembangunan manusia di negara Pancasila ini, dimana orang-orang munafik lebih mendapat tempat dibandingkan orang-orang yang beriman. Karena yang yang baik dan benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar.  (Samsi Dharmawan) Read the rest of this entry »





Antara Aturan dan Tujuan

6 09 2008

“Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”

Di sepanjang hari kedua rekoleksi Dewan Paroki kali ini, melalui homili romo paroki peserta dibawa untuk mengingat kembali apa yang telah kami lalui dari kemarin. Setelah melihat ‘potret’  melalui data dan fakta yang ada di paroki dengan segala dinamika umat didalamnya lalu kami mencoba merumuskan visi ke depan.  Tadi pagi Romo Vikjen memberikan arah dasar pastoral di Keuskupan Agung Jakarta yang kalau diperes habis hanya tinggal “Pemberdayaan Umat Basis”.  Tempat dimana kita berada itulah umat basis, yang ingin selalu ingin bertemu dan ingin membantu sama lain. Akhirnya kita diajak kembali kepada pertanyaan basic: Siapa yang akan mewujudkannya?

Memang paling mudah mengatakan saya ingin ini, kami ingin melihat begitu, sebaiknya harus begini dsb, dsb. Sama mudahnya dengan orang-orang Farisi yang sukanya menunjuk-nunjuk siapa yang melanggar aturan agama, siapa yang tidak taat dsb. Kita perlu merenungkan kembali sebenarnya apa manfaat baptisan kita dan apa pula dampak dari baptisan yang kita terima. Kalau tidak ada yang mengerjakan visi yang indah-indah itu maka keadaan paroki akan sama saja tidak berubah 5, 10 bahkan 15 tahun kemudian. Perlu disertai komitmen masing-masing pengurus untuk ambil serta mewujudkan impian tersebut. Read the rest of this entry »





Muna? Jangan deh..

25 08 2008

“Celakalah kamu karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.”

Iseng-iseng cek definisi kata Munafik di Wikipedia, ternyata berdasarkan hadits, Nabi Muhammad SAW dikatakan :”Tanda orang-orang munafik itu ada tiga keadaan. Pertama, apabila berkata-kata ia berdusta. Kedua, apabila berjanji ia mengingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia mengkhianatinya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Soal dusta, ingkar janji dan tidak bisa dipercaya rasanya menjadi karakter sebagian pemimpin bangsa yang ada sekarang ini. Sebagian besar rakyat sudah bingung dan bertanya-tanya siapakah pemimpin yang masih bisa dipercaya saat krisis multi dimensi begini? Bila ada satu masalah, yang ada saling tunjuk kesalahan. Contoh terlantarnya 30 penari dari NTT dan juara catur tingkat dunia asal Riau sebagai pengisi acara dan tamu di Istana Negara, hanya salah dua kisah miris dibalik kemegahan acara seremonial ditempat paling terhormat yang hanya bisa ditembus dengan “By Invitation Only”.

Pada akhirnya perilaku muna para pemimpin hanyalah membawa kesengsaraan bagi mereka yang paling lemah seperti halnya anak-anak, perempuan, kaum miskin dan rakyat yang tak berdaya menghadapi sikap dan keputusan para pemimpin yang menduduki “kursi Musa”. Maka Injil hari ini sungguh pedas, menyebut kan bahwa pemimpin demikian dosanya akan menghadapi tuntutan berlapis. “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.” Sudah pasti orang ‘muna’ sendiri tidak bisa masuk Kerajaan Surga, karena kesombongannya. Masih ditambah lagi, mereka ini membuat orang lain pun menjauh dan tidak bisa masuk Kerajaan Surga. Read the rest of this entry »





Id Quod Volo: Apa Yang Kuinginkan

27 07 2008

Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.

Ada satu aturan yang disepakati antara saya dan Sekar. Setiap kali saya atau dia membeli sepatu dan baju baru, maka kita harus mengeluarkan dan membuang dua kali lebih banyak dari yang sudah ada. Kenapa? Saya pusing juga melihat tumpukan baju dan sepatu di kamarnya, karena membuat lemari penuh sesak tetapi tidak selalu digunakan semua. Selalu ada alasan untuk tidak mengeluarkannya, padahal sudah tidak cukup lagi karena ia bertambah besar. Maka daripada disebut ‘diktator’ lebih baik saya buat aturan diatas. Tahun lalu aturannya beli satu, keluar lima baju. Sekarang beli satu baju, keluar dua baju.

Hal serupa inilah juga yang diinginkan Yesus dari para Ahli Taurat, mereka yang telah memahami segala isi Taurat, tidak siap menerima pengajaran baru dari Yesus. Mereka tidak mau memperbaharui perbendaharaan pengetahuan dan imannya, maka mereka tidak bisa menerima ajaran Yesus. Tawaran itu berlaku bagi semua orang, tapi kebebasan setiap orang lah yang telah mendengar Kabar Baik akan menerima atau menolaknya.

Kita sering bertanya pada anak-anak apa yang mereka inginkan, mereka juga kadang sulit mengatakannya. Masih perlu bantuan orang tua untuk mengarahkan kepada yang baik dan berguna bagi mereka. Saat raja Salomo ditanya apa yang diinginkan, ia tidak meminta kekayaan atau nyawa musuhnya. Tapi ia tahu persis yang diperlukannya-“Kutahu yang kumau”- Salomo hanya meminta kebijaksanaan untuk memutuskan yang baik dan benar sesuai dengan standard Allah. Read the rest of this entry »