KESAKSIAN SIULAN: “MENGASIHI SUAMI YANG TAK MUNGKIN KUKASIHI”

26 09 2012

Pernikahan Siulan dan Santoso awalnya sangat harmonis sekali. Dianugerahi dua orang putra dan dua orang putri serta kehidupan ekonomi yang sangat baik, keluarga mereka terlihat begitu sempurna. Hingga pada tahun 1992, Santoso yang bekerja sebagai sales elektronik mendapat tugas keliling kota. Di sanalah Santoso mulai terlibat penggelapan uang perusahaan dan juga perselingkuhan. Sikap manis kepada istri dan anak-anaknya membuat Santoso berhasil menutupi semua perbuatannya itu.

“Teman-teman saya mengajarkan cara-cara licik dan tidak benar. Saya melakukan semuanya itu karena saya juga ingin hidup seperti mereka,” demikian pengakuan Santoso.

Hingga pada tahun 1995, Santoso berkenalan dengan seorang wanita dan menjadikannya wanita simpanannya. Untuk menyembunyikan hubungan gelapnya itu, Santoso menyusun sebuah siasat jahat. Di tahun 1996, Santoso meminta Siulan dan anak-anak untuk pindah ke Malang terlebih dahulu dengan alasan bahwa perusahaan dimana Santoso bekerja akan membuka cabang di Surabaya. Nanti setelah anak perusahaan itu diserahkan padanya, Santoso berjanji akan menyusul pindah ke Malang.

“Beberapa bulan setelah saya pindah ke Malang, Santoso tidak juga pindah. Sewaktu saya tanya, dia bilang bosnya tidak jadi membuka cabang di Surabaya. Karena anak-anak sudah pindah sekolah ke Malang, saya tidak mungkin pindah lagi. Jadi saya tetap di Malang.” Read the rest of this entry »

Advertisements




Syarat #1: Setia dan Bijaksana

30 08 2012
Siapakah hamba yang setia dan bijaksana
Rasanya tidak ada Manager HRD yang menolak proses promosi karyawan yang setia dan bijaksana. Ia bakal menjadi pemimpin yang bisa diharapkan berkontribusi bagi perusahaan. Karyawan juga senang kalau para bosnya itu setia dan bijaksana. Wow banget! Juga bahagianya para orangtua yang dapat menantu yang setia dan bijaksana, pasti anak dan cucunya terpelihara masa depannya. Impian para jomblowan dan jomblowati juga sederhana, dapat pasangan yang setia dan bijaksana. Siapa sih yang tidak ingin punya teman yang setia dan bijaksana?
Semua orang maunya terima ‘jadi’ dijamin setia dan bijaksana, tetapi tidak semua orang mau bertahan mengalami proses untuk menjadi setia dan menjadi bijaksana. Injil hari ini mengingatkan kita untuk terus berupaya menjadi setia dan menjadi bijaksana, karena kita tidak tahu sampai kapan kita mencapai garis finish. Game over. Susah ditebak, apalagi kalaupun bisa ditebak masa iya hanya setia dan bijaksana pada hari tersebut saja? Hanya satu hari setia dan sisanya bisa tidak setia, kadang-kadang setia dan mungkin juga seing tidak bijaksana atau kadang-kadang saja bijaksana. Read the rest of this entry »




Mau Sih… Tapiiii….

23 08 2012

” Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Kalau membaca iklan lowongan kerja di berbagai harian, melihatnya sebagai suatu ironi Disisi lain tingginya angka pengangguran ternyata tidak berkurang dengan banyaknya lowongan kerja yang tersedia. Ratio antara mereka yang mendaftar sebagai pencari kerja dan jumlah orang yang diterima bekerja besar sekali. Demikian pula jumlah pengusaha yang berhasil dengan mereka yang ‘baru ingin’ mencoba menjadi pengusaha. Ada suatu proses panjang yang harus dilewati untuk menjadi yang ‘terpilih’ diantara yang berminat.

Demikian pula tidak ada orang yang tidak ingin hidup bahagia di akhirat nanti. Semua berlomba-lomba ingin hidup kekal bahkan Sang Pemilik Surgapun mengundang semua orang untuk datang dan menikmati Perjamuan Besar yang telah disiapkan. Tetapi ada proses yang harus dilewati untuk bisa sampai di titik akhir nanti. Setiap undangan harus mempersiapkan dirinya agar layak untuk hadir disana, tentunya tepat pada waktunya dan tidak terlambat. Read the rest of this entry »





Ikut Tuhan UUD – Ujung-Ujungnya Duit?

21 08 2012

“Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Kalau melihat perilaku para pengendara motor di semrawutnya lalulintas Jakarta semakin hari semakin menjengkelkan. Menyerobot trotoar dan masuk jalur bus way sudah biasa, menyerobot dari kanan jalur mobil membuat jantung kita deg-degan. Apalagi kalau sudah di perempatan jalan para pemotor ini seolah takut tidak kebagian lampu hijau sehingga berupaya berada paling depan. Dalam sekejap saja mereka bisa memenuhi bagian depan batas jalur berhenti bahkan bisa menyorong sampai ke tengah perempatan. Nanti tiba-tiba ada saja yang melesat mencuri-curi kesempatan memotong jalan, tidak sabar menunggu lampu berganti hijau. Itulah aslinya karakter manusia, tidak mau kalah dari yang lain.

Demikian pula dengan yang terjadi saat mengikuti Yesus. Semua saling berlomba untuk menjadi yang paling utama, menjadi nomer satu dan terdepan.  Para murid yang engharapkan Yesus menjadi raja orang Israel  tentu juga dengan harapan mendapatkan tempat istimewa di sisi kanan kiriNya. Demikian pula seorang kaya yang mendekati Yesus, ia menunjukkan apa saja yang telah diperbuatnya. Tentu saja dengan harapan Ia akan mendapatkan pujian didepan banyak orang. Tetapi Yesus tahu motivasi yang tersembunyi didalam hatinya. Kekayaannya justru yang mengikat hatinya mendekat kepada Tuhan. Read the rest of this entry »





Tetap Setia Walau Tidak Masuk HItungan

8 08 2012

“Hai Ibu, sungguh besar imanmu! Terjadilah bagimu seperti yang kau kehendaki.”

Susah sekali belajar setia; setia saat semua baik-baik itu gampang. Tetapi setia saat keadaan tidak seperti yang diharapkan itu butuh perjuangan. Disinilah rahmat Allah diperlukan. Saya belajar setia justru dari Bozo, anjing kesayangan di rumah.

Sebenarnya saya tidak begitu suka memelihara anjing karena pada umumnya rumah jadi beraroma kurang sedap. Tetapi karena anak-anak memintanya, dan memang salah satu terapi menumbuhkan kepedulian dan tanggungjawab anak adalah dengan memelihara binatang, maka sayapun mengalah. Tentunya dengan catatan anak-anak harus menjaga kebersihan, baik memandikannya, memberi makan dan mengajarinya BAB/BAK termasuk ke dokter hewan. Akhirnya Bozopun terhitung sebagai anggota keluarga selama dua tahun ini. Ia bisa kapan saja masuk/keluar rumah dan kamar. Biasanya justru tidur di kursi sebelah tempat tidur si mas. Malah pernah saya menemukannya tidur diatas tempat tidur. Weleh… Read the rest of this entry »




Setiakah Kita Setiap Saat ?

3 04 2012
“Sebelum ayam berkokok engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”
Saya pernah dapat BBM tentang rumah-tangga yang berbahagia adalah karena keduanya berupaya membangun cinta.  ” Jatuh cinta itu gampang, 10 menit juga bisa. Tapi membangun cinta itu susah sekali, membutuhkan pengertian, kesetiaan, rela berkorban, kasih yang tulus dan dibuktikan seumur hidup “. Oh ya tambah satu, perlu punya penguasaan diri agar jatuh cinta tidak diumbar ke orang lain yang bukan pasangan kita.
Bisa dibayangkan kalau saja salah satu pasangan bisa ‘melihat’ masa ke depan dan mendapati bahwa pasangannya bakal tidak setia, mungkin ia akan berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan menikah. Tapi bagaimana bila terjadi sebaliknya, justru kita yang karena suatu hal tergelincir jatuh cinta pada orang lain? Tentu kita berharap pasangan kita memaafkan kita kan? Itu kalau sempat sadar….
Setia saat untung dan malang, saat susah dan senang. Itulah janji yang diucapkan kedua orang yang sepakat untuk mendarmabaktikan seluruh hidupnya bagi pasangannya. Belajar mencintai dan menerima pasangan tanpa syarat. Termasuk belajar menerima kelemahan pasangan dan memberikan diri kita untuk melengkapinya….. setiap hari, setiap waktu. Dan .. err..tahu-tahu tahun ini tanpa terasa menginjak tahun ke 25 pernikahan kami. Sama seperti yang lain, tidak selalu mulus tapi toh selalu ada jalan keluar. Selalu percaya Allah hadir dan menolong tepat pada waktunya. Read the rest of this entry »




Setia Dari Waktu ke Waktu, Bukan Setia Sewaktu-waktu

23 02 2012
“Setiap orang yang mau mengikuti Aku harus memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku”
Bagi mereka yang telah mengambil keputusan untuk menikah maupun selibat, dengan sadar menyatakan dirinya untuk tetap setia dalam berbagai situasi sampai akhir hidup. Demikian juga kita yang mengambil keputusan menjadi pengikut Kristus juga perlu membuktikan diri untuk tetap setia. Setia pada ajaranNya, setia sebagai tanda kita mengasihiNya.
Beberapa teman yang cukup dekat sering bertanya apa betul pernikahan kaolik tidak mengenal perceraian, tentu saja saya katakan betul. Dan selalu muncul pertanyaan berikutnya, bagaimana kalau pasangannya tidak setia? Saya selalu menjelaskan bahwa perkawinan katolik disebut sakramen, tanda kehadiran Tuhan pada saat kedua orang ‘saling’ menerimakan sakramen. Artinya saling menyatakan akan setia sebagai pasangan, dan karenanya memohon kehadiran Allah sendiri. Sehingga keduanya harus saling mengupayakan memelihara dan menjaga kesetiaan dan kepercayaan satu sama lain dalam untung dan malang, dalam susah dan senang. Read the rest of this entry »