DOA – DOA UNTUK MENGHAPUS DOSA ABORSI

24 08 2011

Dalam rangka untuk membersihkan diri dari dosa-dosa akibat melakukan aborsi, Mgr. Fulton J. Sheen menganjurkan agar dilakukan adopsi secara spiritual terhadap bayi-bayi yang telah diaborsi. Hal ini dilakukan agar bayi tersebut mendapat pengampunan dan dapat memperoleh hidup yang kekal. Doa ini dilakukan selama 1 tahun dan dilakukan setiap hari.

Doa-doa Untuk mengiringi Adopsi Secara Spiritual Dari Bayi Yang Tidak Terlahir.

“Yesus, Maria, Yusuf. Aku sangat mencintai-Mu.
Aku memohon pada-Mu untuk memberikan
Pengampunan terhadap bayi yang tak terlahirkan ini,
Yang secara rohani telah kuadopsi dimana dia berada
dalam situasi terluka karena telah diaborsi”

Selama masa hidupmu didunia, bayi yang telah kau adopsi ini hanya akan dikenal oleh Allah, tetapi kamu akan menikmati kebersamaan untuk berlama-lamanya.

Keselamatan yang kekal untuk anak-anak yang diaborsi, jawaban dari Keselamatan Kasih Kristus.

Sebuah Keajaiban Wahyu
Mendoakan Bayi Yang Tak Terlahirkan.

Kesaksian ini berasal dari seorang wanita berkebangsaan Jerman yang tinggal dimasa kita sekarang ini. Dia bernama Maria, seorang ibu yang pemberani dan yang selalu gembira baik dimasa-masa sulit yang menimpa dirinya maupun dimasa-masa yang menggembirakan hidupnya. Dia adalah seorang ibu yang suka menolong orang lain, dan sesamanya yang memerlukan pertolongan terutama dalam hal pertobatan juga untuk orang-orang yang mau berkembang rohaninya dan ia selalu berusaha untuk dapat memuliakan nama Allah walaupun itu semua kadang harus dibalas dengan pengorbanan dirinya. Dia juga mendapatkan karunia untuk bernubuat. Maria menceritakan suatu penglihatan yang diterimanya: Read the rest of this entry »





Semangkuk Mie

28 03 2011

Pada malam itu, Ina bertengkar  dengan  ibunya. Karena sangat marah,   Ina segera meninggalkan rumah  tanpa  membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru  menyadari bahwa ia sama  sekali tdk membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia  melewati sebuah kedai  bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin  sekali memesan  semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang. Pemilik  kedai melihat Ina  berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona,  apakah  engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
“Ya, tetapi, aku tdk membawa  uang” jawab Ina  dengan malu-malu.
“Tidak apa-apa, aku akan  mentraktirmu,” jawab  si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan  bakmi  untukmu.”

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan   semangkuk bakmi. Ina segera makan beberapa suap, kemudian air matanya  mulai  berlinang. “Ada apa nona?” tanya si  pemilik kedai.
“Tidak apa-apa,” aku hanya terharu jawab Ina sambil   mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi  aku  semangkuk bakmi,  tetapi,  ibuku sendiri, setelah bertengkar  denganku,  mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan  kembali lagi ke  rumah. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu  peduli denganku  dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri,” katanya  kepada pemilik  kedai. Read the rest of this entry »





Selamat Hari Ibu

22 12 2010

“Jiwaku memuliakan Tuhan”

Kehamilan bagi seorang wanita adalah suatu peristiwa hidup yang luar biasa setelah pernikahan. Kalau pernikahan merubah status seorang perempuan menjadi seorang istri, maka kehamilan membuatnya menjadi lengkap untuk belajar menghadapi fase kehidupan terberat menjadi seorang ibu. Berat sejak awal, karena untuk memberikan kehidupan baru bagi seorang bayi yang dipercayakan Sang Pencipta kepadanya, seorang ibu harus menanggung beban psikis dan fisik selama 9 bulan dan harus siap bertaruh nyawa demi sang bayi yang dikandungnya sekian lama.

Perjuangan berikut tidaklah lebih mudah, karena pada umumnya tidak banyak ibu punya pengalaman sebagai ibu. Bahkan perjuangan membesarkan anak pertama dan kedua ternyata tidak selalu relevan, masing-masing anak memiliki karakter berbeda. Sehingga menuntut ketrampilan berbeda – yang tidak pernah dipelajari sebelumnya dimanapun. Btw, masalah anak-anak sejak bayi hingga balita bahkan saat disekolah sampai mahasiswa ternyata tidak pernah sama. Seorang teman memiliki kebiasaan tirakat puasa  bagi anak-anaknya, satu persatu , kalau sedang ujian dia bisa berpuasa seminggu penuh. Belum lagi saat anak-anak sakit, biarpun sudah mahasiswa tetap saja ditelpon bahkan sengaja datang biarpun harus naik bis berjam-jam lamanya. Maka perhatian yang dituntut rasanya tidak pernah cukup dari seorang ibu bagi masing-masing buah hatinya. Tugas sebagai ibu tidak melepaskan tanggungjawab seorang perempuan sebagai istri. Maka tugas multi tasking ini memang menuntut kepiawaian tersendiri. Tidak jarang para suami terlecehkan karena perhatian sang istri lebih banyak tercurah pada anak-anak. Read the rest of this entry »





Rasul Perempuan? Why not?

1 04 2010

Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Pembasuhan kaki pada adat istiadat Yahudi umumnya dilakukan di awal perjamuan makan. Setiap tamu undangan tuan rumah akan dicuci kakinya oleh para hamba-hamba sang tuan rumah. Walaupun demikian ada juga proses pembasuhan kaki yang dilakukan pada para musafir yang mampir bertamu ditengah perjalanan mereka. Pembasuhan ini dilakukan tidak hanya bermaksud membersihkan kaki dari debu, tapi juga dilakukan pemijatan karena perjalanan yang jauh. Bahkan bisa jadi sekaligus diobati luka-luka yang ditimbulkan oleh batu-batu yang ditemui para pejalan kaki. Saat itu memang tidak ada kendaraan sehingga kemana-mana harus berjalan kaki.

Peristiwa pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus agak aneh, karena tidak dilakukan di awal perjamuan seperti biasanya. Para murid pun juga tidak sedang melakukan perjalanan jauh. Tetapi ditengah perjamuan makan, Yesus bangkit berdiri, melepaskan jubah dan menempatkan diri sebagai hamba untuk melayani para murid. Ia melepaskan ‘otoritas’ serta jabatanNya dengan melepaskan jubah, mengambil tempat yang paling rendah sejajar dengan hamba untuk melayani para murid. Maka tidak heran kalau Petrus merasa ia tidak pantas dilayani sang Guru, mereka yang menjabat guru dimasa itu adalah posisi terhormat.

Pesan yang disampaikan Yesus disini adalah Ia memberikan contoh teladan, bagaimana seorang pemimpin harus memberikan diri melayani satu sama lain dengan kasih. Dengan harapan bila hal ini dilakukan, maka para murid yang sebentar lagi Ia tinggalkan akan memiliki kekuatan tambahan dengan adanya kasih yang Ia berikan. Ialah contoh dari Sang Kasih itu sendiri. Ia mampu memberi kesegaran dan kekuatan bahkan merawat kita semua yang sempat kelelahan dan memiliki luka-luka sepanjang perjalanan hidup kita.

Nah, hari ini adalah hari istimewa, pada peristiwa pembasuhan kaki yang dilakukan romo paroki, kedua belas rasul yang tampak di depan altar seluruhnya adalah perempuan. Mengapa? Read the rest of this entry »





Arti Maaf Dari Balik Penjara

27 02 2010

Meminta maaf adalah perbuatan sulit yang membutuhkan kerendahan hati. Tetapi memberikan maaf juga tidaklah mudah. Dibutuhkan usaha luar biasa untuk dapat memberikan maaf dengan tulus, tanpa syarat, tanpa keraguan. Berikut adalah coretan Hendrik Lie tentang seorang WB (warga binaan) yang dilayaninya di salah satu lapas. Semoga kita tetap dimampukan memberi maaf seperti doa Bapa Kami yang kita daraskan setiap hari.

41 tahun lalu papaku dipanggil Tuhan
waktu itu aku masih  kelas 2 SD
sejak peristiwa itu
aku tumbuh menjadi anak yang brandalan
anak yang nakal
bahkan anak yang jahat
hampir semua kejahatan sudah pernah aku lakukan
tapi aku tidak mau menyalahkan mamaku
sampai aku sudah berkeluarga , sudah punya anak
aku tetap menjadi seorang penjahat
kini aku di penjara   Read the rest of this entry »





Que Sera Sera

23 12 2009

Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

Setiap anak kecil pasti ditanya ” mau jadi apa kalau besar nanti?” termasuk kita juga akan bertanya hal serupa bila bertemu anak kecil. Kenyataan akan berbeda dengan jawaban yang diberikan anak-anak itu. Yang waktu kecil cita-citanya ingin jadi pilot, besarnya jadi sales asuransi. Yang kecilnya ingin jadi dokter, lho kok jadinya kontraktor. Ada juga yang kecilnya ingin jadi guru, malah jadi artis.

Apakah itu garis tangan? Nasib atau takdir? Yang jelas semua ibu doanya kurang lebih sama; mereka ingin anaknya tumbuh besar dengan sehat, tidak kurang sesuatu apapun. Mereka ingin anaknya menjadi anak yang berguna bagi banyak orang, berguna bagi bangsa dan negara. Itu doa klasik semua ibu, apapun agamanya. Ia ikut senang kalau anaknya menolong teman-temannya. Iapun akan sedih kalau anaknya memukul anak lain apalagi yang tidak bersalah. Ia akan bangga bila anaknya memiliki prestasi.

Maka akan jadi apakah anak kita itu nanti? tergantung sejauhmana sang ibu mendoakan dan mendampingi anak-anaknya. Tugas kita sebagai orang tua mengajari anak-anak untuk memberi, memberi contoh berbagi, menunjukkan cara berempati, membantu orang lain dan belajar menyatakan perhatian pada seseorang. Maka kalau kita bisa sesering mungkin mengajak anak-anak bertemu dengan orang-orang yang layak dibantu, tentu empati mereka tumbuh. Anak memiliki IQ, EQ dan sekarang ada SQ. Semua itu perlu dikembangkan agar seimbang. Percuma saja IQ yang tinggi tapi tidak punya hati dan kepekaan terhadap orang lain, percuma juga kalau tidak memiliki ketahanan terhadap stress dan perubahan. Ia akan menjadi anak yang lembek dan cinta diri.

Seorang ibu pun tidak bisa memaksakan kehendaknya untuk jadi apa anak itu nanti.  Kalau sebagian besar profesinya dokter, gak berarti anaknya bakal punya ‘darah’ dokter. Demikian juga ‘nama’ maupun titel juga gak harus anaknya ikutin oom dan bapaknya. Biarlah kita senantiasa mendoakannya agar kehendak Tuhan yang nyata dalam kehidupan sang anak. Anak pun punya karakter dan talenta tersendiri yang perlu dipupuk dengan doa dan cinta. Que sera-sera, apapun yang terjadi biarlah kehendak Tuhan yang menjadi kenyataan. Read the rest of this entry »





Ibu Muda dan Ibu Tua

22 12 2009

Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.

Ketika  kehamilan pertama itu datang, reaksi para ibu tentu beragam. Bagi seorang perempuan muda, umumnya yang masih banyak cita-cita, biasanya ‘shock’ bingung dan rada panik juga karena membayangkan rencana hidupnya jadi kacau dengan adanya anak. Apalagi kalau masuk kategori kehamilan yang tidak atau belum diharapkan. Ini pun saya alami saat baru menikah, maklum kami  yang baru menikah  punya rencana mau melanjutkan pendidikan di luar negeri. Akhirnya dengan dikuatkan oleh doa saya bisa menerima dan menghadapi kehamilan dengan suka cita. Kedatangan anak pertama membawa berkah bagi seluruh keluarga besar kami. Ternyata kemudian saya juga tetap bisa melanjutkan pendidikan setelah kelahiran kedua.

Reaksi ibu yang mengharapkan kelahiran yang tak kunjung datang tentu sangat membahagiakan. Terutama adat timur menganggap bahwa perempuanlah yang tidak bisa memberikan keturunan bagi sang suami. Berbagai upaya pasti dilakukan agar si jabang bayi itu segera muncul. Beberapa teman bahkan berupaya selama lebih dari 15 tahun sampai akhirnya pasrah dan menikmati kehidupan berdua.

Spesial di hari ibu ini, bacaan hari ini berkisah dua ibu, Maria dan Elisabet bahkan tiga dengan Hanna di Perjanjian Lama yang mendambakan sang jabang bayi. Elisabet dan Hanna merasakan aib yang diderita dengan belum adanya momongan. Sedangkan Maria muda pun gundah dan bingung menghadapi kehamilan pertamanya. Akhirnya semua anak yang dilahirkan membawa berkah bahkan menjadi jalan keselamatan bagi manusia. Samuel menjadi nabi yang luar biasa, dialah yang mengurapi raja-raja pertama orang Yahudi. Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan Tuhan dengan mempertobatkan banyak orang. Yesus, sang Isa Almasih, menjadi Juru Selamat bagi semua orang yang percaya kepadaNya. Read the rest of this entry »