Tujuan Hidup

15 08 2011

“Perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Sering kita dengar idiom ” muda foya-foya, tua kaya-raya, mati masuk surga” yang merupakan impian banyak orang muda. Tidak perlu hidup ngoyo asal bisa menikmati waktu dan bersenang-senang selagi muda tanpa tanggung-jawab. Kalau sudah tua nanti maunya harta benda tinggal dinikmati untuk keliling dunia. Dan kalau sudah kaya tinggal sumbang sana sini agar matinya langsung masuk surga. Hehehe…. memang surga milik kerabatnya ya? Apa betul tujuan hidup hanya sekedar ingin menghabiskan hari-hari kehidupan ini semau kita sendiri? Hidup kita akan selalu dipenuhi banyak pilihan, dan setiap pilihan ada konsekwensinya. Seorang dewasa dan bertanggungjawab atas hidupnya akan memilih yang terbaik baginya dan berani menanggung konsekwensi dari pilihannya.

Coba kita tanyakan apa yang terpenting dalam hidup mereka yang masih dibawah 30 tahun? Jangan-jangan saat kita masih muda pun juga susah untuk menjawabnya. Pilih yang praktis saja, yang ada didepan mata. Kalau mahasiswa maunya cepat lulus dan dapat pekerjaan pantas dengan gaji besar untuk hidup layak di kota besar. Bagi yang sudah bekerja maunya bisa cepat naik pangkat tanpa mau dipindah-tugas agar bisa membesarkan anak. Read the rest of this entry »





Follow The Leader

27 06 2011

“Ikutlah Aku”

Yesus telah turun dari bukit setelah menyelesaikan kotbah-Nya di bukit, dan orang-orang masih berbondong-bondong mengikuti Dia, menyaksikan banyak mujizat yang dilakukan Yesus. Tak ubahnya seperti seorang selebritis, orang-orang mengerumuni Dia. Salah satunya adalah seorang ahli Taurat yang berkeinginan untuk mengikuti Yesus. Tidak banyak ahli Taurat yang mau mengikuti Yesus, umumnya mereka malah merasa terancam akan kehadiran Yesus. Semestinya Yesus bergembira dengan keputusan ahli Taurat itu, tetapi jawaban Yesus mengatakan lain, seolah-olah menyuruh ahli Taurat itu untuk kembali ke komunitas-nya, serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang. Yesus tentu mempunyai alasan mengapa Ia melakukan hal itu.

Bisa jadi saja ahli Taurat itu sebetulnya hanya ingin “nebeng nge-top”, atau ingin bisa melakukan mujizat seperti yang dilakukan Yesus sehingga bisa nge-top seperti Yesus. Mungkin saja ahli Taurat itu telah “mendengar” kotbah Yesus di bukit, tetapi ia tidak “mendengarkan” sehingga Yesus menyarankan agar ia kembali ke liangnya karena ia masih tetap serigala atau kembali ke sarangnya karena ia masih tetap seekor burung, tidak terjadi perubahan rohani pada ahli Taurat itu, lalu bagaimana ia bisa melaksanakan sesuatu yang tidak didengarkkannya itu? Memang, percuma saja kita banyak-banyak membaca Injil dan banyak-banyak berdoa tetapi tidak melaksanakan ajaran-ajaran yang kita baca dari Injil itu. Read the rest of this entry »





Warisan Harta Surgawi

17 06 2011

Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Seorang yang kaya raya meninggal dunia di usia yang belum genap 50 tahun. Lebih dari separuh dari usianya ia habiskan dengan bekerja keras mengumpulkan hartanya itu. Ia tidak saja mengabaikan kesehatannya, tetapi ia juga mengabaikan keluarganya, walaupun tujuannya adalah mengumpulkan harta agar bisa diwariskan kepada keluarganya. Tujuannya untuk mengumpulkan harta memang tercapai, tetapi dengan hartanya itu ia tidak mewariskan kebahagiaan bagi istri dan anak-anaknya. Ketiga anaknya memperebutkan harta warisan yang ditinggalkan ayahnya itu. Perebutan harta telah dimulai ketika jenazah ayahnya masih di rumah duka. Ketiga anaknya sibuk berdebat satu dengan yang lainnya soal pembagian warisan, mereka mengabaikan urusan melepas kepergian ayahnya.
Ibunya sangat sedih dan menjadi frustrasi karena ketiga anaknya tidak lagi mau mendengarkannya, lalu meninggal tidak lama kemudian.
Setelah ibunya meninggal, ketiga anaknya itu saling bermusuhan satu dengan yang lainnya.

Kisah di atas, atau yang serupa dengan yang di atas, seringkali kita jumpai dalam kehidupan di dunia ini, bahkan ada terjadi, pembagian warisan dilakukan ketika ayahnya masih hidup dan anak-anaknya membiarkan ayahnya hidup di panti jompo. Read the rest of this entry »





Peran Perempuan

17 09 2010

“Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka”

Ada pemeo mengatakan di belakang pria sukses ada wanita hebat, entah itu istrinya atau ibunya. Pastilah ada orang kedua yang mengambil peran dibelakang layar dibelakang kesuksesan seseorang. Mereka ikut beraksi dengan diam dan bertindak serta mengambil keputusan  tanpa perlu berkoar-koar demi karir sang pria. Tetapi pemeo tersebut juga bisa diartikan dibelakang pria yang sedang terpuruk pasti ada wanita yang menjadi penyebabnya, entah itu istrinya atau selingkuhannya. Banyak kasus kriminal dan korupsi bila dirunut ke akar permasalahan ternyata diakibatkan karena tuntutan perempuan. Apakah lelaki itu begitu lemah sehingga tunduk pada rengekan wanita persis seperti lagu “Sabda Alam”nya Ismail Marzuki – adakalanya pria tak berdaya – tekuk lutur dikerling wanita.

Dalam bukunya John Gray Men are from mars , women are from venus menjelaskan perbedaan pola pandang yang melatarbelakangi cara mereka berkomunikasi. Para pria mampu melakukan satu hal dan sangat fokus untuk itu, sedangkan wanita bisa melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan. Lihat saja kalau si bapak sedang menonton sepak bola, jangan coba-coba diajak bicara hal lain. Sedangkan seorang ibu rumah tangga masih bisa memasak sambil bertelpon dan membukakan pintu tamunya tanpa lupa akan masakannya. Ia bisa memikirkan banyak hal sambil melakukan hal yang berbeda-beda. Read the rest of this entry »





Harta Termahal = Persembahan Terbaik

5 09 2010

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Setiap pagi, sang petani selalu pergi ke sawah. Tak lupa ia membawa bajak dan kerbau peliharaannya. Walaupun sudah tua, namun bajak dan kerbau itu selalu setia menemaninya bekerja. Sisi-sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas, begitupun kerbau yang sering tampak letih jika bekerja terlalu lama. “Inilah hartaku yang paling berharga”, demikian gumam petani itu dalam hati, sembari melayangkan pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya.

Tak seperti biasa, tiba-tiba ada serombongan pasukan yang datang menghampiri petani itu. Tampak pemimpin pasukan yang maju, lalu berkata, “Berikan bajak dan kerbaumu kepada kami. “Ini perintah Raja!”. Suara itu terdengar begitu keras, mengagetkan petani itu yang tampak masih kebingungan.

Petani itu lalu menjawab, “Untuk apa, sang Raja menginginkan bajak dan kerbauku? “Ini adalah hartaku yang paling berharga, bagaimana aku bisa bekerja tanpa itu semua. Petani itu tampak menghiba, memohon agar diberikan kesempatan untuk tetap bekerja. “Tolonglah, kasihani anak dan istriku…berilah kesempatan sampai besok. Aku akan membicarakan dengan keluargaku…”

Namun, pemimpin pasukan berkata lagi, “Kami hanya menjalankan perintah dari Baginda. Terserah, apakah kau mau menjalankannya atau tidak. Namun, ingatlah, kekuasaannya sangat kuat. “Petani semacam kau tak akan mampu melawan perintahnya.” Akhirnya, pasukan itu berbalik arah, dan kembali ke arah istana. Read the rest of this entry »





Dua Butir Padi

21 07 2009

Dua bersaudara bekerja bersama-sama di ladang milik keluarga mereka. Yang seorang telah menikah dan memiliki sebuah keluarga besar. Yang lainnya masih lajang. Ketika hari mulai senja, kedua bersaudara itu membagi sama rata hasil yang mereka peroleh.

Pada suatu hari, saudara yang masih lajang itu berpikir, “Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku masih lajang dan kebutuhanku hanya sedikit.”
Karena itu, setiap malam ia mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung milik saudaranya.

Sementara itu, saudara yang telah menikah itu berpikir dalam hatinya, “Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku punya istri dan anak-anak yang akan merawatku di masa tua nanti, sedangkan saudaraku tidak memiliki siapa pun dan tidak seorang pun akan peduli padanya pada masa tuanya.” Karena itu, setiap malam ia pun mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung milik saudara satu-satunya itu.

Selama bertahun-tahun kedua bersaudara itu menyimpan rahasia itu masing-masing, sementara padi mereka sesungguhnya tidak pernah berkurang, hingga suatu malam keduanya bertemu, dan barulah saat itu mereka tahu apa yang telah terjadi. Mereka pun berpelukan.

Jangan biarkan persaudaraan rusak karena harta, justru pereratlah persaudaraan tanpa memusingkan harta.





Harta Terpenting

20 10 2008

Dihadapan Tuhan, posisi kita semua adalah sama dan harga kita dihadapan Tuhan hanya ditentukan oleh perbuatan kita memuliakan Tuhan, memberikan yang terbaik bagi sesama, peduli pada lingkungan dan menyayangi diri sendiri, bukan oleh harta yang melimpah.

Saya pribadi sempat terpesona untuk mengumpulkan harta, bahkan sempat bersemangat sekali untuk menjadi kaya, agar dapat memiliki segala sesuatu dengan mudah. Dengan semangat materialis seperti ini, memacu kami berdua untuk bekerja keras dengan mengutamakan harta, tetapi melupakan diri sendiri dan anak-anak dirumah, padahal mereka adalah harta yang tak ternilai yang haus akan kasih sayang, sesuatu yang tidak dapat dibayar dengan materi.

Untuk membalas kekurangan waktu tersebut, kami memberikan kesenangan duniawi bagi anak-anak, dengan memberikan apa yang mereka minta, ternyata hal itu menambah derita saja, seperti orang tua yang membeli tanggung jawab atas titipan Tuhan dengan uang. Read the rest of this entry »