Jangan dibalas, berikan kasih.

18 06 2012

“Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu”

Relasi yang dibangun antar individu bisa beragam kadarnya, dari sekedar hanya tahu nama dan profesi atau posisi seseorang, ataupun kita bisa membangun relasi cukup dekat sampai mengetahui kebiasaan dan mengenali karakter seseorang. Semakin kita sering  bertemu seseorang, sering mengobrol dan bekerja-sama maka semakin kita tahu bagaimana kesehariannya termasuk kesukaannya dan kemampuan setiap orang. Mengelola hubungan dengan semakin banyak orang tentu lebih sulit dibandingkan dengan hanya berhubungan dengan segelintir orang.

Friksi yang terkadang muncul mengganggu hubungan antar individu justru terjadi bilamana seseorang mengenal cukup dekat satu sama lain. Semakin sering bertemu semakin sering terlihat kekurangannya satu sama lain. Mana ada friksi diantara kedua orang berlainan jenis yang baru saling mengenal diawal masa pacaran. Yang ada hanyalah toleransi atau memendam rasa demi kebersamaan senantiasa. Tetapi begitu semakin sering bertemu, apalagi dalam kondisi tekanan akibat pekerjaan dlsb, maka batas-batas itupun luruh sehingga emosipun mengembil porsi utama. Muncul berbagai sikap dan bahkan sumpah serapah yang bisa saling menyakiti. Hal demikian tidak hanya terjadi saat pacaran, tetapi juga setelah menikah dan juga terjadi diantara para teman dan sahabat Read the rest of this entry »

Advertisements




Pendalaman Kitab Suci 2011 KAJ – Pertemuan Ke-4

27 09 2011

Perumpamaan Tentang Pengampunan (Mat 18:21-35)

Lagu Pembuka: Kidung Syukur no 19 Hatiku Penuh Nyanyian

Tanda Salib dan Salam

P: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U: Amin

P: Semoga Rahmat Tuhan kita Yesus kristus, Cinta Kasih Allah dan Persekutuan Roh Kudus beserta kiga

U: Sekarang dan selamanya

Pengantar:

Mengampuni adalah suatu kata yang mudah diucapkan namun sangat sulit dilakukan. Pada pertemuan sub tema keempat ini kita semua diajak oleh Yesus mengenal hal pengampunan yang sesungguhnya dan bagaimana serta berapa kali mengampuni orang yang bersalah kepada kita.   Para rabi Yahudi pada waktu itu mengajarkan batas wajib mengampuni adalah tiga kali dan Petrus di dalam Injil melebihkan jumlah tersebut menjadi sampai tujuh kali. Namun Yesus menanggapinya dengan perintah yang mengejutkan ‘Bukan! Aku berkata kepadamu Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali” (Mat 18:22). Artinya pengampunan yang kita berikan kepada sesama tidak ada batasya karena Allah adalah Maha Pengampun. Dia selalu mengampuni orang yang ebrdosa dan bersalah kepadaNya meskipun dosa dan kesalahan manusia tersebut sebesar apapun dan berulang-ulang kali.

Pernyataan Tobat Read the rest of this entry »





70 x 7 Kali Mengampuni

11 09 2011

“ Sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku?”

Kata orang keledai adalah binatang bodoh, saya sendiri tidak yakin dimana dasar ilmiah yang mendukungnya. Apakah sudah ada test IQ atau karena ia hanya ‘lulut’ tanpa pernah punya inisiatif dikatakan ‘bodoh’? Idiom ini sering dipakai dalam peribahasa “keledai tidak akan jatuh dilubang yang sama dua kali”. Artinya saking bodohnya, keledai bisa terperosok tidak melihat lubang didepannya. Tapi sebodoh-bodohnya ia tidak akan jatuh lagi bila melewati jalan tersebut. Ia akan lebih berhati-hati. Jadi sebenarnya tidak bodoh kan?

Herannya kita sering mengatakannya bila melihat orang lain berbuat kesalahan yang sama, berdosa akan hal yang sama dan berulang kali. Tapi kita juga sering lupa, bahwa kita sendiri sering melakukan kesalahan yang sama… berulang kali juga. Jadi apakah kita lebih bodoh dari keledai? Tidak juga karena manusia adalah ciptaan yang paling tinggi dan sempurna diantara ciptaan Tuhan yang lainnya. Tetapi yang membuat manusia terlihat ‘bodoh’ dihadapan Tuhan adalah karena kekerasan hati kita sendiri.  Kita sudah tahu terlebih dulu bahwa perbuatan itu melanggar hukum Allah, kok ya berbuat berdosa, tapi setelah dilakukan… jadi ketagihan. Mana ada sih dosa yang tidak enak? Menyontek itu enak, makanya doyan. Gak usah kerja keras dapat nilai lumayan. Korupsi sama juga, makanya bisa berkali-kali sebelum ketahuan. Read the rest of this entry »





Persiapan Akhir

16 04 2011

Dalam kuliah Krisis konseling dan melayani usia emas/lansia,menghadapi sakit terminal, kami diberi tugas menulis iklan duka diri sendiri, apa saja yang mau diungkapkan dalam iklan duka  diri sendiri supaya orang tahu yang biasa mengutip ayat dari Mazmur, wahyu, Yohanes, dsb.Mengingat hal tersebut, dalam dua kali jumat ini, dua rekan hamba Tuhan telah mendahului, satu lebih muda dan yang satu lebih satu tahun usianya dari saya. Yang satumeninggal sesudah menjalani perawatan penyakit kanker selama beberapa tahun, yang satunya meninggal mendadak tanpa menderita lama.

Seperti Paulus mengatakan hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan, artinya selalu siap kapan saja ajal menjemputnya. Karena sudah siap untuk mati maka hidup lebih bertanggungjawab. Paulus juga mengungkapkan ,”hidup untuk Tuhan dan matipun untuk Tuhan, jadi baik mati maupun hidup, kita adalah MILIK TUHAN, wow… luar biasa, bukan?

Dalam relasi dengan sesama yang tidak lepas dari kesalahan diperbuat, saya membayangkan alangkah indahnya  saat mengakhiri hidup nanti, sudah memberi maaf dan dimaafkan. Tapi apakah tunggu mau mati sedangkan kita tidak tahu kapan saat itu tiba. Maka Alkitab juga menasehati, “bila kamu marah, segera bereskan  sebelum matahari terbenam, kalau kamu marah jangan sampai matahari terbenam, segera padamkan. Jangan beri kesempatan kepada iblis.” Ada teman yang marah sampai meninggal, marah tidak terkendali dan kena serangan jantung.
Doa Tuhan Yesus di Salib menolong kita meminta maaf dan memaafkan sesama, Bapa ampunilah mereka………

Saya sering berdoa, Tuhan lepaskanlah hamba dari apa yang tidak kusadari/dari dosa yang tersembunyi. Siapa tahu saya berbuat sesuatu yangbagi saya okey. tapiitu menyakiti hati mereka atau menyinggung perasaan sesama

Met Minggu suci dan Paskah

yohch





70 x 7 Kali Mengampuni

29 03 2011

“Sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku?”

Kata orang keledai adalah binatang bodoh, saya sendiri tidak yakin dimana dasar ilmiah yang mendukungnya. Apakah sudah ada test IQ atau karena ia hanya ‘lulut’ tanpa pernah punya inisiatif dikatakan ‘bodoh’? Idiom ini sering dipakai dalam peribahasa “keledai tidak akan jatuh dilubang yang sama dua kali”. Artinya saking bodohnya, keledai bisa terperosok tidak melihat lubang didepannya. Tapi sebodoh-bodohnya ia tidak akan jatuh lagi bila melewati jalan tersebut. Ia akan lebih berhati-hati. Jadi sebenarnya tidak bodoh kan?

Herannya kita sering mengatakannya bila melihat orang lain berbuat kesalahan yang sama, berdosa yang sama dan berulang kali. Tapi lupa, bahwa kita sendiri juga melakukan kesalahan yang sama… berulang kali juga. Jadi apakah kita lebih bodoh dari keledai? Tidak juga karena manusia adalah ciptaan yang paling tinggi dan sempurna diantara ciptaan Tuhan yang lainnya. Tetapi yang membuatnya terlihat ‘bodoh’ dihadapan Tuhan adalah karena kekerasan hati kita sendiri.  Justru kita sudah tahu perbuatan itu salah, berdosa, tapi setelah dilakukan… jadi ketagihan. Mana ada sih dosa yang tidak enak? Menyontek itu enak, makanya doyan. Gak usah kerja keras dapat nilai lumayan. Korupsi sama juga, makanya bisa berkali-kali sebelum ketahuan. Read the rest of this entry »





70 x 7 x Mengampuni

12 08 2010

“Sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku ?”

Kata orang keledai adalah binatang bodoh, saya sendiri tidak yakin dimana dasar ilmiah yang mendukungnya. Apakah sudah ada test IQ atau karena ia hanya ‘lulut’ tanpa pernah punya inisiatif dikatakan ‘bodoh’? Idiom ini sering dipakai dalam peribahasa “keledai tidak akan jatuh dilubang yang sama dua kali”. Artinya saking bodohnya, keledai bisa terperosok tidak melihat lubang didepannya. Tapi sebodoh-bodohnya ia tidak akan jatuh lagi bila melewati jalan tersebut. Ia akan lebih berhati-hati. Jadi sebenarnya tidak bodoh kan?

Herannya kita sering mengatakannya bila melihat orang lain berbuat kesalahan yang sama, berdosa yang sama dan berulang kali. Tapi lupa, bahwa kita sendiri juga melakukan kesalahan yang sama… berulang kali juga. Jadi apakah kita lebih bodoh dari keledai? Tidak juga karena manusia adalah ciptaan yang paling tinggi dan sempurna diantara ciptaan Tuhan yang lainnya. Tetapi yang membuatnya terlihat ‘bodoh’ dihadapan Tuhan adalah karena kekerasan hati kita sendiri.  Justru kita sudah tahu perbuatan itu salah, berdosa, tapi setelah dilakukan… jadi ketagihan. Mana ada sih dosa yang tidak enak? Menyontek itu enak, makanya doyan. Gak usah kerja keras dapat nilai lumayan. Korupsi sama juga, makanya bisa berkali-kali sebelum ketahuan.

Maka kalau sampai kita marah kepada orang lain yang bersalah kepada kita berkali-kali, wajar kalau kita juga akan bertanya seperti Petrus : Berapa kali aku harus mengampuni? Aturan agama orang Yahudi boleh mengampuni sampai maksimal 3 kali. Jadi kalau sampai 7 kali maka Petrus sudah lebih longgar lagi bahkan lebih baik melakukannya dari aturan agamanya. Tapi ternyata Jesus menuntut lebih banyak lagi. Ampunilah terus menerus sampai saudara kita itu berhenti melakukannya. Halaaah.. berat bener ya? Read the rest of this entry »





70 X 7

9 03 2010

Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.

Jangan memelihara dendam, karena dendam itu merupakan racun kehidupan dalam diri kita yang tidak terlihat, tidak terdeteksi dan kadangkala tidak disadari tetapi sungguh dirasakan ada yang membuat diri tidak nyaman terutama ketika bertemu dengan orang yang membuat kita dendam tersebut. Umumnya kita semua pernah mengalami, hanya saja ada yang berat dan ada yang ringan, artinya ada yang bisa melupakan atau mereduksinya dari dalam diri, tetapi tidak sedikit yang sulit mengalahkan dendam tersebut.

Saya pribadi mengalami ini, berawal dari sebuah selisih paham atau karena secara subyektif memang tidak menyukai seseorang atau hal lain, kemudian berkembang menajdi konflik atau debat kusir yang kalau tidak hati-hati akan berlanjut pada benturan fisik. Jika tidak diselesaikan dengan kerendahan hati akan muncul ketidakpuasan atau kejengkelan yang kemudian hidup dan berkembang dalam diri menjadi dendam kesumat, hingga menggerogoti kesehatan kita.

Ada banyak kasus yang melibatkan banyak orang atau massal, hanya karena kasus dendam ini, bahkan dalam sejarah kita mencatat peristiwa bunuh membunuh antara keturunan Tunggul Ametung dan Ken Arok yang menggunakan Keris Mpu Gandring hanya karena dendam. Maka karena akibatnya yang demikian luar biasa ini Yesus mengatakan, bahwa kita harus memaafkan, memaafkan dan memaafkan dengan penuh kerendahan hati. Read the rest of this entry »