Makan Untuk Hidup VS Hidup Untuk Makan

23 04 2012
“Apakah yang harus kami perbuat  supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?”
Sering saya bertanya pada orang muda, untuk apa kalian bekerja. Jawabannya kurang lebih sama, untuk dapat penghasilan. Lalu penghasilannya untuk apa? Untuk hidup, untuk bayar makan, kost, transport, pulsa, beli baju, nonton dsb. Ada juga yang jawab untuk menjajal kemampuan diri, untuk belajar lebih banyak… idealis ya? Pastinya mereka belajar dunia sebenarnya, yang sangat berbeda dari kampus. Dunia yang kejam dan kotor serta sering tidak adil bagi yang tidak memiliki uang.
Tapi ada yang menarik saat pertanyaan itu saya lemparkan pada seorang karyawati muda yang bekerja jauh dari kampungnya di Bandung. Ia bekerja di sebuah unit pelayanan keuangan non bank di luar kota Padang. Saya tanya kenapa senang bekerja disini ditempat yang jauh dari rumah dengan fasilitas terbatas sementara teman-temannya lulusan universitas ternama bekerja di bank asing mentereng di Jakarta? Jawabannya mencengankan saya, katanya ” Kalau dari fasilitas memang saya jauh sekali bila dibandingkan teman-teman yang bekerja di kota besar. Tetapi saya menyukai pekerjaan saya. Saya bisa membantu orang-orang yang hidupnya lebih sulit dari saya. Untuk saya uang Rp 50-100 ribu tidak cukup untuk pulsa sebulan. Tetapi uang sejumlah itu ternyata bisa menyambung hidup seorang janda untuk seminggu dengan anak-anaknya, malah bisa bayar uang sekolah yang tertunggak. Saya selalu dihadapkan pada tantangan bagaimana saya bisa mencari jalan keluar bagi orang-orang seperti ini disini.” Read the rest of this entry »
Advertisements




Jamuan Natal Bersama

25 12 2011

 Siang ini, komunitas Sant’ Egidio seperti tahun lalu, mengundang anak-anak jalanan, dan KLMT lain utk bergabung dalam perjamuan makan siang Natal, bertempat di halaman PA Vincentius Putra Jl Kramat Raya. Meja-meja ditata apik, mereka dilayani dengan hidangan menu jamuan makan siang yang lengkap, dengan hiburan musik, nyanyian di panggung. (Red: ada 1,000 orang yang melayani dan menemani jamuan makan siang untuk 1,000 orang anak dan lansia)

Tradisi ini dimaksud untuk memaknai Natal apa adanya yaitu suka cita kekeluargaan dari Allah. Yang duduk di sekitar meja diatur sedemikian rupa sehingga jangan sampai ada tamu yang merasa asing. Semua yang sudah kenal digabungkan semeja. Sant Egidio seluruh dunia, tgl 25 Des siang melakukan yang sama.

Selamat Natal, Damai di hati, damai di bumi.

Salam
YDHpr





Diplomasi Meja Makan = Mencari Domba ?

31 10 2010
“Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Diplomasi meja makan memang paling sering berhasil dilakukan para diplomat, politisi bahkan para pebisnis sekalipun. Merupakan suatu kehormatan bila seseorang diundang makan bersama. Kadang sekedar mencoba menu baru atau resto baru, hal ini pun sering kami lakukan bersama anak-anak. Waktu anak-anak masih kecil saya sering membuatkan makanan kesukaan mereka. Beruntung juga punya suami yang hobby masak, sehingga kalau kepepet selalu ada saja cara cerdik membuat makanan istimewa. Di saat makan bersama itulah kami membicarakan hal ringan sehari-hari bahkan juga saling meledek satu sama lain sehingga saat makan menjadi saat yang menyenangkan. Karenanya saya sering heran melihat dan mendengar ibu-ibu curhat tentang anak-anaknya yang sulit makan; sampai ibu dan mbaknya mencari berbagai cara mengajak si anak menghabiskan makanannya. Mungkin mereka kurang mengusahakan suasana yang menyenangkan saat makan, sehingga anak menjadi trauma di setiap acara makan.

Beberapa keputusan bisnis juga politik dengan mudah bisa selesai lewat diplomasi meja makan. Bahkan saya pernah dapat diskon lumayan besar saat bertemu sang pemilik ruko yang akan kami sewa hanya karena dia merasa ‘sreg’ setelah ngobrol-ngobrol dengan saya dan suami, padahal belum diajak makan tuh? Kekuatan dialog, diplomasi ditambah lagi suasana keterbukaan sambil makan memberikan aura tersendiri  karena ada sentuhan personal didalamnya. It;s not always about business, it’s not always about politic, it’s just only about people. Benar sekali, Yesus hanya tertarik pada pribadi seseorang. Ia menyapa secara personal, begitu sangat menyentuh sehingga tidak akan seorangpun akan menolakNya.  Read the rest of this entry »





Diplomasi Meja Makan

16 09 2010

“Ia membasahi kakiNya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya”

Saya sering merasa terganggu dengan perilaku beberapa orang yang hobbynya (maaf) menjamu para ulama, tokoh masyarakat termasuk para romo. Masalahnya bukan karena saya tidak bisa melakukannya, tapi terkadang ada kemunafikan disana. Betulkah mereka akan melakukannya lagi bila ybs sudah tidak menjabat lagi sebagai romo paroki atau pejabat keuskupan?  Apakah hal yang sama dilakukan pada mantan romo? Yang terjadi biasanya malah ‘iren’ atau tepatnya kelompok yang satu tidak mau kalah dengan kelompok lain, kemudian mengajak romo atau pejabat keuskupan ke tempat yang lebih mahal lagi. Semoga ini pandangan yang salah, or at least hanya oknum umat lah yang melakukannya.

Hal demikian justru menjadi sumber pemecah belah umat di kalangan para ‘penjamu’.  Kelompok lain merasa iri hati karena romo anu pergi dengan si ini, akhirnya tersebar berita si romo begini dan begitu. Lalu masih ditambah dengan bumbu apakah si romo itu gak tau kalau si anu itu begini dan begitu…. halaaah….. buntutnya puanjang banget itu cerita. Padahal pastilah sang romopun kalau diundang keluar masuk gang dan kampung untuk duduk makan bersama di Amigos (agak minggir got sedikit) juga tidak akan menolak. Tapi stigma ‘makan’ dengan romo itu harus berkelas dan mahal justru membuat kasta tersendiri dalam umat. Sehingga yang terjadi masing-masing merasa berhak  menghakimi orang lain, termasuk menghakimi sang romo. Read the rest of this entry »





Sepiring Seiring (FX Benny Setiawan)

31 08 2010

Karena hujan yang tidak kunjung berhenti, akhirnya saya memutuskan, hujan-hujanan karena hari sudah malam…dan ini perut sudah tidak bisa diajak kompromi, akhirnya saya memutuskan mampir di warung nasi tenda dipinggir jalan…lagi asik-asiknya menikmati makanan, lalu masuklah seorang bapak, dengan istri dan 2 anaknya…yang menarik adalah kendaraan mereka adalah gerobak dorong…dan bapak ini memesan 2 piring nasi dan 1 ayam goreng…utk istri dan anaknya. Pertamanya sih ngga ada yang menarik, tetapi ketika saya selesai makan, ada yang menarik hati saya…ternyata, yang menikmati makanan itu hanya istri dan anaknya saja. Sedangkan sang bapak hanya melihat istri dan anaknya menikmati makanan itu. Sesekali saya melihat anak ini tertawa senang sekali, dan sangat menikmati ayam goreng yang dipesan oleh bapaknya…dan saya perhatikan, wajah sang bapak, walau tampak kelelahan tetapi ada senyum bahagia di wajahnya. Read the rest of this entry »





Makanan Rohani dan Jasmani

2 08 2010

Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.

Almarhum ibu saya punya hobby koleksi tas, tapi yang disukainya adalah tas yang besar dan kuat, maka umumnya tas nya terbuat dari kulit. Ibu memang orang yang ‘macak’ sejak remaja, bahkan dalam keadaan terbatas pun masih kreatif menghasilkan segala sesuatu untuk tampil rapi tanpa memberi kesan berlebihan. Sayangnya kedua anak perempuannya tidak  ‘semacak’ sang ibu :D Tapi yang membuat saya kagum adalah isi tas ibu itu lho. Segala nya ada didalam tas ibu, seperti tas Doraemon layaknya. Dari  keperluan anak seperti permen, kadang ada mainan kecil terselip, tensoplast sampai berbagai obat-obat P3K ada. Masih diluar perkakas perempuan seperti  peralatan kosmetik kadang terselip juga baju ganti anak.

Lho? untuk siapa barang sebanyak ini bu. Ibu saya cuma tersenyum, nanti kamu juga tahu. Maklum ibu terbiasa bepergian dengan anak banyak. Total 7 orang lho. Jadi ada saja yang dibutuhkan anak-anak waktu kecil. Tapi itu kan dulu waktu kami masih kecil. Ternyata kebiasaan itu tidak berhenti dan tas ibu tetap saja tidak berubah. Saya baru mengerti saat di gereja ada umat yang pingsan, maka ibulah yang pertama-tama bangkit dan paling repot mengurusinya. Isi tasnya keluar semua.  Ada obat gosok, ada minyak angin, ada salonpas.

Demikian juga setiap kali pergi pasti ia membawa setumpuk uang tunai, buat apa ibu bawa banyak uang, apakah untuk belanja, tanya saya. Ternyata setelah saya amati, ia selalu saja siap membantu siapa saja yang ia temui hari itu. Apakah itu pendeta, romo, suster, bahkan tukang yang istrinya sedang sakit, dan siapapun yang sedang susah, pasti dengan cepat ibu membuka tas Doraemonnya.Wah.. sungguh saya bangga punya ibu yang memikirkan orang lain lebih dari dirinya sendiri. Read the rest of this entry »





Mengatasi Rasa Lapar

20 04 2010

“Tuhan berikanlah kami roti itu senantiasa.”

Penyakit masyarakat yang paling membahayakan bisa timbul saat kelaparan melanda. Logika sudah tidak bisa bekerja saat perut lapar. Bahkan orang sepintar apapun bisa nekad kalau perut sudah lapar. Berbagai kasus penyakit masyarakat sampai kerusuhan anarkis timbul karena rasa lapar berkepanjangan. Akibat kemiskinan membelit, rasa lapar tidak dapat dipenuhi dengan makanan yang cukup. Apapun dilakukan asal bisa makan, termasuk mempekerjakan anak-anak di berbagai lampu merah agar mereka bisa mendapatkan recehan bahkan sekarang bisa lembaran 2-ribuan. Karena rasa lapar, seorang ibu hamil bisa menggadaikan bayi dalam kandungannya.  Dan akibat rasa lapar berkepanjangan anak-anakpun dinikahkan dibawah umur asal bisa mendapat mahar untuk menghidupi anak-anak yang lain.

Yang berpendidikan tinggi, laparnya sudah meningkat bukan sebatas perut lagi, tetapi sudah meningkat sampai lapar kekuasaan dan kehormatan. Demi tercapainya gelar tertinggi, plagiatpun dilakukan – bukan hanya terjadi di perguruan tinggi gurem tapi bahkan di PT  papan atas ! Korupsi termasuk penyakit masyarakat terparah, dari tingkat ktp dan SIM sampai urusan pajak yang milyaran dan triliunan di bank century.

Maka kalau hari ini kita diingatkan perlunya mengatasi rasa lapar dengan memilih makanan yang benar – apalagi makanan dari Sorga – tentunya rasa lapar itu pasti terobati. Bahkan dijamin kita tidak akan lapar lagi, karena kita sudah mendapatkan apa yang dicari dalam hidup sebenarnya. Jaminan keselamatan serta keamanan adalah pemuas rasa lapar dalam kehidupan setiap manusia di bumi.  Bukan materi, bukan kekuasaan. Itu semua hanya sementara sifatnya, hanya 70-80 tahun – tidak ada artinya dengan jaminan keselamatan yang tidak terbatas waktu. Read the rest of this entry »