Roh Kebenaran Untuk Bersaksi

30 05 2011

 “Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa akan bersaksi tentang Aku”

 Saat ini rasanya sulit sekali ditemukan orang yang bersedia menjadi saksi didalam berbagai sidang pengadilan. Alasannya sederhana, tidak mau pusing dan direpotkan dengan berbagai urusan pengadilan. Belum lagi biaya untuk wira-wiri transport ke tempat sidang yang jauh dari tempat tinggal. Iya kalau on-time, mana ada yang tepat waktu? Mundur bisa berjam-jam tanpa kepastian, Ditinggal makan salah, apalagi ditinggal pergi… bisa repot urusannya. Disisi lain karena susahnya mencari saksi, maka ada ‘saksi’ yang pasang tarif. Makin meringankan ya tentunya harus sebanding tarifnya. Intinya… no free lunch !

Dibutuhkan keberanian luar biasa bila kita diminta menjadi saksi bagi teman kita, apalagi menjadi saksi yang meringankan dakwaan para tersangka. Begitu kuatnya kesaksian kita, maka dakwaan bisa melemah dan tuntutan hukuman bisa berkurang… bahkan bisa berbalik menjadi bebas tanpa syarat!  Nah… beranikah kita melakukannya?

Seperti itulah Roh Kebenaran yang diberikan Allah Bapa kepada kita melalui Jesus Kristus. Roh kebenaran yang dimiliki Kristus  mampu membuatnya bertahan menghadapi berbagai dakwaan dan bahkan siksaan, adalah Roh yang sama yang diberikan kepada kita. Yesus sudah menyatakan kuasaNya dengan berani bersaksi dihadapan Kaisar, Bahkan Yesus berani menjadi pembela kita pada hari penghakiman nanti. Read the rest of this entry »





Trending Topic: Dari Sisi Aku

10 06 2010

Bagaimana kita menjadi saksi Kristus di era digital seperti ini? Menjadi garam dan terang adalah pilihan setiap pengikut Kristus. Berikut saya bagikan tulisan seorang anak muda di milis sebelah yang berani menjadi terang diantara kegelapan. Semoga kita berani mengambil pilihan yang sama.

Jarang banget aku bahas tentang trending topic. Tapi kali ini entah mengapa aku ingin mengabadikan pendapatku dalam tulisan.

Topiknya yaa lagi hot akhir-akhir ini. Video AP dan wanita-wanitanya… *hayoo, ngacung tangan yaa yang udah nonton!!*
Sayangnya tulisan ini tak akan membahas tentang isi video itu, benar atau tidak mereka pelakunya, orang di video itu hanya mirip atau memang asli, juga tidak akan membahas tentang pelaku-pelaku dan lain sebagainya…
Tulisan ini hanya akan membahas topik tersebut dari SISI AKU. Pendapatku, opiniku, perasaanku seputar topik ini… Tidak kurang dan tidak lebih!

Pertama kali dengar topik video AP-LM, aku cuek. Asli, cuek… Yah, secara selama ini sudah banyak seleb yang mengalami kasus serupa. Walau ada yang asli, cuma rekaan teknologi, atau sekadar menaikkan popularitas dan ajang promosi. Jadi aku menganggap hal ini sudah biasa bagi para seleb itu *anggapan yang mungkin seharusnya diubah, bukan karena satu atau beberapa seleb yang berkelakuan minus berarti semua seleb itu sama aja kan, toh aku yakin masih banyak juga seleb yang bisa bersinar dan patut diacungi jempol atas prestasi dan attitude-nya*.

Nahh… barulah belakangan berita ini semakin heboh dan panas. Jadi topik asik yang diperbincangkan di semua kalangan masyarakat, mau anak sekolah-mahasiswa-karyawan-ibu rumah tangga. Bahkan banyak yang membumbu-bumbui cerita ini menjadi semakin menarik!

Makin hari topik ini makin buat aku nyesek, plus sakit hati, plus geleng-geleng kepala. Bukan kasusnya. Bukan pelakunya. Tapi para khayalak ramai, yang posisinya sama dengan aku. Bisa memilih untuk menjadi penonton, pengamat, dan kemudian hakim!

Banyak yang nonton video tersebut, hanya dengan alasan mau tahu… atau penasaran… atau pengen lihat aja… Salah ga yaa alasan kayak gitu?? Hmm… secara pribadi, itu hak asasi tiap manusia. Mau lihat kek, mau nonton kek, mau liat sekian detik lalu ga jadi nonton pun, itu pilihan tiap orang.
Tapi DARI SISI AKU, aku merasa bahwa kadangkala rasa mau tahu (sekadar pengen tahu dan pengen lihat, tanpa embel-embel) plus penasaran, harus dipertimbangkan lebih lanjut. Yang aku yakin tiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri, dan terutama bertanggung jawab kepada Penciptanya sendiri. Bahkan rasa mau tahu dan penasaran pun, yang akhirnya kadangkala membuat seseorang jatuh, harus dipertanggungjawabkan. Read the rest of this entry »





Profil Kepemimpinan Yohanes Pembaptis

7 05 2010

Seorang pemimpin bisa menimbulkan dua sisi yang kontradiktif. Ia bisa dikasihi atau, sebaliknya, dibenci oleh orang-orang yang dipimpinnya. Kedua sisi yang kontradiktif itu disebabkan oleh berbagai alasan atau motivasi, yang memengaruhi kepemimpinannya. Namun, pembahasan soal ini tidak dapat diuraikan di sini meskipun itu penting. Artikel ini lebih menekankan pada pribadi seorang pemimpin, alih-alih membahas respons terhadap dirinya.

Relasi benci-kasih kepada seorang pemimpin akan menimbulkan pertanyaan: “Apakah sebenarnya tugas dan fungsi seorang pemimpin?” Dari sekian banyak tokoh Alkitab, kepemimpinan Yohanes Pembaptis terkesan sangat menonjol dan dramatis. Dengan pendekatan naratif [1], saya berupaya menyusun suatu potret Yohanes Pembaptis.
Kompleksitas dan keluasan permasalahan menyebabkan data-data awal hanya bersumber pada Injil Yohanes sehingga hasilnya, tentu saja, tidak memberikan gambaran dirinya yang utuh. Namun, sketsa ini paling sedikit dapat mendorong penelitian lanjutan terhadap karakter Yohanes Pembaptis.

Telaah dimulai dari Yohanes 1:1-18, dilanjutkan dengan bagian-bagian lain dalam kitab ini. Kalangan pakar Injil Yohanes lazimnya melabeli bagian 1:1-18 sebagai prolog. Melalui artikel ini, saya ingin menguji apakah prolog itu benar-benar miniatur Injil Yohanes? Jika bagian ini merupakan pemadatan dan ringkasan Injil Yohanes, kitab ini tentu saja merupakan uraian lebih lanjut dari prolog itu. Kita akan menguji tesis ini dengan melihat ciri-ciri pribadi Yohanes Pembaptis di dalam bagian prolog dan Injil Yohanes. Dengan perkataan lain, pertanyaan yang ditelusuri ialah: Apakah prolog tersebut merupakan bagian integral dari Injil Yohanes?

SAKSI SEBAGAI PEMIMPIN Read the rest of this entry »





Mereka Yang Terpanggil

16 04 2010

Para Pahlawan-2 Kristus akan bersaksi atas kebesaran dan kasih Tuhan dalam acara Andy – MetroTV, dgn tema ‘Mereka yg Terpanggil’ yang akan ditayangkan Jumat 16 Apr 21.30 dan Minggu 18 Apr 15.30. Mereka adalah: Anne Avantie (designer ternama), Capt. Budi Soehardi (pilot SQ penerima CNN Hero Award) dan Pdt. Daniel Alexander (hamba Tuhan pendiri 35 sekolah di papua). Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua…..

“Seorang Ibu itu secara tiba-tiba datang ke rumah saya sambil menggendong seorang bayi yang kepalanya membesar. Dan, secara reflek saya pun hanya mengulurkan uang sebesar Rp 100 ribu saja,”ujar Anne Avantie seorang perancang busana kebaya yang cukup terkenal di negeri ini. Dan, sejak itu Anne yang berdomisili di Semarang Jawa Tengah itu pun mengaku, pertemuan dengan seorang ibu dan bayi yang kemudian diketahui bernama Aris Masori itu menjadi titik balik dalam kehidupannya. Hati Anne saat itu benar-benar terpanggil untuk memberikan pelayanan kepada mereka yang membutuhkannya. Walaupun ia sudah punya nama besar dan harta melimpah, ia sering merasakan kekosongan atau kehampaan dalam hati. Terlebih ibundanya tercinta seakan mendapat mukzizat karena sembuh dari serangan kanker mulut rahim. Anne yang terpanggil kemudian membuat rumah singgah yang ia beri nama Rumah Singgah Kasih Bunda.

Awalnya, menurut Anne rumah singgahnya menampung anak-anak yang menderita hydrocepalus atau kekurangan cairan di kepala. Namun kini. Rumah Singgah Kasih Bunda juga menampung anak-anak penderita radang otak, bibir sumbing dan lainnya. Anne mengaku, sering mendapat cibiran dan tuduhan mencari popularitas ketika mendirikan rumah singgah itu. Namun ia tak peduli, dan hingga kini sudah ratusan anak yang berhasil telah ia tolong.

Kisah lain yang tak kalah menyentuh adalah yang dialami Budi Soehardi. Kala itu, Budi yang seorang pilot maskapai penerbangan Singapore Airlines itu hendak merencanakan liburan keliling dunia bersama keluarga. ”Sebagai pilot memang saya berhak mendapat cuti dan liburan keliling dunia dengan fasilitas first class,” ujar Budi mengenang. Ketika sedang makan malam, matanya tertuju kepada sebuah tayangan di televisi. Ia pun tertegun manakala melihat tayangan penderitaan anak-anak korban kerusuhan pasca jajak pendapat Timor Timur pada 1999 lalu. Hatinya menangis dan menjerit ketika melihat anak-anak itu makan seporsi mie instan yang dibagi berdelapan. Ia dan istrinya kemudian saling pandang. Mereka kemudian memutuskan membatalkan acara liburan keliling dunia. Read the rest of this entry »





Free 4 All

11 06 2009

“Pergilah dan beritakanlah”

Dalam hukum dagang dan hukum manusia, ada ‘take & give”. Kalau selisih namanya untung, kalau kurang namanya buntung alias rugi. Atau kalau didunia ‘persilatan’ para fasilitator atau motivator biasanya kenal istilah WIIFM : what’s in it for me? Apa ‘untung’nya bagi saya?Setiap peserta atau audience dalam suatu kelas pengajaran atau seminar harus digiring pada suatu nilai pemahaman bahwa mereka tidak akan menyesal telah meluangkan waktu (apalagi mbayar) menghadiri acara tersebut. Semua harus dikemas semenarik mungkin agar peserta bertahan dari awal hingga akhir. Tentu dengan harapan bahwa pelanggan  puas, besok-besoknya bisa diundang lagi…. dan dibayar lagi 😀

Yesus mengajarkan hal yang berbeda untuk kita yang dipanggil melalui rahmat pembaptisan. Tugas seorang utusan cuma satu, disuruh pergi untuk memberitakan Kasih Bapa, untuk bersaksi akan kasihNya. Kita mengisahkan pengalaman kita bersama Dia dalam kehidupan kita sehari-hari. Pergi mengunjungi yang sakit, dan disakiti, membangkitkan yang mati – yang hopeless, yang sudah tidak punya semangat hidup, yang tidak punya pengharapan – juga pergi mencari yang terbuang (orang kusta itu pasti disingkirkan), dan akhirnya mengusir yang jahat. Bukan sebagai ghost buster, tapi menyapa mereka yang terikat roh jahat, kebiasaan jahat, dan menggantikannya dengan kasih. Read the rest of this entry »





Atas Nama Bapa, Putera dan Roh Kudus

7 06 2009

HR TRITUNGGAL MAHAKUDUS: Ul 33: 32-34.39-40; Rm 8:14-17; Mat 28:16-20 – Renungan dari Rm Ign Sumaryo SJ

“Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”

“Misteri Tritunggal Mahakudus adalah rahasia sentral iman dan kehidupan Kristen. Hanya Allah dapat memberitahukan misteri itu kepada kita, dengan mewahyukan Diri sebagai Bapa, Putera  dan Roh Kudus” (Kamus Gereja Katolik, no 261)

Ketika terlibat mempersiapkan kunjungan pastoral Bapa Suci, Paus Yohanes Paulus II, di Indonesia, antara lain di Yogyakarta, kami memperoleh info bahwa sebelum Perayaan Ekaristi Bapa Suci mempersiapkan diri kurang lebih seperempat jam dengan berdoa pribadi atau meditasi. Hal itu dilakukan setelah Bapa Suci berkeliling dengan mobil terbuka untuk memberi salam kepada umat yang hadir. Maka panitia mengambil kebijakan: begitu Bapa Suci selesai berkeliling dan mulai berdoa pribadi, umat yang hadir pun juga diajak berpartisipasi dengan berdoa bersama. Suatu pengalaman yang menarik dan mengesan: sekitar seratus ribu lebih umat  bersorak gembira dengan keras dan bergemuruh  dalam menyambut Bapa Suci, begitu Bapa Suci turun dari mobil dan menuju ke kamar khusus untuk berdoa, maka salah satu dari kami langsung membuat tanda salib, memimpin doa rosario bersama, dan berkata “Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus” gemuruh umat pun diam seribu bahasa dan suasana menjadi hening. “Luar biasa”, demikian komentar pimpinan intelejen yang menyaksikan peristiwa tersebut, “ribuan umat langsung hening, penuh hormat berdoa’ . Memang orang yang beriman kepada Yesus Kristus ketika mendengar suara “Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus”, pada umumnya langsung hening, penuh hormat dan berdoa. Itulah misteri tanda salib, misteri Tritunggal.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat 28: 19-20)

Minggu pertama setelah masa Paskah atau memasuki kembali masa Biasa dalam kalendarium liturgy kita diajak untuk mengenangkan “Tritunggal Mahakudus”, dengan kata lain kita memasuki kembali masa Biasa untuk menghayati iman kita kepada Tritunggal Mahakudus. Read the rest of this entry »





Tersurat dan Tersirat

30 05 2009

“Agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu”

Menulis bisa membuat saya masuk dunia yang membuat saya tidak bisa berhenti mengetik apa saja yang ada dalam pikiran dan hati saat itu. Menulis membuat saya bisa melukis suatu dunia saya dengan harapan siapa tahu nanti anak cucu bisa membaca isi coretan hati. Melalui tulisan kita bisa berbagi berbagai pengalaman dan pandangan hidup, siapa tahu ada suatu karya bersama bisa dilakukan menjadi kenyataan. Tapi herannya rata-rata penulis yang baik itu hobbynya adalah membaca. Semakin banyak yang mereka baca, semakin berbobot isi tulisan mereka.  Membaca membuat kita juga merasa lapar terus, begitu selesai membaca kita merasa… kok ternyata kita gak tahu apa-apa ya?  Tapi yang terlebih lagi membaca segala hal yang positif justru membersihkan diri dan pikiran kita. David Long mengatakan: You are what you read – perilaku kita bahkan perkataan kita bisa berubah selaras dengan apa yang kita baca.

Maka kalau saya bertemu orang yang sulit diajak bicara dan menerima kritik demi kebaikannya, salah satu cara termudah adalah memberinya buku yang mengoreksi pemahaman dan perilakunya. Kita bisa memberi kritik tanpa harus merasa bersalah, karena yang mengeritik adalah ‘si buku’ itu sendiri. Pernah coba? Cobalah baca Injil perlahan-lahan, Roh Kudus akan membuka pikiran dan hati kita juga untuk memeriksa kehidupan kita. Read the rest of this entry »