Diutus Seperti Domba Ke Tengah Serigala; Jangan-jangan Kitalah Serigalanya

18 10 2012

Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.

Bila membaca nats diatas maka kita sering menganalogikan bahwa kitalah sang domba dan orang-orang yang  berseberangan dengan kita adalah ‘serigala’nya.  Lebih parahnya lagi kalau kita menganggap dalam setiap pelayanan pasti ada ‘serigala’nya dan mulai tunjuk sana sini sambil mengatakan inilah serigala yang dimaksud Yesus. Atau ekstrimnya tidak berani berbeda pendapat karena takut dicap ‘serigala’ oleh yang lain …..Jangan-jangan justru kita lah si serigala yang memangsa teman-teman sendiri dengan segala fitnah dan penghakiman. Banyak karya misi dan pelayanan putus ditengah jalan karena satu sama lain sesama pengikut Kristus justru saling memangsa dan menerkam. Read the rest of this entry »





Masalah Nama Bisa jadi Masalah

30 04 2012
“Ia memanggil domba-dombanya menurut namanya dan menuntunnya ke luar”
Masalah nama kadang memang masalah sepele tapi bisa juga bikin masalah. Kita semua memiliki nama yang diberikan orangtua tetapi biasanya ada lagi nama kecil atau nama panggilan sayang yang hanya diketahui keluarga dekat. Entah kenapa justru nama kecil inilah yang membuat seseorang merasa langsung akrab dengan lawan bicaranya. Ada sentuhan tersendiri kalau orang bisa mengetahui nama kecil atau nama panggilan saat kecil. Rasanya lebih personal.Gak percaya? Coba saja praktekkan pada orang-orang yang kita temui, pasti mereka dengan terkagum-kagum akan bertanya “Kok tau nama panggilan saya?”
Di banyak perusahaan jasa seperti perhotelan, pasar swalayan dan perbankan mulai mengajarkan pegawai garis lini, para front linernya berbagai teknik untuk menghafal nama pelanggan. Salah satu teknik yang saya dapatkan dan saya coba praktekkan adalah menyebut nama lawan bicara kita 3 x dalam satu kesempatan pertemuan. Misalnya saat kita bertukar kartu nama kita bertanya : Saya sebaiknya panggil bapak dengan XXX (nama depan) atau YYY (nama belakang)? Nah dapat 1 x. Lalu sebutkan namanya yang kedua dengan menanyakan berbagai hal ringan. Misalnya bagaimana tadi di jalan, apakah Pak XXX juga kena macet? Setelah selesai perbincangan sebutkan namanya sekali lagi seraya ucapkan terima kasih. Trik sederhana ini membantu saya untuk menghafalkan nama beberapa orang. Read the rest of this entry »




Inilah Anak Domba Allah

3 01 2012
 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”
Saya baru saja membaca tulisan-tulisan menarik mengenai Yesus pada sebuah blog yang dikirimkan seorang sahabat, (http://y-jesus.org/indonesian/wwrj/3-apakah-yesus-itu-allah/10/) disana dimuat berbagai telaah, analisa, temuan, penelitian, thesis, antithesis dan berbagai pendapat ilmiah para ahli mengenai Yesus Kristus dan juga kehidupannya serta mempelajari data dan bukti-bukti sejarah yang ada.
Artikel-artikel dalam blog tersebut banyak yang menarik, tetapi perlu kesiapan pengetahuan yang cukup dan iman yang kuat untuk membaca, karena para ahli tersebut dari berbagai latar belakang dan tidak semuanya Kristen, jika tidak kita akan terjebak oleh banyak hal yang seolah-olah benar, tetapi belum tentu benar, karena semua objektif, menunjukkan bukti-bukti kuat dan argumentasi yang hebat sehingga Ketuhanan Yesus diperdebatkan demikian dalam. Read the rest of this entry »




Innocent VS Ignorant

8 07 2011

“Hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati”

Bacaan Injil hari ini seperti dongeng sebelum tidur buat si kecil. Ada domba, serigala, ular dan merpati. Sekaligus semuanya disebut  dalam satu kalimat. Memang Yesus sering sekali menggunakan perumpamaan, tapi  perumpamaan yang menyebut binatang paling banyak dalam satu kalimat hanya ada dalam perikop ini. Empat binatang ini memang membawa arti tersendiri dalam Alkitab, khususnya Injil.

Yesus baru saja mengutus murid-muridNya pergi berdua-dua, memberikan mereka kuasa lalu meneruskan apa yang telah Ia lakukan dalam pelayanan-pelayananNya sebelumnya. Para murid sudah ikut dan melihat apa yang telah dilakukan oleh Yesus. Sekarang saatnya mereka dilepaskan ke desa-desa tanpa disertai Yesus. Mereka harus melakukannya sendiri sebagai utusan Tuhan Yesus. Yesus tahu bahwa para murid pun akan berhadapan dengan berbagai tantangan seperti yang Ia alami.

Yesus yang beritikad baik ternyata juga bisa ditolak dan diusir di beberapa tempat, bahkan Ia didakwa sesat oleh Ahli Taurat. Maka para murid yang masih polos dan masih harus perlu dibimbing dan digembalakan ini laksana domba yang ditinggalkan gembalanya, berhadapan dengan para ahli Taurat dan Farisi yang seperti serigala. Biasanya kalau serigala datang, gembala turun tangan. Tapi kali ini sang gembala mengijinkan ‘domba’nya berhadap-hadapan dengan si serigala. Bisa dibayangan pertarungannya seperti apa. Gurunya saja diserang para Ahli Taurat dan Farisi, apalagi murid-murid Yesus yang mereka tahu cuma nelayan. Tinggal dicaplok lah. Read the rest of this entry »





Tim SAR

6 07 2011

Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

Bencana alam umumnya datang tidak terduga, kalaupun dapat diduga manusia hanya bisa berjaga-jaga untuk tindakan preventif dan evakuasi. Minimnya informasi dan edukasi sering membuat jumlah korban yang jatuh menjadi tidak terduga. Jalur sekitar DAS daerah aliran sungai, lereng gunung berapi, pantai terbuka serta jalur patahan merupakan area yang rawan bencana alam, termasuk banjir, tanah longsor, gempa bumi/tektonik dsb. Salah satu yang harus dipersiapkan adalah adanya Tim SAR di wilayah-wilayah tersebut. Kalaupun tidak ada, paling tidak mereka bisa dengan cepat sampai ke lokasi bencana dari daerah disekitarnya. Tim SAR umumnya memang tidak perlu banyak, tetapi mereka terlatih dan peka terhadap keadaan ’emergency’. Salahsatu bakal anggota Tim SAR selain militer adalah para pencinta alam. Selain ketahanan fisik, mereka dilatih memiliki kepekaan dalam melihat tanda-tanda yang diberikan alam saat mendekati bencana. Binatang mana yang lebih peka terhadap tanda-tanda alam, tapi sayangnya saat ini tidak banyak lagi binatang bermukim di wilayah pegunungan.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan awalmula Yesus memilih tim intinya, yang ternyata punya tugas khusus serupa Tim SAR. Mereka harus menyelamatkan domba-domba yang hilang dari bangsa Israel, bangsa pilihan Tuhan. Sedikit memang, hanya 12 orang ikut latihan intensif selama 3,5 tahun, tidak lulus satu orang.  Tugasnya cuma satu, menyelamatkan bangsa Israel agar kembali percaya padaNya. Read the rest of this entry »





Follow Me

10 06 2011

“Engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ketempat yang tidak kaukehendaki”

Ada hal menarik yang saya amati saat membaca TL (Time Line: pembicaraan di twitter). Jadi senyum juga kalau ada yang mengetik “Folback” yaaa, maksudnya “setelah saya mem follow anda, follow saya kembali dong”. Di Twitter seseorang tidak bisa dipaksa untuk mengikuti kita, kalau memang kita sendiri ‘tidak penting’ untuk di follow. You are nobody 😀 Malah kalau dirasa mengganggu yang bersangkutan, bisa-bisa justru di ‘block’ – putus hubungan deh… *gubrraag

Twitter menjadi pilihan banyak orang sebagai sarana social media yang cukup menantang dibandingkan Facebook. Bagi kelompok profesional, mereka yang bekerja di bidang media/jurnalisme, penulis, aktivis LSM dan mahasiswa sampai artis menggunakan Twitter sebagai tempat ‘mengetest’ seberapa jauh pendapat-pendapat mereka  dalam 140 karakter bisa diterima. Sebenarnya mirip juga dengan media yang sudah ada, televisi, radio dan media cetak, orang bisa saja berpendapat dan ada juga yang tidak setuju. Hanya bedanya di twitter, mereka yang bukan termasuk kalangan selebritis tetapi memiliki ‘pengikut’ atau follower banyak, umumnya dipilih karena kalimat-kalimat nya di TL cukup menggelitik dan membuat orang ingin tahu dan mem-follownya serta ikut berkomentar. Read the rest of this entry »





Serigala Berbulu Domba

16 05 2011

“Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya”

Serigala termasuk binatang buas yang ganas, haus darah, umumnya memang menyerang mangsanya secara komunal bersama-sama.  Bisa dilihat bila kawanan serigala menyerang mangsanya, mereka menjadi begitu beringas tanpa ampun. Satu-satunya senjata bila menghadapi kawanan serigala hanyalah… lari menjauh.

Kita hidup di dunia seperti berada ditengah kawanana serigala. Manusia bisa lebih ganas dari serigala yang haus darah. Kejadian kerusuhan dengan kekerasan komunal menjadi marak dimana-mana. Bahkan bom bunuh diri yang dilakukan di Cirebon dan di berbagai tempat, menunjukkan begitu tingginya kebencian seseorang akan manusia lainnya sampai ia rela mati agar ‘musuh-musuh’nya juga ikut mati.Begitu banyak manusia yang menginginkan kematian manusia lainnya. Manusia bisa haus darah sesamanya, bahkan untuk itu sering digunakan berbagai tipu muslihat. Layaknya serigala berbulu domba yang berbaur dengan sesama domba lainnya. Begitu saatnya tepat kedoknya baru bisa terbuka, keganasannya akan terlihat bila orang lain menderita akibat ulahnya.  Read the rest of this entry »