Panggilan Tuhan

30 11 2011

“Kamu akan Kujadikan penjala manusia”

Siapa yang mau menjadi wanita dan pria panggilan? Hhhm… pertanyaan aneh yang pasti reaksi pertamanya membuat mata melotot. What? Nejong amat seh… (red: najis). Konotasinya pasti negatif saat mendengar pertanyaan ini. Tapi kalau pertanyaannya diganti : Kapan kamu siap dipanggil Tuhan?…. Errrr… menyeramkan sekali pertanyaan ini?  Ah rasanya saya belum siap ini dan itu, belum berbakti pada orang tua, apalagi nusa dan bangsa.. Oke kalau begitu bagaimana dengan pertanyaan ini: Saya doakan agar kamu dipanggil Tuhan deh. Ih… kok doanya begitu sih, apa tidak ada yang lebih baik? Bagaimana kalau saya ganti pertanyaannya : yuk ikutan pelayanan. Umumnya dijawab dengan berbagai litani, masih sibuk lah atau nanti aja kalau ada waktu, itu mah untuk yang tidak punya pekerjaan. Nanti aja kalau sudah pensiun. Awas, benar-benar dipensiun lho? LOL….. Oke sekarang saya berikan pilihan terakhir: semoga kamu menjawab panggilan Tuhan mumpung masih muda. Pasti responnya : Ih, gak terpikir deh, gak bakalan saya jadi pastor/suster.

Itu jawaban-jawaban yang saya berikan saat kawan-kawan disekitar saya mengajak saya untuk ‘ikut’ Tuhan dari waktu ke waktu. Herannya ada saja jawaban yang spontan keluar saat itu.  Tapi kalau disuruh mengingat lagi, kapan tepatnya saya menjawab “ya” dan pertanyaan yang mana yang saya jawab saat itu, rasanya kok susah menemukan yang paling pas. Berkali-kali saya menolak, tapi seingat saya akhirnya berkali=kali saya juga tidak pernah menolak lagi. Tepatnya, hati saya sudah luruh mau diajak kemana saja yang penting ‘ikut’ Tuhan. Malah tanpa sadar sekarang justru saya yang berkali-kali mengajak teman-teman dengan pertanyaan yang sama. Daaan… dejavu.. mendapat jawaban penolakan yang sama hehehe… Awas lho, nanti pasti mengalami kejadian yang saya alami. Tidak bisa pindah kelain hati… Read the rest of this entry »





Menjadi Penjala Manusia

10 01 2011

“Ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Kalau saja Yesus hidup di jaman sekarang, membayangkan apa yang akan dikatakanNya saat menghampiri saya sedang bekerja didepan laptop mungkin Ia akan berkata “Ayo ikut Aku, kamu akan saya jadikan konsultan manusia”. Maklumlah profesi saya konsultan yang pekerjaannya membantu perusahaan-perusahaan yang ingin lebih maju lagi; membantu perusahaan yang sekarang menduduki peringkat pertama  di pasar Indonesia, tapi  ingin menjadi yang terkemuka ditingkat regional bahkan tingkat dunia. Membantu perusahaan yang pusing menghadapi ribuan karyawannya agar bisa mengajak mereka semua ‘lari’ dengan kecepatan tinggi menuju tujuan yang sama. Bagi pengusaha dengan 40-50 orang karyawan mungkin gak perlu konsultan, semua bisa ditangani sendiri. Tapi kalau karyawannya sudah ribuan orang dan tersebar dimana-mana dengan berbagai tingkatan… wah wah.. superman lah namanya kalau bisa melakukannya dengan  ‘one man show’ karena sulit bagi karyawan memiliki kesempatan tatap muka dengan orang no-1 setiap saat.

Kalau anda pengusaha, mungkin Yesus akan berkata :”Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan pengusaha manusia.” Kalau anda kontraktor, mungkin Yesus akan berkata “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan ‘pembangun’ manusia.” Bagaimana bila  anda membayangkan apa yang akan Yesus ucapkan bila Ia datang menemui anda saat ini?

Saya bisa memahami bahwa konteks panggilan atau tawaran Yesus kepada setiap pribadi adalah sesuai dengan pemahaman mereka ’saat’ itu. Kejadiannya persis terjadi pada saat  para nelayan yang sedang membongkar jaring atau bahkan bersiap-siap pulang, mereka hanya tahu danau Galilea, kapalnya dan bagaimana menggunakan jaring untuk menangkap ikan. Sehingga saat diajak Yesus, mereka hanya mengandalkan apa yang mereka tahu dalam kesehariannya, betul… hanya memiliki  engalaman dan pengetahuan sebagai nelayan. Bisa terkaget-kaget mereka kalau saat itu Yesus mengajak mereka dengan mengatakan “Mari ikut Aku, kamu akan kujadikan guru.” Lha nelayan tahu apa soal dunia pendidikan? Kemungkinan besar mereka akan menolak tawaran Yesus seketika itu juga, wah kami bukan ‘keturunan’ guru – gak tahu apa-apa tentang bagaimana mengajar dan diajar. Read the rest of this entry »





Seminari – Minim Panggilan, Minim Dukungan

4 05 2010

Sabtu 24 April dan Minggu 25 April 2010 di hari Minggu Panggilan, Seminari Roh Kudus Tuka dari menggali dana dan berpromosi di Paroki St. Ignatius, Menteng -Jakarta, dalam misa yg dipersembahkan oleh Rektor Seminari Tuka Rm. Deni Mary Pr.

Mempromosikan Seminari dan menggali dana yg diistilahkan jualan rupanya bukan hal yang mudah, lebih mudah menjual Panti Asuhan demikian disampaikan oleh Rm.Deni.

Seorang Donatur Seminari ini yang juga mempunyai  sebuah Panti Asuhan di Jakarta menceritakan Panti Asuhannya tak pernah kekurangan susu bayi bahkan berlebih, anak2 Panti nya bisa memakai pakaian bermerk amat terkenal hasil sumbangan dari donatur2nya.

Tak jauh dari Seminari Tuka ada sebuah Panti Asuhan yang dikelola oleh Suster2 dari konggregasi OSF yang sering membagikan kelebihan makanan yang diterima Panti Asuhan. Kelebihan makanan sisa itu tentu disambut dengan senang hati karena seperti dikatakan Rm. Deni dengan canda getirnya: Anak2 saya yang hampir 100 orang itu rakus2 semua, bahkan bungkus2nya pun dimakan. Kondisi ini menggambarkan betapa keringnya perhatian ke Seminari. (jarak antara Seminari dan Panti Asuhan tersebut kira2 hanya 300m).

Di Seminari ini ada sekitar 100 anak tingkat SMP dan SMA yang sedang dipersiapkan sebagai calon-calon Imam. Mereka kebanyakan datang dari keluarga menengah kebawah. Biaya pendidikan, asrama, termasuk makan rata-rata per bulan adalah Rp.500.000/anak sebenarnya termasuk murah tetapi banyak dari mereka yang tak mampu membayar penuh, hingga pihak Seminari harus berjibaku sendiri mencari dana untuk menutupi kekurangan itu. Read the rest of this entry »





Pantas dan Belum Pantas

16 01 2010

“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar melainkan orang berdosa.”

Banyak orang merasa tidak pantas saat diminta menjadi ketua lingkungan, apalagi kalau diminta menjadi prodiakon. Litaninya panjang banget deh, dari alasan sibuk dan tidak ada waktu …hhmmm … padahal modal kita sama-sama diberi 7 x 24 jam ya? Konglomerat dan pengemis modal waktunya juga sama 😀 Ada lagi alasan klasik: Wah saya belum sempurna, masih banyak ‘bolong’nya, masih suka marah dsb, dsb. Nanti apa kata orang kalau saya jadi ketua lingkungan? Mengapa tidak dibalik dengan bertanya:  apa kira-kira kata Tuhan ya? Bukannya Tuhan memanggil mereka-mereka yang masih merasa belum pantas karena masih berdosa?

Saya sering juga dihinggapi rasa malas, rasa tidak pantas bilamana sudah tiba saatnya membawakan renungan atau tugas mengajar disebuah tempat. Terutama bila satu-dua hari sebelumnya saya sempat marah atau menyesal karena berbuat salah. Rasanya saya sangat tidak layak membawakan renungan dan menjadi pemberita Injil. Kadang pernah juga berdoa ” semoga panitya menelpon saya bilang acara nya diundur karena bla bla bla…” Well, ternyata doa saya tidak dijawab…..And I still have to go. Akhirnya ya harus berangkat juga, dan saat tiba disana manakala saya ikut menaikkan pujian dan penyembahan, maka saat itulah saya menyerahkan segalanya pada Dia. Firman Tuhan dalam 2 Tim 4:2 pasti kembali melintas dalam benak saya : Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.  Maka firman inilah yang meneguhkan saya, bukan ‘saya’ yang masih belum sempurna ini yang harus diberitakan; tapi Yesus lah yang telah memilih dan mengutus orang berdosa ini, yang memakai lidah bibir ini untuk menyampaikan Kabar SukacitaNya. Read the rest of this entry »





Penjala Manusia

30 11 2009

“Kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Kalau saja Yesus hidup di jaman sekarang, membayangkan apa yang akan dikatakanNya saat menghampiri saya sedang bekerja mungkin akan menjadi “Ayo ikut Aku, kamu akan saya jadikan konsultan manusia”. Maklumlah profesi saya konsultan yang pekerjaannya berkeliling membantu perusahaan yang ingin lebih maju lagi. Membantu perusahaan yang sekarang no 1 di pasar Indonesia, tapi tetap ingin menjadi yang terkemuka ditingkat regional bahkan tingkat dunia. Membantu perusahaan yang pusing menghadapi ribuan karyawannya dan mengajak mereka semua ‘lari’ menuju tujuan yang sama. Kalau pengusaha dengan 40-50 orang karyawan mungkin gak perlu konsultan, semua bisa ditangani sendiri. Tapi kalau sudah ribuan dan tersebar dimana-mana dengan berbagai tingkatan… wah wah.. superman lah namanya kalau mau one man show.

Maka saya bisa memahami bahwa konteks panggilan Yesus pada setiap orang, setiap pribadi adalah sesuai dengan pemahaman mereka ‘saat’ itu. Read the rest of this entry »





Hari Raya Semua Orang Kudus – Ign Sumaryo SJ

1 11 2009

HR SEMUA ORANG KUDUS: Why 7:2-4.9-14; 1Yoh 3:1-3; Mat 5:1-12a

“Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga”

Pada hari raya Semua Orang Kudus hari ini kita diajak untuk mengenangkan kembali para santo-santa, khususnya santo atau santa yang menjadi pelindung kita masing-masing. Maka baiklah saya mengajak anda sekalian untuk membaca dan merenungkan kembali riwayat santo atau santa yang menjadi pelindung, sambil mencermati spiritualitas atau semangat yang menjiwai hidupnya. Mungkin kutipan Warta Gembira hari ini, Sabda Bahagia, dapat membantu kita semua dalam mawas diri atau mengenangkan santo atau santa pelindung kita masing-masing dan kemudian meneladan cara hidup atau cara bertindaknya. Maka baiklah secara sederhana saya coba merefleksikan ayat-ayat dari Sabda Bahagia hari ini:

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Mat 5:3)

Miskin di hadapan Allah berarti terbuka atas kehendak Allah, Penyelenggaraan Ilahi, terbuka terhadap aneka kemungkinan dan kesempatan untuk berubah atau bertobat alias memperbaharui diri. Harapan atau dambaan utama adalah Allah, dan tentu saja hal itu juga dihayati dengan dan dalam hidup mendunia, berpartisipasi dalam seluk-beluk duniawi. Ia menyikapi dan menempatkan aneka macam bentuk harta benda atau sarana-prasarana duniawi sebagai wahana atau sarana untuk semakin memperembahkan diri seutuhnya kepada Allah, semakin dirajai atau dikuasai oleh Allah. Ia mengusahakan kesucian hidup dengan mendunia, terlibat atau berpartisipasi dalam kesibukan sehari-hari sebagaimana dihayati oleh para pekerja; ia tidak ada rasa lekat tak teratur terhadap aneka macam bentuk harta benda atau sarana-prasarana. Kebahagiaan sejati adalah “menemukan Allah dalam segala sesuatu atau menghayati segala sesuatu dalam Allah”

“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” (Mat 5:4) Read the rest of this entry »





Hari gini, mau jadi pastor? Cape deh…….

3 05 2009

Hari ini adalah hari Minggu Paskah IV, yang oleh gereja dirayakan sebagai hari Minggu Panggilan sedunia. Pada hari ini, kita semua diajak untuk berdoa mohon panggilan hidup terutama panggilan untuk mengabdikan diri bagi gereja dalam panggilan hidup sebagai Imam, biarawan dan biarawarti. Karena itu, pada hari minggu ini, saya ingin berbicara tentang panggilan.

Saudara dan Saudariku yang terkasih. Menarik kalau kita baca dalam Kitab Suci kisah tentang panggilan para nabi bahwa tidak semua yang orang yang dipanggil Tuhan itu selalu segera menjawab ‘YA’ atau ‘BERSEDIA’ atas panggilan Allah. Mereka selalu saja mencari-cari alasan untuk menolak panggilan Allah.

MUSA Ketika Allah memanggil Musa, dia menolak panggilan itu beberapa kali.

Keluaran 3:9-10: “Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.” Apa jawaban Musa?? “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?“

Kel 3:11 Setelah itu ada percakapan yang panjang antara Allah dan Musa. Berulangkali Allah harus meyakinkan Musa bahwa Allah akan selalu bersamanya. Tetapi berulangkali juga Musa selalu punya alasan untuk menolak panggilan Allah itu. Alasan berikut yang diberikan Musa: “Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?“ Read the rest of this entry »