Rabu Abu – Tanda Dimulainya Masa Pantang dan Puasa Sebelum Menyambut Paskah

13 02 2013

Rabu Abu: Yl 2:2-18; 2Kor 5:20-6:2; Mat 6:1-6.16-18

“Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Mulai hari ini kita memasuki Masa Prapaskah, Masa Puasa atau Masa Retret Agung Umat dalam rangka mempersiapkan diri puncak iman kristiani, yaitu Hari Raya Trihari Suci, Wafat dan Kebangkitan Yesus, Penyelamat Dunia. Selama masa ini kita diajak untuk menerungkan tema “Makin Beriman, Makin Bersaudara, Makin Berbelarasa”. Dengan kata lain sebagai umat beriman kita diajak dan dipanggil untuk hidup dalam persaudaraan sejati dan secara khusus memperhatikan mereka yang miskin dan berkekurangan dalam lingkungan hidup dan kerja kita masing-masing. Selama masa Puasa kita juga diajak mawas diri perihal keutamaan “matiraga”, yang secara harafiah berarti mematikan kebutuhan raga atau anggota tubuh, yang dapat diartikan mengendalikan derap langkah atau gerak raga atau anggota tubuh kita sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kehendak Allah. Kegiatan mawas diri ini kiranya dapat dilakukan secara pribadi atau bersama-sama (dalam keluarga, tempat kerja atau lingkungan umat). Hemat saya di masing-masing keuskupan pada umumnya juga menerbitkan panduan pendalaman iman selama Masa Puasa atau Masa Prapaskah, maka baiklah panduan kita gunakan dan kita berpartisipasi dalam pendalaman iman bersama.
Read the rest of this entry »

Advertisements




GERAKAN PAN-TIK-FOAM (Pantang Plastik dan Styrofoam )menjelang Aksi Puasa Pembangunan Keuskupan Agung Jakarta

8 02 2013

Tanpa terasa kita sudah mendekati masa pra paskah yang ditandai dengn Misa Rabu Abu pada tanggal 13 Februari 2013. Berikut ini adalah himbauan bagi umat katolik di KAJ yang tertera dalam booklet Gerakan Pan-Tik-Foam sebagai pilihan kita untuk menjalani masa pantang dan puasa. Semoga masa puasa ini sungguh menjadi masa pertobatan kita dalam menyikapi kehidupan iman ditengah keseharian….

pantikfoam kajDalam iman Kristen (termasuk Katolik tentunya), manusia adalah citra dan mitra Allah. Citra Allah berarti bahwa manusia diciptakan dalam gambar dan rupa Allah (bdk. Kej. 1: 26). Manusia mempunyai keunggulan dibanding makhluk ciptaan lain. Manusia diberi akal-budi dan nurani. Jika mereka baik adanya (Kej. 1: 1-25), manusia dikatakan ‘sungguh amat baik’ (Kej. 1: 31).
Keunggulan manusia itu memang dikatakan untuk ‘menguasai’ bumi (Kej. 1: 26-28), tetapi bukan untuk merusaknya. ‘Menguasai’ disini berarti ikut menjaga, merawat, dan ikut mengembangkannya. Itulah makna manusia sebagai mitra Allah. Diyakini bahwa Allah tidak berhenti mencipta dunia, dan manusia diajak menjadi mitra penciptaan itu. Read the rest of this entry »





Puasa = Retreat

24 02 2012
“Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa

Di saat saudara-saudara kita umat muslim berpuasa , tidak ada yang menyelenggarakan pesta pernikahan. Demikian pula pada masa adven dan prapaskah, ajaran Gereja Katolik meminta umat tidak menyelenggarakan Sakramen Penikahan.Walaupun kenyataannya masih ada saja pasangan yang menyelenggarakannya di masa adven/puasa. Pada akhirnya kembali kepada kebijakan pastoral karena umumnya para pastor menyarankan agar pesta resepsinya dirayakan setelah Paskah/Natal.  Kemungkinan besar para pengantin dan keluarganya ini kurang memahami apalagi menjalankan ‘puasa’ yang seharusnya. Yang penting gedungnya ‘available’ dan tanggalnya bagus, langsung ‘dibooking’.Saya sendiri menikah di gereja dan dirayakan pada saat 1 Sura, satu-satunya hari dimana gedung pernikahan banyak kosong karena ‘pamali’ bagi orang jawa. Ternyata aman sentosa dan tahun ini menginjak 25 tahun … weeeww……Aturan tradisi Yahudi mewajibkan puasa 2 kali seminggu pada hari-hari tertentu. Bisa jadi kebiasaan orang jawa puasa senin-kamis merupakan ‘turunan’ ajaran yahudi kuno ya. Ajaran tersebut masih dipegang dan diikuti oleh para murid Yohanes pembaptis, tapi tidak diikuti murid-murid Jesus.  Teguran para ahli Farisi pada Jesus pada bacaan hari ini menunjukkan bahwa tradisi itu harus dipegang teguh, jangan nyeleneh dari pakemnya. Sementara pada jaman itu pesta kawin tradisi Yahudi itu bisa memakan waktu berhari-hari sehingga bisa jatuh di hari-hari wajib puasa tadi. Maka biasanya keluaga pengantin dan para tamu dibebaskan juga untuk tidak berpuasa. Read the rest of this entry »




Rabu Heboh

8 02 2012
“Apa yang keluar dari seseorang itulah yang menajiskannya”
Kalau kita memang tulus hati maka segala perbuatan perkataan dan pikiran kita pasti mengarah pada hal-hal yang baik. Tapi kalau hati itu penuh dengan dengki, iri dan marah, maka apa yang dipikirkan dan akhirnya terucap akan menjadi bukti yang terekam dan disaksikan banyak orang.
Itulah yang kita saksikan dalam salah satu tayangan TV yang dibuat LIVE tanpa skenario tanpa rekaman. Kita lihat bagaimana para politisi dan pengacara dalam 2 jam saling mendebat dan mengucapkan kata-kata yang pedas. Ironisnya kita lihat pula bagaimana santunnya korupsi dilakukan dengan rapih. Politik itu kotor karena perbuatan orang-orang didalamnya. Demikian juga bisnis itu kotor akibat perbuatan para pebisnis yang juga kotor tindakannya dalam menjalankan usahanya. Duniapun kotor karena perilaku manusia didalamnya, termasuk kita yang sembarangan buang sampah. Entah sampah kata-kata maupun sampah perbuatan dan barnag-barang sampah. Bagaimana bisa kita ‘membersihkannya’? Virus-virus positif dan pembersih memang harus sering-sering  digelontorkan. Read the rest of this entry »




Puasa dan Pesta Kawin

2 09 2011

“Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?

Di saat saudara-saudara kita berpuasa seperti bulan lalu, tidak ada yang menyelenggarakan pesta pernikahan. Demikian pula pada masa adven dan puasa menjelang Paskah, ajaran Gereja Katolik meminta umat tidak menyelenggarakan Sakramen Penikahan.

Walaupun kenyataannya masih ada saja pasangan yang menyelenggarakannya di masa adven/puasa. Pada akhirnya kembali kepada kebijakan pastoral karena umumnya para pastor menyarankan agar pesta resepsinya dirayakan setelah Paskah/Natal.  Kemungkinan besar para pengantin dan keluarganya ini kurang memahami apalagi menjalankan ‘puasa’ yang seharusnya. Yang penting gedungnya ‘available’ dan tanggalnya bagus, langsung ‘dibooking’. Saya sendiri menikah di gereja dan dirayakan pada saat 1 Sura, satu-satunya hari dimana gedung pernikahan banyak kosong karena ‘pamali’ bagi orang jawa. Ternyata aman sentosa lebih dari 20 tahun 8) Read the rest of this entry »





Bertobatlah dan Percayalah Pada Injil

12 03 2011

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib tetapi orang sakit”

Ada fenomena menarik saat rabu abu kemarin.  Di paroki santa /blok Q diadakan 3 kali misa Rabu Abu yaitu pada jam 6, 12 dan 18. Misa jam 6 pagi gereja berisi setengahnya. Tapi pada misa jam 12 seluruh bagian gereja penuhl bahkan mulai dari gereja baru, gereja lama serta basement sampai harus dibuka untuk umat yang hadir. Semuanya sekitar 1800 kursi,  jumlah yang hanya penuh pada saat misa paskah dan natal. Tidak heran kalau membludak karena mendapat limpahan umat yang datang dari komplek perkantoran SCBD padahal di beberapa gedung perkantoran jg diadakan misa rabu abu.

Demikian juga kisah serupa yang disampaikan romo Sarwi dari Singapura  di Santa Anna. Misa Rabu Abu diadakan jam 6.15 pagi, umat lebih banyak dari biasanya, seperti Hari Minggu jam 7.15pagi. Kemudian jam 18.15 sore, juga terjadi yang sama lebih banyak dari Missa harian, hanya jam 20.00 malam, penuh sampai ke tiga pintu masuk/keluar harus dibuka. Kemungkinan besar ini disebabkan karena sebagian besar umat baru pulang dari bekerja.

Disamping itu, di paroki lain tempat bisnis seperti Orchard/Marina/Novena church juga dibuka pelayanan tengah hari, mungkin beberapa umat St. Anna mengikutinya. Tidak lupa di distrik Serangoon ada 9 Sekolahan Katulik, 4 diantaranya jugamerayakan Rabu Abu. Read the rest of this entry »




Tidak Puasa Bersama Mempelai

11 03 2011

Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?

Di saat saudara-saudara umat muslim berpuasa, tidak ada yang menyelenggarakan pesta pernikahan. Demikian pula pada masa pra-Paskah dan masa adven, ajaran Gereja Katolik meminta umat tidak menyelenggarakan Sakramen Penikahan. Walaupun akhirnya kembali kepada kebijakan pastoral karena pada prakteknya ada juga pasangan menikah pada masa  prihatin ini. Umumnya pastor mensyaratkan agar pesta resepsinya dirayakan setelah Paskah/Natal.  Kemungkinan besar para pengantin ini tidak memahami apalagi menjalankan ‘puasa’ yang seharusnya. Yang penting gedungnya ‘available’ dan tanggalnya bagus, langsung ‘dibooking’.

Aturan tradisi Yahudi mewajibkan puasa 2 kali seminggu pada hari-hari tertentu. Ajaran tersebut masih dipegang dan diikuti oleh para murid Yohanes pembaptis seperti layaknya orang-orang Farisi, tapi tidak diikuti murid-murid Jesus.  Sementara yang namanya pesta kawin tradisi Yahudi itu bisa memakan waktu berhari-hari sehingga bisa jatuh di hari-hari wajib puasa tadi. Pada saat menghadiri pesta kawin umat Yahudi yang jatuh pada hari puasa tersebut, mereka diijinkan untuk tidak menjalankan puasa karena tentunya sang tamu ikut datang untuk menunjukkan sukacita dan mendoakan kebahagiaan sang pengantin dan keluarganya. Teguran para ahli Farisi pada Jesus pada bacaan hari ini menunjukkan bahwa tradisi itu harus dipegang teguh, jangan nyeleneh dari pakemnya. Read the rest of this entry »