Ignatius Slamet Riyanto Pr: Gembala Umat, Gembala Kambing

19 09 2012
Ignatius Slamet Riyanto Pr: Gembala Umat, Gembala Kambing

[HIDUP/Anton Sumarjana]
Ignatius Slamet (berjaket loreng), Silvester Sudiman, bersama seekor pejantan kambing PE.

HIDUPKATOLIK.com – Sebagai imam baru, ia sangat terpesona dengan ‘emas’ yang tersimpan di Bukit Menoreh. Ia membuka mata umat untuk menambangnya, sebagai berkah Tuhan yang mampu menyejahterakan kehidupan mereka.

Pertengahan 2007, Pastor Ignatius Slamet Riyanto Pr baru saja ditugaskan di Paroki Santa Perawan Maria Tak Bernoda Nanggulan, setelah penahbisannya sebagai imam Praja Keuskupan Agung Semarang, pada 27 Juni di Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan Yogyakarta. Salah satu paroki di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini, sebagian wilayah pelayanannya menjangkau Bukit Menoreh.

Setiap Sabtu, imam kelahiran Klaten, 9 November 1976 ini berkunjung ke Stasi Pelem Dukuh, yang berada di Bukit Menoreh, sekitar 15 km arah barat pusat paroki. Jalan menuju perbukitan ini mulus, meskipun berkelok dan menanjak membelah areal persawahan dan pekarangan yang menghijau oleh aneka pepohonan. Ia amat terpesona dengan pemandangan alam sekitarnya. Read the rest of this entry »





Sudah Berat Beban Hidup, Masih Ditambah Lagi?

19 07 2012
“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu”
Apa yang tidak membuat khawatir orang saat ini? Harga bahan pokok menggila sebelum bulan puasa, jalanan tambah macet (dan tidak tahu kapan akan terurai), pekerjaan juga semakin sulit karena yang dari luar Jakarta tetap mengadu nasib di ibu kota, kejahatan jangan ditanya… membuat waswas kita yang meninggalkan rumah untuk bekerja setiap hari. Masih ditambah lagi urusan domestik, entah itu relasi dengan pasangan, anak, mertua, ipar dan para pekerja RT.
Herannya keadaan ini seperti sudah dipahami Kristus jauh-jauh hari sebelum kita ada di bumi ini. Injil hari ini cocok banget untuk dijadikan pegangan agar kita bisa renungkan bukan hanya satu hari ini, tapi setiap saat kita ingin ‘mengeluh’ menghadapi berbagai beban dan tekanan hidup.  Jangan ragu untuk datang kepadaNya karena Ia akan memberikan kelegaan. Eh salah… tepatnya yang datang kepada Dia, malah ditambahkan kuk, ditambahkan beban seperti sapi/kerbau yang digunakan membajak sawah. Read the rest of this entry »




Gembala Yang Baik

29 04 2012

Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku

Romo Dewanta SJ adalah imam SJ, yang baru ditahbiskan ketika bertugas sebagai pastor paroki di sebuah paroki di Timor Leste/Timor Timur. Dalam karya pastoralnya ternyata ia harus menghadapi situasi yang sangat sulit, yaitu perang saudara, antara mereka yang pro-RI dan mereka yang menghendaki lepas dari RI dan menjadi Negara sendiri. Mereka yang berkehendak untuk lepas dari RI ternyata menang dan kemudian memaksa mereka yang pro-RI untuk bergabung, dan jika tidak bersedia bergabung akan dihabisi atau dibunuh. Ternyata cukup banyak warga Timor Leste yang tetap setia para RI alias pro-RI, maka karena tertekan mereka berusaha melarikan diri untuk mengungsi ke Timor Barat, wilayah RI. Dalam pelarian tersebut ternyata mereka tidak bebas, karena terus dikejar untuk dihabisi. Ada sekelompok umat yang dikejar tersebut bersembunyi di dalam sebuah gereja dimana Romo Dewanta menjadi pastor parokinya. Dalam situasi yang sangat sulit tersebut, Romo Dewanta berusaha melindungi umatnya yang tak bersalah, dan ia berdiri di depan gereja menghadapi mereka, para tentara bersenjata lengkap, yang mengejar umat pro-RI, dan akhirnya Romo Dewanta, tewas, sebagai ‘martir’, ditembak mati oleh tentara. Saya sungguh mengimani bahwa Romo Dewanta merupakan salah satu teladan “gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya”. (I Sumarya SJ) Read the rest of this entry »





Anakku, Pastorku

19 08 2011
(Surat Isi Hati Papa-Mama buat Anaknya yang seorang Imam)

Anakku tercinta….,
kau tetap menjadi anakku, namun bukan milikku.
Kau tetap darah dagingku, namun bukan kepunyaanku.
Kau tetap buah cinta perkawinan kami yang terindah,
namun bukan untuk kami semata.

Mulai sekarang,
Dalam iman aku memandangmu, “Utusan Tuhan-ku”.
Dengan penuh harap, aku pasrahkan hidupku padamu, “Gembala-ku”.
Dan sepenuh kasih, aku menyapamu, “Pastor-ku”.

Tak ada yang aku minta, selain berkat;
tak ada yang ingin aku dapatkan selain berkat.

Saat aku sakit nanti, aku tahu, kau tak selalu akan hadir,
walau aku ingin kau hadir.
Saat aku dalam kesendirian di uzur usiaku,
aku sadar bahwa kau tiada waktu temani aku,
biar aku amat rindu dan berharap.
Sungguh, pada saatnya tiba, akan terasa begitu indah, damai dan bahagianya,
bila aku menutup mata diiring berkat dan olesan minyak kudus,
dari tangan kudus putera kesayanganku. Read the rest of this entry »





Tim SAR

6 07 2011

Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

Bencana alam umumnya datang tidak terduga, kalaupun dapat diduga manusia hanya bisa berjaga-jaga untuk tindakan preventif dan evakuasi. Minimnya informasi dan edukasi sering membuat jumlah korban yang jatuh menjadi tidak terduga. Jalur sekitar DAS daerah aliran sungai, lereng gunung berapi, pantai terbuka serta jalur patahan merupakan area yang rawan bencana alam, termasuk banjir, tanah longsor, gempa bumi/tektonik dsb. Salah satu yang harus dipersiapkan adalah adanya Tim SAR di wilayah-wilayah tersebut. Kalaupun tidak ada, paling tidak mereka bisa dengan cepat sampai ke lokasi bencana dari daerah disekitarnya. Tim SAR umumnya memang tidak perlu banyak, tetapi mereka terlatih dan peka terhadap keadaan ’emergency’. Salahsatu bakal anggota Tim SAR selain militer adalah para pencinta alam. Selain ketahanan fisik, mereka dilatih memiliki kepekaan dalam melihat tanda-tanda yang diberikan alam saat mendekati bencana. Binatang mana yang lebih peka terhadap tanda-tanda alam, tapi sayangnya saat ini tidak banyak lagi binatang bermukim di wilayah pegunungan.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan awalmula Yesus memilih tim intinya, yang ternyata punya tugas khusus serupa Tim SAR. Mereka harus menyelamatkan domba-domba yang hilang dari bangsa Israel, bangsa pilihan Tuhan. Sedikit memang, hanya 12 orang ikut latihan intensif selama 3,5 tahun, tidak lulus satu orang.  Tugasnya cuma satu, menyelamatkan bangsa Israel agar kembali percaya padaNya. Read the rest of this entry »





Follow Me

10 06 2011

“Engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ketempat yang tidak kaukehendaki”

Ada hal menarik yang saya amati saat membaca TL (Time Line: pembicaraan di twitter). Jadi senyum juga kalau ada yang mengetik “Folback” yaaa, maksudnya “setelah saya mem follow anda, follow saya kembali dong”. Di Twitter seseorang tidak bisa dipaksa untuk mengikuti kita, kalau memang kita sendiri ‘tidak penting’ untuk di follow. You are nobody 😀 Malah kalau dirasa mengganggu yang bersangkutan, bisa-bisa justru di ‘block’ – putus hubungan deh… *gubrraag

Twitter menjadi pilihan banyak orang sebagai sarana social media yang cukup menantang dibandingkan Facebook. Bagi kelompok profesional, mereka yang bekerja di bidang media/jurnalisme, penulis, aktivis LSM dan mahasiswa sampai artis menggunakan Twitter sebagai tempat ‘mengetest’ seberapa jauh pendapat-pendapat mereka  dalam 140 karakter bisa diterima. Sebenarnya mirip juga dengan media yang sudah ada, televisi, radio dan media cetak, orang bisa saja berpendapat dan ada juga yang tidak setuju. Hanya bedanya di twitter, mereka yang bukan termasuk kalangan selebritis tetapi memiliki ‘pengikut’ atau follower banyak, umumnya dipilih karena kalimat-kalimat nya di TL cukup menggelitik dan membuat orang ingin tahu dan mem-follownya serta ikut berkomentar. Read the rest of this entry »





Serigala Berbulu Domba

16 05 2011

“Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya”

Serigala termasuk binatang buas yang ganas, haus darah, umumnya memang menyerang mangsanya secara komunal bersama-sama.  Bisa dilihat bila kawanan serigala menyerang mangsanya, mereka menjadi begitu beringas tanpa ampun. Satu-satunya senjata bila menghadapi kawanan serigala hanyalah… lari menjauh.

Kita hidup di dunia seperti berada ditengah kawanana serigala. Manusia bisa lebih ganas dari serigala yang haus darah. Kejadian kerusuhan dengan kekerasan komunal menjadi marak dimana-mana. Bahkan bom bunuh diri yang dilakukan di Cirebon dan di berbagai tempat, menunjukkan begitu tingginya kebencian seseorang akan manusia lainnya sampai ia rela mati agar ‘musuh-musuh’nya juga ikut mati.Begitu banyak manusia yang menginginkan kematian manusia lainnya. Manusia bisa haus darah sesamanya, bahkan untuk itu sering digunakan berbagai tipu muslihat. Layaknya serigala berbulu domba yang berbaur dengan sesama domba lainnya. Begitu saatnya tepat kedoknya baru bisa terbuka, keganasannya akan terlihat bila orang lain menderita akibat ulahnya.  Read the rest of this entry »