Berbagilah Agar Dapat Memberi Makan Banyak Orang Sampai Kenyang – 5 roti dan 2 ikan

8 01 2013
“Kamu harus memberi mereka makan!”
Almarhum ibu  sangat menyukai  tas yang besar dan kuat. Kesukaannya tampil menarik lengkap dengan tas besar terbuat dari kulit, karena lebih tahan lama katanya.   Tapi yang membuat saya kagum adalah isi tas ibu itu lho…Seperti tas Doraemon layaknya, mulai dari  keperluan anak mulai dari permen mentos, wibert, davos, kadang ada mainan kecil terselip bahkan tensoplast sampai obat merah lengkap dengan tetes mata juga ada. Disamping perkakas perempuan terselip juga baju ganti anak. Maklum ibu senang bepergian dengan mengajak anak-anaknya yang berjumlah 7 orang. Ia ingin setiap anak menikmati kebersamaan, jangan sampai ada yang sakit ataupun masuk angin. Satu anak pergi, maka semua anak ikut. Satu  anak sakit, maka semua anak juga tidak ada yang pergi.  Sehingga ada saja yang dilakukannya untuk membuat  perjalanan nyaman sewaktu  kami masih kecil.

Ternyata  isi tas ibu tetap saja tidak berubah sampai kami dewasa dan berkeluarga. Saya baru mengerti ketika pada suatu saat mengikuti misa di gereja ada umat yang pingsan berada disekitar kami. Maka ibu-lah yang pertama-tama bangkit dan paling repot mengurusinya. Isi tasnya dikeluarkan semua seperti  obat gosok, salonpas bahkan cologne 4711. Read the rest of this entry »





Roti Kehidupan Yang Mengenyangkan

19 08 2012

Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga

Sering saya bertanya pada orang muda, untuk apa kalian bekerja setelah lulus kuliah. Jawabannya kurang lebih sama, untuk dapat penghasilan. Lalu penghasilannya untuk apa? Untuk hidup, untuk bayar makan, kost, transport, pulsa, beli baju, nonton dsb. Ada juga yang jawab untuk menjajal kemampuan diri, untuk belajar lebih banyak… idealis ya? Pastinya dengan memasuki dunia kerja mereka belajar dunia kehidupan yang sebenarnya, yang menuntut mereka untuk mandiri. Tentu saja hidup yang sangat berbeda dari kampus. Dunia yang kejam dan kotor serta sering tidak adil bagi yang tidak memiliki uang.

Tapi ada yang menarik saat pertanyaan itu saya lemparkan pada seorang karyawati muda yang bekerja jauh dari kampungnya di Bandung. Ia bekerja di sebuah unit pelayanan keuangan non bank di luar kota Padang. Saya tanya kenapa senang bekerja disini ditempat yang jauh dari rumah dengan fasilitas terbatas sementara teman-temannya lulusan universitas ternama bekerja di bank asing mentereng di Jakarta? Jawabannya mencengankan saya, katanya ” Kalau dari fasilitas memang saya jauh sekali bila dibandingkan teman-teman yang bekerja di kota besar. Tetapi saya menyukai pekerjaan saya. Saya bisa membantu orang-orang yang hidupnya lebih sulit dari saya. Untuk saya uang Rp 50-100 ribu tidak cukup untuk pulsa sebulan. Tetapi uang sejumlah itu ternyata bisa menyambung hidup seorang janda untuk seminggu dengan anak-anaknya, malah bisa bayar uang sekolah yang tertunggak. Saya selalu dihadapkan pada tantangan bagaimana saya bisa mencari jalan keluar bagi orang-orang seperti ini disini.”




Mengenal Adorasi Sakramen Maha Kudus

13 12 2011
 Gereja Katolik yang kudus mengajarkan bahwa pada saat Konsekrasi dalam Misa, roti dan anggur di altarsungguh-sungguh menjadi Tubuh, Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an Yesus Kristus.Roti dan anggur sudah tidak ada lagi, meskipun wujudnya dan sifatnya tetap roti dan anggur.Perubahan yang amat penting ini oleh Gereja Katolik dinamakan perubahan hakiki atau transsubstansiasi- perubahan seluruh substansi roti ke dalam substansi Tubuh Kristus, dan seluruh substansi anggur ke dalam substansi Darah-Nya.

ADORASI SAKRAMEN MAHA KUDUS

Kepada Hosti yang telah dikonsekrir kita bersembah sujud seperti kepada Tuhan sendiri, karena Roti yang telah dikonsekrir tersebut sungguh-sungguh adalah Tuhan Yang Mahakuasa sendiri.Bentuk penyembahan tertinggi ini disebut LATRIA. Pendapat yang menyatakan bahwa Kristus hanyalah unsur Ekaristi, sama seperti lambang, atau bahwa Kristus hanya diterima secara rohani, sungguh bertentangan dengan Konsili Trente.

KEHADIRAN-NYA NYATA Read the rest of this entry »





Roti Hidup

12 05 2011

Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup.

Makna roti yang dimaksud Yesus disini adalah makanan pokok sehari-hari kita, dan jika sudah cukup dengan makanan tersebut, maka kita tidak akan mati tetapi bukan dalam arti harafiah, namun dalam arti hidup yang sesungguhnya. Makna yang lebih dalam yang saya tangkap disini adalah hidup yang cukup, sederhana dan percaya setelah makan roti yang merupakan tubuh Tuhan Yesus Kristus sendiri.

Ternyata hidup yang demikian tidak menjadi tujuan banyak orang, semakin moderen gaya hidup, semakin kita menjadi hedonis, bahkan semakin lucu untuk disimak lebih jauh. Banyak teman-teman saya yang membeli peralatan elektronik IT (computer) bukan karena fungsinya tetapi lebih kepada fashion atau gaya hidup propan. Ada beberapa teman yang membeli smartphone blackberry versi terbaru tetapi tidak mau berlangganan blackberry services, bahkan ditanya pin saja tidak tahu, maka saya katakan blackberry itu menjadi stupidphone.

Ada lagi yang lebih konyol, membeli Ipad untuk bermain game atau membeli Iphone hanya untuk gaya, foto-foto dan mendengar musik, sungguh aneh manusia yang punya uang berlebihan ini, jauh dari pola hidup sederhana bahkan mereka terus berinvestasi akan hartanya hingga beranak-pinak tanpa pernah merasa cukup, dan mereka percaya bahwa keselamatan yang ditawarkan Yesus itu dapat dibeli dengan uang, akibatnya berlomba-lombalah mereka menjadi penyumbang terbesar bagi pembangunan fisik gereja. Read the rest of this entry »





Lima Roti dan Dua Ikan

6 05 2011

“Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”
Kita sudah berulang kali mendengar dan merenungkan mujizat “Lima Roti dan Dua Ikan” ini, yaitu satu-satunya mujizat yang ditulis di ke empat Injil. Kali ini, bisa jadi kita tidak lagi tertarik untuk membaca renungan ini, karena sesuatu yang sama kalau dilakukan  berulang-ulang akan menimbulkan kejenuhan. Kakak saya yang tinggal di biara mengingatkan saya, bahwa selalu saja ada “hal baru” yang bisa kita gali dari Injil, dan saya mencoba untuk merenungkan sesuatu yang terlewatkan itu.

Yesus mencobai iman Filipus, mungkin karena Filipus memang berasal dari Betsaida, kota terdekat dari tempat mereka berkumpul. Sayang sekali jawaban Filipus pesimistik, terkesan skeptis, “Mana mungkin menyediakan makan bagi orang se banyak itu?”.
Ia lupa bahwa bagi Allah semua itu mungkin.   Ia masih menggunakan kedagingannya, atau mungkin karena memang imannya belum penuh. Andreas, yang juga berasal dari Betsaida, mencoba melihat kemungkinan Yesus berbuat sesuatu dari 5 roti dan 2 ikan itu, meskipun terkesan ia sendiri masih ragu-ragu. Sayang sekali, tak satu pun murid-Nya yang meminta kepada Yesus, “Guru, berilah mereka makan”, padahal dari pengalaman sebelumnya Yesus dapat melakukan apa saja yang Ia mau. Read the rest of this entry »





Hati Yang Berkobar-kobar

27 04 2011

Emaus “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”

Kalau kita akan bertemu dengan orang yang kita cintai, yang ditunggu-tunggu kehadirannya, jantung berdegup kencang. Hati berdebar-debar, bahkan saat bertemu pun penuh dengan luapan sukacita yang membuat kita semakin bersemangat berlama-lama dengannya. Apalagi seperti saya, rata-rata perempuan tidak bisa menyembunyikan perasaannya bila menunggu dan bertemu si jantung hati. Masih ingat saat-saat baru jadian, saat jadi pengantin baru, saat kelahiran anak, semua momen ini membuat jantung berdegup.

Pertanyaannya apakah setelah puluhan tahun berjalan , masih adakah rasa ‘deg-degan’ dengan si jantung hati tadi? Karenanya kita harus terus menerus memelihara dan mengusahakan agar cinta tidak kembali dingin dihantam rutinitas keseharian. Mungkin kita perlu perhatikan ritme detak jantung kita sebagai warning signal, tidak hanya untuk kesehatan fisik tapi juga kesehatan cinta dan iman kita. Biarlah jangan ada dusta diantara kita…

Demikian halnya yang terjadi pada kedua murid Yesus, yang dikatakan ‘So Slow‘ bahkan ‘foolish’ – bukan hanya stupid lho! Mereka sudah mendengar bahwa Yesus bangkit, tidak hanya dari para Maria – Maria yang menjadi saksi di makam yang kosong, juga dari Rasul Petrus. Bukannya menjadi percaya, mereka berdua malah mudik ke Emaus! Yesus turun tangan sendiri menyapa dan menggiring mereka kembali ke Yerusalem. Read the rest of this entry »





Bertanggung-Jawab

12 02 2011

“Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini.”

Ketika seseorang dituntut mempertanggungjawabkan kesalahannya, ada kecenderungan mencari kambing hitam. Tanggung jawab pribadi cenderung dilepaskan dan dilemparkan kepada orang lain. Itulah yang terjadi ketika Adam dan Hawa ditegur oleh Allah karena melawan perintah-Nya. Adam melemparkan kesalahan kepada Hawa: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberikan buah pohon itu kepadaku, maka kumakan” (Kej. 3:12).

Ketika Yesus mengetahui bahwa sejumlah besar orang yang mengikuti-Nya tidak mempunyai makanan, Dia tidak melemparkan tanggung jawab kepada masing-masing orang, Dia tidak mencari kesalahan tentang siapa yang bertanggung jawab atas kelaparan orang banyak. Justru, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan dan mengajak para muridnya untuk mencari jalan keluar bersama. Tujuh roti dan beberapa ikan yang ada dikumpulkan, diucapkan syukur, diberkati serta dibagi-bagikan kepada semua orang. Mereka makan sampai kenyang, bahkan masih banyak yang tersisa.

Di sini ada kelimpahan kasih Allah yang dibagi-bagikan kepada orang-orang lain, khususnya yang sungguh membutuhkan. Kemurahan dan kepekaan hati berbuah berkat yang melimpah. Kita pun diajak untuk mengalirkan kasih Allah yang berlimpah kepada siapa saja, khususnya yang berkekurangan dan sangat membutuhkan. Sebab, kita pun ikut bertanggung jawab atas nasib orang lain.

Tuhan Yesus Kristus, terima kasih, hanya Engkaulah yang dapat memenuhi kelaparan dan dahaga hidupku. Penuhilah diriku dengan rasa syukur dan kerinduan akan roti surgawi yang memberi keselamatan abadi. Amin.

Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian Read the rest of this entry »