Fakta Yang Perlu Diketahui : Pastor Katolik Di Jaman Majapahit

27 11 2012

 

http://www.areapager.com/2012/11/pastor-katolik-di-jaman-majapahit.html

Ini adalah fakta yang sepertinya perlu anda ketahui, bahwa dalam catatan sejarah, seorang Pastor Katolik telah berkunjung ke Indonesia di era Majapahit, jauh sebelum  penjajahan Jepang, Belanda, Portugis atau bangsa Eropa lainnya. Bahkan jauh sebelum Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya di bawah pemerintahan Hayam Wuruk dan Gajah Mada.

Latar Belakang Jaman
Syahdan, setelah pemerintahan Raden Wijaya, tampuk pemerintahan jatuh kepada anaknya sebagai raja kedua, yakni  Prabu Jayanagara. Menurut kitab Kakawin Nagarakretagama yang ditulis oleh Empu Prapanca, di usia yang sangat muda ( sekitar 15 tahun)  raja bernama kecil “Kala Gemet” ini naik tahta dengan gelar Sri Maharaja Wiralandagopala Sri Sundarapandya Dewa Adhiswara.  Karena itu untuk menjalankan pemerintahan, Jayanagara diwakili  oleh Lembu Sora sebagai Patih Daha. Read the rest of this entry »




Anakku, Pastorku

19 08 2011
(Surat Isi Hati Papa-Mama buat Anaknya yang seorang Imam)

Anakku tercinta….,
kau tetap menjadi anakku, namun bukan milikku.
Kau tetap darah dagingku, namun bukan kepunyaanku.
Kau tetap buah cinta perkawinan kami yang terindah,
namun bukan untuk kami semata.

Mulai sekarang,
Dalam iman aku memandangmu, “Utusan Tuhan-ku”.
Dengan penuh harap, aku pasrahkan hidupku padamu, “Gembala-ku”.
Dan sepenuh kasih, aku menyapamu, “Pastor-ku”.

Tak ada yang aku minta, selain berkat;
tak ada yang ingin aku dapatkan selain berkat.

Saat aku sakit nanti, aku tahu, kau tak selalu akan hadir,
walau aku ingin kau hadir.
Saat aku dalam kesendirian di uzur usiaku,
aku sadar bahwa kau tiada waktu temani aku,
biar aku amat rindu dan berharap.
Sungguh, pada saatnya tiba, akan terasa begitu indah, damai dan bahagianya,
bila aku menutup mata diiring berkat dan olesan minyak kudus,
dari tangan kudus putera kesayanganku. Read the rest of this entry »





Babi dan Sapi

9 05 2011

Seorang pengusaha sukses dan terkenal sebutlah namanya pak Pa’ul suatu hari menemui seorang pastor sebutlah namanya pastor Sam Ratulangi dan bertanya,”Pastor, maaf saya mengganggu. Begini pastor, di lingkungan tempat saya tinggal, di lingkungan saya bekerja, di lingkungan pergaulan, saya selalu dujuluki orang pelit dan kurang bersedekah. Padahal aku sudah menyampaikan kepada mereka bahwa ketika kelak saya mati, seluruh harta dan warisan yang saya sekarang miliki akan saya hibahkan kepada Gereja, semua sahabat dan orang2 yang kurang beruntung lainnya.”

Pastor Sam Ratulangi tersenyum kecil mendengar pertanyaan pak Pa’ul sambil balik bertanya,”Emang matinya kapan pak?”

Pak Pa’ul, ”Ya…belum taulah!” Read the rest of this entry »





Pastor Yahudi

29 04 2011

Kisah yang inspirasional ini muncul di koran San Francisco Examiner pada tanggal 10 Oktober 1999. Seorang imam Katolik di Polandia yang belakangan hari menemukan bahwa ia ternyata adalah seorang Yahudi. Ia menjadi seorang imam, dan tanpa disadari telah memenuhi nubuat yang diucapkan ibunya ketika ia masih bayi dan diserahkan kepada seorang wanita Polandia untuk dipelihara dan diselamatkan dari bencana Holocaust.

Kisah ini adalah sebuah contoh yang bagus tentang nubuat-nubuat yang terus terjadi di sekitar kita dan terutama untuk mengingatkan kita akan kewajiban sebagai umat Kristen untuk mengasihi sesama kita, bahkan dengan taruhan nyawa. FYI Koran Examiner bukanlah koran yang pro Gereja Katolik. (Kiriman dr Andry)

Lublin, Polandia, 1999.
Sang imam berjalan dengan keheningan melewati galian-galian dimana beribu-ribu orang di eksekusi oleh Nazy, krematorium yang disebut-sebut digunakan untuk membakar seribu mayat perharinya, dan kamar gas yang sedang dikunjungi oleh sejumlah anak-anak sekolah dari Israel.

Sosok tubuhnya lumayan tinggi, berambut gelap. Sang anak-anak Israel, beberapa diantaranya tubuhnya dibaluti oleh bendera kebangsaan Israel, memperhatikan sang imam dengan seksama. Beberapa menunjukkan sikap bermusuhan, bahkan kemarahan. Yang lain-lainnya penuh rasa ingin tahu, seolah-olah imam Katolik ini adalah seorang yang mereka kenal. Read the rest of this entry »





Kisah Damai Untuk Indonesia (Rm A. Budi Purnomo, Pr)

7 01 2010

Berikut saya lampirkan artikel yang saya tulis dan dimuat di kolom opini Harian Wawasan Sore (6/1/2010). Di dalamnya saya menyebut dan merefleksikan peristiwa langka ketika pada tanggal 25 Desember 2009 lalu (dari pukul 20.00 hingga 03.00) saya “Natalan” di Masjid Baiturrahman Semarang bersama Ikatan Remaja Pemuda Masjid Baiturrahman (IKAMABA) dan para santri dari Ponpes Al Ishlah Tembalang. Silahkan dicermati sebagai “obat duka” setelah Gus Dur wafat. – A. Budi Purnomo, Pr

MENJELANG berakhirnya tahun 2009, kita kehilangan seorang guru bangsa, tokoh besar dunia, pejuang demokrasi, bapak pluralisme, dan multikulturalisme Indonesia, pelindung kaum minoritastertindas, yakni KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Wafat Gus Dur membuat Indonesia dan dunia berduka. Secara spiritual-kultural, Gus Dur adalah tokoh penting dan sentral bagi komunitas Nahdlatul Ulama.

Namun, sebelum Gus Dur wafat, ada kabar gembira dari Semarang, yang dipelopori oleh ’’anak-cucu spiritual” Gus Dur yang mempraksiskan secuil kisah indah untuk anak bangsa. Kisah indah tentang perdamaian dan harmoni hidup bersama lintasagama terjadi di Masjid Baiturahman Semarang. Dan kisah ini memuat pesan damai untuk Indonesia dan dunia.

Tanggal 25 Desember 2009, bersama Emha Ainun Nadjib (budayawan dengan Kiai Kanjeng-nya), KH Budi Hardjono (Pengasuh Ponpes Al Ishlah Tembalang-Semarang), M Tafsir (Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Tengah), Giok Lan (Pengurus Makin Jateng) dan Ronny Chandra (Rohaniwan GIA Pringgading Semarang), Mustofa W Hasyim (PW Muhammadiyah DIY), saya diundang menghadiri silaturahmi damai dengan mediasi seni dan budaya di halaman Masjid Raya Baiturrahman Semarang. Read the rest of this entry »





Suara Kenabian di Tapanuli Tengah II

17 12 2009
Frens, berikut ini laporan pandangan mata dari koordinator advokat P. Rantinus ketika di Polda Sumut. Pemeriksaan berlangsung hingga Pkl. 23. Sumber berita: Pak Handoko yang  juga ketua FMK (Forum masyarakat katolik) Sumut.
Rekan2, Hari ini saya dkk. mendampingi pastor Rantinus Manalu Pr, pastor di Keuskupan Sibolga (Sumatera Utara) yang dipanggil sebagai Tersangka perambahan hutan di daerah kabupaten Tapanuli Tengah. Kebetulan saya didaulat kawan2 sebagai Koordinator Tim Advokat untuk pastor Rantinus Manalu.

Menarik! Mgr. Ludovicus Manullang OFM Cap (Uskup Sibolga) datang bersama kami ke Polda memakai baju kebesaran Uskup. Begitu kami hadir, di halaman Polda sumut sudah digelar aksi damai ratusan orang yang terdiri dari para pastor, suster dan frater berjubah bersama dengan masyarakat yang bersimpati.

Singkat cerita, karena email ini saya kirim dari Polda Sumut saat break sebentar di tengah pemeriksaan yang masih berlangsung. ..
Pastor bersama kami telah lama melakukan perlawanan atas ketidakadilan pemerintah Tapanuli Tengah (Sibolga) terhadap masyarakat. Lawan utamanya adalah Penguasa setempat. Read the rest of this entry »





Turun Gunung

17 09 2009

”Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?”

Saya tidak tahu apakah pengalaman ini ada hubungannya dengan bacaan diatas, karena ingin berbagi cerita akan aktif dan merakyatnya seorang uskup yang saya kenal baik. Usianya sudah tidak lagi muda, lebih dari 60 tahun, tetapi fisiknya demikian baik, masih menyetir sendiri untuk melayani para domba dan juga gembala yang membantunya.

Dia sangat menghargai sesama, tidak terkesan priyayi atau ingin disanjung. Ketika kami tiba di tempat beliau pukul 11:00 malam, ternyata beliau masih menunggui kami dan telah menyiapkan tempat untuk beristirahat serta makan malam, dijelaskan pula bahwa wisma keuskupan tersbeut baru dibangun dan hanya ditempati oleh para pastor, sedangkan dia sendiri tetap memilih tidur di bangunan bekas susteran, agar tidak ada protes atau suara miring, begitu alasannya.

Dia juga masih mampu menyetir sendirian, hingga ratusan kilometer kepedalaman, karena tidak mau tergantung penuh pada supir, bila perlu bergantian dengan supir tersebut, maka tidak heran ketika kami diajak ke suatu daerah dengan tiga mobil, salah satu mobil langsung disupiri oleh beliau sendiri bahkan memimpin perjalanan, mungkin ini bagian dari kepemimpinan. Read the rest of this entry »