Bangkitkan rohku ya Tuhan

27 08 2012
“Hai pemuda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
Ngobrol jaman sekarang memang sudah tidak perlu tatap muka, bahkan tidak perlu telpon sehingga ngobrol via BBM dan SMS  bisa dilakukan sambil tiduran dan sambil makan. Tetapi jangan lakukan saat kita sedang makan bersama dengan teman-teman dan keluarga kita. Mereka berhak atas perhatian kita juga. Juga jangan BBMan sambil mengendarai mobil dan motor karena sudah banyak kecelakaan terjadi bila konsentrasi pengendara terpecah.
Dulu bahan obrolan sering membicarakan teman-teman dan lainnya, tetapi semakin lama obrolan semakin menjurus ke arah rohani. Mungkin karena kita juga bertambah dewasa (cieee…) atau ingin terlihat lebih spiritual? Kalau hubungan kita dengan teman sudah begitu dekat, kadang seorang teman bisa curhat tentang hal-hal yang rohaniah; kenapa ya hidup doa gw kering ? Masih berdoa sih  tapi semangatnya  tidak seperti dulu lagi, hanya sekedarnya sebelum tidur malam, bangun pagi dan tentunya doa makan. Read the rest of this entry »




Siap Hidup atau Siap Mati?

17 02 2012
“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi ia kehilangan nyawanya”
Menjelaskan tujuan hidup bagi orang lain memang tidak mudah, apalagi bagi anak sendiri. Apalagi kalau kita sendiri masih belum menemukan apa tujuan hidup kita? Apa yang menjadikan kita puas dan bahagia dalam menapaki kehidupan, apakah cukup untuk membahagiakan keluarga atau ingin memberi arti bagi masyarakat? Atau ingin mengubah dunia? Halaah… Pertanyaan ini memang gampang dilontarkan, tapi susah dijawabnya. Memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menemukan jawaban yang tepat… itupun kalau memang disadari perlu untuk dijawab. Maka saat anak saya yang masih SMP bertanya “Bunda, are you scared of death?” saya sempat terdiam beberapa waktu. Saya harus memutar otak mencari awaban apa yang tepat untuk anak seusianya, yang bisa membuat dia berani menapaki hidup, betapapun beratnya. Sempat curiga juga, jangan-jangan ia takut kehilangan ibunya. *Ge er juga…
Apa jawaban anda bila pertanyaan tersebut dilontarkan anak tercinta? Apakah anda akan cerita panjang lebar tentang Jesus sang Juru Selamat, yang telah menderita sengsara,  wafat di kayu salib  dan bangkit dihari ketiga untuk menebus dosa kita semua? Well,,… itu mah jawaban standar katekis yang penjelasannya bisa 1 sesi sendiri. Bisa jadi si anak terbengong-bengong, dan malah takut bertanya lebih jauh karena bakal ada kuliah sesi kedua hehehe…. Read the rest of this entry »




Mati Untuk Berbuah

10 08 2011

“Barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal”

Setiap kali kita menikmati buah kegemaran kita seperti mangga yang ranum dan manis, atau rambutan manis yang banyak airnya, bahkan durian yang  legit dengan baunya yang menggoda (maaf agak diskriminatif, karena ada yang sangat tidak suka durian), tanpa sadar kita sulit berhenti sampai buah yang tersedia habis dimakan.  Kita sering kurang menyadai bahwa untuk bisa menikmati buah-buah yang menyegarkan itu, ada suatu proses panjang dibelakangnya dimana sebuah biji harus mati terlebih dulu untuk kemudian tumbuh menjadi benih. Termasuk buah-buah yang dihasilkan dari tanaman cangkokkan lho, tidak mungkin batang tumbuh tanpa diawali biji buah yang mati.

Demikian pula kita bisa menikmati kemajuan teknologi, keterbukaan pasar, pertumbuhan ekonomi dan masyarakat yang pesat yang tumbuh mengisi alam kemerdekaan bangsa Indonesia. Kita mungkin menilai yang ada sekarang pada bangsa dan negara ini kurang sempurna, kurang memenuhi harapan. Walaupun demikian buah kemerdekaan toh telah kita nikmati puluhan tahun. Betapa banyaknya putra-putra terbaik bangsa gugur sebagai pahlawan demi terjaganya kedaulatan negara ini. Read the rest of this entry »





Kekuatan Doa

4 07 2011

“Anakku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup.”

Kita tentu senang apabila mendapat hadiah doorprize. Ya namanya juga nasib yang lagi beruntung. Barangkali cuma mempunyai satu karcis saja, ternyata nomor karcis kita cocok dengan hasil undian door prize. Itulah karunia atau pemberian tanpa diminta. Tetapi itu bisa terjadi sungguh-sungguh.

Injil hari ini tidak berbicara mengenai door prize. Tetapi penyembuhan atau mukjizat yang terjadi pada dua orang itu, yaitu anak perempuan dari kepala rumah ibadat yang dihidupkan dan wanita yang dua belas tahun sakit pendarahan, sama-sama karunia dari Tuhan Yesus. Yang menarik, wanita yang sakit pendarahan itu memang memohon dan percaya kepada Yesus yang akan dapat menyembuhkan; sedangkan anak perempuan yang baru saja meninggal dihidupkan oleh Yesus karena permohonan bapaknya, yakni kepala rumah ibadat. Entah dimohonkan sendiri ataupun dimohonkan oleh orang lain, Tuhan Yesus mau mengabulkan doa permohonan tersebut. Si anak perempuan telah mati, tentu juga tidak dapat memohon sendiri kepada Yesus. Tetapi, berkat doa permohonan bapaknya si kepala rumah ibadat, Yesus datang dan membangkitkan anak perempuan itu kembali. Read the rest of this entry »





Pengalaman Hidup Kembali Fr. Jose Maniyangat

8 06 2011

Jose Maniyangat saat ini melayani sebagai pastur di Gereja Santa Maria Bunda belas kasih di Macclenny Florida, inilah kisahnya.

Saya lahir pada tgl 16 Juli 1949 d kerala, India, ayah saya Joseph dan ibu saya Theresia Maniyangat dan saya adalah anak tertua dari 7 bersaudara.Diusia 14 tahun saya masuk sekolah seminari  santa Maria di Thiruvalla untuk memulai sekolah menjadi pastur. 4 tahun kemudian saya menlanjutkan sekolah ke seminari Santo Joseph di Alwaye, Kerala. Setelah menyelesaikan 7 tahun studi Filsafat dan Theology saya ditabiskan sebagai Imam pada tgl 1 januari 1975, dan melayani sebagai misionaris di Thruvalla.

Hari minggu tgl 14 April 1985, hari pesta perayaan Allah yang berbelas kasih, saya berangkat untuk melayani misa di Greja Misi di utara kerala, dan saya mendapat kecelakaan fatal, sepeda motor saya ditabrak sebuah jeep yang dikendarai supir mabok. saya dilarikan ke rumah sakit 35km dari tempat kejadian . Dalam perjalanan roh saya keluar dari badan saya, saya meninggal. Saya bertemu dengan malaikat pelindung dan melihat badan saya dan orang yang menangisi saya di rumah sakit. Saya mendengar mereka menangis dan berdoa bagi saya. saat itu malaikat pelindung berkata kepada saya ” Saya akan mengajak engkau ke surga Tuhan ingin berbicara padamu dan saya juga akan membawa kamu ke neraka dan  Purgatory (Tempat api penyucian)”. Read the rest of this entry »





Persiapan Akhir

16 04 2011

Dalam kuliah Krisis konseling dan melayani usia emas/lansia,menghadapi sakit terminal, kami diberi tugas menulis iklan duka diri sendiri, apa saja yang mau diungkapkan dalam iklan duka  diri sendiri supaya orang tahu yang biasa mengutip ayat dari Mazmur, wahyu, Yohanes, dsb.Mengingat hal tersebut, dalam dua kali jumat ini, dua rekan hamba Tuhan telah mendahului, satu lebih muda dan yang satu lebih satu tahun usianya dari saya. Yang satumeninggal sesudah menjalani perawatan penyakit kanker selama beberapa tahun, yang satunya meninggal mendadak tanpa menderita lama.

Seperti Paulus mengatakan hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan, artinya selalu siap kapan saja ajal menjemputnya. Karena sudah siap untuk mati maka hidup lebih bertanggungjawab. Paulus juga mengungkapkan ,”hidup untuk Tuhan dan matipun untuk Tuhan, jadi baik mati maupun hidup, kita adalah MILIK TUHAN, wow… luar biasa, bukan?

Dalam relasi dengan sesama yang tidak lepas dari kesalahan diperbuat, saya membayangkan alangkah indahnya  saat mengakhiri hidup nanti, sudah memberi maaf dan dimaafkan. Tapi apakah tunggu mau mati sedangkan kita tidak tahu kapan saat itu tiba. Maka Alkitab juga menasehati, “bila kamu marah, segera bereskan  sebelum matahari terbenam, kalau kamu marah jangan sampai matahari terbenam, segera padamkan. Jangan beri kesempatan kepada iblis.” Ada teman yang marah sampai meninggal, marah tidak terkendali dan kena serangan jantung.
Doa Tuhan Yesus di Salib menolong kita meminta maaf dan memaafkan sesama, Bapa ampunilah mereka………

Saya sering berdoa, Tuhan lepaskanlah hamba dari apa yang tidak kusadari/dari dosa yang tersembunyi. Siapa tahu saya berbuat sesuatu yangbagi saya okey. tapiitu menyakiti hati mereka atau menyinggung perasaan sesama

Met Minggu suci dan Paskah

yohch





Ibadah Tanpa Pamrih

4 04 2011

Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: “Anakmu hidup.”

Seorang teman yang menyatakan dirinya Atheis menyindir kami, “Saya tidak habis mengerti dengan sikap kalian yang terlihat demikian percaya dengan Tuhan ketika berdoa dan tekun dalam ritual agama, tetapi begitu ragu berbuat baik bagi sesama dan tidak bertanggung jawab dalam menjalani hidup, takut dan cenderung mencari jalan pintas, bahkan menghujat Tuhan yang kalian sembah disaat gagal. Saya tidak bertuhan, tetapi demikian yakin dan percaya dengan langkah pilihan dan jalan hidup ini, dan tidak pernah menghujat siapapun serta menghargai kehidupan dan manusia, karena yang bertanggung jawab akan akibatnya adalah saya sendiri.”

Kalimat tersebut itu diucapkan demikian gamblang dan menohok perasaan kami sebagai pengikut Kristus yang seharusnya tidak perlu takut dan menolak bertanggung jawab akan jalan hidup yang kita terima, apalagi dipercaya bahwa semua itu kehendak Ilahi dan telah berserah seutuhnya, tetapi kenyataannya relasi kita dengan Tuhan tidak lebih seperti pedagang kakilima dan pelanggannya saja, yaitu berdasarkan hubungan yang saling menguntungkan saja, bukan seperti relasi ayah dan anak yang saling melindungi, menghargai, menjaga, menghormati, bahkan kita selalu memaklumi kerugian atau akibat yang ditimbulkan oleh prilaku anak atau orang tua dan berbagi ketika untung, sebisa mungkin saling membela dan mencari solusi untuk terhindar dari masalah yang lebih besar jadi bukan semata-mata berdasar pertimbangan ekonomi. Read the rest of this entry »