Sepatah Kata Bertuah

12 09 2011

“Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.”

Yang namanya perintah komandan didalam budaya militer adalah perintah yang tidak dapat dibantah dan diragukan. Tidak mudah bagi seorang yang berkarir di militer akan mematuhi orang-orang lain diluar jalur komandonya. Kalau bukan karena kekaguman yang luar biasa ataupun karena kerendahan hatinya, seorang perwira sulit untuk bisa menghormati orang lain yang bukan atasannya.Sekali ia sudah memiliki kepercayaan maka ia akan dengan teguh memegang keyakinannya.

Demikianlah yang terjadi dengan seorang perwira Roma, yang bukan orang Yahudi. Kok bisa-bisanya tentara yang menjajah orang Yahudi, mengagumi Yesus sedemikian rupa sehingga ia mau-maunya mencari Yesus. Lagipula alasan untuk mencari Yesus bukan untuk menyembuhkan keluarganya, tetapi untuk hambanya, untuk pembantunya yang notabene adalah orang upahannya. Apa tidak ada orang lain yang dapat diperintahkannya sebagai seorang perwira? Mengapa ia mau turun tangan sendiri bersusah payah mencari Yesus demi sang pembantu? Atau memang ia sendiri yang ingin bertemu dengan Yesus, karena ia hanya mendengar ‘kata’ orang tentang kemashuran Yesus. Bahkan dengan posisinya, ia seharusnya bisa saja memerintahkan anak buahnya menjemput Yesus dan membawanya kerumahnya untuk menyembuhkan pembantunya. Namanya juga perwira. Read the rest of this entry »

Advertisements




Kekuatan Doa

4 07 2011

“Anakku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup.”

Kita tentu senang apabila mendapat hadiah doorprize. Ya namanya juga nasib yang lagi beruntung. Barangkali cuma mempunyai satu karcis saja, ternyata nomor karcis kita cocok dengan hasil undian door prize. Itulah karunia atau pemberian tanpa diminta. Tetapi itu bisa terjadi sungguh-sungguh.

Injil hari ini tidak berbicara mengenai door prize. Tetapi penyembuhan atau mukjizat yang terjadi pada dua orang itu, yaitu anak perempuan dari kepala rumah ibadat yang dihidupkan dan wanita yang dua belas tahun sakit pendarahan, sama-sama karunia dari Tuhan Yesus. Yang menarik, wanita yang sakit pendarahan itu memang memohon dan percaya kepada Yesus yang akan dapat menyembuhkan; sedangkan anak perempuan yang baru saja meninggal dihidupkan oleh Yesus karena permohonan bapaknya, yakni kepala rumah ibadat. Entah dimohonkan sendiri ataupun dimohonkan oleh orang lain, Tuhan Yesus mau mengabulkan doa permohonan tersebut. Si anak perempuan telah mati, tentu juga tidak dapat memohon sendiri kepada Yesus. Tetapi, berkat doa permohonan bapaknya si kepala rumah ibadat, Yesus datang dan membangkitkan anak perempuan itu kembali. Read the rest of this entry »





He Did It His Way

16 02 2011

“Sudahkah kaulihat sesuatu?”

Pada umumnya kita semua berdoa kalau sedang menghadapi masalah. Kita menghadap Tuhan dan mengisahkan segala keluh kesah kita seolah seperti Tuhan tidak mengetahuinya (*ngacung!) padahal kita juga tahu bahwa Allah Serba Tahu atas segalanya. Disamping itu kita juga sudah siap dengan berbagai alternatif solusi pemecahan masalah (*ngacung lagi!) karena kita sudah berpikir keras dengan mencari berbagai jalan keluar. Tanpa sadar kita sudah mengatur cara agar Tuhan mengikuti ‘saran’ kita. Tentunya agar jawaban Tuhan sama seperti dari yang kita harapkan.

Pernah seorang romo yang baru ditahbis ditugaskan disebuah paroki. Anehnya dia lebih sering dapat tugas memberikan Sakramen Perminyakan, entah itu saat tengah malam di rumah atau sore hari di rumah sakit. Lebih aneh lagi hampir semua yang dikunjunginya meninggal kurang dari 24 jam. Tentunya dalam setiap kunjungannya, semua anggota keluarga berharap si pasien akan sembuh kembali. Memang sembuh, tapi juga dibebaskan tugas dari penziarahan di bumi.

Cara Yesus menyembuhkan orang memang berbeda-beda. Kita tidak perlu membatasi Tuhan menolong dengan cara yang kita mau. Dalam renungan ini Yesus sengaja membawa  orang buta tsb keluar dari kampung supaya Dia bisa bebas melakukan apa saja yg Dia mau lakukan tanpa pengaruh orang lain.  Setelah diluar kampung Ia meludahi matanya, meletakkan tanganNya dan bertanya “sudahkah kau lihat sesuatu?” Orang itu memandang ke depan, lalu berkata : ”aku melihat orang sebab melihat mereka berjalan-jalan tetapi tampaknya seperti pohon-pohon” Kita tahu sesuatu tapi kita belum memahaminya, karena kita masih mereka-reka dengan pemahaman kita sendiri.  I have Vision but the Vision is not clear !! Read the rest of this entry »





Doakan Yang Sedang Sakit

11 02 2011

“Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”

Yesus banyak melakukan penyembuhan. Banyak pula yang dapat saya petik sebagai pelajaran dari mujizat penyembuhan Yesus ini. Pada bacaan hari ini saya menemukan lagi satu kunci dari mujizat penyembuhan itu.  Seringkali karena imannyalah seseorang itu disembuhkan. Tetapi bisa jadi juga Yesus menyembuhkan justru untuk membangkitkan iman orang yang disembuhkan itu. Inilah yang saya maksudkan sebagai salah satu kunci itu, bahwa iman kita dapat menyembuhkan orang lain sekalipun yang kita  sembuhkan itu kurang beriman.

Seorang tuli dan gagap dibawa orang bertemu Yesus. Yesus tidak melakukan karya penyembuhan dengan perkataan, karena orang itu tuli, tentu ia tidak dapat mendengar apa yang dikatakan Yesus. Yesus melakukannya dengan perbuatan, menggunakan ujung jari-Nya. Bisa jadi orang tuli itu mau datang kepada Yesus karena ajakan orang-orang itu, bukan karena keinginannya sendiri.  Orang-orang itu membawa dia kepada Yesus tentu karena mereka percaya bahwa Yesus memiliki kuasa penyembuhan.

Demikian pula halnya, jika sekumpulan orang-orang yang beriman membawa seseorang yang menderita sakit datang kepada Yesus melalui doa-doa yang dipanjatkan, niscaya akan menggerakkan belas-kasih Yesus sehingga memperoleh penyembuhan.  Read the rest of this entry »





Pengalaman Iman Jangan Disimpan

1 02 2011

“Imanmu telah menyelamatkan engkau”

Pendarahan adalah kondisi tidak normal dimana darah keluar dari organ reproduksi diluar masa haidnya. Masa haid yang normal saja bisa menimbulkan ketidakstabilan emosi karena perubahan hormon. Wanita menjadi sensitif dan mudah tersinggung pada saat ini. Awalnya saya gak faham mengapa alm ibu selalu mengingatkan untuk selalu mencatat tanggal haid. Rupanya ada gunanya juga selain untuk mengetahui siklus normal haid, kita juga menjadi lebih waspada menjelang tanggal-tanggal tersebut. Maka bila suatu saat saya merasa marah, tersinggung, merasa down, yang saya lakukan pertama adalah cek kapan tanggal terakhir haid sebelum bertindak maupun mengucapkan sepatah kata. Umumnya memang beberapa saat kemudian haid itu datang. Kebiasaan itu membuat saya bisa meredam letupan emosi sesaat itu dan berupaya melihat sisi baik dari kondisi yang dihadapi.

Maka saya bisa membayangkan betapa menderitanya wanita yang mengalami pendarahan, pastilah emosi dan fisiknya sangat lemah. Apalagi di jaman itu belum ada pembalut, pastilah kotor dan bau. Pernah saya mengunjungi sebuah dusun terpencil didekat Wamena beberapa tahun lalu. Disana  perempuan dan laki-laki hidup dalam honai terpisah. Mereka memiliki kebiasaan bahwa perempuan yang sedang haid tidak boleh keluar honai. Maka bisa dibayangkan bau yang menyengat saat saya melihat ditengah kegelapan honai, seorang perempuan berjongkok dekat pintu honai dengan seonggok daun-daunan untuk membersihkan darahnya.  Dari beberapa tradisi perempuan yang sedang haid dianggap najis, tidak boleh berkumpul dengan yang lain dan tidak boleh beribadat. Jadi bisa dibayangkan pastilah tidak ada orang yang mendekat, semua orang menjauhinya. Read the rest of this entry »





Kapan Bicara? Kapan Diam? Kapan Ikut?

31 01 2011

Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!”

Di era digital seperti ini bukan jamannya lagi informasi dibendung dengan cara bredel, sensor, melarang internet dsb. Apa yang terjadi di berbagai negara di timur tengah dimulai dengan Tunisia, Mesir merambat ke Yaman, bahkan China mulai memblokir kata ‘egypt’.  Gejolak protes sempat merebak juga di jejaring sosial disini saat BB akan diblokir pemerintah.  Dari beberapa kejadian ini dapat dilihat sejauhmana penguasa efektif dalam menyelenggarakan kesejahteraan rakyat. Semakin kuat tekanan yang dialami rakyat, semakin besar kesenjangan ekonomi yang terjadi, maka kesabaran rakyatpun ada batasnya. Semakin besar tekanan, semakin besar pula reaksi perlawanan yang terjadi. Teknologi digital memungkinkan informasi tersebar dari bawah ke atas bahkan horisontal dalam hitungan detik, meliwati batas waktu dan negara. Tekanan itulah yang menjalar dengan cepat ke negara-negara lain, bahkan walaupun internet dan SMS sudah tidak bisa, komunikasi dilakukan keluar Mesir lewat morse!

Bukankah gejala yang serupa dialami juga oleh para murid sepeninggal Kristus? Mereka dikejar-kejar dan dicari kemana-mana, sehingga mereka harus menyingkir sambil terus memberitakan Injil. Semakin ditekan, semakin Injil tersebar sehingga Kabar Baik tidak hanya bagi sesama bangsa Israel tetapi juga sampai ke bangsa-bangsa lain, termasuk sampai ke Indonesia. Mereka memberitakan Kabar Baik tanpa diliputi rasa ketakutan lagi dan berani  melakukan apa yang telah diajarkan Yesus. Mereka tahu itulah saatnya berbicara atas berbagai kesaksian akan Yesus Kristus. Read the rest of this entry »





Ku Mau Yang Kau Mau

13 01 2011

Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota.

Menjadi tua itu sudah pasti, menjadi dewasa adalah pilihan. Tanpa melakukan apa-apa usia kita sudah pasti bertambah dari hari ke hari, bulan ke bulan sampai akhirnya baru tersadar…. lho kok ternyata anak-anak sudah besar-besar ya? Sementara kalau saya perhatikan anak saya yang masih kelas 1 SMP rasanya was-was juga dihati saat menginjinkannya pergi; kok sudah berani ikut camping diluar kota,  katanya belajar jauh sejenak dari ‘rumah’ yang nyaman. Sementara teman-teman seusianya menolak untuk ikut camping mewakili sekolahnya. Disisi lain ada juga seseorang yang usianya sudah kepala 4 tetapi kelakuannya seperti bujangan yang tidak punya tanggung-jawab terhadap anak-istrinya alias kekanak-kanakan. Maunya diladeni terus, semua harus ada.  Ya seperti itulah… menjadi tua itu sudah pasti, tetapi menjadi dewasa adalah keberanian mengambil keputusan termasuk bersedia menerima resikonya. Mudah? Kenyataannya tidak setiap orang siap menghadapi resiko terburuk.

Demikian juga dengan mengikuti kehendak Tuhan, kita sering kali berdoa dengan berkata  dan mengutip doa Bapa Kami – Ya Tuhan, jadilah kehendakMu – Fiat Voluntas Tua. Kita menyerahkan apa yang akan terjadi dengan penuh kepercayaan bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik. Betul meminta yang terbaik menurut Tuhan,  walaupun yang kita alami itu belum tentu baik menurut pandangan kita. Ku mau yang Kau mau, kita ikuti apa yang Tuhan inginkan kita lakukan. Tapi sering kali kita tidak mempersiapkan diri dengan berbagai kemungkinan, justru sibuk dengan rencana yang telah kita buat sendiri  – pokoknya yang nyaman untuk kita.

Kisah Injil hari ini seperti sebuah anomali, apa salahnya dengan Yesus menyembuhkan orang kusta? Tidak ada yang salah, itu hak Yesus untuk menyembuhkan siapapun yang Ia mau. Tetapi kali ini Ia memberikan peringatan keras “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.”  Read the rest of this entry »