Prodiakon Berpeci Dilantik Di Paroki Kampung Sawah

14 07 2013

kampungsawahHari ini adalah jadual saya mengajar KEP di paroki Kampung Sawah. Kalau lihat jadualnya, KEP akan dimulai pk 19.00 selesai misa minggu pk 17. Saya pikir daripada susah mencari parkir, bahkan takut tersesat di malam hari karena harus membawa kendaraan sendiri, lebih baik saya di antarkan suami sore hari sekalian mengikuti misa disana. Saya terpaksa tidak dapat memenuhi undangan berbuka bersama keluarga besar dan mertua mengingat jadual mengajar sudah diagendakan jauh hari.
Suasana gereja terasa nyaman walau tanpa AC seperti umumnya gereja di Jakarta. Tetapi tetap sejuk dan semilir karena desainnya yang beratap tinggi dengan pintu-pintu terbuka di seputar gereja. Saat hendak mencari tempat duduk, seperti biasa saya berupaya mendapatkan tempat duduk paling depan biar khusyuk. Tetapi ternyata semua barisan terdepan penuh dengan bapak-bapak berpeci. berbaju koko dan celana hitam. Read the rest of this entry »

Advertisements




Perlu Dibantu?

14 11 2011
Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?”
Ada hal-hal mendasar yang sering kita sepelekan dalam berhubungan satu dengan yang lainnya. Sedemikian mendasarnya sehingga kita sering lupa hal-hal ‘basic’ yang kita ajarkan pada anak-anak kitapun tidak selalu konsisten kita lakukan. Misalnya TTM –  singkatan dari “Tolong, Terimakasih, Maaf”. Semakin sibuk dan mungkin juga semakin tinggi posisi seseorang, kita bisa tergelincir pada hal mendasar ini. Kesibukan dan ‘ketinggian’ posisi sering melupakan bagaimana sikap kita seharusnya ketika berinteraksi dengan orang lain.
Karyawan pada umumnya bisa membedakan tipe/karakter para bos dan direktur baru dalam menyoroti hal sederhana ini. Sejauhmana para bos/direktur memperlakukan para supir, pembantu bahkan satpam dirumahnya. Hehehe.. gosipnya bisa sampai kemana-mana  lhooo… Perilaku para bos menjadi sorotan sejauhmana mereka menerapkan nilai ‘pelayanan’ atau mengutamakan pelanggan internal kepada orang-orang disekitarnya. Maka berhati-hatilah pada hal kecil dan sepele, karena disitulah justru nampak ‘asli’nya kita. Read the rest of this entry »




Bisa Ketemu Karena Biasa

24 08 2011
“Karena Aku berkata kepadamu ‘Aku melihat engkau di bawah pohon ara’ maka engkau percaya? Hal-hal yang lebih besar daripada itu akan engkau lihat”
Beberapa dari kita mungkin sering merasakan bahwa Tuhan itu kok serasa jauh, kita terkadang merasa kosong dan ditinggalkan saat mengalami suatu kejadian yang menyedihkan. Sehingga sering terdengan komentar, Tuhan pilih kasih, doa saya tidak dijawab Tuhan. Sering juga terdengar komentar : Mengapa saya seperti ini? Kenapa saya mengalami hal ini padahal saya melayaniNya dengan ini dan itu? Well, Tuhan itu hadir bukan karena ‘perasaan’ kita saja. Dia ada dari dulu, sekarang dan sampai selamanya. Kitalah yang kurang menyadari kehadiranNya dalam berbagai sisi kehidupan kita, bahkan dalam hal sederhana sekalipun.
Hari Minggu sore supir saya minta waktu untuk bertemu, ternyata ia minta berhenti dari pekerjaannya. Tentu saja saya dan suami terkejut, tidak ada angin tidak ada hujan kok tiba-tiba minta mundur. Apakah ada hal salah yang kami lakukan sehingga menyakiti hatinya? Perasaan saya sudah tidak sreg saat dia SMS minta ketemu di hari Minggu, hari dimana dia libur. Selama ini selalu ia menyampaikan berbagai hal bilamana menghadapi kesulitan. Jum’at kemarin tidak ada pembicaraan apa-apa, kok tahu-tahu minta berhenti.




17 BUKTI KURANGNYA KERENDAHAN HATI – St. Josemaria Escriva

7 09 2010

1. Berpikir bahwa apa yang dikatakan atau dilakukan lebih baik dari apa yang dikatakan atau dilakukan orang lain.

2. Selalu ingin menuruti kemauan sendiri.

3. Berdebat dengan keras kepala dan dengan sikap yang kurang baik tanpa peduli benar atau salah.

4. Menyatakan pendapat ketika tidak diminta.

5. Memandang rendah pendapat orang lain.

6. Tidak menganggap bakat-bakat serta kemampuan diri sebagai pinjaman dari Tuhan.

7. Tidak menyadari bahwa diri sendiri tidak layak atas segala penghargaan dan pujian, bahkan tidak atas bumi tempatnya berpijak dan atas barang-barang yang dimiliki.

8. Membicarakan diri sendiri sebagai contoh dalam percakapan-percakapan.

9. Berbicara buruk tentang diri sendiri sehingga orang lain kagum atau menyanggah dengan pujian.

10. Membela diri apabila ditegur.

11. Menyembunyikan kesalahan-kesalahan yang memalukan dari pembimbing rohani, sehingga kesan baiknya terhadapmu tidak berkurang.

12. Senang menerima pujian dan penghargaan.

13. Sedih karena orang lain lebih dihargai.

14. Menolak melakukan pekerjaan-pekerjaan remeh.

15. Berusaha menonjolkan diri.

16.Mempercakapkan kejujuran, kecerdasan, kecakapan atau gengsi jabatan diri sendiri.

17. Merasa malu atas kekurangan diri sendiri.





Bunuh Ego Benih Peduli

10 08 2010

“Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.”

Saat berada dalam antrian panjang ATM di Jakarta Fair, saya pernah bertemu orang yang cukup ‘nyeleneh’.  Semua orang memang gelisah kalau disuruh menunggu. Tapi orang ini sungguh mengganggu, dia teriak-teriak menyuruh orang lain cepat-cepat. Berkali-kali jalan kedepan mengganggu orang yang sedang menggunakan ATM. Lalu saat ia sudah mendekati ATM, ia menendang-nendang kaki orang yang sedang sibuk didepan ATM sampai orang tersebut kesal dan membentaknya.  He is so annoying!! Nah tiba gilirannya, sungguh menyebalkan.. dia berkali-kali menengok dan memelototi saya yang berdiri di belakangnya. Seolah-olah takut saya mengintip nomer PIN dan saldonya. Halaaah….!  Cerita tidak berhenti disini, diantara penuh sesaknya orang di Jakarta Fair saya beberapa kali ketemu orang ini yang jalan sendirian kemana-mana (gak heranlah… siapa yang mau menemaninya?). Di stand se-li sepeda lipat saya lihat dia seperti menginterogasi si SPG sampai muka SPG yang tadinya senyum jadi kecut karena komentar-komentarnya yang sinis…. buntutnya ya gak beli juga. Dia juga membentak orang lain yang menanyakan sesuatu ke SPG yang sedang melayaninya. Hei… dia lagi layani saya, tauk!!

Saya hanya bisa mengelus dada, ada ya orang egois banget seperti ini. Jadi penasaran, bagaimana kehidupan pribadinya. Menikahkah? Apakah pasangannya bahagia? Bagaimana dengan anak-anaknya? Apakah mereka bisa menjadi a happy loving kid? Kalau dia tidak menikah, saya gak heran deh. Mungkin juga dengan tetangganya dia gak bisa akur. Lha dengan orang yang dia gak kenal aja galak banget, apalagi dengan yang sudah kenal.Tidak terbayangkan betapa terlukanya orang-orang yang berada disekitar si egois begini.Mana bisa mereka peduli dengan keadaan sekitarnya, apalagi peduli dengan orang lain. Read the rest of this entry »





Teman Sejati Setia Kala Susah

15 01 2010

Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.

Saya pernah membahas dalam renungan ini, bahwa seorang sahabat sejati adalah mereka yang peduli dan tetap mau mendampingi kita dikala menderita, baik menderita fisik, materi ataupun hal lain, misalnya kehilangan pekerjaan,  masalah keluarga, persoalan pribadi yang berat, kehilangan dan lain-lain, bukan disaat senang, sehat dan bahagia.

Tahun 1993, papa menderita gagal ginjal akhirnya harus cuci darah (hemodialisis) , saat itu sangat ketahuan sekali siapa sahabat dan siapa saudara, bahkan hampir tidak ada saudara papa yang peduli mau membantu kesulitan kami, semua lepas tangan karena bukan urusan mereka. Justru atasan papa yang bukan keluarga atau saudara, ternyata masih peduli dan baik, sangat membantu biaya pengobatan, kemudian saudara pihak mama, serta seorang teman pegawai Departemen Perdagangan yang menjadi mitra papa.

Kondisi kami ketika itu masih sulit, karena hanya saya dan 2 adik yang baru bekerja sebagai karyawan biasa dengan penghasilan yang tidak bisa diharapkan, namun kekuatan doa dan iman yang teguh membuat kami bisa melalui semuanya tanpa harus berhutang uang atau budi dan  membuat malu keluarga sepanjang masa, bahkan kami bisa berjalan dengan kepala tegak. Read the rest of this entry »





Mulut Ember

14 01 2010

Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota.

Memang susah untuk diam menerima rasa syukur dan rahmat Tuhan, apalagi hal itu sangat berarti, maka kita seperti mendapatkan durian runtuh, dimana seluruh bumi harus mengetahuinya, tanpa menyadari hal tersebut bisa menjadi bumerang.

Suatu kali, ada teman yang sedang susah dan sangat butuh pertolongan, dan kami pun tergerak menolongnya dengan memberikan sejumlah dana, karena bukan orang yang berlebihan dana maka kami berpesan untuk jangan bercerita pada siapapun akan pertolongan ini, tetapi teman ini sungguh gembira, eforia dan bercerita akan pertolongan tersebut. Ember lah mulutnya…

Maksudnya sungguh baik, bahwa dia merasa berhutang budi dan mempromosikan kebaikan tersebut, tetapi dia tidak menyadari bahwa akibatnya beberapa teman lain yang mengetahui cerita tersebut mulai mendatangi kami dan menuntut bantuan yang sama. Akhirnya maksud baik, perbuatan baik dan cerita baik ini merepotkan, dan ini sungguh menjadi pengalaman yang berharga dalam berbuat kebaikan tetapi jangan lalu jera dan berhenti. Read the rest of this entry »