Kabar Baik Buat Manusia, Kabar Buruk Buat Setan

20 01 2012

“DiutusNya memberitakan Injil dan diberiNya kuasa untuk mengusir setan”

Cukup banyak acara televisi yang mengekspos berbagai cara pengusiran setan sebagai konsumsi publik. Gambaran setan yang diberikan muncul dari berbagai keadaan yang menyeramkan sampai yang menggelikan sebagai bahan lelucon seolah-olah setan itu juga manusia. Tayangan-tayangan tersebut mengaburkan arti sebenarnya setan sehingga manusia menjadi lebih takut dan dibuat ‘akrab’ dengan setan. Kita lupa bahwa setanpun punya tugas utama untuk menghancurkan manusia. Sayangnya manusia sering lebih takut setan daripada takut pada Tuhan. Lebih sering menceritakan kuasa setan daripada kuasa Tuhan yang jauh lebih besar.

Bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa tidak semua orang rupanya diberikan kuasa untuk mengusir setan. Sekaligus kita diingatkan bahwa pengusiran setan itu bukan tugas utama seorang murid Kristus. Kita telah dipilih menjadi murid yang dipanggil untuk diutus. Pada awal pelayananNya, Yesus mulai memilih dan memanggil murid pertama, kedua… kedua-belas, ke seratus sampai ke 3,000,007 dan akhirnya sampai kepada kita pada saat dibaptis. Saat dipanggil mungkin kita tidak siap, umumnya selalu tidak merasa siap, tapi kalau memang kita tulus mau mengikuti Kristus, pasti ada jalan keluar dan ternyata memang ada teman-teman seperjalanan yang saling membantu meneguhkan dalam pertumbuhan iman kita dan menyertai setiap pelayanan kita. Read the rest of this entry »

Advertisements




Panggilan Tuhan

30 11 2011

“Kamu akan Kujadikan penjala manusia”

Siapa yang mau menjadi wanita dan pria panggilan? Hhhm… pertanyaan aneh yang pasti reaksi pertamanya membuat mata melotot. What? Nejong amat seh… (red: najis). Konotasinya pasti negatif saat mendengar pertanyaan ini. Tapi kalau pertanyaannya diganti : Kapan kamu siap dipanggil Tuhan?…. Errrr… menyeramkan sekali pertanyaan ini?  Ah rasanya saya belum siap ini dan itu, belum berbakti pada orang tua, apalagi nusa dan bangsa.. Oke kalau begitu bagaimana dengan pertanyaan ini: Saya doakan agar kamu dipanggil Tuhan deh. Ih… kok doanya begitu sih, apa tidak ada yang lebih baik? Bagaimana kalau saya ganti pertanyaannya : yuk ikutan pelayanan. Umumnya dijawab dengan berbagai litani, masih sibuk lah atau nanti aja kalau ada waktu, itu mah untuk yang tidak punya pekerjaan. Nanti aja kalau sudah pensiun. Awas, benar-benar dipensiun lho? LOL….. Oke sekarang saya berikan pilihan terakhir: semoga kamu menjawab panggilan Tuhan mumpung masih muda. Pasti responnya : Ih, gak terpikir deh, gak bakalan saya jadi pastor/suster.

Itu jawaban-jawaban yang saya berikan saat kawan-kawan disekitar saya mengajak saya untuk ‘ikut’ Tuhan dari waktu ke waktu. Herannya ada saja jawaban yang spontan keluar saat itu.  Tapi kalau disuruh mengingat lagi, kapan tepatnya saya menjawab “ya” dan pertanyaan yang mana yang saya jawab saat itu, rasanya kok susah menemukan yang paling pas. Berkali-kali saya menolak, tapi seingat saya akhirnya berkali=kali saya juga tidak pernah menolak lagi. Tepatnya, hati saya sudah luruh mau diajak kemana saja yang penting ‘ikut’ Tuhan. Malah tanpa sadar sekarang justru saya yang berkali-kali mengajak teman-teman dengan pertanyaan yang sama. Daaan… dejavu.. mendapat jawaban penolakan yang sama hehehe… Awas lho, nanti pasti mengalami kejadian yang saya alami. Tidak bisa pindah kelain hati… Read the rest of this entry »





Fore-raidernya Kristus

3 02 2011

Bacaan Injil, Mrk 6:7-13

Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,  dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan,boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.  Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.” Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

Renungan

Yesus mengetahui bahwa Ia tidak berlama-lama tinggal di dunia ini. Pada masa itu, orang bisa mencapai umur seratusan tahun, tetapi Yesus hanya sepertiganya saja. Yesus mati muda, ia tidak mengalami “Life begins at forty”, karena memang Ia diutus bukan untuk bersenang-senang, melainkan untuk mengalami sengsara-Nya sebagai penebusan. Tugas pewartaan perihal Kerajaan Allah harus terus berlanjut, turun-temurun.

Sebelum ajal-Nya tiba, Yesus telah mempersiapkan dua belas murid-Nya untuk meneruskan tongkat estafet, membekali mereka dengan berbagai hal. Yesus mengutus ke dua belas murid-Nya untuk melaksanakan “job training”, agar pada saatnya nanti, murid-murid-Nya mampu melaksanakan “job” yang sesungguhnya. Setelah job training pertama ini sukses, Yesus melanjutkan job training yang kedua. Read the rest of this entry »





Kapan Bicara? Kapan Diam? Kapan Ikut?

31 01 2011

Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!”

Di era digital seperti ini bukan jamannya lagi informasi dibendung dengan cara bredel, sensor, melarang internet dsb. Apa yang terjadi di berbagai negara di timur tengah dimulai dengan Tunisia, Mesir merambat ke Yaman, bahkan China mulai memblokir kata ‘egypt’.  Gejolak protes sempat merebak juga di jejaring sosial disini saat BB akan diblokir pemerintah.  Dari beberapa kejadian ini dapat dilihat sejauhmana penguasa efektif dalam menyelenggarakan kesejahteraan rakyat. Semakin kuat tekanan yang dialami rakyat, semakin besar kesenjangan ekonomi yang terjadi, maka kesabaran rakyatpun ada batasnya. Semakin besar tekanan, semakin besar pula reaksi perlawanan yang terjadi. Teknologi digital memungkinkan informasi tersebar dari bawah ke atas bahkan horisontal dalam hitungan detik, meliwati batas waktu dan negara. Tekanan itulah yang menjalar dengan cepat ke negara-negara lain, bahkan walaupun internet dan SMS sudah tidak bisa, komunikasi dilakukan keluar Mesir lewat morse!

Bukankah gejala yang serupa dialami juga oleh para murid sepeninggal Kristus? Mereka dikejar-kejar dan dicari kemana-mana, sehingga mereka harus menyingkir sambil terus memberitakan Injil. Semakin ditekan, semakin Injil tersebar sehingga Kabar Baik tidak hanya bagi sesama bangsa Israel tetapi juga sampai ke bangsa-bangsa lain, termasuk sampai ke Indonesia. Mereka memberitakan Kabar Baik tanpa diliputi rasa ketakutan lagi dan berani  melakukan apa yang telah diajarkan Yesus. Mereka tahu itulah saatnya berbicara atas berbagai kesaksian akan Yesus Kristus. Read the rest of this entry »





Amanat Agung – Pesan Terakhir Sang Guru

25 01 2011
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil.”
Kalau melihat pertumbuhan anak-anak, rasanya tugas murid sepertinya sederhana, cuma belajar dari sehari ke hari. Tapi kalau diperhatikan apa yang mereka pelajari makin lama makin banyak dan makin kompleks. Semua ini bertujuan agar suatu hari nanti mereka bisa mandiri, bisa melakukan hal yang tepat secara bertanggung-jawab. Saat anak-anak sampai remaja, tugas orangtua adalah memastikan mereka melaksanakan tugasnya. Sedangkan saat sudah menjadi mahasiswa, orang tua umumnya  sudah mengurangi porsinya dan menyerahkan tanggungjawab sepenuhnya pada sang anak. Ada yang berhasil mengatasi masa kuliah dengan menyelesaikannya, ada juga yang putus ditengah jalan karena berbagai hal.

Injil hari ini mengingatkan kita akan tugas perutusan kita yang utama yaitu untuk mewartakan Kabar Baik. untuk melaksanakan Amanat Agung. Perintah ini diberikan Yesus hanya bagi murid-muridNya, bukan bagi semua orang yang menghadiri pengajarannya di sinagoga ataupun ditempat umum. Ada orang-orang spesial yang dipersiapkan setelah sekian lama dididik menjadi murid-muridNya. Mereka ditempa mulai dari hal-hal sederhana, hanya mengikuti Yesus lalu mengikuti kebiasaanNya berdoa, berkeliling ke desa-desa untuk mengajar dan menyembuhkan mereka yang sakit dan lumpuh sampai berhadapan dengan para ahli taurat dan menghadapi badai ditengah danau. Sebelum sampai pada puncaknya, mereka pun harus menghadapi tantangan terberat saat Sang Guru di tangkap, dianiaya sampai wafat di kayu salib. Para murid mengalami ketakutan dan frustasi yang amat sangat, bahkan sampai tidak berani mengakui bahwa mereka murid Kristus seperti Petrus yang menyangkal Yesus. Toh pada akhirnya mereka lulus dalam ujian, kecuali Yudas Iskariot, dan akhirnya jumlah mereka bertambah banyak… sampai sekarang. Read the rest of this entry »





Dipanggil Untuk Diutus

21 01 2011
“Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk menyertai Dia.”

Beberapa waktu lalu saya menghadiri sakramen pembaptisan anak di paroki yang diadakan setiap sabtu kedua. Awalnya memang berniat untuk hadir menyaksikan dan menerima anggota baru Gereja karena bagi saya pribadi acara ini adalah acara keluarga besar. Pasti si anak diantar kedua orang-tuanya dan juga para eyang dan kerabat lainnya. Berbeda dengan baptisan dewasa yang biasanya lebih sepi dan minim publikasi mengingat keputusan mereka untuk dibaptis belum tentu mendapat dukungan keluarga. Kali ini cukup banyak yang anak yang dibaptis. Ada 16 anak dan masing-masing diantar minimal 6-8 orang, jadi lumayan juga gereja cukup ramai.

Selain itu saya memang menghadiri sakramen pernikahan sebelumnya dan bersiap-siap rapat dengan para katekis yang berada dalam koordinasi bidang pewartaan. Jadi gak ada salahnya ikut hadir di acara ini,  bagi saya acara baptisan anak adalah termasuk peristiwa istimewa bukan sekedar peristiwa keluarga katolik tetapi sebagai suatu penghayatan pengalaman iman.

Banyak juga wajah-wajah yang saya kenal hadir disana, ada ketua lingkungan, ada pengurus kategorial dan juga tokoh umat. Memang acara baptisan anak adalah acara ‘keluarga besar’. Kalau saya perhatikan semua persiapan sudah mantap, terutama dari para keluarga yang sumringah sudah hadir 15 menit sebelumnya… walau ada beberapa orang yang datang terlambat. Tapi rupanya ada yang terlewat dalam acara ini, koor dan putra altar kok belum kelihatan bersiap ya? Read the rest of this entry »





Hati Yang Tergerak, Menggerakkan Orang Lain

4 12 2010

Melihat orang banyak itu, tergerak hati Yesus oleh belas kasihan.

Kosa kata yang pas dalam bahasa Indonesia yang setara dalam mengartikan “Compassion” adalah ‘bela rasa’ seperti yang sering saya dengar diucapkan Mgr Suharyo ; jadilah orang katolik yang berbela rasa.  Compassion hanya dimiliki manusia dan merupakan tanda keberadaban tertinggi dimana manusia merasakan dorongan begitu kuat untuk menolong mencarikan jalan keluar bagi orang lain. Manusia yang hatinya tergerak karena kesulitan orang lain. Ia tidak bisa berdiam diri dan berhenti dengan kata-kata belas kasihan, ia akan terus berusaha mencari jalan keluar sampai orang lain mendapatkan jalan keluar. Tidak berhenti hanya berharap dan mendoakan tapi terus dilanjutkan dengan perkataan dan perbuatan nyata. Termasuk juga berusaha  menggerakkan orang lain untuk turut bertindak.

Itulah arti kata compassion, itulah yang selalu dilakukan Yesus semasa hidupnya, itulah yang diajarkan dan dilihat para murid sepanjang 3,5 tahun. Yesus bisa berhenti ditengah kotbah dan mengajar kalau melihat orang banyak kelaparan, melihat anak menangis, melihat orang buta berharap ingin melihat. Ia berhenti dan berbuat sesuatu untuk memenuhi harapan mereka yang sakit dan terluka sehingga Ia menyembuhkan semua orang satu persatu. Ia selalu bertanya ” Apa yang engkau Aku mau lakukan bagimu?”

Hati yang tergerak, yang memiliki compassion, adalah hati yang bisa memahami perasaan orang lain sebelum mereka mengatakannya. Yesus mengajarkan dan melatih serta mengutus para muridNya, juga kita semua untuk belajar memiliki kepekaan dan kepedulian yang luar biasa. Ia memperlengkapi murid-muridNya agar bisa dan mampu melakukan apa yang terbaik bagi mereka yang membutuhkan pertolongan, memastikan bahwa setiap domba mendapatkan penggembalaan yang baik. Ia tidak melakukannya sendiri, Ia melatih dan mengutus semua muridNya untuk dapat melakukan apa yang Yesus lakukan.  Read the rest of this entry »