Siapapun Bisa Menjadi Saluran Rahmat Keselamatan Yang Disediakan Allah Bapa

17 12 2012

“Inilah silsilah Yesus Kristus”

Membaca silsilah Yesus didalam Alkitab kita seperti menonton film sejarah perjuangan iman yang panjang sekali. Film yang menayangkan betapa berlikunya janji yang diberikan Tuhan kepada Abraham, atau Nabi Ibrahim (dalam ajaran saudara kita); mulai  dari saat diwahyukan pertama kali kepada Abraham hingga menjadi kenyataan. Abraham yang disebut Bapa segala bangsa, dikenal sebagai orang suci pada 3 agama besar didunia. Abraham harus percaya bahwa janji Tuhan akan menjadi kenyataan, walaupun istrinya mandul. Inilah seputar janji Tuhan di kitab Kejadian 18:18-19

18:18 Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat?
18:19 Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya.”

Diantara keturunan Abraham pun pasti ada beberapa anak dan keturunan. Jadi ada juga yang dilewatkan dan ada juga yang tidak disebut. Berhubung tulisan ini mengikuti tradisi Yahudi, yang menganut faham paternalistik. pasti yang perempuan (maaf) tidak tercatat karena memang perempuan adalah warga negara kelas dua. Padahal yang melahirkan perempuan ya? Maksa deh…  Read the rest of this entry »

Advertisements




Garin: Soegija Bukan Film tentang Agama

15 05 2012

foto

TEMPO.CO, JakartaSoegija, film garapan sutradara Garin Nugroho, bercerita tentang pahlawan nasional yang juga uskup pribumi pertama di Indonesia, Mgr. Albertus Soegijapranata. Pada Perang Pasifik 1940-1949, Soegija berkeliling Semarang untuk datang ke desa-desa dan mendengar keluhan penduduk di sana. Soegija juga memindahkan Keuskupan Semarang ke Yogyakarta sebagai dukungannya atas pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke DIY.

Meski bercerita tentang aktivitas Soegija sebagai uskup, Garin menolak anggapan bahwa film ini berisi tentang dakwah. Dia juga memastikan bahwa Soegija tidak bercerita tentang agama tertentu atau sebagai usaha kristenisasi. “Soegija bukan film dakwah atau tentang agama,” kata Garin dalam diskusi film Soegija, Kamis, 26 April 2012. Read the rest of this entry »





Paus Benediktus XVI: Masa Depan Eropa

14 08 2011

Hari Orang Muda Sedunia 2011, yang akan diselenggarakan di Madrid tgl 16-21 Agustus, adalah moment penting di mana Paus Benedictus akan mengingatkan akar-akar kekristenan Eropa dan mengajak Eropa memahami nilai-nilai demokrasi. Seperti dinyatakan oleh Paus dalam sambutannya di Zagabria, Croatia, pada awal juni lalu, dua hal penting yang perlu ditekankan ialah: menemukan kembali akar-akar kekristenan Eropa dan memperdalam pengertian demokrasi pada masyarakat Eropa abad 21.

Berbicara di hadapan para pemimpin agama, politik, bisnis dan budaya, Paus meringkaskan kembali pandangannya tentang agama dan masyarakat yang sudah ia sampaikan sejak Ia terpilih menjadi Paus tahun 2005.

1.     Agama bukanlah sesuatu yang berada di luar atau terpisah dari masyarakat. Agama adalah bagian inti dari masyarakat. “Agama tidak terpisah dari masyarakat, melainkan adalah elemen natural di dalam masyarakat yang menunjuk dimensi vertikal: yaitu mendengarkan kehendak Tuhan dalam rangka mencari cara terbaik mewujudkan kebaikan umum, keadilan dan kebenaran.
Read the rest of this entry »





Pesan Perdamaian Bapa Suci Paus Benediktus XVI Pada Perayaan Hari Perdamaian Dunia 1 Januari 2011

30 12 2010

KEBEBASAN BERAGAMA, JALAN MENUJU PERDAMAIAN

1. Mengawali tahun yang baru ini, saya menawarkan harapan baru bagi anda dan seluruh umat manusia untuk ketentraman dan kemakmuran, dan terutama sekali bagi perdamaian dunia.  Sungguh menyedihkan, bahwa tahun ini musti diakhiri lagi dengan adanya penindasan, diskriminasi, tindak kekerasan dan semakin menipisnya toleransi antar agama.

Perhatian saya khususnya tertuju pada negeri tercinta Irak, yang terus menerus menjadi ajang kekerasan dan perselisihan demi mencari cara untuk membangun stabilitas serta rekonsiliasi di masa mendatang. Saya pun prihatin akan penderitaan umat Kristiani baru-baru ini, khususnya serangan keji terhadap Siriah-Katolik di Gereja Katedral  Bunda Penolong Abadi di Baghdad pada tanggal 31 Oktober. Dalam serangan ini dua orang imam dan lebih dari lima puluh umat beriman tewas pada saat mereka berkumpul dalam perayaan Misa Kudus. Beberapa hari kemudian serangan lain terjadi. Kali ini di rumah-rumah pribadi. Hal ini berdampak pada penyebaran rasa takut di antara umat Kristiani dan sebagian besar dari mereka berusaha untuk mengungsi demi mencari kehidupan yang lebih baik. Saya meyakinkan mereka melalui pendekatan pribadi dan melalui seluruh  Gereja, pendekatan yang dinyatakan secara konkrit dalam Majelis Khusus Sinode para Uskup untuk TimurTengah baru-baru ini. Sinode ini mendorong komunitas Katolik di Irak dan seluruh Timur Tengah untuk hidup dalam persatuan dan untuk terus berani menjadi saksi iman di tanah itu.

Saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada para Pemerintah yang telah berusaha meringankan penderitaan ini, saudara-saudara kita sesama manusia.  Saya mengajak seluruh umat Katolik untuk berdoa dan mendukung saudara-saudara seiman yang menjadi korban kekerasan dan perselisihan.  Dalam konteks inilah, saya merasa sangat tepat untuk berbagi beberapa refleksi tentang  kebebasan beragama sebagai jalan menuju perdamaian. Sungguh kenyataan yang menyakitkan bila memikirkan bahwa ternyata di beberapa bagian dunia ada kenyataan tidak memungkinkannya seseorang dapat memeluk agama secara bebas dengan alasan risiko kehidupan dan kebebasan pribadi. Sedangkan  di bagian dunia yang lain kita melihat bentuk yang lebih halus dan sempurna atas prasangka dan permusuhan terhadap penganut kepercayaan dan simbol-simbol agama. Saat ini, umat Kristiani adalah kelompok agama yang paling menderita karena penganiayaan iman. Read the rest of this entry »





Reportase Pembukaan SAGKI 2010

1 11 2010

Hujan mengguyur kawasan Bogor sejak siang hari, 1 Nov 2o1o, ratusan peserta (terdaftar 5oo)mulai berdatangan di wisma Kinasih tempat berlangsungnya sidang.
Misa pembukaan dimulai pkl 16.3o dan terlihat meriah dengan pakaian adat yg dipakai oleh para peserta. Ini menunjukkan keberagaman. Dengan keberagaman tersebut, iman Katolik mampu menerobos sekat-sekat perbedaan bahasa, budaya dan karakter. Wajah Yesus dikenal dalam perbedaan-perbedaan cara berpakaian, adat dan perilaku umat. Misa dimeriahkan pula oleh koor siswa-siswi Regina Pacis.

Dalam rangkaian seremoni pembukaan, Bapak menteri agama, Suryadharma Ali mengingatkan agar masyarakat beragama tdk tersesat di jalan yg terang dan sering pula tersesat pula dalam kebebasan. Pemerintah mengharapkan agar gereja katolik terus berkomunikasi dan menjaga tatanan kebangsaan dan kerukunan umat beragama. Beliau juga mengatakan mengenai kebebasan mutlak yg tidak mungkin dimiliki oleh manusia karena hanya Tuhan yg memilikinya. Menurutnya, kebebasan tersebut perlu diatur sehingga tidak menimbulkan tirani minoritas dan dominasi mayoritas. Bapak menteri kembali mengungkapkan data bertumbuhnya tempat ibadat di Indonesia 1974-2oo4: masjid 64 persen, gereja Kristen 131 persen, Greja Katolik 153 persen, Hindu 368 persen dan Budha 475 persen.

Sedangkan nuntius, Mgr Leopoldo Girreli, dalam sambutannya menyampaikan salam hangat dari Paus Benediktus XVI. Nuntius menekankan pemahaman simbolis liturgi dalam gereja kita. Tata letak yg baik dalam melambangkan tahta, altar dan mimbar. Kerap kali ia mengunjungi berbagai keuskupan dan jarang ditemui imam yg berdoa brevir. Tindakan dan amal Gereja Katolik tampak dari 45o klinik kesehatan milik lembaga Katolik, 5265 sekolah dari TK sampai PT. Gereja yg melayani org miskin menampakkan ciri khas Yesus. Ditekankan pula nilai doa dalam Greja yang tidak boleh ditinggalkan. Di Indonesia, doa sebagai warisan spiritualitas Gereja diwakili oleh 8 pertapaan, sebagai tempat sepi utk berdoa seperti tempat yg dituju oleh Yesus Tuhan kita.

Demikian reportase singkat dari Wisma Kinasih.
Saat ini kami sedang mengikuti penjelasan proses sidang. Sidang dominan dengan metode narasi: sharing dalam kelompok dengan berkisah dan presentasi.

Handi pr





Beragama Dan Beriman

25 10 2010

“Ia adalah keturunan Abraham”

Beragama dan beriman adalah berbeda satu sama lain: orang beragama belum tentu beriman, sebaliknya orang beriman belum tentu beragama. Alangkah indahnya jika beragama sekaligus beriman! Cukup menarik dan memprihatinkan apa yang terjadi akhir-akhir ini perihal kekerasan agama yang dilakukan oleh oknum atau kelompok tertentu, antara lain peristiwa penusukan dan pemukulan pendeta serta penatua HKBP di Bekasi bulan lalu. Atas nama agama menyakiti orang lain itulah yang terjadi, entah itu disadari sepenuhnya oleh pelaku atau tidak atau pelaku hanya sekedar `wayang’ yang dimainkan oleh dalang tertentu.

Sabda Yesus hari ini mengritik orang-orang munafik, dimana orang berpegang teguh pada peraturan tanpa dijiwai oleh iman dan cintakasih. Kita semua mungkin mengakui diri sebagai umat beriman, namun apakah menghayati iman dengan benar kiranya merupakan pertanyaan. Beriman berarti mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, sehingga hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan yang utama adalah perintah untuk saling mengasihi satu sama lain.

Cintakasih mendasari aneka peraturan dan kebijakan atau tata tertib, sekaligus menjadi sasaran pelaksanaan peraturan, kebijakan atau tata tertib. Dengan kata lain cintakasih mengatasi dan mendasari aneka peraturan, kebijakan dan tata tertib. Maka ketika peraturan, kebijakan atau tata tertib, entah secara tertulis maupun pelaksanaannya, tanpa cintakasih, hendaknya tanpa takut dan gentar melawan atau melanggar peraturan, kebijakan atau tata tertib tersebut. Read the rest of this entry »





Umat Mimpi Hidup Rukun (Mgr Pujasumarta)

29 07 2010

Temu Komisi HAK dan Rektor Seminari Se-Regio Jawa Plus

Rabu – Jumat, 28-30 Juli 2010, di Hening Griya, Purwokerto

(Silakan click: http://pujasumarta.multiply.com/journal/item/231/UMAT_MIMPI_HIDUP_RUKUN)

Rabu, 28 Juli 2010, di Hening Griya, Baturraden, Purwokerto dimulai Temu Komisi HAK (Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan) dan Rektor Seminari Se-Regio Jawa Plus. Tokoh Bagong, atau yang dikenal oleh masyarakat Banyumas sebagai Bawor, ditampilkan sebagai tokoh yang jujur, cablaka, dalam berdialog.

Pertemuan tersebut dibuka dengan perayaan Ekaristi pada jam 16.00 yang dipimpin oleh Mgr. Julianus Sunarko, Uskup Keuskupan Purwokerto. Pertemuan ini difasilitasi oleh Komisi HAK KWI. Rama Benny Susetyo, Pr, Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI hadir pada pertemuan tersebut. Peserta seluruhnya berjumlah  28, para rektor dan formatores Seminari Tinggi, dosen Fakultas Filsafat dan Teologi, serta beberapa ketua Komisi HAK Keuskupan-keuskupan.

Setelah perayaan Ekaristi pembuka, dimulai pertemuaan awal yang diisi dengan perkenalan dan berbagai pengalaman dialog antar para peserta. Waktu selanjutnya sampai jam 19.30 diserahkan kepada kedua Uskup yang hadir untuk menyampaikan mimpi mereka mengenai keterlibatan para imam dalam dialog lintas agama.

Saya sampaikan mimpi saya, agar Gereja menjadi Gereja yang mampu berdialog dengan realitas Indonesia. Dalam masyarakat majemuk Indonesia dialog adalah keniscayaan. Untuk itu diharapkan para imam menjadi insan dialog. Maka perlulah selama formatio para calon imam melatih diri semakin mampu berkomunikasi dengan yang lain, termasuk dengan umat beragama lain, dalam berbagai budaya, dan dengan kaum lemah, miskin.

Mgr. J. Sunarko berkisah tentang kerasulan HAK Keuskupan Purwokerto yang berkiprah mengembangkan dialog melalui Forum Persaudaraan Antar Umat Beriman Purwokerto. Dengan kemampuannya mencari dan menemukan sumber air Mgr. Sunarko mengaku bisa “blusukan” ke mana-mana bertemu dan berdialog dengan siapa pun. Read the rest of this entry »