Sulitnya Mengucap Syukur dan Berterima Kasih

14 11 2012

“Kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring”

Ada 3 kata yang diajarkan para ibu bagi anak-anaknya sejak kecil, tetapi ternyata paling sulit diucapkan bila seseorang sudah memiliki kedudukan dan posisi yang semakin tinggi : Tolong, Terima kasih dan Maaf. Kalau ada maunya mereka lebih mudah tinggal beri perintah, tentu saja karena memiliki kekuasaan sudah pasti dilaksanakan. Tidak perlu menggunakan kata Tolong, apalagi ber-terimakasih dan minta maaf bila berbuat salah. The king can do no wrong – mana ada raja yang berbuat salah. Itu pemeo yang umum terjadi, karena dengan kekuasaan maka seolah-olah bisa menafikan segalanya.

Tetapi juga tanpa disadari, kita sendiri ketika ada suatu keperluan seperti mencari sumbangan, pinjaman dsb akan berusaha kesana kemari dan dengan tidak lupa menggunakan kata ‘tolong’. Tetapi begitu sumbangan atau pinjaman diterima langsung diam seribu bahasa terhadap yang memberi sumbangan atau pinjaman. Read the rest of this entry »

Advertisements




Sumber Kasih atau Sumber Sakit

13 09 2012
“Kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu”
Sampai sekarang masih dilakukan penelitian penyebab penyakit kanker, mengapa sel yang tadinya tumbuh normal bisa menjadi tidak norma; tumbuh lebih banyak dan tumbuh lebih ganas bahkan menyerang sel-sel sehat lainnya. Ada yang bilang dari zat pengawet dan pewarna yang masuk ke dalam tubuh termasuk zat lain yang akhirnya disebut zat carsinogenik. Tapi ada juga yang menarik bahwa hal psikis juga bisa menjadi pencetus kanker. Disisi lain orang-orang yang memiliki usia panjang dan hidup sangat sehat, ternyata tidak punya musuh dalam hidupnya. Penuh kedamaian dan suka cita, selalu banyak teman dan suka menolong. Mungkin memang ada hubungannyakah?

Sel-sel yang menjadi aktif dan ganas itu seperti sel yang ‘marah’ akibat dari pikiran-pikiran yang ditimbulkan. Misalnya seseorang memiliki kemarahan yang luar biasa kepada orang tuanya atau anaknya, ia bisa memendamnya bertahun-tahun. Kemana-mana ia ceritakan kemarahannya. Selain disimpan dalam hati juga di siarkan ke banyak orang. Kemarahan akibat tidak bertemu sang sumber kemarahan malah menjadikannya  menderita luka batin yang dalam. Begitu dalamnya kemarahan itu sehingga mempengaruhi metabolisme pertumbuhan sel-sel tubuh tertentu. Itu sih kata seorang ahli kanker, sayang saya gak simpan  tulisannya. Read the rest of this entry »





Persiapan Akhir

16 04 2011

Dalam kuliah Krisis konseling dan melayani usia emas/lansia,menghadapi sakit terminal, kami diberi tugas menulis iklan duka diri sendiri, apa saja yang mau diungkapkan dalam iklan duka  diri sendiri supaya orang tahu yang biasa mengutip ayat dari Mazmur, wahyu, Yohanes, dsb.Mengingat hal tersebut, dalam dua kali jumat ini, dua rekan hamba Tuhan telah mendahului, satu lebih muda dan yang satu lebih satu tahun usianya dari saya. Yang satumeninggal sesudah menjalani perawatan penyakit kanker selama beberapa tahun, yang satunya meninggal mendadak tanpa menderita lama.

Seperti Paulus mengatakan hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan, artinya selalu siap kapan saja ajal menjemputnya. Karena sudah siap untuk mati maka hidup lebih bertanggungjawab. Paulus juga mengungkapkan ,”hidup untuk Tuhan dan matipun untuk Tuhan, jadi baik mati maupun hidup, kita adalah MILIK TUHAN, wow… luar biasa, bukan?

Dalam relasi dengan sesama yang tidak lepas dari kesalahan diperbuat, saya membayangkan alangkah indahnya  saat mengakhiri hidup nanti, sudah memberi maaf dan dimaafkan. Tapi apakah tunggu mau mati sedangkan kita tidak tahu kapan saat itu tiba. Maka Alkitab juga menasehati, “bila kamu marah, segera bereskan  sebelum matahari terbenam, kalau kamu marah jangan sampai matahari terbenam, segera padamkan. Jangan beri kesempatan kepada iblis.” Ada teman yang marah sampai meninggal, marah tidak terkendali dan kena serangan jantung.
Doa Tuhan Yesus di Salib menolong kita meminta maaf dan memaafkan sesama, Bapa ampunilah mereka………

Saya sering berdoa, Tuhan lepaskanlah hamba dari apa yang tidak kusadari/dari dosa yang tersembunyi. Siapa tahu saya berbuat sesuatu yangbagi saya okey. tapiitu menyakiti hati mereka atau menyinggung perasaan sesama

Met Minggu suci dan Paskah

yohch





HR St Yusuf

19 03 2011

Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Hari ini kita merayakan Santo Yusuf, suami dari SP Maria. Yosef, panggilan yang lebih akrab bagi saya, adalah sosok yang tidak banyak dikenang. Ia dikenang sebagai tukang kayu yang menjadi ‘ayah asuh’ atau ‘ayah piara’ dari Yesus.
Belakangan, setelah berabad-abad kemudian, barulah ia mendapat penghormatan sebagai pelindung gereja universal. Baru pada tahun 1955 yang lalu Yosef diakui secara resmi sebagai pelindung para pekerja, yang diperingati setiap tanggal 1 Mei. Tidak diketahui secara pasti kapan ia meninggal.
Yang diyakini banyak orang bahwa ia tidak sempat menyaksikan Yesus tampil di depan umum untuk melaksanakan karya-Nya. Ia tidak pernah disebut-sebut selama tiga tahun karya Yesus di dunia ini.

Bagi saya, Yosef adalah panutan. Seyogyanya ia menjadi panutan para suami. Ketika ia mengetahui tunangannya hamil, tentu saja ia marah, sedih, dan merasa dikhianati oleh tunangannya. Karena kerendah-hatiannya, ia tidak mau mempermalukan Maria di depan umum.
Ia memutuskan untuk meninggalkan Maria secara diam-diam. Tetapi saya yakin, saat itu Yosef tentu diselimuti kebimbangan. Di satu sisi, ia begitu mencintai Maria, tetapi di sisi lain, ia merasa Maria telah mengkhianatinya. Setelah mendapatkan penjelasan dari malaikat melalui mimpinya, Yosef memutuskan untuk tetap mendampingi Maria, menikahinya. Read the rest of this entry »





Muna Besar Mulai Dari Muna Kecil

10 09 2010

“Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu”

Sebagai  pengajar dan pewarta, ada satu topik yang untuk saya paling sulit untuk dibawakan yaitu tema sekitar ‘integritas’. Bukan karena banyak ayat yang harus di hafal, bukan juga karena outline yang berat. Tapi justru apa yang diajarkan memang harus benar-benar dilakukan. Walaupun tema lain juga memang harus diwartakan dengan spirit yang sama “do what you preach’, tapi tema ini begitu menohok saya  sebagai pewarta dan pengajar. Bener sekali yang dikatakan dalam  Ibrani 4:12; Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; menjadi pelaku Firman memang tidak mudah, apalagi kalau kita melayani menjadi pengajar dan pewarta. Duuuh….

Hal yang paling simpel sering terjadi justru bila kita berada disekitar orang-orang yang kita cintai, orang-orang yang ada disekitar kita setiap harinya. Pasangan hidup kita, anak-anak, rekan kerja, boss dan bahkan OB. Mereka lihat keseharian kita, mungkin juga mereka dengar dari orang lain apa yang kita katakan, dan mereka tahu persis apa yang kita lakukan dan katakan setiap harinya. Mereka lah yang paling tahu seberapa ‘muna’ kita.  Mana ada sih orang mengaku ‘munafik’?

Memang enak sekali menegur kiri kanan, tapi kadang kita lupa bahwa ada kaca seribu sudut disekitar kita yang seharusnya membuat kita memeriksa diri sendiri dulu sebelum menegur orang lain. Termasuk setiap kali menulis renungan seperti ini saya harus sungguh-sungguh siap untuk serangan balik. Maklum, suami dan anak-anak juga akan membacanya di blog saya suatu saat. Saya yakin sekali, karena si bungsu pernah protes namanya disebut di salah satu renungan saya. Melanggar HAM katanya… weleh…wokeeeh d, lain kali saya harus minta ijin dulu sebelum menyebutkan namanya dalam tulisan saya. Read the rest of this entry »





70 x 7 x Mengampuni

12 08 2010

“Sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku ?”

Kata orang keledai adalah binatang bodoh, saya sendiri tidak yakin dimana dasar ilmiah yang mendukungnya. Apakah sudah ada test IQ atau karena ia hanya ‘lulut’ tanpa pernah punya inisiatif dikatakan ‘bodoh’? Idiom ini sering dipakai dalam peribahasa “keledai tidak akan jatuh dilubang yang sama dua kali”. Artinya saking bodohnya, keledai bisa terperosok tidak melihat lubang didepannya. Tapi sebodoh-bodohnya ia tidak akan jatuh lagi bila melewati jalan tersebut. Ia akan lebih berhati-hati. Jadi sebenarnya tidak bodoh kan?

Herannya kita sering mengatakannya bila melihat orang lain berbuat kesalahan yang sama, berdosa yang sama dan berulang kali. Tapi lupa, bahwa kita sendiri juga melakukan kesalahan yang sama… berulang kali juga. Jadi apakah kita lebih bodoh dari keledai? Tidak juga karena manusia adalah ciptaan yang paling tinggi dan sempurna diantara ciptaan Tuhan yang lainnya. Tetapi yang membuatnya terlihat ‘bodoh’ dihadapan Tuhan adalah karena kekerasan hati kita sendiri.  Justru kita sudah tahu perbuatan itu salah, berdosa, tapi setelah dilakukan… jadi ketagihan. Mana ada sih dosa yang tidak enak? Menyontek itu enak, makanya doyan. Gak usah kerja keras dapat nilai lumayan. Korupsi sama juga, makanya bisa berkali-kali sebelum ketahuan.

Maka kalau sampai kita marah kepada orang lain yang bersalah kepada kita berkali-kali, wajar kalau kita juga akan bertanya seperti Petrus : Berapa kali aku harus mengampuni? Aturan agama orang Yahudi boleh mengampuni sampai maksimal 3 kali. Jadi kalau sampai 7 kali maka Petrus sudah lebih longgar lagi bahkan lebih baik melakukannya dari aturan agamanya. Tapi ternyata Jesus menuntut lebih banyak lagi. Ampunilah terus menerus sampai saudara kita itu berhenti melakukannya. Halaaah.. berat bener ya? Read the rest of this entry »





Tolong, Terima kasih, Maaf

25 06 2010

“Aku mau jadilah engkau tahir.”

Ada 3 kata yang paling sulit diucapkan bila seseorang memiliki kedudukan dan posisi yang semakin tinggi : Tolong, Terima kasih dan Maaf.Kalau ada maunya mereka lebih mudah tinggal beri perintah, tentu saja karena memiliki kekuasaan sudah pasti dilaksanakan. Tidak perlu menggunakan kata Tolong, apalagi ber-terimakasih dan minta maaf bila berbuat salah. The king can do no wrong – mana ada raja yang berbuat salah. Itu pemeo yang umum terjadi, karena dengan kekuasaan maka seolah-olah bisa menafikan segalanya.

Tetapi juga tanpa disadari, kita sendiri ketika ada suatu keperluan seperti mencari sumbangan, pinjaman dsb akan berusaha kesana kemari dan dengan tidak lupa menggunakan kata ‘tolong’. Tetapi begitu sumbangan atau pinjaman diterima langsung diam seribu bahasa terhadap yang memberi sumbangan atau pinjaman. Sikap mental semacam ini masih menjiwai banyak orang. Kalau saja kepada  para penyumbang atau pemberi pinjaman disampaikan ucapan `terima kasih’ atas sumbangan atau pinjaman yang diberikan, mereka pasti akan gembira dan puas. Apalagi kalau diberi tahu hasil dari pinjaman dan pertolongan mereka dikemudian hari. Itulah sikap orang yang tahu berterima kasih – menghargai orang lain yang membantunya. Read the rest of this entry »