Doa Mohon 7 Karunia Roh Kudus – Novena Roh Kudus (PS 93)

10 05 2013

Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi dan semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini, semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hambaMu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kaukuatkan dengan memegang tanganMu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah , ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaanMu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepadaMu. Ajarkalh kami menjadi orang yang tahu berterima kasih atas segala kebaikanMu dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang dies disekitar kami.

Datanglah, ya Roh Takut akan Allah, ajarkanlah kami untuk takut dan tunduk kepadaMu, dimanapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal0hal yang berkenan kepadaMu.

Advertisements




Mana Ada Perbuatan Dosa Yang Tidak Enak?

10 04 2013

“Manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang,”

Rasanya tidak ada bayi yang tidak lucu. Semua bayi tampak lucu dan menggemaskan. Matanya yang polos menatap setiap orang dengan tulus, tanpa curiga. Tangannya yang gemuk menggapai orang yang ada didekatnya. Semuanya tampak menyenangkan. Tetapi lama kelamaan anak mulai belajar dan mengamati disekitarnya. Mereka tanpa diajarkan berani mulai berbohong dan sedikit menikmati bermalas-malasan. Tidak banyak anak yang dengan kemauannya sendiri belajar bertanggungjawab.

Mereka dengan muka polosnya bisa berkata pada ibunya ” Gak kok aku gak makan coklat lagi…” padahal bibirnya belepotan coklat. Sedikit-sedikit mulai berbohong dan mencari alibi kalau tidak bisa menyalahkan orang lain. Begitulah … memang kalau diperhatikan berbuat bohong sedikit itu hanya awalnya saja deg-degan. Selanjutnya berbohong jadi kebiasaan dan tidak merasa bersalah lagi. Read the rest of this entry »





Mengalami (bukan mengerti) Allah Cinta

3 06 2012

Hari Raya Tritunggal MahaKudus

” Ul 4:32-34.39-40; Rm 8:14-17; Mat 28:16-20

‘Homesick’–adakah yang bisa menjelaskan, atau menerjemahkan? Rindu rumah, kesepian, ingin disayangi, ingin pulang, merana, gelisah, letih, ‘burn-out’, frustrasi, bingung, sentimentil, merasa gagal, merasa kalah, ingin menyerah saja, melankolis, hingga sakit perut–semua bisa dipakai untuk menjelaskan pengalaman itu. Dengan begitu banyaknya penjelasan, kita jadi curiga apakah orang benar-benar memahami apa fenomena ‘homesick’ itu, atau jangan-jangan mereka hanya mengada-ada saja. Rujukan ke buku, atau ilmu tertentu, akan selalu bias, karena ‘yang mengalami’ tetap orang itu sendiri. Dia sendiri paling bisa menjelaskan, tapi entah mengapa, pengalaman itu selalu ‘lebih’ dari penjelasannya. Saat merasa mengerti dan mencoba menjelaskannya, tiba-tiba kita berhenti, dan bergumam, “Ah, tidak juga.” Alam pikir kita mungkin sudah terlalu subjektif, terlalu ilmiah dan tergantung pada intelek kita sendiri setiap waktu. Intelek adalah kekuasaan, bagi sementara orang.

Maka, ‘mengerti’ adalah sebuah kemenangan dan prestasi. Dalam bahasa Inggris, ini terdengar lebih dominan lagi. ‘To understand’, apakah berarti ‘to put something under my stand’ (meletakkan sesuatu ‘di bawah’ posisiku)? Mengerti, berarti menguasai? Kalau begitu, betapa tertekan hidup kita itu, karena tak terhingga banyaknya peristiwa yang tidak kita mengerti, tidak bisa kita kuasai! Pengalaman kita terlalu besar dan melanda otak kita yang hanya seperti sampah di arus sungai. Berhadapan dengan pengalaman tertentu, kita tiba-tiba kelu, tak berdaya, tapi juga bersyukur. Read the rest of this entry »





Novena Pentakosta: Hari IX

26 05 2012

Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus

Para rasul, para murid bersama Bunda Maria , duduk di ruang atas menjalani Novena pertama dalam Gereja. Dan akhir dari doa-doa dan pujian mereka adalah datang dan turun berkunjungnya Roh Kudus, Roh yang dicurahkan ke atas mereka.

Besok pagi kita merayakan Pesta agung Pentakosta, turunnya Roh Kudus yang menandai lahirnya Gereja. Apa dam siapa Roh Kudus itu? Sukar sekali diungkapkan. Penulis Kisah Para Rasul menggunakan simbol-simbol untuk menggambarkan Roh Kudus. Ada tiga simbol: angin, nyala api dan kemampuan lidah berbicara. Ketiga simbol itu ingin mengatakan kepada kita siapa Allah Roh Kudus itu.

Read the rest of this entry »





Novena Pentakosta: Hari VIII

25 05 2012

Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.

Kita mengenal  bermacam-macam karunia, tetapi hanya ada satu Roh. Tercatat dalam surat Santo Paulus ada sembilan karunia Roh yang dikaruniakan kepada kita, tetapi semuanya untuk membangun hidup jemaat demi kesejahteraan rohani dan jasmani umat. Tuhan berkenan memberikan karunia itu kepada kita masing-masing dan berbeda-beda. Dan kita perlu untuk percaya dan membiarkan diri kita dipimpin serta dikuasai oleh Roh Kudus. Bila kita pernah mengatakan ‘sanggup’ dan memang telah ‘melayani’, maka baik kesanggupan yang kita ucapkan dan laksanakan serta pelayanan-pelayanan yang kita lakukan, itu semua haruslah kita sadari bahwa itu adalah ‘karunia’, yang dianugerahkan kepada kita secara cuma-cuma oleh Tuhan dan seturut kehendakNya.

Setiap dari kita – entah berapapun yang Tuhan berikan kepada kita – kita perlu mengembangkan karunia itu sebaik mungkin dan setinggi mungkin, didalam paroki dimana kita berada, khususnya dalam Lingkungan atau Wilayah kita masing-masing, atau di lingkungan tempat kerja kita, sebagaimana dalam umat basis. Kita perlu mengenali apa karunia khusus yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Bakat dan talenta apa yang Tuhan berikan kepada kita. Dengan karunia khusus dan dengan talenta atau bakat yang Tuhan karuniakan itulah kita perlu ikut serta ambil bagian aktif dalam karya-karya pelayanan. dalam hidup penuh peduli di komunitas kita masing-masing. Read the rest of this entry »





Novena Pentakosta : Hari VI

23 05 2012

supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu

Bacaan Surat Paulus di bawah ini mengajak kita mengenakan ‘manusia baru’ kita. Tetapi sayangnya sering permandian kita, kita pandang sebagai suatu mantera saja atau suatu KTP yang asal jadi, maka kita menganggap bahwa diri kita sudah dapat diterima dalam Kerajaan Allah. Maka banyak anak dipermandikan dan orang tua merasa sudah cukup bagi anak-anak itu untuk menjadi orang-orang kristiani. Orang-orang dalam sakratul maut juga minta dipermandikan dan anak-anak merasa bahwa itu cukup untuk papi atau mami yang tua itu, supaya orangtua mereka diterima oleh Tuhan.

Diterima atau tidak oleh Tuhan, itulah pasti keputusan Allah pada saat orang-orang menghadap kepadaNya. Tetapi anak-anak yang dipermandikan dan tidak dididik secara kristiani, pasti mereka tidak dapat disebut demikian, karena yang menentukan menjadi kristiani adalah sikap atau perilaku sebagai orang yang rela mengikuti cara kehidupan Yesus. Jadi dari orangtuanyalah anak-anak kita mengenal Yesus, mengenal hidup benar secara kristiani. Read the rest of this entry »





Novena Pentakosta : Hari V

22 05 2012

tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan

Satu hal yang menjadi karakteristik seorang pengikut Kristus ialah berpengharapan. Dalam situasi terburuk sekalipun (menghadapi krisis ekonomi, krisis keluarga) dimana masa depan seakan tidak memberikan jawaban yang jelas bagaikan sesuatu yang tidak terlihat dan terbayangkan, namun tetap ada pengharapan akan Yesus yang akan memberikan keselamatan dan memberikan jalan keluar. Maka hidup bukan menjadi sekedar suatu penantian akan kesia-siaan, namun suatu harapan akan kemerdekaan dan pembaharuan yang berlangsung terus-menerus.

Kelemahan manusia ialah mudah jatuh dalam keputus-asaan karena kadang tidak mempunyai kesabaran untuk bertahan dalam pengharapan, bisa jadi karena cobaan yang dirasakan begitu berat, atau karena manusia memang tidak mampu melihat apa yang akan terjadi pada esok hari dan tidak mengetahui apa yang seharusnya dilakukan saat ini. Doa seharusnya menjadi tiang kekuatan iman, kadant g terlewatkan dan terlupakan. Read the rest of this entry »