Modal Boleh Sama, Prioritas Bisa Berbeda

2 07 2012
“Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya.”
Menjadi pengikut Kristus, atau tepatnya menjadi murid Kristus itu rupanya harus well tested dan proven. Harus tahan banting dan tahan uji. Ini penting karena tantangannya memang berat. pertama tantangan untuk memimpin diri sendiri, menjadi teladan atau Role Model dulu baru kemudian bisa memimpin dan mengarahkan orang lain menjadi serupa dengan Kristus. Belum lagi menghadapi tantangan dan serangan dari luar yang menggoda dan menjanjikan kenikmatan.
Motivasi menjadi murid Kristus akan terasah oleh waktu dan oleh berbagai situasi. Bisa jadi awalnya tegoda dengan nikmatnya menjadi pengikut Kristus. Mungkin ketenaran dan dikenal banyak orang karena menjadi buah bibir dimana-mana, begitu didambakan oleh sekelompok orang. Mereka lihat pengikut Yesus begitu banyak, mereka bisa memberikan apa saja yang diminta Yesus. Ini mungkin yang dicari sang Ahli Taurat. Ia melihat begitu nikmatnya dicari dan diikuti banyak orang. Tetapi Yesus mengetahui kedalaman hatinya, sang Ahli Taurat ini hanya ingin enaknya saja. ia memilih hanya keluar saat dicari orang, ingin popular dan dikenal banyak orang.Hanya ingin menikmati enaknya dipuji dan dicari banyak orang. Read the rest of this entry »
Advertisements




Iri Hati: Masakan Dipelihara ?

5 09 2011

“Iri hati” dapat membutakan mata dan hati seseorang sehingga tidak mampu melihat segunung kebaikan pada orang lain. Sebaliknya, setitik kekeliruan dan  kesalahan dianggapnya sebagai alasan untuk menyerang orang lain.

Inilah yang dialami oleh Yesus ketika demi kesembuhan sesama ia berani melanggar apa yang ditentukan dalam hukum untuk ditaati. Hukum demi keteraturan hidup manusia, tapi keselamatan manusia harus tetap diutamakan. Karena itu, sementara orang Farisi menunggu saatnya Yesus berbuat salah dan menyalahkan-Nya di satu pihak, tetapi di lain pihak, Yesus tak pernah berhenti berbuat baik. Orang Farisi menaruh perhatian pada ketaatan akan hukum manusia, tapi Yesus menempatkan manusia yang sakit dan menderita sebagai prioritas pelayanan lebih daripada taat pada aturan. Bagi Yesus, manusia lebih penting daripada hukum dan aturan, walaupun semuanya itu tetap berguna bagi manusia demi keteraturan hidup. Read the rest of this entry »





Lakukan Apa Yang Kita Ajarkan

22 08 2011

“Celakalah kamu hai ahli Taurat dan orang Farisi”

Biasanya saya sudah merencanakan hari Sabtu dan Minggu untuk diisi dengan kegiatan bersama keluarga.  Tetapi ternyata sabtu ini anak-anak sudah punya acara sendiri, dan  saya diminta menjadi ketua kelompok pada Seminar Hidup Dalam Roh yang diselenggarakan PDKK. Awalnya cuma hari jum’at malam, tapi karena kekurangan ketua kelompok akhirnya keterusan sampai sepanjang sabtu dan minggu siang. Eh masih ditambah lagi, saat sakramen pengampunan dosa, saya diminta membantu sebagai konselor bagi beberapa peserta yang masih menjadi katekumen sehingga tidak dapat mengikuti sakramen pengakuan dosa.

Sedih mendengarkan kisah masing-masing orang yang begitu dilukai oleh tindakan dan perkataan orang-orang disekitranya, khususnya anggota keluarganya sendiri. Begitu tajamnya perkataan tersebut hingga melukai perasaan mereka, bahkan ada yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Saya seperti diingatkan Tuhan pada saat konseling tersebut untuk melihat kembali perkataan dan perilaku saya pada anggota keluarga dirumah. It’s not easy to teach and to show what you preach.

Betul sebagai pewarta Kabar Baik, kita harus siap membagikan pengalaman kita akan cinta Tuhan kepada siapapun yang Tuhan kirim kepada kita Read the rest of this entry »





Sehat Tapi Sakit, Sakit Tapi Sehat

5 04 2011

“Jangan berbuat dosa lagi supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”

Rasanya masih percaya tidak percaya, seperti mimpi, mendapati diri tidak berdaya seperti ini. Tidak pernah terbayangkan hari-hari yang biasanya padat dengan berbagai kegiatan dari pagi hingga larut malam, tiba-tiba berbalik arah tanpa kegiatan berarti karena keterbatasan fisik. Sehari yang biasanya dilewati dengan begitu cepat tiba-tiba jam bergerak sangat lamban. Sampai bosan menunggu jam demi jam, mencoba mempercepat mobilitas… tapi gak mampu. Duh!

Kemarin dapat telpon dari kantor menanyakan apakah bisa ikut meeting dan persiapan workshop dsb. Minggu lalu saat masih tergolek di RS  saya sudah dikirimi jadual meeting dari hari senin sampai rabu. Saat itu, dengan yakin saya katakan bahwa saya akan hadir. Walaaah… gak menyangka badan ternyata belum bisa diajak kompromi. Tubuh rupanya perlu waktu untuk adjustment paska operasi, bergerakpun gampang-gampang sulit. Ngiri rasanya lihat pada seliweran jalan, duduk, teriak-teriak sementara untuk bersin dan batuk saja merupakan perjuangan berat buat saya.

Kalau sudah ‘soro’ sendirian begini, betapa berartinya sapaan teman via sms, email, BB. Rasanya bahagia ditemani banyak kawan yang memiliki perhatian dan menyapa serta mendoakan untuk pemulihan. Alangkah nikmatnya sehat itu, alangkah senangnya bisa berjalan, melangkah, duduk berdiri tanpa mikir posisinya harus miring dikit, dan tidak butuh 2 menit untuk bangun dan melangkah. Yes, we just take it for granted… sampai akhirnya kita disadarkan bahwa kita tidak ‘sehat’, yesss..something is wrong. Read the rest of this entry »





Speechless

8 02 2011

Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.

Beberapa hari ini badan saya kurang sehat, mungkin juga karena cuaca sedang buruk dan kondisi badan sedang turun. Sehingga libur Sin Cia dan weekend dihabiskan di rumah tepatnya diatas tempat tidur. Saat seperti inilah saat dimana saya mengistirahatkan tubuh dari berbagai kesibukan dan kegiatan dengan tetap bersyukur. Kita perlu mendengar dan merasakan ‘sinyal-sinyal’ alam yang diberikan Sang Pencipta dengan tidak memaksakan diri. Saat saya menarik diri dari kesibukan seperti ini, melihat apa yang terjadi diluar sana lewat twitter dan televisi. Maaf kalau beberapa hari ini renungan tidak saya kirimkan ke milis, saya sedang menikmati saat-saat kontemplatif seperti ini. Melihat segala yang terjadi di belahan dunia sana, membayangkan diri saya  sebagai orang asing berada diantara kerusuhan di Mesir. Melihat apa yang terjadi di negeri sendiri, membayangkan juga kalau saya ada diantara orang-orang  yang sedang membantai sesamanya. Melihat betapa absurdnya dunia anak-anak dan remaja yang terlibat dalam sex bebas karena ortunya cuek dan begitu naif memberikan HP, games dan tidak pernah mengecek apa yang mereka dapat dari Mr Google… tahu-tahu anaknya jadi PSK bahkan mucikari ! Melihat seorang politisi  atletis meninggal diusia muda. Well, our time is running up. Apa yang akan saya lakukan? Merenungkan segalanya dan bertanya dalam hati, apakah yang sedang terjadi di dunia ini? Bukan kebetulan kita hidup di jaman ini, diantara segala kekisruhan dunia sekitar kita, lalu kira-kira apa yang Tuhan inginkan aku perbuat?

Kita bisa menggunakan kacamata berbeda-beda menyikapi segala keadaan disekitar kita. Yang pakai kacamata hitam pasti akan berkata “wah, semua gelap disekitar kita” Sementara yang menggunakan kacamata kuning akan berkata bahwa semuanya kuning. Masing-masing bertahan dengan pendapatnya seraya membenarkan tindakan dan kebijakan yang diambil tanpa membuka kacamatanya. Sampai kapanpun tidak akan tercapai kesepakatan. Read the rest of this entry »





Jangan Iri Seperti Farisi

24 01 2011

Apabila seorang menghujat Roh Kudus ia tidak mendapat ampun selamanya”

Pengusiran roh2 jahat sangat membingungkan para imam dan orang2 Farisi.Mereka tahu bahwa dari dulupun ada banyak nabi palsu yang dapat menyembuhkan penyakit atau meramal peruntungan orang lain dengan menggunakan kuasa gelap. Tetapi mengusir begitu banyak roh2 jahat hanya dengan memerintahkannya saja, belum pernah mereka lihat. Mereka adalah pemimpin agama saat itu.Dengan begitu,mereka yakin kalau Tuhan mau berkarya, pasti akan melalui mereka. Mereka ‘tidak kenal’ dengan Yesus dan ajaran2Nya banyak yang tidak sejalan dengan apa yg mereka yakini. Tetapi kenyataannya Ia menunjukkan kuasaNya untuk memerintah roh2 jahat. Karena itulah mereka katakan,Kristus menggunakan kuasa dari pemimpin iblis yg mereka sebut Beelzebul.

Ada banyak hal yang seharusnya kita lakukan sebagai murid Kristus. Tetap berpegang pada kejujuran ditengah dunia yang penuh kemunafikan dan dusta. Kita dapat menolong mereka yg sedang kesusahan,dengan rela mengorbankan diri dan  saling mengampuni sehingga menjauhkan diri dari segala pertengkaran dan kebencian dlsb. Tetapi dengan segala kelemahan, kemalasan atau alasan lain,kita tidak melakukannya.Kalau kemudian apa yang tidak kita lakukan, ternyata dilakukan oleh kelompok2/orang2 lain,apa yang kita pikirkan? Melihat itu sebagai sapaan Allah kepada kita, atau malahan men jelek;jelekkan orang yang melakukannya? Read the rest of this entry »





Kesempatan dalam Kesempitan

19 01 2011

“Berbuat baik atau berbuat jahat”

Rasanya hidup ini berpacu dengan waktu, antara yang ingin kita kerjakan dengan yang ‘bisa’ kita lakukan kendala terbesar adalah waktu, tempat dan dana. Keterbatasan dana membuat gerak kita terbatas, pilihanpun tidak banyak. Maunya sih kirim sekolah anak-anak yang terbaik, tapi akhirnya terbaik menurut ukuran kemampuan tabungan kita. Atau kalau mau memaksa sedikit ya minjem lah dari KTA (Kredit Tanpa Agunan) daripada kehilangan kesempatan masuk ke sekolah ternama. Keterbatasan dalam waktu pun membuat kita sering frustasi, apalagi hidup di Jakarta dengan segala hal unpredictable di jalanan. Perkiraan 30 menit bakal sampai ditempat client, eh… ada demo di istana. Merah juga muka datang terlambat di rapat Direksi. Hilang lah kesempatan menunjukkan profesionalisme kita.  Kesempitan yang ketiga adalah tempat atau bisa juga wewenang, scope/area of work and authority. Seorang karyawan tentu tidak bisa membuat keputusan berdampak besar pada perusahaan kalau ia tidak memiliki kesempatan untuk menjual idenya ke BOD. Maka kesempatan menjadi seorang pemimpin haruslah berdampak lebih besar bila dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memberi dampak positif.

Kesempatan yang diberikan Tuhan muncul dalam keterbatasan waktu, tempat dan dana. Itulah yang kita kenal sebagai penyelenggaraan Ilahi, ada campur tangan Allah dalam keseharian kita. Tantangan kita adalah melihatnya dengan kacamata iman, bagaimana memanfaatkan kesempatan yang ‘sempit’ tadi untuk membuat hal-hal yang maksimal. Mujizat lima roti dan dua ikan adalah contoh bagaimana dalam kesempitan yang begitu sesak mengigit, para murid harus memberi makan ribuan orang. Tapi dalam hal sempit ini bila digunakan untuk memuliakan Tuhan, Ia mampu menggandakannya berlipat kali. So its a matter of choice, adalah pilihan kita dalam menghadapi segala keterbatasan ini, apakah kita mau mendahulukannya bagi kemuliaan Kerajaan Surga, demi kebaikan atau demi kejahatan. Read the rest of this entry »