Memahami Tanda Tanda Zaman (Signa Temporum) Membuat Kita Melihat Segalanya Dengan Kacamata Iman

2 02 2013
PIJAR VATIKAN II DI TAHUN IMAN (14)
 
Ketika masih mengajar di Jurusan Kateketik, FKIP Universitas Atma Jaya Jakarta, saya pernah mendapat surat undangan untuk memberi renungan Natal dari salah satu instansi pemerintah. Yang menarik (makanya selalu saya ingat), pada amplop undangan itu tertulis : “Kepada Yth.Bapak A.Kunarwoko, Universitas Atma Jaya, Jurusan Ketik !” Ketika undangan itu saya tunjukkan ke teman-teman dosen, mereka tertawa terbahak-bahak. Tentu saja, saya tidak menyalahkan staff instansi pemerintah yang menulis alamat undangan itu. Bagi saudara-saudara kita yang tidak Katolik, istilah “kateketik” mungkin menjadi istilah yang belum pernah mereka dengar. Yang mereka tahu adalah : mengetik atau ketik itu tadi. Harus diakui, kebanyakan istilah dalam gereja kita yang berasal dari “luar sono” memang hanya ngetop dan dikenal di kalangan kita sendiri. Misalnya saja istilah-istilah seperti : liturgi, ekaristi, sakramen, komuni, konsekrasi, anamnese, homili, sinode, koinonia, diakonia, martiria, dogma,  krisma, advent, eskatologi, doxologi, konsili, curia, konklav, beatifikasi, kanonisasi, dsb dsb.
Apakah semua umat Katolik pasti mengerti sebutan atau istilah yang umum dipakai dalam gereja kita ? Ternyata tidak ! Teman saya seorang Romo Paroki di Jakarta Timur pernah bercerita, pada misa Minggu sore di Parokinya, ada pembaca pengumuman yang bikin heboh. Dengan mantapnya, pembaca pengumuman itu bilang : “Besok Minggu pada misa pukul 9, akan diadakan misa penerimaan sakramen krisma yang akan dipimpin oleh Margareta Leo Soekoto, Uskup Agung Jakarta”.  Read the rest of this entry »




Tangis pilu di Paroki Santa Rosa de Lima, Connecticut, Akibat Jumat Berdarah

19 12 2012
Sungguh tiada kata terucapkan, kecuali duka yang mendalam membayangkan cerianya anak-anak sebelum diterjang peluru. Kita tundukkan kepala mendoakan semua jiwa yang menjadi korban keganasan sesamanya. Kiranya Allah Bapa memberikan istirahat kekal bagi anak-anak yang menjadi korban dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Berikut kutikan dari milis tetangga.
PIJAR VATIKAN II DI TAHUN IMAN
 
Monsignor Robert Weiss, Pastor Kepala Paroki Santa Rosa de Lima, mendadak ngetop. Pastor Paroki Newton, di Negara bagian Connecticut Amerika ini, sama sekali tidak mengira kalau parokinya tiba-tiba menjadi sangat terkenal. Tragedi “pembantaian” di SD Sandy Hook, mau tak mau mencuatkan Parokinya ke seluruh dunia.  Peristiwa tragis itu terjadi di wilayah Paroki Santa Rosa de Lima. SD Sandy Hook hanya berjarak 1.5 km dari gereja Paroki. Dari 26 korban pembantaian itu, 10 orang korbannya adalah umat Katolik warga paroki Santa Rosa de Lima. Hari Jum’at “berdarah”, 14 Desember 2012, salah seorang umat Paroki, bernama Adam Lanza, bertindak di luar batas kemanusiaan. Pagi itu, entah karena apa, Adam menjadi setan. Ia menembak Nancy, ibunya sendiri. Lebih 4 peluru menembus kepala ibu malang ini. Di rumah mewah keluarga Lanza yang harganya sekitar 1.5 juta US dollar, polisi menemukan jasad Nancy dalam keadaan sangat mengenaskan.  Polisi menemukan ibu malang ini bersimbah darah, masih memakai piyama tidur. Bangunan asri yang ditempati keluarga Lanza, di atas tanah seluas lebih dari 1000 m2, menjadi saksi bisu tragedi keluarga ini. Read the rest of this entry »




Nyaman Tapi Aman

9 10 2011

Masih ingat saat peraturan menggunakan sabuk pengaman disosialisasikan? Banyak orang menggerutu karena dendanya besar. Walau misuh-misuh akhirnya sekarang mau tidak mau, suka tidak suka, toh secara otomatis siapapun duduk di depan pasti memasang sabuk pengaman. Memang tidak nyaman pakai sabuk pengaman, tapi demi keamananlah sabuk pengaman itu dirancang dan dipasang didalam mobil. Tentu semua karena hasil penelitian dimana banyaknya korban kecelakaan mobil itu pada umumnya duduk didepan. Demikian pula kebiasaan berdoa setiap pagi dan setiap sebelum bepergian selalu dibiasakan di rumah. Berdoa dulu, pakai sabuk pengaman baru berangkat. Berdoa untuk orang-rang yang kita temui, kita tinggalkan dirumah dan apapun yang kita lakukan agar tetap memuliakan Tuhan.

Kejadian pagi ini membuat saya bersyukur memiliki dua kebiasaan tersebut, berdoa dan pakai sabuk pengaman. Pagi-pagi saya bangun dan bersiap-siap berangkat ke gereja. Bukan untuk mengikuti misa, tetapi untuk memberikan pembekalan bagi para anggota Dewan Paroki yang baru terpilih untuk periode 2011-2014. Semua pengurus lingkungan, pengurus seksi dan pengurus harian wajib mengikuti pembekalan yang diadakan 3 minggu berturut-turut sebelum dilantik pada bulan November nanti. Pembekalan ini dinilai penting agar seluruh pelayan paroki SPMR memahami Arah Dasar KAJ, reksa pastoral paroki, cara menyusun proposal dan laporan kegiatan sampai dengan hal-hal praktis persiapan sakramen-sakramen, tata cara ibadat dan pengenalan fasilitas paroki. Selain itu masih akan ada rekoleksi awal sebelum mulai bertugas. Semoga ini menjadi tradisi baru agar para pengurus semakin profesional dan memiliki hati dalam melayani umat. Read the rest of this entry »





Sentuhan Kasih Allah

15 08 2011

Setelah merayakan Ekaristi Jumat Pertama di Batu Ceper –Jakarta 05 Agustus 2011, aku bergegas menuju Puncak untuk memberikan retret peserta KEP (Kursus Evangelisasi Pribadi) Paroki Regina Caeli Pantai Indah Kapuk bersama tim dari Shekinah. Wajah-wajah peserta menunjukkan keramahan, tetapi juga kerendahan hati dan keseriusan untuk dibentuk sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam adorasi pada hari pertama, sebagian besar dari mereka mengalami kehadiran Tuhan yang memberikan ketenangan dan sukacita dalam bentuk resting in the Spirit (beristirahat di dalam Roh). Aku terperangah karena pengalaman ini biasanya terjadi dalam acara Persekekutuan Doa Karismatik. Padahal, sebagian besar dari mereka belum lama menjadi orang katolik dan tidak pernah mengikuti Persekutuan Doa ini. Aku yakin bahwa gerakan Roh Kudus tidak dibatasi oleh apapun. Keterbukaan terhadap Roh Kudus ini membuat mereka merasakan belaskasih Tuhan dalam ibadat tobat dan sakramen pengampunan dosa. Mereka menangis atas kelegaan yang diberikan Tuhan. Hati yang bersih membuat mereka mengalami gerakan Roh Kudus dalam ibadat pencurahan Roh (berdoa agar Roh Kudus yang diterima dalam Sakramen Pembaptisan dan Krisma aktif berkarya).
Aku pun sibuk mendengarkan sharing pengalaman iman peserta. Sukacita karena iman mereka dipulihkan Tuhan.

Jam 05.00 pintu kamarku diketok oleh seorang wanita. “Romo, aku ingin mensharingkan pemulihan imanku dalam retret ini. Semoga sharing imanku ini akan membuat banyak orang katolik bertumbuh di dalam cinta akan Tuhan”. Ia mengingatkan aku bahwa aku mengunjunginya ketika ia dirawat di Rumah Sakit pada tahun 2008. Read the rest of this entry »





2 in 1

6 08 2011

“Tuhan betapa bahagianya kami berada di tempat ini”

Bulan puasa biasanya paling sering jadi pilihan waktu kelompok/komunitas mengadakan retret. Lebih karena lebih praktis dan ekonomis, karena dapat harga diskon mengingat di bulan puasa sangat sedikit perusahaan yang mengadakan raker/pelatihan disekitar puncak atau sukabumi. Kali ini jadual retret ada dua di bulan puasa, tapi sedihnya jatuh pada hari weekend yang sama. Retret wajib bagi pewarta yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pewarta Mimbar diadakan BPK PKK KAJ di caringin Bogor. Sedangkan rekoleksi dan evaluasi Dewan Paroki Harian Blok Q di akhir masa kepengurusan diadakan di Cipayung, Bogor.  Bukan hal yang mudah bagi saya untuk memutuskan mana yang akan dipilih dan diikuti karena keduanya adalah konsekwensi sebagai pewarta dan pelayanan. 2 rekoleksi dalam 1 hari? duh… gak mudah untuk memilih.

Setelah saya menerima jadual kegiatan serta peta lokasi di dua tempat tersebut, saya merenungkannya dan membawanya dalam doa. Tuhan, kau tahu kerinduanku untuk menyenangkan hatiMu. Kau tahu aku tidak dapat berada di dua tempat sekaligus, tetapi akujuga tidak ingin mengecewakan mereka yang berharap akan kehadiranku. Setiap ketidakhadiran tentu ada konsekwensinya. Retret wajib pewarta memang mewajibkan kehadiran pewarta untuk menilai sejauhmana komitmen pewarta dalam pelayanan, selain mendapatkan pemahaman tentang arah pengembangan pewartaan dijaman kini. Evaluasi Dewan Paroki merumuskan apa yang baik dan perlu dilakukan oleh Dewan paroki yang baru agar pelayanan yang diberikan searah dengan Ardas KAJ. Bagaimanapun semuanya pasti ada didalam rencana Tuhan, saya siapkan diri untuk apapun yang dapat saya lakukan secara maksimal. Paling tidak kendaraan sudah siap seandainya saya harus wir-wiri antara dua tempat tersebut.

Pagi hari jam 6 semua anggota dewan paroki harian sudah berkumpul di pastoran. Wah, rupanya tim penjemput Romo Broto ke Caringin juga sudah siap ditempat. Karena Romo Moderator BPK Christ Purba SJ sedang memimpin WE ME, maka romo Broto bertugas memimpin misa dan membawakan sesi I.  Sambil berbisik romo Broto menyatakan ingin juga ikut rekoleksi dengan Dewan paroki. Hehehe… Akhirnya saya dapat teman juga nih. Bu Elly menawarkan saya untuk ikut ke Caringin dan setelah makan siang bisa bergabung dengan Dewan paroki. Mobil dan supirnya bisa dipinjam mengantar saya dan Romo Broto  katanya. Oh My God ! You are awesome! Read the rest of this entry »





Cerita dari Pedalaman: Camping Rohani Paroki Balai Berkuak

29 06 2011
Malam itu sekitar 100 orang secara spontan berkumpul di bawah menara salib kayu besar yang dipersembahkan orang muda dan dewan pra paroki Meraban bagi segenap peserta Camping Rohani 2011 paroki Balai Berkuak. Pra paroki Meraban adalah bagian dari paroki Balai Berkuak yang sedang menyiapkan diri menjadi paroki mandiri.
Mereka menyanyi dan menari mengelilingi  salib yang berkerlipan  karena lampu-lampu hias yang  dipasang di seluruh bagian salib kayu itu. Lingkaran salib itu sendiri terbentuk secara spontan, setelah mereka mengakhiri malam kesenian dengan pentas komunitasnya. Dengan dipandu frater, mereka berbagi apa yang mereka temukan dalam kemah rohani yang sedang berlangsung. Dua orang secara spontan minta didoakan bagi keluarga mereka yang baru saja meninggal. Doa dan harapan bersahutan, hingga terdengar isak tangis dari beberapa peserta malam itu.
Empat hari, 400 orang muda Katolik dari 9 paroki di keuskupan Ketapang bagian tengah dan utara berkumpul dan berbagi kegembiraan, persaudaraan, kisah, keprihatinan dan harapan. Mereka berasal dari Penyumbung, Traju, Sepotong, Semandang, dll . Mereka datang menggunakan berbagai kendaraan mulai dari sepeda motor, truk, hingga perahu motor. Mereka tidur di tenda sederhana, MCK di tempat yang sangat sederhana, memasak sendiri makanan mereka, tetapi mereka tak kehilangan semangat dan antusiasme mereka.
Acara CR 2011 ini merupakan yang pertama sejak jalan trans Kalimantan perlahan membuka kawasan Simpang Hulu dari ketertutupan. Balai Berkuak memang terletak di pedalaman, kira-kira 5 jam perjalanan dari Pontianak. Dahulu sebelum jalan Trans Kalimantan diperkeras, perjalanan dapat mencapai 4-5 hari perjalanan darat di musim hujan, mengingat sangat buruknya infrastruktur jalan raya waktu itu.
Acara CR kali ini memang berlangsung meriah, meski dikemas sangat sederhana. Acara dibuka dengan misa kudus yang dipersembahkan oleh romo Ignatius Made, pr. Romo mengundang orang-orang muda kembali pada ajaran Bapa Suci benediktus XVI : Kami ingin memberikan kalian keutamaan-keutamaan : keberanian, pengorbanan, kemurahan hati, keadilan, persahabatan, kebesaran kasih, dan keunggulan intelektual.
Lewat makan malam, peserta diajak untuk berkenalan dalam beragam permainan keakraban yang dipandu Tim Lingkarmuda dari Yogyakarta. Tim yang terdiri dari 4 orang secara bergantian menganimasi para peserta.




Berani Jujur, Berani Mundur

9 04 2011

Jawab penjaga-penjaga itu: “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!”

Saya adalah satu diantara banyak teman-teman yang kalau berkomentar sering kali seenaknya, bahkan kadang terlalu jujur dan ceplas ceplos, seperti tanpa peduli dengan perasaan orang lain, atau seperti tanpa takut kalau ada yang dengar dan tersinggung, bahkan dijuluki oleh pejabat tinggi di Keuskupan seorang vokalis. Di tingkat yang lebih tinggi lagi, saya mulai dijauhi oleh teman-teman yang merasa terganggu dengan kejujuran tersebut, bahkan harus mengundurkan diri dari perusahaan Tbk yang memberi pekerjaan sebagai seorang Vice President, karena tidak mau bekerja sama dan mengikuti strategi konyol sang CEO.

Sebenarnya saya bukanlah seorang yang vokal atau pemberani, karena sesungguhnya saya adalah seorang yang penakut, takut membohongi orang lain, takut pesan tersebut tidak sampai dan takut orang lain tidak paham apa yang dimaksud, akibatnya saya mengatakan jujur apa adanya tanpa membungkus dengan kata-kata yang bersayap atau kalimat tingkat tinggi yang penuh kiasan. Read the rest of this entry »