Ikut Tuhan UUD – Ujung-Ujungnya Duit?

21 08 2012

“Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Kalau melihat perilaku para pengendara motor di semrawutnya lalulintas Jakarta semakin hari semakin menjengkelkan. Menyerobot trotoar dan masuk jalur bus way sudah biasa, menyerobot dari kanan jalur mobil membuat jantung kita deg-degan. Apalagi kalau sudah di perempatan jalan para pemotor ini seolah takut tidak kebagian lampu hijau sehingga berupaya berada paling depan. Dalam sekejap saja mereka bisa memenuhi bagian depan batas jalur berhenti bahkan bisa menyorong sampai ke tengah perempatan. Nanti tiba-tiba ada saja yang melesat mencuri-curi kesempatan memotong jalan, tidak sabar menunggu lampu berganti hijau. Itulah aslinya karakter manusia, tidak mau kalah dari yang lain.

Demikian pula dengan yang terjadi saat mengikuti Yesus. Semua saling berlomba untuk menjadi yang paling utama, menjadi nomer satu dan terdepan.  Para murid yang engharapkan Yesus menjadi raja orang Israel  tentu juga dengan harapan mendapatkan tempat istimewa di sisi kanan kiriNya. Demikian pula seorang kaya yang mendekati Yesus, ia menunjukkan apa saja yang telah diperbuatnya. Tentu saja dengan harapan Ia akan mendapatkan pujian didepan banyak orang. Tetapi Yesus tahu motivasi yang tersembunyi didalam hatinya. Kekayaannya justru yang mengikat hatinya mendekat kepada Tuhan. Read the rest of this entry »

Advertisements




1 vs 99

14 08 2012
Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam namaKu ia menyambut Aku.”
Tahta, wanita (sex) dan harta adalah tiga hal menurut pepatah jawa yang paling berbahaya bagi seorang pemimpin. Saya agak kurang setuju dengan kata wanita, mungkin lebih tepat digantikan dengan sex karena bukan wanitanya yang menggoda tapi justru prialah yang mengijinkan nafsunya diumbar. Di jaman sekarang sudah banyak pemimpin juga wanita dimana mereka juga bisa jatuh dalam godaan seksual. Maka baik pria maupun wanita, sebagai pemimpin mereka bisa mengalami kejatuhan ataupun kekalahan karena lemah dalam menghadapi ketiga godaan  tersebut.
Untuk menghadapi godaan seksual tentu kita harus belajar setia, setia dari hal yang kecil-kecil untuk sekedar memperhatikan pasangan hidup kita. Untuk menghadapi godaan akan kekayaan perlu disertai rasa ‘cukup’ dengan apa yang kita terima dan kita miliki termasuk bertanggung-jawab untuk setiap sen yang kita terima dan kita keluarkan. Kita senantiasa mengucapkan syukur untuk setiap kemampuan dan talenta dan rejeki yang kita terima. Seorang yang tamak seperti para koruptor pasti jauh dari rasa ‘cukup’ apalagi bersyukur. Read the rest of this entry »




Lubang Jarum Kehidupan

28 05 2012
“Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Lubang pintu yang disebut ‘lubang jarum’ adalah sebutan orang Yahudi bagi pintu masuk kota yang berbentuk dengan lubang jarum sempit memanjang. Pintu ‘lubang jarum’ yang berada di tembok pembatas kota baru dapat digunakan bila pintu gerbang kota ditutup setelah ”jam kerja”. Hanya penduduk kota yang bisa masuk lewat pintu lubang jarum yang dijaga tentara. Unta bisa lewat kah? Bisa sekali karena memang pintunya masih cukup tinggi untuk dilewati unta. Unta memang masih bisa lewat pintu lubang jarum, tetapi penumpang dan barang-barangnya harus diturunkan terlebih dulu. Mengapa? Karena harus diperiksa oleh penjaga pintu, apakah ia benar-benar penduduk kota dan barang-barangnyapun harus di ”screening” apakah kena pajak atau tidak. Kalau penumpang atau bebannya tidak diturunkan dari unta maka rombongan sudah pasti tidak akan dijinkan masuk melalui pintu penjagaan tersebut. Setelah lolos dari pemeriksaan, unta pun harus ditarik masuk kedalam lubang jarum, karena ia tidak akan berjalan sendiri tanpa ditarik tuannya melalui lorong sempit dan gelap. Read the rest of this entry »





Renungan Rabu Abu

22 02 2012
Rabu Abu:  Yl 2:12-18; 2Kor 5:20-6:2; Mat 6:1-6.16-18
“Apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi”
Setiap agama atau keyakinan iman hemat saya senantiasa mengajarkan pentingnya berpuasa atau bermatiraga. Orang-orang yang dikenal sakti dan bijak pada umumnya telah menjalani matiraga atau puasa yang cukup lama, dimana mereka harus menyepi atau menyendiri, misalnya di gua-gua, di hutan belantara, di gunung-gunung, di pantai yang sepi, di padang pasir dst.. Di dalam kesepian dan kesendirian tersebut mereka berdoa, merenung dan berrefleksi dalam rangka menemukan kehendak Ilahi, yang kemudian dijadikan pedoman atau pegangan dalam hidup sehari-hari. Sayang dan sungguh memprihatinkan matiraga pada masa kini jika dicermati sungguh mengalami erosi atau kurang memperoleh perhatian di tengah-tengah sikap mental kebanyakan orang yang materialistis, konsumptif dan hedonis.
Mulai hari ini kita umat Katolik diajak untuk memasuki masa Puasa, masa bertobat atau masa berahmat selama kurang lebih empat puluh hari, dalam rangka mempersiapkan diri untuk mengenangkan puncak iman Kristiani, yaitu wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus. Maka marilah kita masuki dan jalani masa Puasa ini dengan tekun dan rendah hati, antara lain kita perdalam dan tingkatkan hidup doa, matiraga, sosial dan persaudaraan sejati.
Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Mat 6: 16-18). Read the rest of this entry »




Rendah Hati Sebagai Perwujudan Iman

1 10 2011

“Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.”

Kemarin  saya menghadiri acara pelantikan sebuah organisasi pemuda di aula Kemenpora Senayan yang dilanjutkan dengan talkshow bertemakan “Membangun kemandirian Pemuda menuju kesejahteraan bangsa”. Rasanya baru kali ini saya berada dalam sebuah talkshow dimana narasumbernya banyak sekali, 7 orang … wooww..! Latar belakangnya beragam mulai dari pengamat politik, kriminolog, anggota DPR dan banyak lagi. Hanya dua yang perempuan, saya dan mbak Yenny Wahid. Woow… ini wow yang kedua. Gak sangka bisa bersanding dengan mbak Yenny dalam satu panggung. Menjadi narsum bareng mbak Yenny sesuatu banget ya…

Dari sejak acara dimulai saya berusaha bisa berbicara dengan mbak Yenny, tapi rupanya beliau datang terlambat. Sehingga satu-satunya kesempatan yang terpikir oleh saya adalah berupaya agar bisa duduk bersanding disebelahnya di panggung. Tapi ini kan tergantung moderator menentukan urutan panggilan bagi narasumber untuk naik kepanggung. Rupanya Tuhan mendengar bisikan hati saya, setelah kang Yuddy Chrisnandy, mbak Yenny dipanggil naik ke panggung, lalu saya … wow yang ketiga! Rupanya Tuhan mendengar bisikan hati saya, rasanya saya belum berdoa lho 8)     God is sooo good. Read the rest of this entry »





Rendah Hati

9 08 2011

“Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”

Ibarat padi, semakin berisi semakin merunduk. Pepatah ini sudah ada diluar kepala kita sejak di SD. Merupakan bagian dari kearifan lokal budaya bangsa. Tidak ada orang Indonesia yang tidak mengenal padi karena pada umumnya makan nasi. Belajar dari tanaman padi yang amsa tanamnya sekitar 6 bulan, yang menjadi penghasil utama para petani, mereka dengan sabar merawat tanaman tersebut. Awalnya tumbuh tegak, tetapi begitu bulir padi mulai berisi ia akan mulai merunduk.

Rupanya pengamatan para petani menjadi refleksi pembelajaran dari hidup tentang rahasia keberhasilan manusia. Panen yang berhasil karena padi yang berbulir penuh, mengingatkan mereka untuk senantiasa rendah hati bersyukur atas penyertaan Tuhan selama masa penantian menunggu dan merawat tanamannya. Para petani tidak bisa menyombongkan hasil panennya karena semua adalah akibat penyertaan Yang Kuasa atas cuaca dan hama yang mengancam.

Kita yang umumnya tinggal di kota sering lupa dan tidak belajar dari nasi yang kita makan setiap hari, tidak semudah para petani menghayati rasa syukur yang diterima sambil memandang padi yang mulai menguning. Rasa lelah dan bosan para petani terhibur dengan melihat bulir padi yang semakin gemuk dan semakin merunduk karena berat bulir yang padat. Read the rest of this entry »





Pencuri Kue

7 04 2011

Suatu malam, seorang wanita sedang menunggu di bandara. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di sebuah gerai toko di bandara, lalu menemukan tempat duduk. Sambil duduk, wanita tersebut memakan kue sambil membaca buku yang baru dibelinya.

Dalam keasyikannya, ia melihat lelaki di sebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua kue yang berada diantara mereka berdua.  Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.  Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si “Pencuri Kue” yang pemberani itu menghabiskan persediaannya. Ia makin kesal sementara menit2 berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: (“Kalau aku bukan orang baik, tentu sudah kutonjok dia !”).  Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki itu juga mengambil satu. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan, dan ia segera mengumpulkan barang barang miliknya dan menuju pintu gerbang.

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari buku yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas karena kaget. Ternyata disitu ada kantong kuenya. Kok milikku ada di sini, jadi kue tadi adalah milik siapa. Milik lelaki itu? Read the rest of this entry »