Mana Ada Perbuatan Dosa Yang Tidak Enak?

10 04 2013

“Manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang,”

Rasanya tidak ada bayi yang tidak lucu. Semua bayi tampak lucu dan menggemaskan. Matanya yang polos menatap setiap orang dengan tulus, tanpa curiga. Tangannya yang gemuk menggapai orang yang ada didekatnya. Semuanya tampak menyenangkan. Tetapi lama kelamaan anak mulai belajar dan mengamati disekitarnya. Mereka tanpa diajarkan berani mulai berbohong dan sedikit menikmati bermalas-malasan. Tidak banyak anak yang dengan kemauannya sendiri belajar bertanggungjawab.

Mereka dengan muka polosnya bisa berkata pada ibunya ” Gak kok aku gak makan coklat lagi…” padahal bibirnya belepotan coklat. Sedikit-sedikit mulai berbohong dan mencari alibi kalau tidak bisa menyalahkan orang lain. Begitulah … memang kalau diperhatikan berbuat bohong sedikit itu hanya awalnya saja deg-degan. Selanjutnya berbohong jadi kebiasaan dan tidak merasa bersalah lagi. Read the rest of this entry »





Jaga Hati, Jaga Diri, Karena Godaan Selalu Enak

12 11 2012
“Jagalah dirimu!”
Dalam sebuah persekutuan doa, seorang ibu yang melayani sebagai prodiakon mengisahkan betapa sedihnya dia karena dikucilkan umat sekitarnya. Ia dinilai tidak layak melayani Tuhan sebagai prodiakon karena suaminya telah meninggalkannya. Padahal bukan keinginannya untuk ditinggalkan suami puluhan tahun lalu. Sungguh menyedihkan bagaimana antar manusia bisa saling melukai satu sama lain, bukannya manusia diciptakan agar bisa saling menyembuhkan dan mengasihi ?

Injil hari ini mengingatkan kita untuk senantiasa waspada pada setiap penyesatan. Kita perlu memelihara kemurnian dan kekudusan kita sendiri, untuk tidak larut dan tergoda dengan segala iming-iming dosa. Tidak hanya itu tapi juga berusaha menumbuhkan iman percaya yang telah ditaburkan saat kita menerima Sakramen Baptis. Read the rest of this entry »





Bisakah 490 X Mengampuni ?

16 08 2012

“ Sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku?”

Kata orang keledai adalah binatang bodoh, ia bisa terjerumus pada lubang sama dua kali. Saya sendiri tidak yakin dimana dasar ilmiah yang mendukungnya. Apakah sudah ada test IQ atau karena ia hanya ‘lulut’ tanpa pernah punya inisiatif dikatakan ‘bodoh’? Idiom ini sering dipakai dalam peribahasa “keledai tidak akan jatuh dilubang yang sama dua kali”. Artinya saking bodohnya, keledai bisa terperosok tidak melihat lubang didepannya. Tapi sebodoh-bodohnya ia tidak akan jatuh lagi bila melewati jalan tersebut. Ia akan lebih berhati-hati. Jadi sebenarnya tidak bodoh kan? Herannya kita sering mengatakannya bila melihat orang lain berbuat kesalahan yang sama, berdosa akan hal yang sama dan berulang kali. Tapi kita juga sering lupa, bahwa kita sendiri sering melakukan kesalahan yang sama… berulang kali juga. Jadi apakah kita lebih bodoh dari keledai? Tidak juga karena manusia adalah ciptaan yang paling tinggi dan sempurna diantara ciptaan Tuhan yang lainnya. Tetapi yang membuat manusia terlihat ‘bodoh’ dihadapan Tuhan adalah karena kekerasan hati kita sendiri. Kita sudah tahu terlebih dulu bahwa perbuatan itu melanggar hukum Allah, kok justru berbuat berdosa, tapi setelah dilakukan bukannya bertobat… malah jadi ketagihan.

Mana ada sih dosa yang tidak enak? Menyontek itu enak, makanya doyan. Gak usah kerja keras dapat nilai lumayan. Korupsi sama juga, makanya bisa berkali-kali sebelum ketahuan. Read the rest of this entry »





Novena Pentakosta : Hari IV

21 05 2012

Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!

Detik. menit, jam dan hari berlalu dengan cepat, demikianlah waktu berjalan. Saat berpaling ke belakang kadang kita terkejut akan begitu cepatnya kehidupan berganti dari hari ke hari (coba lah pandang anak-anak anda dan bayangkan betapa cepatnya mereka bertumbuh sejak mereka masih bayi sampai sekarang)

Maka Paulus menegaskan kepada kita agar jangan sampai kita terlena dengan keseharian dan kesibukan kita. Hari menjelang siang, kita harus segera bangun! Jangan hanya puas dengan cukup menjadi orang yang percaya, karena keselamatan adalah suatu rahmat yang harus diperjuangkan, waktu demi waktu! Keselamatan bukan sesuatu yang otomatis terjadi dengan sendirinya,, perlu ada upaya dari kita untuk mempertahankan dan memperjuangkannya. Kita diminta untuk selalu berjaga teguh dalam iman. Melawan iblis yang berkeliling ingin memangsa kita. Read the rest of this entry »





Mengenang Sengsara Tuhan, Peringatan Jumat Agung

6 04 2012

Pagi ini saya menghabiskan waktu lebih lama untuk merenungkan tentang kisah sengsara Yesus, Tuhan kita, dengan satu pertanyaan, yaitu: seperti apa sih sengsara yang dialami Yesus itu? Saya berusaha untuk melupakan semua ulasan eksegese yang pernah saya baca sebelumnya agar kisah sengsara Yesus tidak menjadi “mata pelajaran” seperti saat belajar agama. Saya memohon agar diijinkan menembus lorong waktu untuk berada di tanah suci, bukan melalui ziarah untuk melihat keadaannya sekarang ini, melainkan untuk melihat keadaan 2000 tahun yang lalu. Keinginan saya tidak untuk menyaksikan bagaimana Yesus menghadapi sengsara-Nya, melainkan ingin turut merasakan seperti apa sengsara-Nya itu. Saya abaikan komentar orang lain karena saya bukan bermaksud akan membuat injil baru, saya hanya ingin mengukur diri saya sendiri, sebatas mana saya sanggup turut merasakan derita Tuhan Yesus. Alhasil, saya menyimpulkan bahwa belum pernah ada dan tidak akan pernah ada derita yang sama, apalagi yang lebih besar, dari derita yang dialami Yesus.

Jauh sebelum Ia diutus, Yesus sudah mengetahui derita yang akan dialami-Nya kelak, karena memang untuk itulah Ia diutus. Kira-kira sama seperti seseorang yang menderita cancer stadium lanjut, “divonis” mati oleh dokter. Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan orang itu melewati hari-harinya menanti ajal tiba.

Yesus tidak melakukan kesalahan, Ia adalah simbul ketaatan yang sempurna, tetapi Ia mesti menderita atas kesalahan yang diperbuat orang lain. Yesus diadili oleh pengadilan yang tidak adil. Seandainya saya dituduh dan mesti menerima hukuman atas kesalahan yang tidak saya perbuat, apalagi hukuman dijatuhkan melalui proses pengadilan yang tidak adil, apakah saya sanggup? Read the rest of this entry »





Bau Busuk Tapi Doyan

11 11 2011

“Sama seperti terjadi pada zaman Nuh demikian pulalah halnya kelak pada hari Anak Manusia”

Untuk anda yang sering turun-naik menggunakan taxi, pernahkah anda mendapatkan kendaraan taxi yang bau rokok dan (maaf) supir taxinya ber-BB (bukan black berry, tapi bau badan) yang mencolok hidung? Apa yang anda lakukan? Buka jendela atau memilih turun pada perhentian terdekat untuk ganti taxi lainnya? Kalau tidak ada pilihan lain, ditengah hujan deras misalnya, maka bersiaplah menutup hidung yang gatal seraya menahan nafas sampai tujuan. Pada umumnya mereka yang menjaga kebersihan pasti mengutamakan kebersihan lingkungan sekitarnya, baik rumah dan tempat kerjanya, termasuk kebersihan badannya sendiri. Mereka juga tidak ingin mengganggu ‘kenyamanan’ orang lain akibat dirinya yang kurang ‘bersih’.

Tidak persis sama, tapi paling tidak seperti itulah beda tipis antara kekudusan dan ketidak-kudusan. Tidak bisa disatukan. Begitu ada ketidak-kudusan, hilanglah kekudusan itu. Begitu ada bau sedikit saja, hilanglah kenyamanan. Dosa tidak bisa bersatu dengan kekudusan. Dibutuhkan perjuangan untuk hidup menjauh dari dosa. Read the rest of this entry »





Kerajaan Allah – Allah “Raja” Kehidupan Manusia

10 11 2011
“Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu.”
Hampir sebulan ini saya jarang mampir dan mengupdate blog ini. Ribuan email belum sempat dibuka. Alasan apalagi kalau bukan sibuk, waktu yang terbatas dan tugas seabreg sementara tangan cuma dua. Tanggungjawab mengelola beberapa klien, masih ditambah persiapan akhir kepengurusan Dewan Paroki yang baru dan urusan organisasi politik. Tapi yang menghabiskan energi adalah persiapan akhir ujian sebagai guru evangelisasi. Serasa mau ujian sidang sarjana dengan makalah setumpuk dan ujian praktek mengaja Ditambah faktor U, badan sudah tidak kuat lagi bertahan lewat dari jam 24. Anak-anak sudah biasa melihat ibunya tertidur dengan baju lengkap dan laptop masih terbuka ditempat tidur.
Walaupun badan letih tetapi  selalu kembali menyala  dan bersemangat saat merenungkan SabdaNya dan saat mengikuti Ekaristi. Hanya Dialah yang memampukan saya melakukan dan menyelesaikan tugas yang seabgreg ini. Tanpa Kristus dan bimbingan Roh Kudus… wah bisa tua sebelum waktunya. Hidup terasa ringan berjalan bersama Kristus. Just enjoy your stress with God. Akhirnya satu persatu masalah terselesaikan seperti pepatah bilang : Hey problem I have a big God ! Bukannya Dear God, I have a big problem. Read the rest of this entry »