Percaya Tapi Tidak Percaya

4 05 2011

 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Jeki, sebut saja demikian nama dari seorang eksekutif muda kelas atas dengan penghasilan diatas rata-rata, selalu tampil meyakinkan dan punya banyak aset, tiba-tiba meninggal karena serangan jantung saat mengendarai sendiri mobil Mercynya, kejadian ini sungguh mengejutkan Meri sang istri dan seorang anaknya yang berusia 5 tahun, karena mendapat kabar dari polisi yang membawa jenasah Jeki kerumah sakit terdekat.

Persoalan menjadi rumit, tidak lama setelah Jeki dikuburkan, tiba-tiba saja banyak orang datang menagih hutang, mulai dari cicilan mobil, hutang kartu kredit, hutang bisnis dan lain-lain, padahal selama jeki masih hidup hal ini tidak pernah terjadi. Disisi lain Meri tidak mengetahui dimana saja rekening bank Jeki, deposito, status aset-aset suaminya, nomor PIN ATM dan lain sebagainya, bahkan apapun usaha suaminya selama ini, Meri tidak pernah diberi tahu dan selalu terima beres, karena kalau ditanya selalu menjadi konflik.

Jeki adalah sosok yang tangguh dan sangat percaya diri, seperti dia mempercayai Yesus sebagai landasan iman dan jalan hidupnya, tetapi lupa untuk menterjemahkan rasa percaya itu dengan baik, sehingga yakin sekali akan hidup selamanya, padahal hidup kekal yang dimaksud Yesus itu setelah kita meninggalkan fisik tubuh ini, sehingga hanya jiwa yang akan hidup kekal bersatu dengan Tuhan. Read the rest of this entry »

Advertisements




St.Thomas: My Lord and My God

1 05 2011

Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.

Menarik untuk mencari tahu seperti apakah Santo Tomas Rasul yang dirayakan hari ini. Selama ini kita mengenal kisah Alkitab, Santo Tomas dilambangkan sebagai orang yang peragu;yang meragukan kebangkitan Tuhan Yesus. Ia tidak begitu percaya dengan kesaksian para murid lainnya akan penampakan Tuhan Yesus. Benarkah demikian?

Menurut kisah para rasul dan penginjil, setelah para rasul berpisah selesai peristiwa Pantekosta, Santo Thomas dikirim untuk mewartakan Kabar Gembira di berbagai tempat dari Laut Kaspia, Parthian, Medes, sampai Teluk Persia dan akhirnya mencapai India dimana banyak penduduk asli di negara bagian Malabar menjadi Kristen dan menyebut diri mereka sebagai “umat Kristen Thomas”. Ritus khas mereka yaitu Syro-Malabar dan Syro-Malankara adalah dua diantara 22 ritus yang dikenal dan diakui oleh Gereja Katolik. Rasul Thomas menjadi martir di sekitar kota Madras, India di tempat yang bernama Calamine; mati dengan cara ditombak.

Santo Tomas, disebut santo pelindung para arsitek karena ia adalah tukang kayu bahkan sangat mahir. Ia mengalami penampakan Yesus yang mengutusnya pergi bertemu dengan seorang raja Persia yang ingin membuat istananya. Raja Punjab (Persia saat itu atau India sekarang) memang sedang mencari seorang ahli bangunan untuk membangun istana dengan gaya romawi. Dikisahkan dalam satu blog bahwa Rasul Tomas sangat dipercaya dan menerima dana sangat besar untuk membangun istana sementara sang raja pergi ke provinsi lainnya. Ternyata ia menggunakan uangnya bagi orang-orang miskin sambil melakukan penginjilan. Lalu ia melaporkan pada raja bahwa ia telah membangun istana di surga bagi raja. Read the rest of this entry »





Hukum Allah Diatas Hukum Manusia

15 04 2011

“Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka.”
   
Bacaan hari ini adalah pemutar-balikan fakta. Yesus adalah Allah yang menjadikan diri-Nya sebagai manusia, tetapi orang-orang Yahudi itu membalikkannya dengan mengatakan Yesus adalah manusia yang menjadikan diri-Nya Allah. Begitulah sifat manusia, senang diangkat ke derajat yang lebih tinggi dan menolak kalau derajatnya direndahkan, mendudukkan diri lebih tinggi dibandingkan orang lain. Yesus tidak meminta diri-Nya disebut Anak Allah walaupun Ia memang Anak Allah, Ia malah menyebut diri-Nya Anak Manusia.

Derajat atau kedudukan memang mencerminkan martabat, tetapi mengejar martabat di hadapan orang-orang hanyalah kesenangan duniawi.   Bermartabat di hadapan Allah bukan berarti mengangkat diri di hadapan-Nya, melainkan diangkat dan dibenarkan oleh-Nya.

Yesus menyeberangi sungai Yordan bukan hendak berlindung karena di sana ada banyak orang yang percaya kepada-Nya, tetapi karena “saatnya belum tiba”.   Penebusan di tiang salib adalah keputusan Allah, bukan keputusan manusia. Menyerahkan diri kepada keputusan Allah artinya mengabaikan keinginan diri sendiri. Yesus melaksanakan kehendak Bapa-Nya, bukan kehendak-Nya sendiri.
Allah menghendaki kita berbuat baik dan menjauhkan diri dari dosa, semestinya kita juga melaksanakan apa yang menjadi kehendak Allah ini. Berbuat baik adalah kehendak Allah, tidaklah mungkin iblis meminta kita untuk berbuat baik. Apakah melempari seseorang itu dapat dikatakan perbuatan baik, apalagi hendak membunuh-Nya? Read the rest of this entry »





Tidak Melihat Namun Percaya

3 07 2010

“Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya”

Susah memang kalau diminta membuktikan tanpa melalui suatu proses. Diminta menunjukkan bukti bahwa kita bisa dipercaya, ya susah kalau maunya instan. Buktikan bahwa kita bisa dipercaya menjadi ketua lingkungan, ya lihat saja apakah tiga tahun kedepan bisa melakukan tugasnya. Coba buktikan kita bisa kerja sebagai bendahara proyek, ya sudah tunggu saja sampai proyek selesai apakah semuanya bisa dipertanggung-jawabkan. Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa anak-anak kita bisa dipercaya? Mungkin hanya hati kecil ibu yang bisa mengenali apakah anaknya ini benar-benar bohong apa hanya lip service. Semua itu awalnya adalah pasti dengan janji, promosi, provokasi atau kata-kata yang diucapkan terlebih dulu.

Trust atau kepercayaan antara dua belah pihak tidak dapat muncul dalam semalam,  kepercayaan satu sama lain dibangun sejalan dengan waktu, sejalan dengan semakin dalamnya suatu hubungan relasi satu sama lain. Mereka yang bersahabat karib sekian tahun belum tentu bisa jadi rekanan bisnis yang seiring, justru karena mereka mengenali mana yang bisa berjalan beriringan dan tidak. Demikian pula kita tidak bisa memaksakan seseorang langsung percaya pada kemampuan kita, kalau kita tidak pernah menunjukkannya, apalagi tidak meningkatkan kedalaman hubungan ke tingkat yang lebih erat dan lebih dalam. Hanya sebatas kenal nama, tidak lebih tidak kurang. Walaupun demikian hubungan masa lalu yang dipelihara paling tidak bisa menjadi modal dan bekal tumbuhnya benih kepercayaan. Oleh karenanya sulit sekali memperbaiki suatu hubungan yang pernah rusak karena hilangnya dan hancurnya kepercayaan seseorang akibat salah satu pihak menghancurkan harapan dan impian pihak lain.Jadi gimana dong? well… makanya jangan ringan kata, suka obral janji sehingga membuat kita sulit untuk dipercaya, tidak dapat dipegang kata-katanya. Mulai dari yang kecil-kecil deh, janji datang rapat kok terlambat gak kasih tahu lagi. Janji bayar hutang… wah lupa! Jadi tanpa melihat lagi, tanpa perlu waktu lebih lama lagi kepercayaanpun sudah keburu rusak dan hilang. Read the rest of this entry »





Mendengar, Melihat Tapi (masih juga) Tidak Percaya

13 04 2010

“Setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal”

Masih tentang soal percaya dan tidak percaya. Kita memang terbiasa untuk percaya hal yang tidak baik terlebih dulu walaupun belum membuktikan ketidakbenaran sebuah gosip atau isu dibandingkan percaya pada hal-hal yang sudah pasti baik dan benar. Bahkan sudah melihat dan sudah mendengarpun tidak serta membuat kita mudah percaya. Contohnya, bila kita bertemu seorang pejabat yang tiba-tiba datang berkunjung, mendadak kita bertanya ‘ah masa’ sih dia datang? apa betul?’ – demikian juga saat kita membaca kebiasaan seorang anggota DPR yang masih turun-naik KRL dari rumah menuju tempat bekerjanya, tidak banyak orang langsung percaya “apa masih ada yang seperti itu? Jangan-jangan cari sensasi saja” Alih-alih menjadi percaya, yang terjadi justru mempertanyakan kebiasaan baiknya itu sebagai cara mencari ketenaran.

Memang tidak mudah membuat manusia percaya akan kebenaran dan kebaikan karena sudah sedemikian banyaknya hal semu dan kebohongan disekitar kita – sehingga paradigma pemikiran kita dipenuhi dengan berbagai hal yang ‘lumrah’ yang umum dilakukan orang banyak – walaupun itu tidak benar sekalipun. Kebiasaan korupsi, sogok sana sogok sini, menjadi hal biasa yang kita katakan ‘well.. semua orang tahu (bahwa itu tidak benar), tapi semua orang melakukannya’. Dan kita akhirnya menjadi bagian masyarakat  terbiasa korupsi berjamaah atau yang sudah korupsi  secara sistemik dari hal kecil seperti waktu atau jam kerja dengan kebiasaan terlambat, mulai dari sogok menyogok urusan pembuatan KTP/SIM sampai  penggelapan pajak.

Akhirnya kita melihat dan mendengar bahkan merasakan bila saat ini mereka yang tidak pernah mengotori kehidupannya dengan kebiasaan disogok dan menyogok, hari-harinya  tetap tenang. Tidak akan takut  bila ada BPK, PPATK bahkan KPK datang ke kantornya. Siapa sekarang yang tidak takut? Pejabat dan mantan pejabat sekalipun tidak akan luput dari ancaman kehidupan hotel prodeo, apalagi nanti rentetan perusahaan yang kongkalikong juga akan terbawa karenanya. Satu persatu birokrat dari pejabat, jaksa, polisi sampai anggota DPR terseret karenanya. Lalu berapa orang ‘baik dan bersih’kah yang tertinggal? Read the rest of this entry »





Iman = Tidak Melihat Tapi Percaya

16 11 2009

Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!

Mungkin ini yang dinamakan berbahagialah orang yang tidak melihat tapi percaya, dimana iman lebih menyelamatkan daripada mata. Namun pada kenyataannya banyak orang lebih percaya pada mata daripada telinga, apalagi dibandingkan dengan iman, mungkin jumlah orang-orang yang beriman tersebut dapat dihitung dengan jari kita.

Saya sendiri tidak berani menyatakan diri sebagai orang yang beriman, karena masih suka tergoda oleh perbuatan-perbuatan dosa, apalagi hal itu pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup, maka saya dapat membayangkan pergulatan hidup pecandu narkoba, pecandu judi, alkohol, judi dan seks untuk bisa lepas dari jerat tersebut, sungguh luar biasa.

Dalam pengalaman saya berdoa sebelum tidur, untuk melakukan refleksi diri akan segala pergulatan hidup dan sikap sepanjang hari, ternyata lebih mudah dengan mata terpejam, semua kejadian yang telah dialami dari sejak bangun tidur hingga hendak tidur lagi, hadir dengan gamblang begitu saja dihadapan kita, seolah-olah kaset video yang diputar ulang, dan semua menjadi mudah untuk kita melakukan koreksi hidup, hal ini sungguh tidak mungkin dilakukan jika mata terbuka. Read the rest of this entry »





Antara Cemas dan Percaya

2 10 2009

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Seorang anak dengan bangganya bercerita pada ibunya “ma, hari ini aku dapat nilai 100 !” Wah mamanya bangga sekali dan dengan  dipeluknya si anak sambil berkata:”naah… ini baru anak mama, soalnya mama cemas melihat cara belajar kamu nak. Memangnya pelajaran apa yang dapat nilai 100?” Kata anaknya: ” Matematika 50, PLKJ 30 dan bahasa Indonesia 20″. Lho?

Cerita ini hanya sekedar gambaran yang menunjukkan setiap ibu yang selalu cemas kalau anak-anaknya mau ulangan dan ujian. Hasilnya pasti dimonitor, dicarikan solusi terbaik. Les tambahan yang jauh juga diusahakan, atau cari guru extra lagi untuk datang ke rumah. Ibunya bisa panik dan cemas, sementara anak-anaknya tenang-tenang saja, Tenang tapi bukan berarti tidak perduli, mereka ya tahu ada ulangan, ujian, juga belajar. Tapi mereka menjadi tidak cemas karena justru ada yang diandalkan : yaitu ibunya dan orangtuanya. Mereka menggantungkan harapan pada orangtuanya. Kalau mereka sakit, yang dicari juga orang tuanya. Asal melihat orang tuanya di rumah saja sudah tenang, gak ribut bertanya mana ayah mana bunda. Begitu lihat ada dirumah, ya sudah, gak ditanya-tanya dan terkesan cuek  juga. Aneh ya? Read the rest of this entry »