Tangis pilu di Paroki Santa Rosa de Lima, Connecticut, Akibat Jumat Berdarah

19 12 2012
Sungguh tiada kata terucapkan, kecuali duka yang mendalam membayangkan cerianya anak-anak sebelum diterjang peluru. Kita tundukkan kepala mendoakan semua jiwa yang menjadi korban keganasan sesamanya. Kiranya Allah Bapa memberikan istirahat kekal bagi anak-anak yang menjadi korban dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Berikut kutikan dari milis tetangga.
PIJAR VATIKAN II DI TAHUN IMAN
 
Monsignor Robert Weiss, Pastor Kepala Paroki Santa Rosa de Lima, mendadak ngetop. Pastor Paroki Newton, di Negara bagian Connecticut Amerika ini, sama sekali tidak mengira kalau parokinya tiba-tiba menjadi sangat terkenal. Tragedi “pembantaian” di SD Sandy Hook, mau tak mau mencuatkan Parokinya ke seluruh dunia.  Peristiwa tragis itu terjadi di wilayah Paroki Santa Rosa de Lima. SD Sandy Hook hanya berjarak 1.5 km dari gereja Paroki. Dari 26 korban pembantaian itu, 10 orang korbannya adalah umat Katolik warga paroki Santa Rosa de Lima. Hari Jum’at “berdarah”, 14 Desember 2012, salah seorang umat Paroki, bernama Adam Lanza, bertindak di luar batas kemanusiaan. Pagi itu, entah karena apa, Adam menjadi setan. Ia menembak Nancy, ibunya sendiri. Lebih 4 peluru menembus kepala ibu malang ini. Di rumah mewah keluarga Lanza yang harganya sekitar 1.5 juta US dollar, polisi menemukan jasad Nancy dalam keadaan sangat mengenaskan.  Polisi menemukan ibu malang ini bersimbah darah, masih memakai piyama tidur. Bangunan asri yang ditempati keluarga Lanza, di atas tanah seluas lebih dari 1000 m2, menjadi saksi bisu tragedi keluarga ini. Read the rest of this entry »




Mengenal Arah Angin

15 04 2012

“Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

Kalau sudah mendapat predikat ‘guru’, ‘pengajar’, ‘pemimpin’ maka ada suatu standar yang dituntut lebih tinggi dari yang lain. Tentu guru dan pengajar harusnya lebih pandai dari murid, pemimpin lebih bijaksana dari yang dia pimpin. Mana ada guru berenang yang tidak bisa berenang? Mana bisa kita mengajari orang lain naik sepeda kalau kita tidak bertahan merasakan jatuh bangunnya belajar naik sepeda terlebih dulu? Biar sakit, yatetap bangun dan bangkit lagi belajar lagi sampai lancar.

Hal ini menjadi tuntutan berat pada seorang ‘guru’ seperti Nikodemus, yang statusnya di kelas atas dalam masyarakat Yahudi. Pejabatpun tunduk pada para pengajar dan ahli Taurat, yang menentukan siapa bisa masuk surga dan tidak. Tapi rupanya jam terbang Nikodemus tidak berarti dihadapan Yesus. Pemahamannya tentang hal-hal ‘surgawi’ jauh dari apa yang dimaksud Yesus. Nikodemus masih berfikir ditingkat duniawi. Para guru ini tentunya berada di atas angin, jadi harusnya tahu apa yang sedang terjadi diatas ‘sana’. Mereka dianggap sudah lebih tinggi jam terbangnya, sehingga seharusnya bisa membimbing dan mengajari yang lain.Kita perlu memahami kemana suara Roh Allah yang dilambangkan seperti angin itu bertiup. Mereka yang bergerak mengikuti arah angin adalah mereka yang ‘peka’ akan tuntunan Tuhan. Mereka tahu kemana arah angin sebenarnya, sehingga akanselalu siap sedia mengikutinya. Tidak ada paksaan dan tidak ada penolakan. Read the rest of this entry »





Cari Apa… Cari Apa… Cari Apa Sekarang…

4 01 2012
“Apa yang kamu cari?”
Untuk yang pernah ikut pramuka past masih ingat lagu yang sering dinyanyikan berbalas-balasan antar regu : Sedang apa… sedang apa… sedang apa sekarang… sekarang sedang apa… sedang apa sekarang. Kemudian dibalas regu lain… sedang XXX… sedang XXX demikian seterusnya sampai regu yang kehabisan kata-kata atau tidak ‘nyambung’ akan dinyatakan kalah. Nah, seperti itulah sepotong sabda Jesus yang terngiang dikepala saya sepanjang hari ini.
Sepanjang pagi hingga malam hari ini seolah-olah Sabda ini membawa saya bertanya senantiasa. Apa yang kamu cari? Persis seperti Jesus menanyakan pada kedua murid yang mengikutiNya. Apa sih yang kamu cari sebenarnya? Apa yang saya cari ditengah kesibukan mengurus 3 client dengan 3 tim berbeda. Apa juga yang saya cari dari hebohnya urus organisasi ditengah gonjang-ganjing politik negri yang lagi krisis kepemimpinan. Apa juga yang saya cari ditengah pelayanan membawakan renungan dan mengajar yang membuat saya setelah selesai pekerjaan dikantor masih lanjut lagi dan pulang mendapati semua anggota keluarga sudah tidur. Apakah saya menemukan Jesus diantara kesibukan sehari-hari? Siapakah panutan hidup kita? Read the rest of this entry »




Amanat Agung – Pesan Terakhir Sang Guru

25 01 2011
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil.”
Kalau melihat pertumbuhan anak-anak, rasanya tugas murid sepertinya sederhana, cuma belajar dari sehari ke hari. Tapi kalau diperhatikan apa yang mereka pelajari makin lama makin banyak dan makin kompleks. Semua ini bertujuan agar suatu hari nanti mereka bisa mandiri, bisa melakukan hal yang tepat secara bertanggung-jawab. Saat anak-anak sampai remaja, tugas orangtua adalah memastikan mereka melaksanakan tugasnya. Sedangkan saat sudah menjadi mahasiswa, orang tua umumnya  sudah mengurangi porsinya dan menyerahkan tanggungjawab sepenuhnya pada sang anak. Ada yang berhasil mengatasi masa kuliah dengan menyelesaikannya, ada juga yang putus ditengah jalan karena berbagai hal.

Injil hari ini mengingatkan kita akan tugas perutusan kita yang utama yaitu untuk mewartakan Kabar Baik. untuk melaksanakan Amanat Agung. Perintah ini diberikan Yesus hanya bagi murid-muridNya, bukan bagi semua orang yang menghadiri pengajarannya di sinagoga ataupun ditempat umum. Ada orang-orang spesial yang dipersiapkan setelah sekian lama dididik menjadi murid-muridNya. Mereka ditempa mulai dari hal-hal sederhana, hanya mengikuti Yesus lalu mengikuti kebiasaanNya berdoa, berkeliling ke desa-desa untuk mengajar dan menyembuhkan mereka yang sakit dan lumpuh sampai berhadapan dengan para ahli taurat dan menghadapi badai ditengah danau. Sebelum sampai pada puncaknya, mereka pun harus menghadapi tantangan terberat saat Sang Guru di tangkap, dianiaya sampai wafat di kayu salib. Para murid mengalami ketakutan dan frustasi yang amat sangat, bahkan sampai tidak berani mengakui bahwa mereka murid Kristus seperti Petrus yang menyangkal Yesus. Toh pada akhirnya mereka lulus dalam ujian, kecuali Yudas Iskariot, dan akhirnya jumlah mereka bertambah banyak… sampai sekarang. Read the rest of this entry »





Menjadi Penjala Manusia

10 01 2011

“Ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Kalau saja Yesus hidup di jaman sekarang, membayangkan apa yang akan dikatakanNya saat menghampiri saya sedang bekerja didepan laptop mungkin Ia akan berkata “Ayo ikut Aku, kamu akan saya jadikan konsultan manusia”. Maklumlah profesi saya konsultan yang pekerjaannya membantu perusahaan-perusahaan yang ingin lebih maju lagi; membantu perusahaan yang sekarang menduduki peringkat pertama  di pasar Indonesia, tapi  ingin menjadi yang terkemuka ditingkat regional bahkan tingkat dunia. Membantu perusahaan yang pusing menghadapi ribuan karyawannya agar bisa mengajak mereka semua ‘lari’ dengan kecepatan tinggi menuju tujuan yang sama. Bagi pengusaha dengan 40-50 orang karyawan mungkin gak perlu konsultan, semua bisa ditangani sendiri. Tapi kalau karyawannya sudah ribuan orang dan tersebar dimana-mana dengan berbagai tingkatan… wah wah.. superman lah namanya kalau bisa melakukannya dengan  ‘one man show’ karena sulit bagi karyawan memiliki kesempatan tatap muka dengan orang no-1 setiap saat.

Kalau anda pengusaha, mungkin Yesus akan berkata :”Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan pengusaha manusia.” Kalau anda kontraktor, mungkin Yesus akan berkata “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan ‘pembangun’ manusia.” Bagaimana bila  anda membayangkan apa yang akan Yesus ucapkan bila Ia datang menemui anda saat ini?

Saya bisa memahami bahwa konteks panggilan atau tawaran Yesus kepada setiap pribadi adalah sesuai dengan pemahaman mereka ’saat’ itu. Kejadiannya persis terjadi pada saat  para nelayan yang sedang membongkar jaring atau bahkan bersiap-siap pulang, mereka hanya tahu danau Galilea, kapalnya dan bagaimana menggunakan jaring untuk menangkap ikan. Sehingga saat diajak Yesus, mereka hanya mengandalkan apa yang mereka tahu dalam kesehariannya, betul… hanya memiliki  engalaman dan pengetahuan sebagai nelayan. Bisa terkaget-kaget mereka kalau saat itu Yesus mengajak mereka dengan mengatakan “Mari ikut Aku, kamu akan kujadikan guru.” Lha nelayan tahu apa soal dunia pendidikan? Kemungkinan besar mereka akan menolak tawaran Yesus seketika itu juga, wah kami bukan ‘keturunan’ guru – gak tahu apa-apa tentang bagaimana mengajar dan diajar. Read the rest of this entry »





Tak Mau Lepaskan Harta (Stefan Leks)

24 05 2010

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Kisah cukup dipahami? Cukup banyak orang Kristen mengenal kisah tentang orang kaya yang pernah datang kepada Yesus sambil menyapa-Nya, “Guru yang baik”. Mereka tahu pula bahwa orang kaya itu akhirnya kecewa dan pulang dengan sedih. Tetapi tahukah mereka juga mengapa orang kaya itu yakin bahwa Yesus bukan guru yang baik?

Konsultasi
Pada awal kisah ini dikatakan bahwa seorang mendekati Yesus dengan berlari-lari. Ini tandanya bahwa ia masih cukup muda dan sekaligus
menghadapi masalah serius serta ingin memecahkannya dengan sebaik-baiknya. Untuk memecahkannya, ia ingin berkonsultasi dengan Yesus.

Namun, Yesus langsung menegurnya, “Kaukatakan Aku baik? Tidak ada yang baik selain Allah sendiri!” (ay 18). Setelah itu Yesus menyebut sejumlah perintah Allah yang dihafal setiap orang Yahudi. Tetapi Yesus hanya menyebut beberapa perintah yang menyangkut relasi manusia dengan sesamanya. Yang satu dirumuskan secara positif, ‘Hormatilah ayahmu dan ibumu’. Yang lain-lain dibuka dengan kata jangan, ‘Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang!’ (ay 19).

Tidak siap taat
Orang yang datang kepada Yesus yang diyakininya sebagai guru istimewa, mengharapkan petunjuk khusus. Tetapi yang didapatinya ialah nasihat umum saja, yaitu, ‘Wujudkanlah perintah-perintah Allah!’ Dengan kata-kata lain, Yesus hendak mengatakan bahwa kalau orang sungguh memperhatikan kepentingan sesamanya, ia pasti akan memperoleh hidup yang kekal. Jalan “umum” menuju keselamatan ini jangan diremehkan!
Read the rest of this entry »





Penjala Manusia

11 01 2010

“Mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia”

Kalau saja Yesus hidup di jaman sekarang, membayangkan apa yang akan dikatakanNya saat menghampiri saya sedang bekerja mungkin akan menjadi “Ayo ikut Aku, kamu akan saya jadikan konsultan manusia”. Maklumlah profesi saya konsultan yang pekerjaannya membantu perusahaan-perusahaan yang ingin lebih maju lagi. Membantu perusahaan yang sekarang no 1 di pasar Indonesia, tapi tetap ingin menjadi yang terkemuka ditingkat regional bahkan tingkat dunia. Membantu perusahaan yang pusing menghadapi ribuan karyawannya agar bisa mengajak mereka semua ‘lari’ menuju tujuan yang sama. Kalau pengusaha dengan 40-50 orang karyawan mungkin gak perlu konsultan, semua bisa ditangani sendiri. Tapi kalau karyawannya sudah ribuan orang dan tersebar dimana-mana dengan berbagai tingkatan… wah wah.. superman lah namanya kalau mau one man show karena sulit bagi karyawan punya kesempatan tatap muka dengan orang no 1 setiap minggu.

Kalau anda pengusaha, mungkin Yesus akan berkata :”Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan pengusaha manusia.” Kalau anda kontraktor, mungkin Yesus akan berkata “Mari, ikutla Aku dan kamu akan Kujadikan pambangun manusia.” Coba anda bayangkan apa yang akan Yesus ucapkan bila Ia datang menemui anda saat ini?

Saya bisa memahami bahwa konteks panggilan atau tawaran Yesus pada setiap orang, setiap pribadi adalah sesuai dengan pemahaman mereka ’saat’ itu. Seperti para nelayan yang sedang membongkar jaring atau bahkan bersiap-siap pulang, mereka hanya tahu danau Galilea, kapalnya dan bagaimana menggunakan jaring untuk menangkap ikan. Sehingga saat diajak Yesus, mereka hanya mengandalkan apa yang mereka tahu, betul.. pengalaman dan pengetahuan sebagai nelayan. Bisa terkaget-kaget mereka kalau saat itu Yesus mengajak mereka dengan mengatakan “Mari ikut Aku, kamu akan kujadikan guru.” Lha nelayan tahu apa soal dunia pendidikan? Mungkin mereka akan menolak tawaran Yesus seketika itu juga. Read the rest of this entry »