Pesan Natal Uskup Agung Jakarta Mgr Suharyo

24 12 2012
Advertisements




Kisah perjuangan iman dibalik lagu “The Twelve Days of Christmas”

9 12 2012

Untuk jutaan orang, lagu “Twelve Days of Christmas” hanya merupakan lagu yang lucu dan tidak jauh berbeda dengan lagu-lagu lain seperti “I saw Mommy Kissing Santa Claus”, dan “Rudolph the Red-nosed Reindeer”. Intinya, banyak lagu-lagu Natal yang isinya tidak masuk akal dan hanya merupakan penggembira pada saat Natal.

Namun meskipun kata2 di lagu “Twelve Days of Christmas” ini agak tidak masuk akal, lagu ini pernah menjadi salah satu alat pengajaran iman Katolik yang paling penting di Inggris.

Pada awal abad ke-enambelas di Inggris, agama Katolik dilarang secara hukum. Para pemeluk Katolik Inggris tidak di perkenankan untuk menjalankan ibadah mereka. Satu-satunya agama Kristen yang di perbolehkan secara hukum adalah gereja Inggris (Church of England). Orang-orang Katolik yang menjalankan ibadahnya atau berbicara tentang agamanya akan di tangkap dan diadili menurut hukum saat itu. Kalau pelanggarannya di anggap berat bahkan bisa di jatuhi hukuman gantung. Anak-anak atau pun orang dewasa dikenai hukum yang sama tanpa melihat umurnya. Read the rest of this entry »





Asal Cerita Penggunaan Pohon Cemara Dalam Perayaan Natal

8 12 2012

Sejarah pohon natal dapat ditelusuri sampai di sekitar abad ke-8, saat St. Bonifasius (675-754), seorang uskup Inggris, menyebarkan iman Katolik di Jerman. Pada saat dia meninggalkan Jerman dan pergi ke Roma sekitar 15 tahun lamanya, jemaat yang dia tinggalkan kembali lagi kepada kebiasaan mereka untuk mempersembahkan kurban berhala di bawah pohon Oak. Namun dengan berani St. Bonifasius menentang hal ini dan kemudian menebang pohon Oak tersebut. Jemaat kemudian bertanya bagaimana caranya mereka dapat merayakan Natal. Maka St. Bonifasius kemudian menunjuk kepada pohon fir atau pine, yang melambangkan damai dan kekekalan karena senantiasa hijau sepanjang tahun. Juga karena bentuknya meruncing ke atas, maka itu mengingatkan akan surga. Bentuk pohon yang berupa segitiga dan menjulang ke atas serta hijau sepanjang tahun, inilah mengingatkan kita akan misteri Trinitas, Allah yang kekal untuk selama-lamanya, yang turun ke dunia dalam diri Kristus untuk menyelamatkan manusia. Read the rest of this entry »





Inilah Alasan Umat Katolik merayakan Natal tanggal 25 Desember

4 12 2012

Setiap tahun umat katolik merayakan hari Natal, yaitu Hari Kelahiran Yesus Kristus. Namun mungkin banyak di antara kita yang mempunyai pertanyaan apa perlunya merayakan Natal, mengingat kata Natal tidak disebut dalam Kitab Suci. Ketiga, bolehkah merayakan Natal sebelum tanggal 25 Desember?

Memang ada beberapa teori tentang asal mula hari Natal dan Tahun Baru. Menurut Catholic Encyclopedia, pesta Natal pertama kali disebut dalam “Depositio Martyrum” dalam Roman Chronograph 354 (edisi Valentini-Zucchetti (Vatican City, 1942) 2:17).[3] Dan karena Depositio Martyrum ditulis sekitar tahun 336, maka disimpulkan bahwa perayaan Natal dimulai sekitar pertengahan abad ke-4.

Kita juga tidak tahu secara persis tanggal kelahiran Kristus, namun para ahli memperkirakan sekitar 8-6 BC (Sebelum Masehi). St. Yohanes Krisostomus berargumentasi bahwa Natal memang jatuh pada tanggal 25 Desember, dengan perhitungan kelahiran Yohanes Pembaptis. Karena Zakaria adalah imam agung dan hari silih (Atonement) jatuh pada tanggal 24 September, maka Yohanes Pembaptis lahir tanggal 24 Juni dan Kristus lahir enam bulan setelahnya, yaitu tanggal 25 Desember.[4] Read the rest of this entry »





Kisah Artaban Orang Majus ke 4 – Mencari Juru Selamat

6 01 2012

Dari berbagai kisah Natal kita sering melihat dan mendengar  bahwa  orang Majus yang datang menemui bayi Yesus adalah 3 orang. Mereka bernama  Caspar, Melchior dan Balthasar. Artaban adalah orang Majus yang keempat yang tertinggal rombongan dan berkeliling mencari “sang Juru Selamat” sampai akhir hidupnya. Berikut kisahnya yang menarik bersumber pada novel “The Story of the Other Wise Man“ karya Henry Van Dyke.

Ketika Artaban dan kawan-kawannya mengetahui bahwa ada seorang Raja besar akan dilahirkan, tanpa ragu ia menjual semua harta bendanya dan kemudian dia membeli sebuah batu saphir yang sangat indah, sebuah batu ruby yang luar biasa bagus, dan terakhir dia membeli sebutir mutiara yang putih kemilau. Artaban sudah membuat janji dengan ketiga temannya untuk bertemu di suatu tempat. Caspar, Melchior dan Balthasar sudah mengatakan dengan tegas, kalau Artaban sampai terlambat semenit saja, mereka akan pergi meninggalkan Artaban sendiri. Artaban setuju.

Ketika sudah hampir tiba waktu perjanjian, berjalanlah Artaban menuju tempat yang sudah disepakati. Namun di tengah jalan, Artaban mendapati seorang yang sakit parah. Rupanya dia bekas dirampok dan dipukuli orang. Hati Artaban bergolak. Menolong artinya terlambat, tidak menolong, hatinya tidak sampai. Akhirnya dia memutuskan untuk menolong orang itu. Bahkan dia menjual permata saphirnya yang sangat indah. Artaban menggunakan uang hasil penjualan itu untuk mengobati orang yang sakit, mengantarkan ke sebuah penginapan, dan untuk dia sendiri membeli seekor unta agar dapat mengejar ketinggalan teman-temannya. Sedih hatinya karena batu permata yang hendak dia persembahkan kepada sang Raja berkurang satu. Read the rest of this entry »





Potret Keluarga Masa Kini

30 12 2011

“Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat”

Keluarga dikatakan sebagai Gereja terkecil dimana terdiri dari orang-tua dan anak-anak yang secara bersama-sama menghadirkan Tuhan ditengah kehidupan dan kesehariannya. Tentunya peran orang-tualah yang pertama-tama mengenalkan dan menghadirkan Tuhan kepada anak-anak sejalan dengan janji perkawinan di altar. Tidak mungkin anak dibiarkan mencari ‘jalan kebenaran’ dan dibebaskan memilih sendiri tanpa pengarahan orang-tua. Anak-anak belajar mengenal Tuhan Sang Pencipta, yang tidak terlihat, melalui kehadiran orangtuanya. Mereka mengenal kasih Tuhan yang tak terbatas melalui kasih dari orangtuanya.

Hari ini secara khusus diperingati Pesta Keluarga Kudus, kita diajak melihat potret keluarga ideal dalam diri Yesus, Maria dan Yosef melalui bacaan hari ini. Mereka merupakan keluarga yang taat menjalankan ibadah seperti layaknya keluarga Yahudi dimana anak-anak diajarkan mengenal Taurat sejak masih usia dini. Kebiasaan beribadah bersama keluarga juga masih tampak pada kebiasaan keluarga yahudi saat ini dimana mereka bersama-sama menuju sinagoga di hari Sabat. Hal ini juga menjadi ciri dan tradisi masyarakat timur dalam beribadah. Read the rest of this entry »





Santo Stefanus

26 12 2011

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku;

Setelah merayakan kelahiran Yesus Kristus, Gereja mengajak kita mengenangkan perjuangan para martir. Hari ini kita mengenang teladan perjuangan iman dari rasul Stefanus yang dapat dibaca  di Kisah Para Rasul (6:8-10;7:54-59).

Sekali peristiwa, Stefanus yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mukjizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini. – Anggota jemaat ini adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria. – Mereka tampil bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang ini bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh Kudus yang mendorong dia berbicara. Mendengar semua yang dikatakan Stefanus, para anggota Mahkamah Agama sangat tertusuk hatinya. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit; Ia melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Maka katanya, “Sungguh, aku melihat langit terbuka, dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” Maka berteriak-teriaklah mereka, dan sambil menutup telinga serempak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya dengan batu. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sementara dilempari, Stefanus berdoa, “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” Read the rest of this entry »