Paus Fransiskus: Iman tidak bisa dinegosiasikan; Gereja kita adalah Gereja Martir

6 04 2013
Memberikan kesaksian keterpaduan iman dengan berani: adalah sebuah ajakan dari Paus Fransiskus selama Misa yang dipimpinnya di Kapel Casa Santa Marta pada 6 April 2013.
Dalam homilinya yang singkat, Paus mengomentari bacaan-bacaan Alkitab pada hari Sabtu masa Oktaf Paskah: yang pertama merujuk kepada Petrus dan Yohanes yang memberikan kesaksian iman dengan berani di hadapan para imam kepala Yahudi meskipun menghadapi ancaman-ancaman, kemudian dalam bacaan Injil, Yesus yang Bangkit menegur para rasul yang tidak mempercayai banyak orang yang telah meyakini melihatNya hidup.
Sri Paus bertanya: “Bagaimana dengan iman kita sendiri? Kuatkah? Atau kerap kali seperti air mawar yang keruh?”. Ketika kesulitan-kesulitan hidup datang “apakah kita berani seperti Petrus atau merasa segan?“. Paus mengamati bahwa Petrus tidak kehilangan iman, ia tidak jatuh kepada kompromi-kompromi, karena “iman tidak bisa dinegosiasikan”. Read the rest of this entry »
Advertisements




Mempertahankan Iman Jauh Lebih Sulit Daripada Menerima Kabar Keselamatan

26 12 2012
“Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat”
Kabar sukacita ternyata tidak selalu diterima dengan sukacita. Ada banyak kejadian disekitar kita yang membuat kita bertanya-tanya, apa sebenarnya yang dicari manusia. Berbagai janji para calon pimpinan daerah seolah membangun mimpi warga masyarakat; soal percaya atau tidak bagaimana nanti, yang penting coblos dulu yang bisa meyakinkan para konstituen. Itu baru janji  dari manusia untuk manusia. Belum lagi janji para wakil rakyat saat kampanye yang notabene juga sulit ditagih dan mungkin rakyat juga sudah sama-sama ‘lupa’ sehingga tidak ditagih saat sudah menjabat.

Jangankan janji manusia, janji Tuhan pun jangankan ditagih, diingat juga mungkin sesekali saja. Tawaran Tuhan akan janji keselamatan bagi seluruh umat manusia, melalui puteraNya Yesus Kristus juga ditanggapi beragam. Janji Allah bahwa Ia akan mempersatukan seluruh manusia dalam KerajaanNya ditanggapi berbeda. Ada yang tetap sibuk dengan kehidupannya, memilih nanti saja dipikirkan kalau sudah lansia dan ada juga yang menolak bahkan tidak percaya. Maka kalau kelahiranNya saja sudah ditolak dimana-mana, hal ini tidak membuat rencana Allah itu gagal. Karya keselamatan tetap harus berjalan karena Allah itu maha kasih, Ia menjanjikan tempat kehidupan kekal bagi semua manusia ciptaanNya. Tidak satupun terhilang, Allah menjanjikan kesatuan antara semua ciptaanNya dalam kekekalan.

Jangan-jangan kita juga masih ragu dan menimbang-nimbang untuk menerima tawaranNya? Atau kita termasuk yang menolak dan berkata, jangan sekarang deh, saya masih sibuk, nanti saja kalau sudah pensiun… halaaah, siapa yang menjamin umur kita sampai pada masa ‘itu’? Read the rest of this entry »





INDULGENSI PENUH DI TAHUN IMAN

6 10 2012
Vatikan City, 5 Oktober 2012 (VIS) – Menurut sebuah dekrit yang diumumkan hari ini dan ditandatangani oleh Kardinal Manuel Monteiro de Castro dan Uskup Krzysztof Nykiel, Ketua dan Wakit Ketua Lembaga Pengampunan Dosa Apostolik (: Apostolic Penitentiary), Paus Benediktus XVI akan memberikan Indulgensi Penuh dalam rangka peristiwa Tahun Iman. Indulgensi tersebut akan berlaku sejak pembukaan Tahun Iman pada tanggal 11 Oktober 2012 dan berakhir pada tanggal 24 November 2013.
 
Dekrit tersebut mengatakan: “Hari perayaan ulang tahun kelimapuluh pembukaan Konsili Vatikan II ditetapkan Sri Paus Benediktus XVI sebagai pembukaan tahun yang didedikasikan bagi pengakuan iman yang sejati dan penafsirannya yang benar melalui permenungan akan hasil Konsili Vatikan II dan Katekismus Gereja Katolik”.
 
“Karena tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan kesucian hidup menuju tingkat tertinggi di bumi ini, dan dengan demikian demi mencapai tingkat yang paling luhur dari kemurnian jiwa, banyak manfaat bisa diperoleh dari karunia agung Indulgensi, yang diberikan Kristus kepada Gereja. Gereja menawarkan kepada setiap orang yang dengan mengikuti norma-norma yang berlaku melaksanakan tindakan-tindakan khusus untuk mendapatkan indulgensi”.
 
“Selama Tahun Iman, yang akan berlangsung dari tanggal 11 Oktober 2012 hingga 24 November 2013, Indulgensi Penuh atas hukuman sementara dari dosa, yang diberikan oleh kemurahan Allah dan berlaku juga untuk jiwa-jiwa umat beriman yang telah meninggal, dapat diperoleh oleh semua orang beriman yang benar-benar menyesali dosa-dosanya, menerima Sakramen Pengakuan Dosa dan Ekaristi serta berdoa sesuai dengan ujub/intensi dari Sri Paus.” Read the rest of this entry »




Bangkitkan rohku ya Tuhan

27 08 2012
“Hai pemuda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
Ngobrol jaman sekarang memang sudah tidak perlu tatap muka, bahkan tidak perlu telpon sehingga ngobrol via BBM dan SMS  bisa dilakukan sambil tiduran dan sambil makan. Tetapi jangan lakukan saat kita sedang makan bersama dengan teman-teman dan keluarga kita. Mereka berhak atas perhatian kita juga. Juga jangan BBMan sambil mengendarai mobil dan motor karena sudah banyak kecelakaan terjadi bila konsentrasi pengendara terpecah.
Dulu bahan obrolan sering membicarakan teman-teman dan lainnya, tetapi semakin lama obrolan semakin menjurus ke arah rohani. Mungkin karena kita juga bertambah dewasa (cieee…) atau ingin terlihat lebih spiritual? Kalau hubungan kita dengan teman sudah begitu dekat, kadang seorang teman bisa curhat tentang hal-hal yang rohaniah; kenapa ya hidup doa gw kering ? Masih berdoa sih  tapi semangatnya  tidak seperti dulu lagi, hanya sekedarnya sebelum tidur malam, bangun pagi dan tentunya doa makan. Read the rest of this entry »




Kasih Menghidupkan Komunitas Orang Beriman

15 08 2012

“Sebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul demi nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka”

Semakin banyak orang berkumpul apalagi hidup berkomunitas, maka akan semakin besar potensi timbulnya konflik. Awalnya bisa karena konflik antar pribadi yang kalau didiamkan bisa konflik komunal yang berdampak buruk bagi orang banyak. Sering kitapun bertanya-tanya dimanakah Tuhan karena disekitar kita banyak pertikaian dimana-mana. Perang antar suku dan etnis  tidak habis-habis, pertikaian antar tokoh bisa berakibat pertumpahan darah bahkan rakyat tak berdosa bisa jadi korban. Hidup berkomunitas memang ada tata-caranya yang perlu dijaga dan dipahami bersama.

Rupanya Yesus sudah menyadari hal ini, Ia mengamati keseharian dari seluruh pengikutNya dari waktu ke waktu. Semakin lama mereka bersama-sama, semakin mereka mengenal satu sama lain termasuk kelebihan dan kekurangannya. Ketegangan tentu saja bisa muncul bila semua ‘under pressure’ dikejar deadline, dikejar waktu harus pelayanan kesana-sini. Bisa jadi salah seorang murid  ketinggalan karena tidak ‘well-informed’ … Read the rest of this entry »





Berani Bayar Harga

16 07 2012

“Barangsiapa menyambut kalian, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.”

Sebagai katekis saya sering ngobrol dengan para katekumen menanyakan apa yang membuat mereka tertarik untuk mengenal ajaran Katolik lebih jauh lagi, apalagi mereka harus memenuhi absensi dalam jumlah tertentu sebelum dibaptis. Itupun kalau lolos lewat wawancara akhir dengan romo. Umumnya mereka menjawab bahwa hal yang paling menarik mereka adalah pola hidup beberapa kerabat yang mereka kenal, entah tetangganya, entah keluarga jauh atau bahkan teman sekantornya. Mereka mencari tahu apa yang membuat orang-orang ini bertahan dalam berbagai tantangan hidup, mereka begitu gigih beriman pada Kristus dan tetap lembut hati walau sedang dalam guncangan.

Disisi lain ada saja komentar miring tentang minimnya pengalaman iman orang katolik sehingga mereka sendiri tidak dapat menjawab beberapa pertanyaan mendasar tentang iman katolik bila ditanyakan oleh yang non-katolik. Dengan tenang cuma menjawab ” saya mah katolik biasa-biasa aja, dari sono sudah begini. Cukup.” ….*tepok jidat… Read the rest of this entry »





Bukan Iman Rengekan

12 11 2011

Jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?

Pernahkah saat anda berada di sebuah mall atau toserba besar bertemu dengan anak-anak yang merengek-rengek minta mainan pada mamanya? Bahkan mungkin sering juga berguling-guling sampai orangtuanya agak malu dan menjadi semakin marah melihat kelakuan anaknya. Daaan… drama begini biasanya manjur, daripada ribut-ribut akhirnya dipenuhilah permintaan si anak.

Hhaahh.. bersyukur anak-anak saya gak ada yang manja seperti itu saat kecil. Kami biasakan sebelum pergi dibuat kesepakatan mengapa dan apa yang akan kita lakukan di mall, termasuk apa yang kita inginkan dan apa yang mereka inginkan. Saatnya membeli mainan hanya diberikan bila mereka telah melakukan beberapa hal sebagai apresiasi. Jadi anak saya sudah tahu bahwa kita tidak akan membelikan mainan. Biasanya mereka berkata “Bolehkan kalau aku lihat-lihat dan pegang-pegang saja?” Hahaha… Akhirnya kami tahu apa yang mereka inginkan. Dan nanti bila suatu saat mereka membuat prestasi, saya atau suami membelikannya diam-diam.

Sebenarnya Allah kita adalah Allah yang maha tahu segala kebutuhan dan keinginan kita. Ia ingin kita memiliki hubungan yang akrab denganNya, apalagi kalau bukan melalui doa. Hubungan dekat tentu tidak bisa hanya berjumpa sekali-sekali, tetapi dibangun karena kebiasaan bertemu dan berkomunikasi. Sama halnya dengan anak, tanpa sepatah katapun kita bisa mengenal kira-kira apa yang ingin disampaikan anak kita. Tidak demikian halnya dengan orang yang baru kita kenal. Read the rest of this entry »