Arti Seikat Kembang Bagi Yang Masih Hidup

16 11 2012

Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir didepan kuburan umum.
Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan.. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata, “Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!”
Penjaga kuburan itu menganggukkan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu.
Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata, ” Saya Ny. Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya.”
“O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda.” jawab pria itu.
“Apa, maaf?” tanya wanita itu dengan gusar. Read the rest of this entry »

Advertisements




Susahnya Memberi Bila Sudah Berkelebihan

11 11 2012

“Janda ini memberi dari kekurangannya bahkan ia memberi seluruh nafkahnya”

Sekretariat paroki paling sibuk kalau sudah masuk musim ‘kawin’ sejak bangunan gereja selesai direnovasi lengkap dengan AC.  Dalam menghadapi umat yang ingin menggunakan fasilitas gereja, terpaksa Dewan Paroki membuat beberapa panduan agar tidak terjadi kesimpangsiuran dan terutama agar aset gereja yang ada juga terpelihara. Maklum itu semua menggunakan uang umat dan harus dikembalikan bagi umat juga. Salah satunya adalah memprioritaskan penggunaannya bagi umat paroki terlebih dulu dibandingkan umat dari luar paroki. Nah yang lebih repot adalah menghadapi umat luar paroki. Lebih ribet lagi kalau yang diladeni adalah … maaf, orang kaya dan berpangkat. Waduuuh serasa koster dan semua orang itu adalah stafnya, semua harus ada dan siap melayani tuan dan nyonya. Belum lagi kalau misanya konselebrasi dengan menggunakan pastor-pastor seleb (istilah saya buat pastor yang dikenal banyak orang) atau malah mendatangkan beberapa Uskup dari luar KAJ. Selain itu peran WO Wedding Organizer umumnya susah diatur dan aroga, padahal mereka kurang mengenal tata ibadat liturgi. Read the rest of this entry »





Ikut Tuhan UUD – Ujung-Ujungnya Duit?

21 08 2012

“Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Kalau melihat perilaku para pengendara motor di semrawutnya lalulintas Jakarta semakin hari semakin menjengkelkan. Menyerobot trotoar dan masuk jalur bus way sudah biasa, menyerobot dari kanan jalur mobil membuat jantung kita deg-degan. Apalagi kalau sudah di perempatan jalan para pemotor ini seolah takut tidak kebagian lampu hijau sehingga berupaya berada paling depan. Dalam sekejap saja mereka bisa memenuhi bagian depan batas jalur berhenti bahkan bisa menyorong sampai ke tengah perempatan. Nanti tiba-tiba ada saja yang melesat mencuri-curi kesempatan memotong jalan, tidak sabar menunggu lampu berganti hijau. Itulah aslinya karakter manusia, tidak mau kalah dari yang lain.

Demikian pula dengan yang terjadi saat mengikuti Yesus. Semua saling berlomba untuk menjadi yang paling utama, menjadi nomer satu dan terdepan.  Para murid yang engharapkan Yesus menjadi raja orang Israel  tentu juga dengan harapan mendapatkan tempat istimewa di sisi kanan kiriNya. Demikian pula seorang kaya yang mendekati Yesus, ia menunjukkan apa saja yang telah diperbuatnya. Tentu saja dengan harapan Ia akan mendapatkan pujian didepan banyak orang. Tetapi Yesus tahu motivasi yang tersembunyi didalam hatinya. Kekayaannya justru yang mengikat hatinya mendekat kepada Tuhan. Read the rest of this entry »





Miskin dan Lapar Tapi Bahagia

7 09 2011

“Berbahagialah hai kamu yang miskin karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.”

Pagi ini saya membaca pesan twitter seorang teman :”Yang nyaman belum tentu bermanfaat, Yang bermanfaat biasanya tak nyaman.” Menghasilkan sesuatu yang bermanfaat memang tidak mudah, bukan hanya saat mengerjakannya yang sulit, dari sejak memulainyapun tidak nyaman. Demikian pula upaya membuat yang terbaik perlu usaha extra keras seperti yang semalam kita saksikan dalam pertandingan Timnas melawan Bahrain. Beberapa hari lalu bertanding lawan Iran kalah telak. Kemarin bermain di kandang sendiri, kalah pula, masih ditambah lagi ancaman denda dari FIFA karena adanya penonton melemparkan petasan. Membangun yang baik butuh usaha keras dan waktu yang tidak sebentar tetapi menghancurkannya hanya dibutuhkan waktu sedetik.

Demikian pula dengan doa Bapa Kami yang kita daraskan agar keadaan di bumi seperti di dalam Surga yang isinya hanya kebaikan dan sukacita….. yaolooo … susahnyee…Saat kita bermaksud untuk berbuat baik, kok ada saja yang menganggap kita mencari muka, cari nama dan perhatian. Saat kita menolak atau menghindar mengikuti saran yang ‘nyeleneh’ melanggar peraturan, sering dianggap ‘sok suci’, ada juga yang mengatakan ‘gak solider’. Read the rest of this entry »





Jurang Antara Kaya dan Miskin

24 03 2011

“Engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu”

Apakah menjadi kaya itu berdosa sehingga si orang kaya itu masuk neraka sedangkan si Lazarus yang miskin bisa masuk surga?  Apa yang dilakukan berbeda sehingga kedua orang ini mendapat tempat berbeda di akhirat? Bukan masalah uangnya karena dimana-mana uang itu netral. Uang 6,7 T tentu berbeda artinya bila digunakan untuk membangun infrastruktur di wilayah pedalaman dibandingkan ditangan para koruptor yang mengeruk uang negara lewat salah satu bank. Yang membuatnya berbeda adalah cara  atau tujuan untuk menggunakannya; apakah untuk meningkatkan kesejahteraan orang banyak atau meningkatkan kesejahteraan pribadi.

Menjadi kaya dalam pandangan orang Yahudi adalah bukti dari rahmat Tuhan – baca Perjanjian Lama pada kitab Ulangan 28- kalau kita dengan sungguh memahami isi Taurat dan melakukannya maka apapun yang dilakukan berhasil. Tetapi sebaliknya kalau tidak dilakukan maka yang terjadi adalah kutuk, termasuk kutuk keturunan alias tidak punya anak. Maka dengan paham ini orang miskin dan mandul sering dianggap dikutuk Tuhan. Disisi lain, para penganut teologi kemakmuran juga beranggapan serupa – menjadi anak-anak Tuhan pasti berkelimpahan materi. Padahal dalam Perjanjian Baru dinyatakan bahwa untuk menjadi pengikut Kristus, kita harus siap memanggul salib. Yesus Kristus datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat tetapi untuk menyempurnakannya. Kita harus siap memanggul salib keinginan menggunakan kekayaan kita untuk kepentingan pribadi. Its ok to be rich, as long as we have the wisdom to use it. Read the rest of this entry »





Lubang Jarum Kehidupan

28 02 2011

“Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Lubang pintu yang disebut ‘lubang jarum’ adalah sebutan orang Yahudi bagi pintu masuk kota yang berbentuk dengan lubang jarum sempit memanjang. Pintu ‘lubang jarum’ yang berada di tembok pembatas kota baru dapat digunakan bila pintu gerbang kota ditutup setelah ”jam kerja”. Hanya penduduk kota yang bisa masuk lewat pintu lubang jarum yang dijaga tentara. Unta bisa lewat kah? Bisa sekali karena memang pintunya masih cukup tinggi untuk dilewati unta. Unta memang masih bisa lewat pintu lubang jarum, tetapi penumpang dan barang-barangnya harus diturunkan terlebih dulu. Mengapa? Karena harus diperiksa oleh penjaga pintu, apakah ia benar-benar penduduk kota dan barang-barangnyapun harus di ”screening” apakah kena pajak atau tidak. Kalau penumpang atau bebannya tidak diturunkan dari unta maka rombongan sudah pasti tidak akan dijinkan masuk melalui pintu penjagaan tersebut. Setelah lolos dari pemeriksaan, unta pun harus ditarik masuk kedalam lubang jarum, karena ia tidak akan berjalan sendiri tanpa ditarik tuannya melalui lorong sempit dan gelap.

Itulah yang dimaksud Yesus, lebih mudah bagi Yesus menarik unta masuk melewati pintu lubang jarum daripada mengajak orang kaya masuk surga. Tidak ada yang mustahil bagi Yesus karena Ia adalah 100 % Allah yang memegang kunci pintu Surga. Unta hanya akan diam saja bila barang-barang dan ikatannya dilepaskan, bahkan unta juga diam dan menurut untuk ditarik pemiliknya memasuk ilorong yang sempit dan gelap. Tapi bagi orang yang kaya belum tentu rela melepaskan ikatan (pikiran dan hati)nya yang terus menerus ingin menambah kekayaan dan tidak pernah puas dalam kehidupannya. Juga akan sangat sulit bagi orang kaya untuk tetap ”diam” tidak berpikir akan hartanya, apalagi harus memikul salib kehidupan sebagai pengikut Kristus dalam melewati lorong gelap dalam hidupnya untuk masuk KerajaanNya. Read the rest of this entry »





Semakin Beruntung Semakin Berhitung

22 11 2010

“Janda ini memberi dari kekurangannya bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”

Sekretariat paroki paling sibuk kalau sudah masuk musim ‘kawin’ sejak bangunan gereja selesai direnovasi. Saat itu hanya dua paroki di Dekenat Jakarta Selatan yang gedung gerejanya menggunakan AC. Banyak sekali umat yang ingin menggunakannya untuk pernikahan, termasuk umat dari paroki tetangga. Alasan praktis karena rute kendaraan umum dan mungkin juga karena nyaman dengan adanya AC. Tapi ada juga yang mengatakan suka ikut misa di paroki kami karena misanya “pasti pas’… satu jam… halaaah….!

Dalam menghadapi umat yang ingin menggunakan fasilitas gereja, terpaksa Dewan Paroki membuat beberapa panduan agar tidak terjadi kesimpangsiuran dan terutama agar asset yang ada juga terpelihara. Maklum itu semua menggunakan uang umat dan harus dikembalikan bagi umat juga. Salah satunya adalah memprioritaskan penggunaannya bagi umat paroki terlebih dulu dibandingkan umat dari luar paroki. Nah yang lebih repot adalah menghadapi umat luar paroki. Lebih ribet lagi kalau yang diladeni adalah … maaf, orang kaya dan berpangkat. Waduuuh serasa koster dan semua orang itu adalah stafnya, semua harus ada dan siap melayani tuan dan nyonya. Belum lagi kalau misanya konselebrasi dengan menggunakan pastor-pastor seleb (istilah saya buat pastor yang dikenal banyak orang) atau malah mendatangkan Uskup dari luar.  Padahal kita saja sering sulit mencari pastor untuk  mengadakan misa. Selain itu peran WO Wedding Organizer yang mereka bayar (pasti mahal kan?) juga rada arogan karena umumnya kurang mengenal tata ibadat liturgi.

Setelah semuanya selesai jarang sekali ada yang kembali dan mengucapkan terima kasih kepada para koster, mesdinar dan para staf sekretariat yang pontang panting menyiapkan segalanya. Bisa dibandingkan kalau yang menggunakan umat kami sendiri yang ada kalanya juga dari kalangan sederhana. Orang tua mempelai bahkan pengantinnya datang kembali mengucapkan terima kasih atas segala bantuan yang diberikan. Terkadang yang tidak mampu pun kami sediakan koornya, buku misa dibantu untuk dicetakkan, kalau perlu rias mantennya sisan lah, yang penting peristiwa sekali seumur hidup itu menjadi kenangan yang indah. Bukan kenangan penuh hutang untuk mbayar sana sini, lho kan sekarang pesta kawin juga bisa pakai KTA Kredit Tanpa Agunan? Read the rest of this entry »