Paus Fransiskus: Iman tidak bisa dinegosiasikan; Gereja kita adalah Gereja Martir

6 04 2013
Memberikan kesaksian keterpaduan iman dengan berani: adalah sebuah ajakan dari Paus Fransiskus selama Misa yang dipimpinnya di Kapel Casa Santa Marta pada 6 April 2013.
Dalam homilinya yang singkat, Paus mengomentari bacaan-bacaan Alkitab pada hari Sabtu masa Oktaf Paskah: yang pertama merujuk kepada Petrus dan Yohanes yang memberikan kesaksian iman dengan berani di hadapan para imam kepala Yahudi meskipun menghadapi ancaman-ancaman, kemudian dalam bacaan Injil, Yesus yang Bangkit menegur para rasul yang tidak mempercayai banyak orang yang telah meyakini melihatNya hidup.
Sri Paus bertanya: “Bagaimana dengan iman kita sendiri? Kuatkah? Atau kerap kali seperti air mawar yang keruh?”. Ketika kesulitan-kesulitan hidup datang “apakah kita berani seperti Petrus atau merasa segan?“. Paus mengamati bahwa Petrus tidak kehilangan iman, ia tidak jatuh kepada kompromi-kompromi, karena “iman tidak bisa dinegosiasikan”. Read the rest of this entry »




Cara Paus Fransiskus Mereformasi Gereja‏

3 04 2013

Father Roger Landry

Jika ada yang meragukan bahwa Paus Fransiskus dipilih oleh Para Kardinal dengan mandat untuk memperbarui Vatikan, maka Paus sendiri bergurau kepada para jurnalist tanggal 16 Maret, 3 hari setelah terpilih, bahwa beberapa Kardinal mengusulkan nama baginya “Adrianus”, mengikuti jejak Paus Adrianus VI, seorang Paus yang secara agresif memperbarui Pusat Administrasi Vatikan pada tahun-tahun permulaan dari Protestantisme.
Namun pembaruan semacam itu hanyalah sebagian kecil saja dari yang Tuhan kehendaki dalam pembaruan Gereja. Ketika St. Fransiskus dari Asisi mendengarkan kata-kata Yesus dari Salib di Gereja San Damiano, “bangunlah kembali Gereja-Ku”, ia menyangka Tuhan menyuruhnya memperbaiki bangunan Gereja Kecil San Damiano itu. Nanun ternyata Tuhan menghendaki suatu proyek pembangunan lain yaitu: mereformasi kehidupan iman umat Gereja secara keseluruhan.
Nampaknya demikianlah, meskipun para Kardinal memilih seorang Paus untuk mengatasi pelbagai issue yang terjadi di dalam Curia Vatikan, dan pelbagai skandal di dalam Gereja, namun sama seperti Santo Pelindungnya itu, Paus Fransiskus kiranya boleh menjadi tangan Tuhan untuk melakukan pembaruan yang lebih besar dan mendasar di dalam Gereja Katolik.
Salah satu pembaruan yang mendesak ialah pemulihan kredibilitas moral hirarki Gereja, khususnya para imamnya. Skandal seks para imam dan cerita tentang korupsi di Vatikan bukan hanya sangat menurunkan kewibawaan moral pemimpin Gereja, melainkan juga memberikan kesan bahwa bentuk-bentuk kehidupan moral para klerus itu lebih menyerupai monster daripada santo. Read the rest of this entry »




Catatan setelah Paskah: Puisi Paskah karya seorang muslim

1 04 2013

Puisi Paskah Karya: Ulil Absar Abdala, seorang Cendekiawan Muslim beredar di berbagai milis kristiani menjelang Paskah. Ternyata karyanya ini sudah muncul beberapa tahun silam. Saat itu ia sempat menjadi sasaran bom buku. Banyak orang menyangkanya pasti sebentar lagi membelot, ternyata sampai sekarang masih muslim. Ini menjadi catatan menarik bagi saya bagaimana seorang non kristiani memandang Paskah dengan begitu mendalam dengan pemilihan kata dan frasa yang tepat. Rasanya hanya pemikiran tingkat sufi yang mampu mengatasi segala perbedaan yang ada. Semoga kita yang mengaku kristiani sungguh memahami arti Paskah yang sebenarnya. Tidak menjalankan agama secara ritual, tetapi sungguh meneladani Kristus yang membuktikan cintaNya pada manusia dan ketaatanNya pada perintah Allah. Selamat Paskah !

PUISI PASKAH

Ia yg rebah, di pangkuan perawan suci, bangkit setelah tiga hari, melawan mati.
Ia yg lemah, menghidupkan harapan yg nyaris punah.
Ia yang maha lemah, jasadnya menanggungkan derita kita.
Ia yang maha lemah, deritanya menaklukkan raja-raja dunia.
Ia yang jatuh cinta pada pagi, setelah dirajam nyeri.
Ia yang tengadah ke langit suci, terbalut kain merah kirmizi: Cintailah aku!

Mereka bertengkar tentang siapa yang mati di palang kayu.
Aku tak tertarik pada debat ahli teologi.
Darah yang mengucur itu lebih menyentuhku.
Saat aku jumawa dengan imanku, tubuh nyeri yang tergeletak di kayu itu, terus mengingatkanku:
Bahkan Ia pun menderita, bersama yang nista. Read the rest of this entry »





HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA MALAM PASKAH 30 Maret 2013

31 03 2013

Berikut ini adalah terjemahan dari Homili Paus Fransiskus dalam Misa Vigili Paskah (Malam Paskah) yang diadakan pada Sabtu, 30 Maret 2013 di Basilika Santo Petrus. Inilah Misa Malam Paskah pertama dalam pontifikasinya.

******

Saudara dan saudari yang terkasih,

Dalam Injil pada malam bercahaya Vigili Paskah, kita pertama-tama menjumpai para perempuan yang sampai kubur Yesus dengan rempah-rempah untuk mengurapi tubuh-Nya (bdk. Luk 24:1-3). Mereka berangkat untuk menunjukkan tindakan belas kasih, tindakan umum kasih sayang dan cinta untuk orang terkasih yang meninggal, sebagaimana yang kita lakukan. Mereka telah mengikuti Yesus, mereka telah mendengarkan sabda-Nya, mereka telah merasa dimengerti oleh Dia dalam martabat mereka dan mereka telah menemani-Nya hingga akhir, hingga Kalvari dan hingga saat ketika Dia diturunkan dari salib. Kita bisa membayangkan perasaan mereka saat mereka melakukan perjalanan mereka menuju kubur : kesedihan, dukacita tertentu karena Yesus telah meninggalkan mereka, Ia telah mati, hidup-Nya sudah berakhir. Hidup sekarang akan berjalan seperti sebelumnya. Namun para perempuan  tersebut terus merasakan kasih, kasih bagi Yesus yang kini membawa mereka ke kubur-Nya. Tapi pada titik ini, sesuatu yang sama sekali baru dan tak terduga terjadi, sesuatu yang membingungkan hati mereka dan rencana mereka, sesuatu yang akan membingungkan seluruh hidup mereka: mereka melihat batu terguling dari hadapan kubur, mereka mendekat dan mereka tidak menemukan mayat Tuhan . Ini merupakan sebuah peristiwa yang membuat mereka bingung, ragu-ragu, penuh pertanyaan: “Apa yang terjadi?”, “Apa arti dari semua ini?” (bdk. Luk 24:4). Read the rest of this entry »





PENGAKUAN DOSA BEATO YOHANES PAULUS II Kisah Beato Yohanes Paulus II dan Pengemis

18 03 2013

Dalam Masa Prapaskah ini yang merupakan masa pertobatan, Gereja-gereja Katolik menyediakan jadwal khusus untuk penerimaan Sakramen Tobat dan mengajak umat-umat Katolik sekalian menggunakan momen tersebut untuk mengakukan dosanya. Berkenaan dengan Sakramen Tobat / Sakramen Pengakuan Dosa, ada sebuah cerita nyata menarik* di mana seorang Paus, Beato Yohanes Paulus II, mengakukan dosanya kepada seorang imam yang sekali waktu meninggalkan imamatnya dan menjadi pengemis.** Semoga cerita ini dapat menginspirasi kita dan meneguhkan kita untuk datang ke Gereja dan mengakukan dosa kita dalam Sakramen Tobat. Mari kita simak:

Seorang imam teman Scott Hahn kembali dari Roma dan menceritakan kisah ini kepada  Scott Hahn. Imam tersebut dalam perjalanan untuk audiensi pribadi dengan Paus Yohanes Paulus II. Imam itu berangkat lebih awal dan kemudian memutuskan untuk berhenti sejenak dan berdoa di sebuah gereja sebelum pertemuan dengan Paus. Beberapa langkah dari gereja tersebut terdapat sejumlah orang pengemis, hal yang cukup biasa di Roma. Ketika imam tersebut berjalan mendekati gereja, imam itu berpikir bahwa ia mengenali salah satu pengemis. Setelah masuk ke dalam gereja, imam itu berlutut berdoa sementara ia mengingat-ingat seorang pengemis yang familiar baginya. Setelah berdoa, imam tersebut segera keluar dan mendekati pengemis tersebut dan berkata: “Saya mengenal engkau. Bukankah kita pernah studi di seminari yang sama?” Read the rest of this entry »





First Message from The New Pope

15 03 2013
And rend your hearts, and not your garments, and turn to the Lord your God: for he is gracious and merciful, patient and rich in mercy, and ready to repent of the evil. (Joel 2:13)
new pope blessingLittle by little we become accustomed to hearing and seeing, through the mass media, the dark chronicle of contemporary society, presented with an almost perverse elation, and also we become [desensitized] to touching it and feeling it all around us [even] in our own flesh.  Drama plays out on the streets, in our neighborhoods, in our homes and — why not? — even in our own hearts.  We live alongside a violence that kills, that destroys families, that enlivens wars and conflicts in so many countries of the world.  We live with envy, hatred, slander, the mundane in our heart.
The suffering of the innocent and peaceable buffets us nonstop; the contempt for the rights of the most fragile of people and nations is not so distant from us; the tyrannical rule of money with its demonic effects, such as drugs, corruption, trafficking in people — even children — along with misery, both material and moral, are the coin of the realm [today].  The destruction of dignified work, painful emigrations and the lack of a future also join in this [tragic] symphony.
Our errors and sins as Church are not beyond this analysis.  Rationalizing selfishnesses, does not diminish it, lack of ethical values within a society metastisizes in [our] families, in the environment of [our] neighborhoods, towns and cities, [this lack of ethical values] testifies to our limitations, to our weaknesses and to our incapacity to transform this innumerable list of destructive realities. Read the rest of this entry »




Habemus Papam : Kita Telah Memiliki Paus

14 03 2013
new popeRabu, 13 Maret 2013, jam 19.06 waktu Roma, atau Kamis, 14 Maret 2013, jam 01.06 WIB setelah melihat asap putih keluar dari cerobong, tanda bahwa telah terpolih Paus yang baru, meluaplah kegembiraan umat yang hadir di lapangan Santo Petrus Vatikan.Kardinal-diakon tertua, Jean Louis Kardinal Tauran berkata : “Annuntio vobis gaudium magnum; habemus Papam: Eminentissimum ac Reverendissimum Dominum, Dominum Georgium Mariam Sanctae Romanae Ecclesiae Cardinalem Bergoglio qui sibi nomen imposuit Franciscum” (“Saya mengumumkan kepada Anda suatu kegembiraan besar; kita mempunyai Paus: Yang utama dan terhormat, Jorge Maria Kardinal Gereja Roma yang Kudus Bergoglio yang mengambil baginya nama Fransiskus”.Jorge Maria Kardinal Bergoglio (76 tahun) adalah Uskup Agung Buenos Aires, Argentina. Beliau adalah seorang Yesuit dan merupakan orang Amerika Latin pertama yang menjadi Paus.
Paus Fransiskus  – Pada sambutannya yang pertama Paus Fransiskus menyapa umat yang hadir di lapangan Santo Petrus Vatikan, a.l. sbb.    Read the rest of this entry »