Kartini Hidup di Batinku – Sr. Monika SND

21 04 2012

Kartini Hidup di Batinku

OPINI – KORAN JAKARTA/GANJAR DEWA

Setiap tanggal 21 April, selalu ada saat untuk merenung dan merefleksikan kehidupan Raden Ajeng Kartini yang dilahirkan sebagai putri Indonesia tahun 1879 di Mayong Jepara, Jateng. Hidupnya membawa dan memberi berkat bagi sesama, khususnya kaum perempuan.
Yang dilakukan sungguh menyentuh batin dan hidup saya. Bahkan, saya berkhayal, seandainya dia tidak pernah berjuang dan mengangkat hidup kaumnya, apa yang terjadi pada diri perempuan Indonesia? Saya mengenalnya sejak di bangku taman kanak-kanak lewat cerita orang tua dan guru. Mereka menuturkan riwayat hidup dan perjuangannya. Kecintaan saya pada Kartini semakin berkobar manakala diajak orang tua menelusuri tempat-tempat bersejarahnya.

Napak tilas biasanya dimulai dari tempat kelahirannya di Jepara, kemudian ke tempat dia hidup sebagai istri bupati di Rembang, lalu bapak ibu melanjutkan ke makamnya di Bulu Mantingan. Memang tak sukar untuk menelusuri sejarah Kartini karena saya dilahirkan dan sampai remaja tinggal di Blora yang tidak jauh dari ketiga tempat tersebut.

Semangat ingin mendalami Kartini pun tidak pernah pudar dalam sanubari walau kini saya berada di tempat yang jauh. Kerinduan untuk menelusuri tempat bersejarah maupun menelaah hidupnya selalu membara, menghidupkan semangat saya. Kartini sungguh luar biasa dalam kreasi berpikir dan bersosial. Dia mengatasi dirinya. Read the rest of this entry »





Kekuatan Doa

4 07 2011

“Anakku baru saja meninggal; tetapi datanglah, maka ia akan hidup.”

Kita tentu senang apabila mendapat hadiah doorprize. Ya namanya juga nasib yang lagi beruntung. Barangkali cuma mempunyai satu karcis saja, ternyata nomor karcis kita cocok dengan hasil undian door prize. Itulah karunia atau pemberian tanpa diminta. Tetapi itu bisa terjadi sungguh-sungguh.

Injil hari ini tidak berbicara mengenai door prize. Tetapi penyembuhan atau mukjizat yang terjadi pada dua orang itu, yaitu anak perempuan dari kepala rumah ibadat yang dihidupkan dan wanita yang dua belas tahun sakit pendarahan, sama-sama karunia dari Tuhan Yesus. Yang menarik, wanita yang sakit pendarahan itu memang memohon dan percaya kepada Yesus yang akan dapat menyembuhkan; sedangkan anak perempuan yang baru saja meninggal dihidupkan oleh Yesus karena permohonan bapaknya, yakni kepala rumah ibadat. Entah dimohonkan sendiri ataupun dimohonkan oleh orang lain, Tuhan Yesus mau mengabulkan doa permohonan tersebut. Si anak perempuan telah mati, tentu juga tidak dapat memohon sendiri kepada Yesus. Tetapi, berkat doa permohonan bapaknya si kepala rumah ibadat, Yesus datang dan membangkitkan anak perempuan itu kembali. Read the rest of this entry »





Lebih Baik Sedia “Payung” Sebelum ke UGD

1 04 2011

Sekali lagi saya mendapatkan  kasih karunia Tuhan dan penyertaanNya dalam hidupku. Allah Bapa  begitu mengasihi kita , Ia tidak pernah terlambat untuk menolong. Ia berbicara dengan berbagai cara serta melalui  orang lain, hanya kita sering lalai dan menganggapnya angin lalu.  Kalau kita sepakat bahwa anak-anak masih membutuhkan pendampingan kita sampai mereka mandiri, tentunya kita juga tidak hanya memikirkan diri kita sendiri. Semoga kesaksian saya berikut ini dapat meneguhkan iman para ibu dan juga para suami untuk memperhatikan kesehatan kita masing-masing sebagai pertanggungjawaban kita padaNya dikemudian hari.

Beberapa hari terakhir ini saya diombang-ambingkan kebimbangan atas tawaran dokter kandungan untuk melakukan operasi pengangkatan myom (myomectomy) . Sebenarnya myom tersebut sudah dikenali sejak dua tahun lalu; ditandai dengan haid yang tidak berhenti setelah 10 hari. Saat di USG ternyata ditemui myom didalam uterus (rahim). Akhirnya setelah upaya menghentikan pendarahan dilakukan, dokter menyarankan untuk kontrol setiap 3 bulan. Selain itu saya juga diminta mengurangi konsumsi ayam negeri dan kedele, termasuk mengurangi konsumsi tahu, tempe, susu kedele, tauge dsb. Mengingat penyebab myoma belum diketahui, pada umumnya myoma bertambah besar karena pengaruh hormon estrogen. Oleh karenanya saya mengurangi konsumsi bahan makanan penghasil hormon estrogen.

Selama dua tahun saya tidak menemukan masalah akibat kehadiran sang myom. Kadang membesar, kadang mengecil, tetapi jadual haid tetap teratur dan tidak disertai sakit atau pendarahan. Saya juga mencoba berbagai pengobatan herbal, walaupun dampaknya tidak banyak. Sampai pada akhir tahun lalu, dokter melihat pertumbuhan yang lebih cepat dari biasanya. Mengingat masa menopause masih lama, dokter menyarankan untuk mempertimbangkan myomectomy. Saat menopause nanti, produksi estrogen pasti menurun, untuk myom dibawah ukuran 1,5 cm kemungkinan bisa menyusut. Tetapi tidak demikian halnya dengan myom yang  besar, sehingga tetap harus dikeluarkan sebelum menimbulkan gangguan di kemudian hari. Read the rest of this entry »





Pidato Seorang Ibu Israel Didepan Parlemen Eropa di Hari Perempuan Internasional

16 03 2011

Kekerasan demi kekerasan semakin tumbuh subur di belahan bumi ini termasuk di negara kita, baik atas nama kekuasaan maupun atas nama agama dan ras. Selain penyerangan rumah ibadah, perusakan rumah penduduk dan yang terakhir 3 bom dalam satu hari di Jkt, membuktikan kekerasan tumbuh subur di bumi Indonesia. Pada akhirnya kaum perempuan dan anak-anak yang terlemahlah yang menjadi korban. Mari kita berdoa bagi keadaaan ini agar kasih semakin tumbuh subur dimana-mana. Berikut saya postingkan jeritan seorang ibu Israel di depan parlemen Eropa sebagai bahan renungan kita.

JAKARTA,  PedomanNEWS.com – Dr Nurit Peled-Elhanan adalah seorang aktivis perdamaian Israel. Ia ibu dari Smadar Elhanan, 13 tahun, yang tewas terbunuh akibat bom bunuh diri di Yerusalem September 1997. Selain Smadar Elhanan, dua gadis remaja usia 14 tahun ikut terbunuh.

Karena aktivitasnya, Nurit menerima penghargaan Sakharov untuk perjuangannya menegakkan HAM dan kebebasan berbicara. Penghargaan ini diberikan oleh Parlemen Eropa.

Tahun 2005 ia diundang kembali oleh Parlemen Eropa. Kali ini untuk menyampaikan pidato menyambut Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya.

Berikut ini terjemahan dari pidatonya yang diberi judul Perempuan:

Terima kasih karena telah mengundang saya pada hari ini. Ini adalah kehormatan dan kebanggaan untuk berada di sini, di depan anda sekalian anggota Parlemen Eropa.

Namun, harus saya akui mestinya anda mengundang perempuan Palestina untuk menggantikan saya, karena perempuan yang paling menderita akibat kekerasan di wilayah saya adalah perempuan Palestina. Dan karenanya saya ingin mempersembahkan pidato saya ini untuk Miriam R’aban dan suaminya Kamal, yang tinggal di Bet Lahiya Jalur Gaza, yang lima anak kecil mereka tewas oleh tentara Israel saat memetik stroberi di ladang keluarga mereka. Tidak seorang pun diadili untuk pembunuhan ini. Read the rest of this entry »





Iman Yang Menyembuhkan

10 02 2011

“Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”

Orang Yahudi menganggap bahwa mereka adalah umat pilihan Tuhan, sehingga memandang rendah bangsa lainnya, yang mereka sebut sebagai kafir, yang “disamakan” dengan anjing. Yesus yang keturunan Daud itu terkesan mendukung pandangan rasialis ini. Ia bukan saja menolak permohonan perempuan yang bukan Yahudi itu, tetapi juga “menghina” perempuan itu. Ia berkata, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” [Mat 15:24] Bahkan Yesus tega berkata, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”

Dalam kesusahan karena anaknya kerasukan setan, lalu perempuan itu meminta tolong kepada Yesus, tetapi malah mendapat hinaan, disamakan dengan anjing.  Ada sebagian orang berkeyakinan bahwa Yesus sedang “menguji” iman perempuan itu. Untuk apa Yesus mengujinya, bukankah Yesus telah mengetahui iman perempuan itu? Masih perlukah diuji lagi? Bagaimana kalau ujiannya gagal, perempuan itu menjadi marah lalu pergi meninggalkan-Nya? Bukankah itu sama artinya Yesus telah berbuat dosa?

Yesus tidak sedang menguji perempuan itu. Ia ingin menunjukkan kepada semua orang contoh kerendah-hatian dari seorang perempuan yang bukan Yahudi, yang tetap tegar meskipun mesti menghadapi penolakan dan penghinaan, yang sedang berkesusahan karena anaknya kerasukan roh jahat. Yang dilakukan oleh perempuan itu adalah contoh betapa ia sangat mengasihi anaknya. Meskipun hanya sisa makanan yang “dilemparkan”, ia tetap menganggap makanan baginya. Read the rest of this entry »





Wanita Diberkati

21 12 2010

“Diberkatilah engkau di antara semua perempuan ”.

Berikut saya postingkan kisah fiksi penciptaan wanita yang beredar di berbagai milis beberapa waktu lalu. Paling tidak menyadarkan para wanita betapa berharganya ia, juga menyadarkan para pria bagaimana mereka menghormati dan memperlakukan wanita seharusnya. Entah itu ibunya, saudara perempuan atau kawan serta anak buahnya.

Ketika Tuhan menciptakan wanita, Malaikat datang dan bertanya, “Mengapa begitu lama Tuhan?”
Tuhan menjawab, “ Sudahkah engkau lihat semua detail yang Aku buat untuk menciptakan mereka? Dua tangan ini harus bisa membersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastic. Setidaknya terdiri dari 200 bagian, yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan…dan semua dilakukannya dengan dua tangan ini”.

Malaikat itu takjub, “ Hanya dengan 2 tangan?…Impossible!”
“ Oh tidak!!Aku akan menyelesaikan ciptaan hari ini, karena ini adalah ciptaan favoritku, oh iya dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja selama 18 jam sehari”.

Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan Tuhan itu, “ Tapi Engkau membuatnya begitu lembut Tuhan?”
“ Yah, Aku membuatnya begitu lembut, tapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang Aku berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa”. Read the rest of this entry »





Peran Perempuan

17 09 2010

“Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka”

Ada pemeo mengatakan di belakang pria sukses ada wanita hebat, entah itu istrinya atau ibunya. Pastilah ada orang kedua yang mengambil peran dibelakang layar dibelakang kesuksesan seseorang. Mereka ikut beraksi dengan diam dan bertindak serta mengambil keputusan  tanpa perlu berkoar-koar demi karir sang pria. Tetapi pemeo tersebut juga bisa diartikan dibelakang pria yang sedang terpuruk pasti ada wanita yang menjadi penyebabnya, entah itu istrinya atau selingkuhannya. Banyak kasus kriminal dan korupsi bila dirunut ke akar permasalahan ternyata diakibatkan karena tuntutan perempuan. Apakah lelaki itu begitu lemah sehingga tunduk pada rengekan wanita persis seperti lagu “Sabda Alam”nya Ismail Marzuki – adakalanya pria tak berdaya – tekuk lutur dikerling wanita.

Dalam bukunya John Gray Men are from mars , women are from venus menjelaskan perbedaan pola pandang yang melatarbelakangi cara mereka berkomunikasi. Para pria mampu melakukan satu hal dan sangat fokus untuk itu, sedangkan wanita bisa melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan. Lihat saja kalau si bapak sedang menonton sepak bola, jangan coba-coba diajak bicara hal lain. Sedangkan seorang ibu rumah tangga masih bisa memasak sambil bertelpon dan membukakan pintu tamunya tanpa lupa akan masakannya. Ia bisa memikirkan banyak hal sambil melakukan hal yang berbeda-beda. Read the rest of this entry »