PENGUMUMAN PERKAWINAN : PENTING BUANGET…!!

1 02 2013

Biasanya pada saat pengumuman, kebanyakan umat menjadikan kesempatan pengumuman sebagai kesempatan “rehat” sejenak atau saatnya pulang duluan. Banyak yang cuek dengan pengumuman. Padahal di balik sekian banyak pengumuman itu ada satu pengumuman yang sangat penting dan wajib diumumkan serta umat punya kewajiban moral untuk memberitahukan hal-hal yang membuat perkawinan calon pasangan gagal atau batal. Namun pengumuman perkawinan sepertinya bagi kebanyakan umat hal biasa, hanya sekedar untuk mengetahui siapa yang akan menikah, soal ada halangan atau tidak bukan urusan umat atau saya. Kebiasaan umat adalah sebelum menikah tidak mau melapor hal-hal yang bisa menggagalkan perkawinan calon pasangan meski mendengarkan nama calon pasangan diumumkan. Namun setelah mereka menikah baru umat mulai meributkan sana-sini. Terus siapa yang salah…???

Read the rest of this entry »





Mencari Keteduhan Ditengah Kegaduhan

9 10 2012

Maria telah memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil dari padanya.

Bagi mereka yang terbiasa hidup dalam hirukpikuk kota, terjepit ditengah kebisingan kendaraan dibawah terik panas matahari, menemukan sepotong taman hijau penuh pohon laksana oase yang memberikan kesegaran sejenak. Sering ditemui beberapa kendaraan roda dua memilih menyingkir berteduh sejenak, menikmati rindangnya pohon sambil mengisap rokok dan sebotol minuman dingin yang ditawarkan penjaja disekitar taman.  Jangankan orang dewasa, anak-anakpun memerlukan pelampiasan atas kejenuhan mereka menghadapi tumpukan PR dan pelajaran yang bikin para ibu garuk-garuk kepala. Ilmu apakah yang sedang ‘dijejalkan’ di kepala anak-anak yang sedang bertumbuh ini?

Laksana setiap mesin produksi yang telah dibeli mahal, pada saat tertentu tetap dibutuhkan ‘down time’ untuk maintenance agar umur mesin dapat dipelihara. Tidak ‘mati’ sebelum waktunya. Demikian pula kita manusia yang tentu saja bukan termasuk mesin produksi, tetapi telah dibeli ‘mahal’ oleh Kristus, tentu sungguh berharga dimata Allah Sang Pencipta. Kita mahluk yang percaya bahwa semua diatas bumi ini adalah hasil ciptaanNya, termasuk orang-orang yang kita jumpai dalam keseharian, termasuk semua kejadian dalam kehidupan kita, semuanya pasti ada maksud dan tujuannya. There is always a purpose in life. Read the rest of this entry »





INDULGENSI PENUH DI TAHUN IMAN

6 10 2012
Vatikan City, 5 Oktober 2012 (VIS) – Menurut sebuah dekrit yang diumumkan hari ini dan ditandatangani oleh Kardinal Manuel Monteiro de Castro dan Uskup Krzysztof Nykiel, Ketua dan Wakit Ketua Lembaga Pengampunan Dosa Apostolik (: Apostolic Penitentiary), Paus Benediktus XVI akan memberikan Indulgensi Penuh dalam rangka peristiwa Tahun Iman. Indulgensi tersebut akan berlaku sejak pembukaan Tahun Iman pada tanggal 11 Oktober 2012 dan berakhir pada tanggal 24 November 2013.
 
Dekrit tersebut mengatakan: “Hari perayaan ulang tahun kelimapuluh pembukaan Konsili Vatikan II ditetapkan Sri Paus Benediktus XVI sebagai pembukaan tahun yang didedikasikan bagi pengakuan iman yang sejati dan penafsirannya yang benar melalui permenungan akan hasil Konsili Vatikan II dan Katekismus Gereja Katolik”.
 
“Karena tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan kesucian hidup menuju tingkat tertinggi di bumi ini, dan dengan demikian demi mencapai tingkat yang paling luhur dari kemurnian jiwa, banyak manfaat bisa diperoleh dari karunia agung Indulgensi, yang diberikan Kristus kepada Gereja. Gereja menawarkan kepada setiap orang yang dengan mengikuti norma-norma yang berlaku melaksanakan tindakan-tindakan khusus untuk mendapatkan indulgensi”.
 
“Selama Tahun Iman, yang akan berlangsung dari tanggal 11 Oktober 2012 hingga 24 November 2013, Indulgensi Penuh atas hukuman sementara dari dosa, yang diberikan oleh kemurahan Allah dan berlaku juga untuk jiwa-jiwa umat beriman yang telah meninggal, dapat diperoleh oleh semua orang beriman yang benar-benar menyesali dosa-dosanya, menerima Sakramen Pengakuan Dosa dan Ekaristi serta berdoa sesuai dengan ujub/intensi dari Sri Paus.” Read the rest of this entry »




KATEKESE SINGKAT: Misa Kudus dan Kitab Wahyu

1 10 2012
 Scott Hahn, Professor Kitab Suci Gereja Katolik, dalam bukunya “The Lamb’s Supper” hlmn 144-146 menunjukkan unsur-unsur Misa Kudus dalam Kitab Wahyu. Pada saat membaca tulisan ini, saya sangat menganjurkan anda untuk mengambil Kitab Suci dan membuka Kitab Wahyu.
Berikut petikannya:
“Bila kita ingin menjadikan Kitab Wahyu masuk di akal, kita harus belajar membacanya dengan imajinasi sakramental. Kita akan melihat kemuliaan yang tersembunyi dalam Misa Kudus hari Minggu mendatang.
Lihat sekali lagi dan temukan bahwa benang emas liturgi adalah yang menyatukan mutiara-mutiara wahyu dari penglihatan Yohanes: Read the rest of this entry »




Ite, missa est

5 09 2012
“Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”
Menjadi pengikut Kristus yang baik itu seperti apa seharusnya? Apakah cukup ke gereja setap hari minggu? Atau yang penting percaya pada Yesus, dan tidak melakukan dosa besar seperti korupsi dan selingkuh? Ada juga yang mengatakan kalau sudah jadi pengurus di gereja sudah pasti baik. Banyak pertanyaan serupa disampaikan setiap selesai mengajar KEP (Kursus Evangelisasi Pribadi) di paroki-paroki. Bukankah pertanyaan serupa juga ditanyakan seorang muda yang kaya kepada Yesus: apalagi yang aku harus lakukan untuk bisa mendapatkan hidup kekal?
Menjadi pengikut Kristus terlu perlu memahami mengapa kita memilih mengikuti Dia. Kita perlu menyadari apa misiNya datang ke dunia yang penuh dosa, bergaul dengan para pendosa seperti kita, meninggalkan Surga dan segala kuasaNya disana. Injil hari ini menegaskan bagaimana Yesus menolak segala kemapanan, Ia menolak sanjungan dan meninggalkan kenyamanan terhadap segala puja-puji karena ketenaran namaNya. Ia memilih menyingkir dan kembali fokus pada tujuan semula, kembali kepada misi kedatanganNya ke bumi: Ia harus memberitakan Kerajaan Allah. Bukan saja kepada bangsa Yahudi tetapi juga bangsa bukan Yahudi, Bukan hanya di satu kota, tetapi dari desa ke desa, dari kota ke kota. Ia harus berpindah ke satu titik ke titik lainnya untuk memastikan bahwa banyak orang telah memahami Kabar Baik dan bersedia menerimanya. Read the rest of this entry »




Merenungkan : Ekaristi & Sakramen Baptis

5 05 2012

Dalam rapat Dewan Paroki tertentu, terjadi perdebatan sengit antara dua pendapat, baptisan itu sebaiknya di dalam misa atau di luar misa. Kalau di dalam misa, nanti kelamaan misanya, padahal umat dan romo keburu ke pasar, ke tempat belanja, atau ke pusat keramaian kota. Kalau di luar misa, nanti yang hadir cuma keluarga, kurang meriah. Pastor paroki bingung menghadapi dua kubu ini, kemudian asam lambungnya kumat dan ngaso di rumah sakit.

Sebenarnya romo tidak perlu ngaso di rumah sakit karena alasan itu, kalau memahami gagasan Paus Benediktus dalam Sacramentum Caritatis art 17 bahwa Ekaristi itu sungguh sumber dan puncak kehidupan serta perutusan Gereja.  artinya semua perayaan keenam sakramen selalu terarah  dan mengalir dari Ekaristi.  Kita mengenal  sakramen-sakramen inisiasi yang meliputi sakramen  baptis, krisma atau penguatan dan ekaristi yang pertama. Ekaristi yang pertama berarti saat seseorang yang telah dibaptis  itu mengikuti perayaan Ekaristi secara utuh dan penuh yang tandanya: menyambut komuni. nah, saat anak-anak menerima komuni pertama itulah, mereka merayakan Ekaristi sebagai bagian dari sakramen inisiasi. lalu misa-misa selanjutnya tidak lagi termasuk sakramen inisiasi. Gereja juga mengajarkan bahwa perayaan sakramen baptis dan krisma yang ideal mesti dilaksanakan dalam rangka Misa kudus juga, kecuali tentu saja untuk baptisan (dan krisma) darurat.

Benarkah bahwa baptisan dalam Misa kudus akan memakan waktu lama? Poinnya tentu bukan soal lama atau singkatnya. saat merayakan baptisan, kita sedan menerima  anggota atau warga baru. layaklah kita merayakannya dengan penuh kelonggaran hati dan waktu serta rasa sukacita dan semangat welcome. selain itu, bila tata liturginya dipersiapkan sungguh, sebenarnya perayaan-perayaan liturgi dapa mengalir lancar dan tidak memakan waktu lama.





Potret Keluarga Masa Kini

30 12 2011

“Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat”

Keluarga dikatakan sebagai Gereja terkecil dimana terdiri dari orang-tua dan anak-anak yang secara bersama-sama menghadirkan Tuhan ditengah kehidupan dan kesehariannya. Tentunya peran orang-tualah yang pertama-tama mengenalkan dan menghadirkan Tuhan kepada anak-anak sejalan dengan janji perkawinan di altar. Tidak mungkin anak dibiarkan mencari ‘jalan kebenaran’ dan dibebaskan memilih sendiri tanpa pengarahan orang-tua. Anak-anak belajar mengenal Tuhan Sang Pencipta, yang tidak terlihat, melalui kehadiran orangtuanya. Mereka mengenal kasih Tuhan yang tak terbatas melalui kasih dari orangtuanya.

Hari ini secara khusus diperingati Pesta Keluarga Kudus, kita diajak melihat potret keluarga ideal dalam diri Yesus, Maria dan Yosef melalui bacaan hari ini. Mereka merupakan keluarga yang taat menjalankan ibadah seperti layaknya keluarga Yahudi dimana anak-anak diajarkan mengenal Taurat sejak masih usia dini. Kebiasaan beribadah bersama keluarga juga masih tampak pada kebiasaan keluarga yahudi saat ini dimana mereka bersama-sama menuju sinagoga di hari Sabat. Hal ini juga menjadi ciri dan tradisi masyarakat timur dalam beribadah. Read the rest of this entry »