Ora Et Labora : Semua Hasil Kerja Adalah Hasil Doa

6 09 2011

“Ia memilih dari antara mereka dua belas orang yang disebutNya rasul”

Kita tidak pernah tahu bila seseorang mengatakan saya sudah berdoa, saya selalu berdoa dst. Berdoa memang suatu kegiatan yang sangat pribadi, hanya diketahui oleh yang bersangkutan dengan Tuhan sendiri.Tetapi hal yang kasat mata adalah hasil perbuatan seseorang merupakan indikasi sejauhmana hidup doanya. Bukan hanya perbuatan, tetapi perkataannyapun meneduhkan dan dapat dipercaya.

Saat membantu beberapa client membangun budaya perusahaan, muncul inisiatif untuk memulai kebiasaan baru di salah satu unit kerja. Awalnya perilaku para karyawan cuek satu sama lain, yang senior tidak perduli dengan yang junior, orang lapangan merasa lebih penting dari orang admin. Kalau ada telpon masuk biasanya tidak diangkat, karena isinya hanya complain pelanggan sehingga mereka yang di backoffice lebih baik tidak ikut campur.

Satu komitmen bersama diantara pegawai disepakati untuk menumbuhkan kebiasaan baru saling melayani satu sama lain dan semakin profesional dan customer-oriented. Yang mereka lakukan awalnya sederhana, hanya berkumpul di satu ruangan setiap pukul 7.25 (jam kerja 7.30) untuk doa pagi bersama yang dipimpin secara bergiliran. Dilanjutkan dengan 2-3 orang memberikan tips hari itu dan setiap orang menyampaikan apa yang ia lakukan kemarin dan hari ini dalam 1 menit. Mereka lakukan sambil berdiri membentuk lingkaran dan selesai tidak lebih dari 15 menit.

Dari kebiasaan doa pagi dan pertemuan singkat tersebut, mulailah timbul kepedulian satu sama lain. Siapa yang belum datang, mengapa? Kalau ada keluarganya yang sakit didoakan, kalau keluar kota juga didoakan agar selamat diperjalanan. Yang terlambat tahu sedang didoakan, yang pergipun merasa tenang karena teman-temannya juga mendoakan perjalanannya. Mereka juga saling mengetahui siapa melakukan apa hari itu, ada masalah apa di pelanggan x dan y. Sehingga saat menerima telpon, mereka yang berada di kantor bisa memberikan penjelasan singkat atau meneruskan pesan kepada ybs. Kebiasaan ini sudah berlangsung setahun, dan terbawa menjadi kebiasaan yang ditiru di cabang-cabang lain. Hasil kerja cabang tersebut meningkat, complain menurun tajam,kualitas layanan membaik, dan semua berawal dari doa pribadi yang meningkat menjadi doa komunal… padahal para karyawan ini berbeda keyakinan lho…

Betul doa pribadi memang tidak terlihat hasilnya secara langsung, tetapi bila doa dilakukan dengan tulus secara  bersama-sama, hasilnya tentu dapat dilihat dan konsisten baik bahkan semakin baik dari waktu ke waktu.

Injil hari ini mengingatkan kita untuk meluangkan waktu secara khusus untuk membangun relasi secara pribadi dengan Tuhan. Bukan hanya itu, kebiasaan berdoa ditularkan kepada komunitas disekitar kita apakah keluarga atau rekan kerja. Hasil kerja bersama adalah hasil karya setiap orang yang terlibat didalamnya, tidak ada yang meninggikan diri karena percaya bahwa hasil kerja tersebut adalah hasil campur tangan Tuhan melalui tangan-tangan orang-orang yang dipilihNya.

Semoga kita semakin setia berdoa baik secara pribadi maupun bersama-sama. Tidak hanya berdoa bagi kalangan keluarga sendiri, tetapi justru mendoakan para pemimpin, rekan kerja dan masyarakat disekitar kita yang kekurangan dan membutuhkan bantuan. Sehingga Tuhan tetap berkarya melalui tangan-tangan orang-orang pilihanNya, tangan kita dan tangan orang-orang disekitar kita.

=============================================================================

Bacaan Injil Luk 6:12-19

“Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka, juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.”


Actions

Information

One response

6 09 2011
antoniuspandu

Kata-kata ini sangat kuat. “Berdoa memang suatu kegiatan yang sangat pribadi, hanya diketahui oleh yang bersangkutan dengan Tuhan sendiri.Tetapi hal yang kasat mata adalah hasil perbuatan seseorang merupakan indikasi sejauhmana hidup doanya. Bukan hanya perbuatan, tetapi perkataannyapun meneduhkan dan dapat dipercaya.”

Memang buah dari doa adalah perbuatan dan perkataan yang baik. Terima kasih atas renungannya. Gbu…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: