Prodiakon Berpeci Dilantik Di Paroki Kampung Sawah

14 07 2013

kampungsawahHari ini adalah jadual saya mengajar KEP di paroki Kampung Sawah. Kalau lihat jadualnya, KEP akan dimulai pk 19.00 selesai misa minggu pk 17. Saya pikir daripada susah mencari parkir, bahkan takut tersesat di malam hari karena harus membawa kendaraan sendiri, lebih baik saya di antarkan suami sore hari sekalian mengikuti misa disana. Saya terpaksa tidak dapat memenuhi undangan berbuka bersama keluarga besar dan mertua mengingat jadual mengajar sudah diagendakan jauh hari.
Suasana gereja terasa nyaman walau tanpa AC seperti umumnya gereja di Jakarta. Tetapi tetap sejuk dan semilir karena desainnya yang beratap tinggi dengan pintu-pintu terbuka di seputar gereja. Saat hendak mencari tempat duduk, seperti biasa saya berupaya mendapatkan tempat duduk paling depan biar khusyuk. Tetapi ternyata semua barisan terdepan penuh dengan bapak-bapak berpeci. berbaju koko dan celana hitam. Read the rest of this entry »

Advertisements




Jaga Hati, Jaga Diri, Karena Godaan Selalu Enak

12 11 2012
“Jagalah dirimu!”
Dalam sebuah persekutuan doa, seorang ibu yang melayani sebagai prodiakon mengisahkan betapa sedihnya dia karena dikucilkan umat sekitarnya. Ia dinilai tidak layak melayani Tuhan sebagai prodiakon karena suaminya telah meninggalkannya. Padahal bukan keinginannya untuk ditinggalkan suami puluhan tahun lalu. Sungguh menyedihkan bagaimana antar manusia bisa saling melukai satu sama lain, bukannya manusia diciptakan agar bisa saling menyembuhkan dan mengasihi ?

Injil hari ini mengingatkan kita untuk senantiasa waspada pada setiap penyesatan. Kita perlu memelihara kemurnian dan kekudusan kita sendiri, untuk tidak larut dan tergoda dengan segala iming-iming dosa. Tidak hanya itu tapi juga berusaha menumbuhkan iman percaya yang telah ditaburkan saat kita menerima Sakramen Baptis. Read the rest of this entry »





Peristiwa Hosti Berdarah di Kidul Loji

17 04 2012

(Via BBM) Berita dari Rm Agoeng – Komsos KAS – menulis di milist Paguwuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), ttg kronologi kejadian di Kidul Loji:

“1. Pada tgl 15-4-12 Perayaan Ekaristi dipimpin Rm V Suparman (bukan Rm Saryanto). Sampai Liturgi Ekaristi komuni berjalan lancar2.

2. Saat Komuni seorang Prodiakon menerimakan komuni kpd salah seorang umat muda/remaja. Saat mau disantap, hosti jatuh. Dicari tdk ketemum. Anak td diberu hosti lain lantas disantap. Komuni dilanjutkan.

3. Selesai Komuni, prodiakon matur pd Rama dg takut dan gemetar. Lantas hosti dicari lagi, di tempat dekat pembagian komuni ditemukan gumpalan darah sebesar hosti.

4. Gumpalan darah dilap dengan purificatorium kemudian purificatorium dibersihkan dg air suci. (Purificatorium adalah kain putih yang digunakan prodiakon untuk memegang sibori/piala berisi hosti)

5. Prodiakon yang membagi komuni, anak anyg menerima komuni, ibu dari anak tsb dan beberapa umat diajak berdoa bersama dan mohon ampun atas kelalaian.

6. Kemudian purificatorium disimpan di piscis, diletakkan di kapel pastoran. Read the rest of this entry »





Persiapan Hari H

5 12 2010

“Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”

Bisa dibayangkan betapa kompleksnya persiapan kunjungan Obama beberapa waktu lalu. Melibatkan banyak pihak dari urusan keamanan sampai urusan kerupuk dan nasi goreng. Semua panitya dibuat heboh apalagi rencana kunjungan kenegaraan tersebut sempat tertunda beberapa kali, padahal waktu kunjungannya kurang dari 24 jam. Secara berseloroh, katamya Obama tidak punya KTP menteng dalam tempat dulu ia tinggal, jadi sebelum disuruh lapor RT/RW sudah memilih pulang… AAW… aya aya waee…

Sekarang yang kita persiapkan adalah kedatangan Sang Raja Segala Raja, dimana seluruh hidup kita bergantung kepadaNya. Bagaimana persiapan kita? Apakah cukup dengan mengeluarkan segala perbendaharaan dekorasi natal tahun lalu, menghias seluruh rumah dengan berbagai ornamen natal bernuansa hijau dan merah? Bukankah ‘rumah’ kita juga harus dibersihkan agar layak digunakan menerima Sang Tamu Agung yang akan berkunjung? Demikian juga dengan kehidupan spiritual kita perlu dipersiapkan agar layak menerima kehadiran Sang Juru Selamat.

Persis seperti tugas Johanes Pembaptis, ia merendahkan diri melayani orang lain mempersiapkan diri menyambut Sang Mesias yang kedatanganNya sudah diramalkan 700 tahun sebelumnya. Ia mengajak orang-orang yang datang kepadanya untuk bertobat dan kemudian menyediakan diri untuk dibaptis. Mereka yang meminta dibaptis adalah mereka yang merasa dirinya tidak sempurna, mau mengakui dosa dan kelemahan dirinya. Oleh karenanya mereka datang mempersiapkan diri untuk dibaptis dan berupaya untuk menjadi lebih baik. Mereka yang merasa paling benar  seperti para orang Farisi dan orang Saduki,  yang merasa tidak memerlukan pertobatan, memang tidak memerlukan pembaptisan, tidak memerlukan kehadiran Juru Selamat. Read the rest of this entry »





Do Your Best to Keep The Rest

10 11 2008

“Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja…”

Reaksi orang beragam menanggapi kasus eksekusi Amrozy CS. Ada yang menolak, ada yang mengutuk tapi ada juga yang mendoakan termasuk keluarga korban Bom Bali itu sendiri. Seorang korban yang selamat bahkan masih menjalani terapi karena luka bakarnya juga tidak mendendam pada mereka. Disisi lain kematian mereka melahirkan juga semangat jihad serupa pada generasi penerusnya. Maka demikianlah lahir benih kekerasan baru akibat dari kekerasan para pelaku bom bali ini dibalas dengan kekerasan atas nama hukum oleh pemerintah.

Saya juga mengalami perasaan campur aduk; sebagai penganut kristiani saya menghargai hak hidup manusia terlepas bagaimana dia mengisi kehidupannya. Disisi lain saya juga miris membayangkan keluarga-keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta menjadi korban bom bali. Masih ditambah lagi keluarga Amrozy CS ini yang berduka karena dipaksa menerima vonis hukuman mati. Keyakinan akan pembenaran perbuatannya hanyalah akibat fanatisme sempit yang berkawan dekat dengan kemiskinan dan kesenjangan pendidikan.

Lalu sikap apa yang sebaiknya kita ambil? Injil hari ini mengingatkan kita untuk senantiasa waspada pada setiap penyesatan. Kita perlu memelihara kemurnian dan kekudusan kita sendiri, untuk tidak larut dan tergoda dengan segala iming-iming dosa. Tidak hanya itu tapi juga berusaha menumbuhkan iman percaya yang telah ditaburkan saat kita menerima Sakramen Baptis. Tugas kita juga lah untuk saling memperhatikan pertumbuhan iman satu sama lain dari orang-orang disekitar kita. Read the rest of this entry »





The Great Comandment (1)

25 04 2008

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Sebagai wanita ‘panggilan’ suatu saat saya mendapat telpon dari seorang ibu yang meminta untuk diantarkan hosti ke sebuah rumah sakit. Sebenarnya bukan masuk wilayah paroki, tapi karena ibu ini ingin dilayani prodiakon wanita maka ia menghubungi saya. Setelah mendapat ijin pastor paroki, saya mempersiapkan diri. Sulitnya, saya sudah diwanti-wanti, kata sang penelpon “Bu maaf ya nanti jangan marh kalau oma tidak mau bicara. Kami sudah putus asa bagaimana mengajak oma bicara. Dari sejak masuk Rumah sakit sama sekali tidak mau bicara dan tidak mau makan. Sehingga kondisinya turun terus. Dokterpun sudah memberikan ultimatum.” Yaah… mau bilang apa, kalaupun saya ditolak, ini kan panggilan Tuhan.

Saya berdoa pada Tuhan, Bapa aku tidak mengenal oma ini, Engkau lebih mengetahui kebutuhannya. Pimpin lah dengan Roh Kudus mu untuksetiap perkataan yang diucapkan. Saya percaya setiap Injil diberitakan, tanda-tanda orang percaya pasti menyertai. Saya masih berharap si ibu menelpon membatalkan perjanjian karena si oma menolak, tapi ternyata tidak terjadi.

Saat saya datang, kami hanya bertiga, rupanya si ibu penelpon yang memang warga paroki, dia mendapat pekerjaan sampingan mendampingi oma saat di rumah sakit. Saya tanya oma siap kah menerima Roti Hidup? Read the rest of this entry »





Nyawa Saringan: Karena Hosti Diselamatkan

12 04 2008

(Diterbitkan di Majalah Shalom Betawi edisi 2006)

Disebuah rumah, nampak  seorang anak perempuan berusia 1,5 tahun, Nana, sedang asyik main sendirian di belakang sebuah mobil. Ia bermain masak-masakan dengan pura-pura menggoreng daun-daunan di mainan plastiknya. Berkali-kali ia mondar-mandir mengambil daun, bunga dan air di kebun. Ibunya yang sedang mempersiapkan botol minum bagi bayinya yang baru lahir, menatap nya sambil tersenyum dari jendela dapur. Tiba-tiba tanpa disadari siapapun terdengar mesin mobil menyala, dan dengan perlahan tapi pasti mobil tersebut bergerak mundur ke arah Nana yang sedang jongkok.

Ibunya yang melihat kejadian tersebut berteriak histeris dan jatuh pingsan tak kuasa menahan keterkejutannya, tak terbayangkan anak sulungnya ada di belakang mobil yang dikendarai suaminya tercinta.

Jeritan dan tangisan Nana terdengar samar oleh sang ayah, tetapi dia tidak mengira bahwa anaknya ada dibawah mobil karena semua kaca jendelanya tertutup rapat. Dengan perlahan ia memundurkan mobil nya sampai ….ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya …… ia melihat anaknya Nana masih dalam keadaan jongkok, berada didepan mobil sambil menangis dan memegang kepalanya. Read the rest of this entry »