Roh Tuhan Ada Padamu dan Ada Padaku dan Semua Orang Berkehendak Baik

10 01 2013
“Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
Tidak kurang orang pandai di Indonesia, tetapi sementara orang menggunakan kepandaiannya   untuk mengakali hukum dan perundangan agar dapat memenuhi keinginan diri sendiri. Mengapa semakin langka kita temui pejabat publik ataupun orang-orang yang berpengaruh, pandai dan menggunakan kekayaannya untuk berbuat kebaikan bagi sekitarnya?
Disisi lain dari berita kisruhnya pola tingkah para pimpinan yang dipaparkan media, Roh Tuhan terus bekerja melalui tangan para relawan pada saat terjadi bencana seperti bencana kebakaran, gunung meletus, gempa bumi dsb. Para relawan tidak terlihat takut menembus bahaya, mereka mempertaruhkan nyawanya demi menemukan penduduk yang belum mau mengungsi. Bahkan ada relawan lereng Merapi yang kembali lagi membangun jaringan pipa air minum bahkan muncul gerakan menanami bukit yang tandus terbakar akibat awan panas. Ada juga gerakan kepedulian yang konsisten bekerja tanpa menunggu publikasi. Tidak mungkin ini semua dilakukan tanpa penyertaan Roh Tuhan, karena semua kebaikan berasal dari Sang Pencipta. Bagaimana dengan kita, apakah masih berkehendak berbuat kebaikan senantiasa? Read the rest of this entry »
Advertisements




SOS – Save Other’s Soul

16 11 2010

“Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Selepas letusan besar Merapi trafik beberapa milis  langsung melompat tinggi dalam upaya penggalangan bantuan logistik serta pendirian posko-posko. Diantara ratusan email yang masuk sempat terbaca email dari romo Endra  dari paroki Salam di wilayah berbahaya   sbb:

Mgr, para Rama, Sr, Br, Ibu, Bapak, Sdri, Sdra… Kami di wilayah yg dekat Merapi, tengah merasakan was-was saat ini. Merapi bergemuruh. Menggetarkan pintu rumah kami. Debu bercampur air @ pasir memenuhi halaman, mobil bahkan rambut kami.
Di Salam, ada sekitar 150 pengungsi. Dan, saat ini akan bertambah lagi, ketika wilayah Mandungan dan beberapa wilayah lain mulai “turun”.
Doakan kami… doakan kami lebih keras.. Semoga “ujian” ini segera berakhir. Kami para Rama (khususnya di Salam) dan pasti banyak Rama yg lain, akan menjadi orang terakhir untuk berlari meninggalkan tempat yg tengah begetar ini…
Doakan kami.. Doakan kami lebih keras..

Bisa dibayangkan betapa beratnya dilema yang dialami para romo di wilayah bencana, mereka mengutamakan keselamatan orang lain  – mereka mengupayakan berbagai cara agar umat dan masyarakat sekitarnya bisa selamat dari bencana. Mereka  tidak memikirkan lagi keselamatan dirinya sendiri. Demikian juga kita ikuti berbagai kisah heroik para relawan yang rela meninggalkan tugas demi menolong orang lain yang tidak dikenalnya bahkan menembus wilayah-wilayah bencana bertaruh nyawa berkejaran dengan awan panas. Mereka semua adalah para pejuang kemanusiaan yang mengutamakan keselamatan orang lain – memastikan bahwa setiap orang yang masih bisa diselamatkan bisa memperoleh bahkan mempertahankan hidupnya dengan segala keterbatasan logistik dan medis. Tidak mudah bertahan hidup dalam suasana bencana, apalagi yang diperjuangkan adalah kehidupan orang lain. Read the rest of this entry »





Gunakan Mamon Untuk Menolong

6 11 2010

“Barangsiapa setia dalam perkara kecil ia setia juga dalam perkara besar”

Sumpah setia sangat mudah diucapkan seperti saat dilakukan sumpah jabatan, perjanjian pernikahan dan saat pengulangan janji baptis kita. Melakukannya dengan konsisten membutuhkan perjuangan dari hari ke hari, dari waktu ke waktu – memelihara sumpah jabatan dari awal sampai posisi tertinggi, janji setia sejak hari pertama menikah sampai puluhan tahun dan janji setia kepada Tuhan selama hidup… waaah… memang gak gampang…

Salah satu penggoda terbesar adalah urusan mamon, nama dewa harta benda atau kekayaan. Disaat kita mengakui kepemilikian atas harta benda yang ada, sebenarnya kita juga secara tidak langsung ‘dikuasai’ oleh harta benda dan kekayaan tersebut. Kita sering tidak sadar merasa dibawah ‘kuasa’ sang mamon, tahu-tahu yang timbul adalah keinginan mempertahankan jabatan, berusaha naik lebih tinggi lagi dengan berbagai cara. Menambah kekayaan dengan berbagai cara agar terus dapat menumpuk sampai keturunan ketujuh agar ‘terjamin’. Berbagai kasus korupsi sering berjalan beriringan dengan adanya kasus WIL, wanita idaman lain; tentu saja perlu biaya extra untuk mengongkosi WIL diluar pengeluaran rutin. Cinta uang adalah akar dari segala kejahatan. Cinta uang membuat kita sulit untuk peduli pada penderitaan orang lain – yang menjadi utama adalah posisi dan keamanan dirinya sendiri. Read the rest of this entry »





Ja’Im: Jaga Nama Baik Dong

18 12 2009

“Seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum”

Perempuan dalam suku bangsa paternalistik seperti Indonesia adalah warga negara kedua, karenanya usaha persamaan hak sering dinilai menghindari kodrat perempuan sebagai ‘konco wingking’ yang tempatnya harus dibelakang laki-laki. Melihat perjuangan rekan-rekan aktivis persamaan hak memang berat, bukan hanya dari perundang-undangan yang ada, sarana dan prasarana bagi kaum perempuan untuk mendapatkan pelayanan atas kesehatan reproduksi dan masa kehamilan bukanlah perjuangan mudah.  Bila kemiskinan menjerat, maka sudah pasti anak perempuan dikorbankan untuk tidak bersekolah bahkan dikawinkan di usia muda agar tidak menjadi beban orangtua. Btw diantara para relawan  ini bukan hanya perempuan, tapi ada juga laki-laki pembela hak perempuan.

Saya tidak hendak mengajak kita semua menjadi pejuang hak perempuan, tapi kalau saja semua orang mengajarkan hal yang paling mendasar sejak masa anak-anak didalam keluarga, bahwa Allah menciptakan perempuan dan laki-laki sama berharganya dihadapan Allah, sungguh suatu investasi masa depan luar biasa bagi bangsa Indonesia. Kenapa anak laki tidak boleh menangis hanya dengan alasan seperti perempuan? Apa salahnya dengan menangis, karena justru hasil riset prikolog menunjukkan wanita lebih berdaya tahan saat menghadapi stress karena mereka bisa menangis kapanpun mereka mau.  Mengapa anak perempuan tidak boleh panjat pohon dengan alasan nanti seperti laki-laki? Anak-anak perempuan kreatif bisa melampiaskan ekspresi diri mereka asal kita mendampingi dan memastikan keamanan mereka. Paling-paling kalau tidak hati-hati jatuh dan menangis kan? Biarlah anak-anak perempuan dan laki-laki tumbuh dibesarkan para orang tua dengan kasih Allah yang menghargai semua martabat manusia : laki-laki dan perempuan.

Satu nama yang jarang muncul dan hanya keluar di kisah Natal adalah Yusuf, sang penerus janji Allah pada Abraham dan juga keturunan  ‘trah’ raja Daud. Read the rest of this entry »





Apa Yang Kau Cari, Maria ?

7 10 2008

Maria telah memilih bagian yang terbaik —Peringatan Bunda Maria Ratu Rosario

Pengalaman menarik ketika saya berada di ruang tunggu Airport Soekarno-Hatta Jakarta dan Ahmad Yani di Semarang. Waktu diumumkan lewat pengeras suara bahwa para penumpang dipersilakan naik ke pesawat, ada pemandangan yang aneh. Orang-orang berdesakan ingin masuk lebih dulu. Padahal di boarding pass sudah tertera nomor kursi yang akan diduduki. Masuk lebih dulu atau belakangan sama saja. Kursi tidak akan diduduki orang lain. Tetapi pemandang tergesa dan sedikit berebut persis seperti orang yang mau naik angkot atau bisa kota. Apa yang mereka cari?Apa yang kita cari? Pertanyaan itu juga ditujukan kepada kita semua. Tiap hari kita bergulat dengan masalah-masalah kehidupan kita, kadang hampir mirip seperti mesin yang terus berputar tanpa menyadari apa yang kita cari.

Santo Ignatius Loyola, mengajari kita dengan sebuah kalimat “Contemplativus is actione”, yang berarti kontemplasi dalam aksi. Lebih mudahnya lagi, kita diajak untuk mencari Tuhan dalam segala. Ajakan untuk
mencari Tuhan dalam segala ini muncul dari kesadaran bahwa hidup ini akan menjadi bermakna bila kita menemukan Tuhan dalam segala hal yang kita geluti. Dari ajaran Santo ini, kita bisa melihat perbedaan sikap antara Martha dan Maria. Maria telah menemukan siapa yang ia cari. Maria pasti bukan perempuan malas terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan Martha, tetapi ia tahu tujuan segala sesuatu yang ia kerjakan. Ketika, Dia yang ia cari berada di hadapannya, Maria duduk menanggapinya tanpa kata. Ia menemukan yang dirindukan dalam pertemuan dengan Yesus. Itulah “contemplativus in actione”. Martha melakukan yang sebaliknya. Ia terlalu sibuk tetapi tidak pernah jelas, apa yang ia cari. Read the rest of this entry »