Siap Bekal Hidup Kekal

26 08 2011

“Gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka”

Setiap kali naik pesawat kita selalu disuguhi peragaan keselamatan oleh pramugari. Inilah standar operasi di airline industry, yang juga seharusnya diperagakan di semua moda transportasi termasuk laut. Saya yakin anda yang sering naik pesawat pasti hafal apa yang akan diperagakan si pramugari. Bahkan tanpa sadar anda ikut meraba kebawah kursi mengecek apakah pelampung masih tersedia di bawah kursi anda. Saking seringnya melihat penjelasan keselamatan ini mungkin anda bisa menebak rangkaian kata-kata yang diucapkan si pramugari.

Ada satu kalimat menarik yang selalu diucapkan pramugari diakhir peragaan keselamatan : Untuk penumpang yang membawa anak-anak, pasangkan masker oksigen pada diri anda dahulu, baru kemudian anda memasangkannya pada anak anda. Betul, sering terjadi kita ingin mereka yang menjadi tanggung-jawab kita (dalam hal ini anak-anak) harus diselamatkan dulu, tapi lupa bahwa diri kita sendiri belum sepenuhnya ‘aman’.  Maunya menolong orang lain, malah bisa jadi tidak tertolong semuanya karena kita sendiri belum mempersiapkan diri untuk menggunakan alat penyelamat diri. Read the rest of this entry »





Gadis Kecil dan Malaikat

9 08 2011

Siang itu matahari begitu terik, kulirik jam pada pergelangan tanganku…Hmm…sudah jam 14.00..segera kuarahkan motorku menuju Katedral. Pikiranku dilanda kepenatan yang luar biasa…biasalah…urusan pekerjaan yang tidak ada habis-habisnya…aku pikir..biarlah aku ngadem sebentar di Katedral ini, melepaskan kepenatanku. Sesampainya di Katedral, setelah kukunci motorku, aku melangkah masuk melalui pintu samping yang selalu terbuka, mengundang umat untuk menghormati Sakramen Ekaristi Kudus setiap saat, kemudian aku duduk dan mataku menyapu seisi ruangan di Katedral. Tiba-tiba mataku terpaku kepada seorang gadis kecil, berumur 11 tahun kira-kira…ia sedang khusuk berdoa Rosario..gadis kecil itu lucu, mulut mungilnya komat-kamit mendaraskan doa Salam Maria dan tangan mungilnya menggenggam rosario, rambutnya dikepang 2…Wah…sungguh pemandangan yang menyejukkan hatiku…berdua bersama seorang gadis cilik nan lucu di Katedral.

Tidak seperti gadis mungil tersebut, aku tidak berdoa sama sekali…aku hanya mengeluh kepada Tuhan mengenai beban-beban hidupku yang makin lama makin berat..anakku yang kedua tahun ini mau masuk SD, perlu biaya yang amat besar dan anakku yang pertama mau masuk SMA…belum lagi cicilan rumah yang cicilannya tidak pernah selesai-selesai….wah..kepala ini rasanya mau pecah berantakan, mengingat begitu banyak beban yang harus ku pikul..sehingga buntu nian pikiranku… Read the rest of this entry »





Arti Cinta Seorang Imam

25 03 2010

Ditengah berita kurang enak tentang perilaku oknum imam, di tahun imam ini kita berkesempatan mendoakan setiap imam yang ada disekitar kita, apalagi yang melayani kita dari baptisan dan memenuhi segala kebutuhan sakramen. Mereka berasal dari umat, dan bertugas melayani umat juga. Mereka juga manusia seperti kita, justru itulah mereka masih perlu didukung dengan doa agar tetap setia pada panggilanNya. Berikut kisah perjuangan seorang imam dari milis tetangga, yang lebih baik tidak saya sebutkan sumbernya. Imam bisa tetap bertahan dalam karyanya karena banyak orang yang mendoakan mereka (RA).

Saya sebagai imam menjelang 10 tahun menerima tahbisan banyak mengalami perjuangan untuk mempertahankan kesucian panggilanku, a.l. Setahun selesai tahbisan saya terpesona dengan cantiknya seorang gadis yang akrab dengan saya. Saya meningkatkan komunikasi dengannya sambil terus berefleksi tentang arti imamatku.

Ternyata tak kuduga ia menelponku dan sharing serta mengungkapkan perasaannya bahwa ia mencintaiku dan ingin membangun hidup bersamaku. Saya kaget serentak amat senang walau ku malu mengungkapkan apa yang ada di hatiku. Diapun amat hati-hati mengungkapkan perasaannya dan menyadari arti imamatku. Saya dengan penuh kebimbangan berusaha untuk menjelaskan arti cinta. Kukatakan seperti ini: “cinta yang ada padamu sebetulnya ada juga padaku. Bahkan cintaku kusadari telah mulai murni, tak terbatas oleh kecantikanmu. Saya berupaya mencintaimu sambil terus berdoa untuk kemurnian panggilanku” . Begitulah kira-kira jawabanku, yang kusadari amat jauh dengan niatku sebagai imam seumur hidupku.

Ku terus berefleksi dan mohon kekuatan cinta Tuhan untuk kami. Jarak tempat yang begitu jauh membantuku menjaga jarak dengannya. Doaku dijawab oleh Tuhan; kami tetap saling komunikasi dan dia memutuskan menikah dengan cowok yang mencintainya. secara pribadi awalnya batinku berteriak menangis. Ku harus melepaskan orang yang kucintai. Pelan-pelan ku mulai mengerti inilah jawaban Tuhan atas permohonan bantuan kepada-Nya. Read the rest of this entry »





Yang Tidak Bisa Diucapkan Papa

26 11 2009

Tulisan ini saya dapat dari milis tetangga yang sumbernya tidak diketahui, semoga kita bisa mensyukuri cinta seorang ayah pada anak perempuannya yang sering sulit terkatakan.

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya….. Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian? Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil…… Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu… Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi? Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!” Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Read the rest of this entry »