Lamban Hati Pertanda Buta Nurani Akan Kasih Tuhan

3 04 2013

Hai kamu orang bodoh betapa lambannya hatimu
Negara Terkaya Di Dunia - Refleksi Kemerdekaan RIPada misa malam Paskah, romo paroki menyampaikan homili yang sangat sederhana dan mengena. Ia mengulas bacaan dari kitab kejadian bab I halaman pertama Kitab Suci. dimana Allah menciptakan dunia dan segala isinya. Segalanya baik diciptakan Allah, sangat baik dan sungguh amat baik. Sayangnya manusia sering dibutakan akan segala kebaikan yang ada disekitarnya. Kita hanya ingin melihat yang baik dari mata kita, gak jauh dari impian dan cita-cita kita. Sedikit saja melenceng malah menyalahkan Tuhan. Why me Lord? Kenapa hidup saya susah, saya salah apa Tuhan?

Renungan hari ini mengajak kita menyadari bahwa kehadiran Allah bukan hanya pada saat penciptaan, tetapi Ia tetap terus mencipta sampai hari ini. Kreasinya tidak berhenti bak lewat kehidupan yang terus hadir lewat bayi2, tanaman, binatang dsb. Juga kehadirannya lewat akal pikiran manusia yang secitra dan serupa dengan Allah, Ialah Allah penuh dengan kreativitas. Read the rest of this entry »

Advertisements




Hati Yang Berkobar-kobar

8 05 2011

Emaus “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”

Kalau kita akan bertemu dengan orang yang kita cintai, yang ditunggu-tunggu kehadirannya, jantung berdegup kencang. Hati berdebar-debar, bahkan saat bertemu pun penuh dengan luapan sukacita yang membuat kita semakin bersemangat berlama-lama dengannya. Apalagi seperti saya, rata-rata perempuan tidak bisa menyembunyikan perasaannya bila menunggu dan bertemu si jantung hati. Masih ingat saat-saat baru jadian, saat jadi pengantin baru, saat kelahiran anak, semua momen ini membuat jantung berdegup.

Pertanyaannya apakah setelah puluhan tahun berjalan , masih adakah rasa ‘deg-degan’ dengan si jantung hati tadi? Karenanya kita harus terus menerus memelihara dan mengusahakan agar cinta tidak kembali dingin dihantam rutinitas keseharian. Mungkin kita perlu perhatikan ritme detak jantung kita sebagai warning signal, tidak hanya untuk kesehatan fisik tapi juga kesehatan cinta dan iman kita. Biarlah jangan ada dusta diantara kita…

Demikian halnya yang terjadi pada kedua murid Yesus, yang dikatakan ‘So Slow‘ bahkan ‘foolish’ – bukan hanya stupid lho! Mereka sudah mendengar bahwa Yesus bangkit, tidak hanya dari para Maria – Maria yang menjadi saksi di makam yang kosong, juga dari Rasul Petrus. Bukannya menjadi percaya, mereka berdua malah mudik ke Emaus! Yesus turun tangan sendiri menyapa dan menggiring mereka kembali ke Yerusalem. Read the rest of this entry »





Hati Yang Berkobar-kobar

27 04 2011

Emaus “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”

Kalau kita akan bertemu dengan orang yang kita cintai, yang ditunggu-tunggu kehadirannya, jantung berdegup kencang. Hati berdebar-debar, bahkan saat bertemu pun penuh dengan luapan sukacita yang membuat kita semakin bersemangat berlama-lama dengannya. Apalagi seperti saya, rata-rata perempuan tidak bisa menyembunyikan perasaannya bila menunggu dan bertemu si jantung hati. Masih ingat saat-saat baru jadian, saat jadi pengantin baru, saat kelahiran anak, semua momen ini membuat jantung berdegup.

Pertanyaannya apakah setelah puluhan tahun berjalan , masih adakah rasa ‘deg-degan’ dengan si jantung hati tadi? Karenanya kita harus terus menerus memelihara dan mengusahakan agar cinta tidak kembali dingin dihantam rutinitas keseharian. Mungkin kita perlu perhatikan ritme detak jantung kita sebagai warning signal, tidak hanya untuk kesehatan fisik tapi juga kesehatan cinta dan iman kita. Biarlah jangan ada dusta diantara kita…

Demikian halnya yang terjadi pada kedua murid Yesus, yang dikatakan ‘So Slow‘ bahkan ‘foolish’ – bukan hanya stupid lho! Mereka sudah mendengar bahwa Yesus bangkit, tidak hanya dari para Maria – Maria yang menjadi saksi di makam yang kosong, juga dari Rasul Petrus. Bukannya menjadi percaya, mereka berdua malah mudik ke Emaus! Yesus turun tangan sendiri menyapa dan menggiring mereka kembali ke Yerusalem. Read the rest of this entry »





Menjadi Kawan, Membangun Persaudaraan

24 04 2011

Renungan Paskah 2011 – Mgr I. Suharyo (Dimuat di harian Kompas 23 April 2011)

Atmabrata. Kata ini saya lihat tertulis pada sekeping papan sederhana, tergantung di dinding depan sebuah bangunan sederhana di daerah Cilincing, Jakarta Utara.

Atma berarti ’jiwa’, brata punya berbagai macam arti, seperti ’janji’, ’sumpah’, ’laku utama’, ’pandangan’, dan ’keteguhan hati’. Namun, bagi yang bertanggung jawab atas rumah itu, atmabrata berarti ’jiwa yang hening’.

Apa pun arti kata itu, di rumah sederhana itu berpusat bermacam pelayanan, seperti rumah pendidikan, rumah kesehatan, rumah koperasi, dan rumah pangan. Semua dalam wujud yang amat sederhana, diperuntukkan bagi warga yang lemah, miskin, dan tersingkir, dilaksanakan oleh sekian banyak relawan yang dengan tulus ingin berbagi kehidupan.

Ketika saya bertamu, di rumah itu ada berbagai kegiatan: sekelompok warga mencuci sampah plastik yang akan didaur ulang, sejumlah ibu menerima penjelasan mengenai koperasi, dan dari dalam rumah itu berembus angin berbau masakan sedap karena ada tiga wanita yang sedang memasak. Untuk siapa? Mereka memasak dan mengantarkan masakan itu ke rumah 86 warga lanjut usia di wilayah itu, yang setiap hari menantikan kedatangan pembawa berkat berupa makan siang. Sama sekali tidak ada sekat-sekat di antara sekian banyak warga yang berkumpul di rumah itu. Read the rest of this entry »





Rumah Tua Emaus Girisonta

26 04 2009

Saya sampaikan sebuah email keprihatinan seorang saudara akan para gembala kita yang menjelang hari tuanya tetap setia dan memilih menjadi pendoa bagi kita. Masihkah kita ditengah kesibukan dan hiruk pikuk kehidupan memiliki waktu bagi mereka para gembala kita yang pernah melayani kita dan sekarang hidup menyepi  menjelang hari tuanya ?(RA)

Saudaraku,

Siapa tidak kenal Rm Kurris? Sudah sepuh tetapi masih sangat energik,berbicara lantang,tegas, berani, kadang dikesankan galak,diimbangi badannya yang tinggi.Sempat dikenal sebagai romo dgn spesialisasi mbangun gereja.Lama bertugas di Katedral,lalu pernah jadi Romo Paroki di Kampung sawah,kemudian saya tidak dengar lagi kabarnya.

Tak dinyanya beliau pindah ke Paroki Purbayan Solo,paroki Besar di tengah kota yg sangat sibuk dan penuh dengan kegiatan.Romo sepuh itu melayani reksa pastoral di sana dengan penuh semangat juga.Kamar pengakuan dosanya selalu penuh,kotbahnya selalu menyentak priyayi Solo yg alon2 waton kelakon.

Bulan lalu romo Kurris menyampaikan pada umat ditengah kotbahnya bahwa ternyata salah satu matanya akan segera buta.Namun ia tidak takut dan kawatir.Sambil menyitir bunyi KS lebih baik buta namun tetap setia menjadi Pewarta Sabda dari pada terang mata tetapi terang2 an meninggalkan Tuhan. Read the rest of this entry »





Pengalaman Iman

19 04 2009

“Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Dalam homili di Misa perayaan Paskah keluarga besar karismatik katolik KAJ, romo Subroto Widjojo SJ, moderator BPK PKK KAJ, mengingatkan akan pentingnya menunjukkan aksi dan perbuatan sebagai akibat dari kebangkitan Yesus yang kita terima dan percaya.

Kisah tentang dua murid yang tidak mau mempercayai kebangkitan Yesus membuat mereka meninggalkan Jerusalem dan pulang ke Emaus dengan depresi dan kekecewaan besar. Tetapi saat Jesus ada bersama mereka, hati mereka berdebar-debar saat Ia mengisahkan tentang Kitab Suci apalagi ditambah saat melihat Jesus memecah-mecahkan roti. Peristiwa perjumpaan dengan Jesus yang bangkit harus menimbulkan gairah dan semangat dalam menapaki hidup. Apakah kita juga percaya pada kebangkitan Jesus? Apakah kita juga masih berdebar-debar saat Injil dibacakan dalam Ibadat Sabda? Apakah kita juga tersentuh dan mata hati kita terbuka saat menyambut Ekaristi? Hati yang berdebar dan terbuka atas rahmat kebangkitan akan membuat kita bergegas dan bersemangat kembali dalam mewartakan Injil. Mereka mengalami peristiwa iman akan kehadiran Yesus dan percaya karenanya. Read the rest of this entry »





Sepakat untuk Maju? Sepakat untuk Menjauh?

16 04 2009

“Dalam namaNya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

Perikop “Emaus” ini adalah salah satu favorit saya yang mengisahkan betapa kuatnya cinta Tuhan menarik murid-muridNya kembali kepada rencana keselamatanNya. Betapa lambannya hatimu , kata Yesus (bhs  anak saya : Guobl…gnya) adalah kritikan pedas bagi orang-orang ring-1 Nya yang tidak memahami rencanaNya.  Bagaimana bisa di saat yang sama setelah menerima kabar kebangkitan Yesus (Luk 34:12 & 34) mereka berdua ini kok ya malah ngacir, memilih mudik ke kampungnya Emaus. Mereka tidak percaya pada kebangkitan Yesus bahkan kecewa. Dua orang ini sepakat untuk tidak mempercayai kesaksian para perempuan di kubur dan dengan kekecewaan berat mereka memutuskan mudik kembali ke kehidupan lamanya justru di hari Paskah ! Bener-bener guob…

Orang-orang yang tidak berpengharapan tidak punya gairah hidup, waktu berasa begitu lamban. Sehingga jarak tempuh 7 mil atau sekita 9 km memakan waktu seharian, dari pagi hingga menjelang malam. Mereka berjalan tanpa tujuan, tanpa arah, saling menyalahkan dan mencari kambing hitam. Mereka lupa tujuan hidup mereka awalnya saat kesengsem mengikuti Yesus.

Tetapi begitu mereka mengalami perjumpaan kembali dengan Yesus, apalagi lewat Ekaristi, jantung mereka kembali berdenyut dipenuhi cinta Tuhan yang menyala. Kedua murid ini kembali bersemangat, bahkan bersepakat untuk kembali kepada rencana Tuhan, kembali ke Jerusalem. Apa yang terjadi kemudian? Jarak tempuh 7 mil yang seharian mereka lalui, cukup diterabas dalam beberapa jam. Mereka bergegas dan bersemangat untuk bertemu murid-murid yang lain di Jerusalem, yang ternyata masih berkumpul di meja perjamuan. Akhirnya mereka semua mengalami penampakan Kristus dan membuktikan bahwa Ia memang telah bangkit. Read the rest of this entry »