Jam Rahmat – devosi mohon kelimpahan rahmat Tuhan

7 12 2012

Dikutib dari posting FB bpk. Stefan Leks tgl. 2 Des 2012

Sahabat-sahabat St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda,

Sejak 8 Desember 1947 dikenal JAM RAHMAT yang diadakan pada tgl 8 Desember, pkl. 12.00-13.00. Sebagai devosi, Jam Rahmat ini tidak wajib, namun sangat bermanfaat. Sebab Bunda Maria menjanjikan bahwa mereka yang mengadakannya dapat memperoleh banyak rahmat, baik rohani maupun jasmani.

Sebaiknya Jam ini diadakan di gereja, namun mereka yang tak sempat ke gereja, dapat mengadakannya secara pribadi di rumah, baik secara pribadi maupun berkelompok. Dimohon supaya selama berlangsungnya Jam Rahmat, para pendoa tidak menggunakan HP ataupun menerima telefon supaya perhatian mereka sungguh terpusat pada relasi dengan Tuhan. Read the rest of this entry »

Advertisements




Oktaf bagi Persatuan Gereja : 18 -25 Januari

18 01 2012

Oktaf bagi Persatuan Gereja

Hari ini kita mengawali apa yang disebut selama puluhan tahun sebagai Oktaf Persatuan Gereja, dari tanggal 18 hingga tanggal 25 Januari. Tujuan dari oktaf ini adalah berdoa bagi persatuan seluruh Gereja Katolik. Oktaf ini awalnya ditetapkan oleh Santo Paus Pius X di tahun 1909. Paus Benediktus XV meresmikan pemakaiannya bagi Gereja universal di tahun 1916. Pelaksanaannya tidak wajib, namun sangat disarankan.

Oktaf Doa 18 sampai dengan 25 Januari (untuk didoakan setiap hari selama delapan hari)

Antifon : Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (Yoh 17:21)

V. Aku berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus

R. Dan di atas Batu Karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku

Mari kita berdoa: Oh Tuhan Yesus Kristus, Yang berkata kepada para murid-Mu: damai kuberikan padamu, damai-Ku Kuberikan padamu, janganlah memperhitungkan dosa-dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan karuniakanlah kepada Gereja-Mu, kedamaian dan persatuan, yang sesuai dengan Kehendak-Mu, Tuhan yang hidup dan bertahta, kini dan sepanjang segala masa, Amin.

Oktaf Hari Pertama (18 Januari): Hari raya peringatan Tahta St Petrus di Roma Read the rest of this entry »





DEVOSI KEPADA MARIA, BUNDA GEREJA – UNTUK PERTOBATAN INDONESIA

15 02 2011

Tahukah Anda? Nenek Minah asal Banyumas  divonis 1,5 bulan kurungan penjara karena mencuri 3 buah kakao.  Dengan wajah tuanya yang sudah keriput dan tatapan kosongnya nenek Minah harus duduk di kursi pesakitan. Untuk datang ke sidang kasusnya ini nenek Minah harus meminjam uang Rp.30.000,- untuk biaya transportasi dari rumah ke pengadilan yang memang jaraknya cukup jauh. Sementara para penjahat bank Century, yang mencuri lebih dari lima trilyun, belum satupun dihukum. Ketika kita sedang merayakan hari toleransi antar agama, justru sekelompok orang merusak rumah ibadah di Temanggung, bahkan membunuh orang lain yang berbeda agama di Banten.

Pada saat pemerintah dan banyak organisasi mengajak menanam pohon untuk menjaga kelestarian alam, sementara itu pembalakan liar terus dibiarkan berlanjut. Masih banyak hal-hal ironis di negeri kita yang menyengsarakan rakyat kecil. Celakanya semua itu terkesan tidak ditangani secara serius, atau bahkan dibiarkan saja dan ditutup-tutupi. Keadaban publik di negeri ini tampaknya sudah berantakan.

Ini negara yang saya dulu percayai, negara yang katanya berlandaskan hukum. Atas nama Indonesia, saya dulu pergi ke forum internasional Global Changemakers. Atas nama Indonesia, saya mengikutisummer course di Montana. Untuk Indonesia, saya memiliki ide dan mengajak teman-teman menyelenggarakan Indonesian Youth Conference 2010. Indonesia yang sama yang membiarkan ketidakadilan menggerogoti penduduknya. Indonesia yang sama yang membiarkan siapapun mengkambinghitamkan orang lain ketika berbuat kesalahan, selama ada uang. Indonesia yang sama yang menghancurkan mimpi-mimpi saya. (Alanda Kariza, 19 Tahun dalam http://www.alandakariza.com) Read the rest of this entry »





Tentang Jumper – Misa Jum’at Pertama

27 01 2011

Shalom, Mengapa ada istilah Misa Jumat Pertama ( First Friday Mass) apa maknanya yah? Mohon penjelasannya .Thanks  Leonard

Shalom Leonard,

Misa Jumat Pertama merupakan salah satu bentuk Devosi kepada Hati Kudus Yesus.Berikut ini sekilas tentang Devosi kepada Hati Kudus Yesus dan Misa Jumat Pertama, sbb:

1. Sejarah Devosi kepada Hati Kudus Yesus:

Devosi berfokus kepada Hati Yesus yang maha kudus yang melambangkan kasih Kristus yang menebus dosa manusia. Walaupun tradisi mengatakan bahwa praktek devosi ini telah dimulai sekitar tahun 1000, atau pada jaman St. Anselmus dan St. Bernard (1050-1150) dan juga telah dianjurkan oleh banyak orang kudus di abad pertengahan, seperti St. Albertus Agung, St. Catherine dari Siena, St. Fransiskus dari Sales, dan juga para Benediktin, Dominikan dan Carthusian; namun Santa yang paling sering diasosiasikan dengan devosi Hati Kudus Yesus adalah St. Margaret Mary Alacoque (1647-1690).

St. Margaret memperoleh wahyu pribadi dari Tuhan Yesus yang menghendaki perayaan liturgis Hati Kudus Yesus dan praktek mempersembahkan silih (reparation) terhadap dosa- dosa yang dilakukan terhadap Sakramen MahaKudus, pada setiap hari Jumat pertama dalam setiap bulan.

Pada tahun 1856 Paus Pius IX menetapkan Pesta (perayaan liturgis) Hati Kudus Yesus. Pada tahun 1928 Paus Pius XI mengeluarkan surat ensiklik Miserentissimus Redemptor tentang silih kepada Hati Kudus Yesus; sedangkan tahun 1956 Paus Pius XII mengeluarkan surat ensiklik tentang Haurietis aquas, tentang devosi kepada Hati Kudus Yesus.

Devosi umumnya dilakukan menjelang perayaan Pesta Hati Kudus Yesus yang jatuh pada hari Minggu kedua setelah hari raya Pentakosta. Kemudian, devosi kepada Hati Kudus Yesus ini diadakan setiap bulan, yaitu pada hari Jumat pertama. Read the rest of this entry »





GERAKAN DEVOSI MASSAL Untuk Pertobatan Indonesia

28 12 2010

Beberapa saat lalu telah terkirim gagasan mengenai Gerakan Devosi Massal dan beberapa tanggapan. Gagasan yang bagus dan saya kira perlu keberanian kita untuk menindaklanjuti secara nyata. Kalau tidak maka hanya akan menjadi gagasan yang layu sebelum berkembang. Titik mula munculnya kehendak akan GDM:

(1) keprihatinan akan situasi masyarakat yang semakin hari semakin menyesakkan;

(2) kehendak dari kita untuk berbuat sesuatu demi pembebasan dari situasi itu;

(3) berbuat sesuatu secara massal berdasar iman bersama.

KITA PRIHATIN, karena meski sudah ada kemauan pemerintah untuk memperbaiki kerusakan adab di negara kita; meski sudah banyak lembaga swadaya masyarakat yang ikut mencari pemecahan; meski lembaga-lembaga agama sudah menyerukan seruan moral untuk merintis perubahan; meskipun sudah banyak tokoh masyarakat yang berteriak untuk menghentikan segala bentuk kemunafikan dalam masyarakat, namun belum jua nampak buahnya.

KITA SEMAKIN PRIHATIN, karena pemberantasan korupsi hanya semakin membuat rakyat kecil gemas pada koruptor; karena penghentian kerusakan hutan masih saja menjadi sebuah upacara penanamaan pohon; karena kerukunan hidup beragama hanya menjadi komoditi politik; kepemihakan terhadap rakyat kecil, yang sudah sekian lama dipermainkan, hanya menjadi bahan seminar dan ceramah. Demikian kondisi hidup kita belum berubahan menjadi semakin manusiawi. Read the rest of this entry »





Devosi Maria

15 05 2010

http://www.bukumisa.co.cc/public_html/marialogi/maria10.html

Definisi dan inti devosi kepada  Bunda Maria dalam Tradisi Iman Gereja Katolik.

I. DEFINISI:
Devosi Marial (hyperdulia) adalah seluruh kebaktian kepada Maria Ibu Yesus dari Nazaret dalam bentuk puji-pujian, kagum, hormat dan cinta dengan meneladani cara hidupnya sambil memohon bantuan pengantaraan doanya bagi Gereja yang masih sedang dalam perjalanan ziarah menuju persatuan dengan Allah di tanah air surgawi (bdk.LG No. 66) Setelah mendapat khabar gembira dari Malaikat Tuhan (Lukas 1:26-38), Maria amat bersukacita dan bernubuat: “Yes, from this day forward all generations will call me blessed, for the Almighty has done a great things for me” (Lukas 1:48).
Secara singkat kita dapat menyebut beberapa alasan pokok mengapa Maria dapat dihormati khusus dan dapat dimintakan pengantaraan doanya oleh umat beriman:
Pertama, Maria dipilih Tuhan secara istimewa untuk menjadi Bunda Tuhan Yesus Kristus juru selamat manusia. Pemilihan yang istimewa ini sangat dirasakan akibatnya yang membahagiakan oleh Gereja sepanjang masa.
Kedua, seperti yang dijelaskan oleh Lumen Gentium No.62, keibuan Maria dalam tata rahmat berlangsung terus tanpa putus, mulai dari persetujuan yang diberikannya dengan setia pada saat menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel dan yang dipertahankannya tanpa ragu sampai di kaki salib sampai kepada kesempurnaan abadi semua orang beriman. Karena setelah diangkat ke surga, Maria tidak meninggalkan tugas ini, melainkan melanjutkannya melalui peraantaraan limpah dengan memberikan kita anugerah keselamatan abadi. Hal itu menunjukkan bahwa peran Maria dalam tata penyelamatan tetap aktual sepanjang sejarah Gereja tanpa terhenti oleh hilangnya Maria secara fisik dari panggung sejarah dunia. Karena itu Maria sungguh melebihi segala makluk di surga maupun di bumi, dan keunggulan ini sekaligus menjadi alasan bagi umat beriman untuk memuji, mencinta khusus, mengagumi dan menghormati Maria sambil meneladani dan memohon bantuan pengantaraan doanya pada Allah.

II. INTI DEVOSI KEPADA MARIA:
Kalau diperiksa dengan teliti, maka kita akan menemukan tiga elemen yang membentuk kesatuan inti devosi kepada Maria, yaitu: puja-puji Maria, mencontoh Maria dan memohon bantuan pengantaraan doa Maria. Read the rest of this entry »





Mengapa umat Katolik berdevosi kepada Santa Perawan Maria (Bulan Mei-Oktober)

3 05 2009

Beberapa dokumen Gereja yang menyebutkan dan menganjurkan devosi kepada Santa Perawan Maria:

Katekismus Gereja Katolik (KGK) 971 menyebutkan: “Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia” (Luk 1:48). “Penghormatan Gereja untuk Perawan Maria tersuci termasuk dalam inti ibadat Kristen” (MC 56). “Tepatlah bahwa ia dihormati oleh Gereja dengan kebaktian istimewa. Memang sejak zaman kuno santa Perawan dihormati dengan gelar ‘Bunda Allah’; dan dalam segala bahaya dan kebutuhan mereka umat beriman sambil berdoa mencari perlindungannya… Kebaktian Umat Allah terhadap Maria… meskipun bersifat istimewa, namun secara hakiki berbeda dengan bakti sembah sujud, yang dipersembahkan kepada Sabda yang menjelma seperti juga kepada Bapa dan Roh Kudus, lagi pula sangat mendukungnya” (LG 66). Ia mendapat ungkapannya dalam pesta-pesta liturgi yang dikhususkan untuk Bunda Allah Bdk. SC 103. dan dalam doa marian – seperti doa rosario, yang merupakan “ringkasan seluruh Injil”

Bdk. MC 42.Vatikan II, Lumen Gentium 69, “Hendaklah segenap Umat kristiani sepenuh hati menyampaikan doa-permohonan kepada Bunda Allah dan Bunda umat manusia, supaya dia, yang dengan doa-doanya menyertai Gereja pada awal-mula, sekarang pun di sorga – dalam kemuliaannya melampaui semua para suci dan para malaikat, dalam persekutuan para kudus – menjadi pengantara pada Puteranya, sampai semua keluarga bangsa-bangsa, entah yang ditandai nama kristiani, entah yang belum mengenal Penyelamat mereka, dalam damai dan kerukunan di himpun dalam kebahagiaan menjadi satu Umat Allah, demi kemuliaan Tritunggal yang Mahakudus dan Esa tak terbagi.” Read the rest of this entry »