Hati Yang Berkobar-kobar

27 04 2011

Emaus “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”

Kalau kita akan bertemu dengan orang yang kita cintai, yang ditunggu-tunggu kehadirannya, jantung berdegup kencang. Hati berdebar-debar, bahkan saat bertemu pun penuh dengan luapan sukacita yang membuat kita semakin bersemangat berlama-lama dengannya. Apalagi seperti saya, rata-rata perempuan tidak bisa menyembunyikan perasaannya bila menunggu dan bertemu si jantung hati. Masih ingat saat-saat baru jadian, saat jadi pengantin baru, saat kelahiran anak, semua momen ini membuat jantung berdegup.

Pertanyaannya apakah setelah puluhan tahun berjalan , masih adakah rasa ‘deg-degan’ dengan si jantung hati tadi? Karenanya kita harus terus menerus memelihara dan mengusahakan agar cinta tidak kembali dingin dihantam rutinitas keseharian. Mungkin kita perlu perhatikan ritme detak jantung kita sebagai warning signal, tidak hanya untuk kesehatan fisik tapi juga kesehatan cinta dan iman kita. Biarlah jangan ada dusta diantara kita…

Demikian halnya yang terjadi pada kedua murid Yesus, yang dikatakan ‘So Slow‘ bahkan ‘foolish’ – bukan hanya stupid lho! Mereka sudah mendengar bahwa Yesus bangkit, tidak hanya dari para Maria – Maria yang menjadi saksi di makam yang kosong, juga dari Rasul Petrus. Bukannya menjadi percaya, mereka berdua malah mudik ke Emaus! Yesus turun tangan sendiri menyapa dan menggiring mereka kembali ke Yerusalem. Read the rest of this entry »

Advertisements




Allah Orang Hidup, bukan Allah Orang Mati

2 06 2010

“Orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga”

Setiap orang yang percaya akan adanya Tuhan, tidak akan menyanggah bahwa lahir dan matinya manusia ada di tangan Tuhan, Sang pemilik dan pencipta kehidupan. Kita tidak pernah bisa memilih dimana dan kapan kita dilahirkan, siapa orang -tua kita, apakah masuk kasta atau strata tertentu, kulit apa yang kita miliki, lahir di kota apa di pemukiman kumuh. Yang lainnya adalah hasil keputusan bebas manusia, seperti memilih pekerjaan, memilih jodoh, memilih tempat tinggal. Awal dan akhir kehidupan di tangan Tuhan, selebihnya adalah pilihan kita. Betul … hidup adalah pilihan, termasuk untuk memilih tidak percaya adanya Allah dan bahkan tidak percaya adanya kehidupan setelah kematian.

Kalau kita percaya bahwa tidak ada kehidupan setelah kematian, maka segala keputusan yang dibuat pada saat menikmati hidup adalah keputusan-keputusan sesaat yang hanya dinikmati dan berdampak sepanjang umurnya…. yang bahkan dia sendiri tidak tahu masih berapa banyak sisa ‘deposit’nya. Yang dipikirkan hanyalah apa yang ada dihadapannya, ya segala hal yang sifatnya duniawi senantiasa.  Tidak ada yang ditakuti lagi, karena semua terpusat pada dirinya. Hidup hanyalah berkisar kawin dan dikawinkan, cukup kaya agar ‘aman’ 7 turunan, yang penting saya tidak mengganggu kehidupan orang lain.

Tetapi mereka yang masih percaya ada kehidupan setelah kematian, memiliki cara pandang berbeda dalam menyikapi kehidupan. Keputusan-keputusan yang dibuat pada saat hidup, selalu memikirkan apa akibatnya setelah kematian. Jangan sampai demi kehidupan yang singkat, 70-80 tahun, berakibat menyengsarakan hidupnya setelah kematian. Apakah mereka bisa memelihara bahkan mendapatkan ‘hidup’ dalam keabadian? Keputusan demi keputusan dibuat berdasarkan sejauhmana pentingnya memperoleh dan mempertahankan jaminan kehidupan abadi tadi. Khususnya mereka yang menyadari bahwa diri mereka fana, akan selalu menjaga hati dan pikirannya agar selalu tertuju pada berbagai hal yang mengarah pada hal rohaniah. Read the rest of this entry »





Kecewa Pada Tuhan?

9 04 2010

“Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.”

Ada kalanya pada saat yang sungguh mengecewakan, karakter asli seseorang bisa muncul tiba-tiba.  Di media televisi sering terlihat berbagai ekspresi orang-orang yang kecewa, ada demo buruh pabrik, ada  juga  protes peserta pilkada yang kalah, bahkan demo mahasiswa yang mengarah anarkis.  Rupanya itulah wajah asli mereka, itulah karakter lama mereka. Kalau model begini akan menjadi pemimpin rakyat, bisa terbayangkan apa yang akan mereka lakukan bila kekuasaan ada ditangan mereka.   Mungkin juga sudah lupa janji dan sumpah jabatan.

Demikian pula tampak kekecewaan besar pada Petrus, sang pemimpin diantara para murid Yesus. Ia yang telah mendengar kabar kebangkitan Kristus, masih juga tidak percaya dan memutuskan kembali ke kehidupan lamanya, sebagai nelayan pencari ikan. Dia tidak sendiri, juga diikuti murid yang lain. Murid-murid ini sepakat menjauh dari rencana Tuhan. Sepakat untuk menjalani kehidupan lamanya yang menurut Petrus, jauh lebih menjanjikan dari pada mempercayai kebangkitan Yesus.

Tetapi sekali lagi cinta Tuhan yang begitu kuat, kembali menarik satu persatu murid-murid yang dikasihiNya untuk kembali percaya kepadaNya. CintaNya yang begitu kuat mampu membuat Petrus malu akan dirinya sendiri. Ia malu sebagai pemimpin dihadapan para murid lainnya bahwa ia sendiri tidak dapat mempercayai kebangkitan Yesus.  Begitu malunya sehingga ia memilih terjun ke dalam danau menghindari perjumpaan dengan Yesus. Read the rest of this entry »





Yesus Telah Bangkit !

4 04 2010

“Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid- Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.” (Matius 28:5-7)

Hari ini kembali kita mengenang ‘Yesus Yang Bangkit,’ fakta sejarah yang tidak terhindarkan sehingga Nama-Nya menjadi patokan sejarah dunia (BC & AD). Kisah Para Rasul dan kitab-kitab sejarah pada abad-abad awal mencatat bahwa segera setelah kebangkitan Yesus, terjadi sesuatu yang sangat fenomenal di Yudea dan meluas ke mana-mana. Namun sekalipun demikian sepanjang sejarah selalu ada penolakan akan kebangkitan Yesus seperti yang terjadi dalam pandangan teologi Liberal terutama Jesus Seminar, bahkan lebih ekstrim lagi kalangan penganut teori Mitos Kristus (Christ Myth) bahkan beranggapan bahwa Yesus tidak pernah hidup dalam sejarah!

Kebangkitan Yesus dari kematian bukan saja disaksikan oleh para murid yang banyak itu (Yoh.20-21; 1Kor.15:1-11) tetapi juga menjadi kesaksian musuh-musuh kekristenan. Menarik untuk diketahui bahwa sejarawan Yahudi/Romawi pada abad pertama, Josephus, sekitar tahun 60-an, menulis secara eksplisit tentang Yesus yang mati disalibkan dan bangkit pada hari ketiga.

“Sama seperti waktu ini, Yesus adalah seorang bijak, yang secara hukum bisa disebut orang. Karena Ia melakukan mukjizat-mukjizat, guru semacam itulah yang menerima kebenaran. Ia mengumpulkan banyak pengikut orang Yahudi dan kafir. Ia adalah Kristus. Ketika Pilatus, atas usul pemimpin Yahudi, menghukum-Nya untuk disalib, mereka yang mencintai-Nya tidak meninggalkan- Nya karena Ia menampakkan diri dalam keadaan hidup tiga hari kemudian, seperti yang dinubuatkan banyak nabi dan sepuluh ribu kejadian ajaib mengenai-Nya. Adapun suku Kristen, yang dinamakan dari nama-Nya, suku itu tidak lenyap sampai sekarang.” (Antiquities, XVIII, 3, 3). Read the rest of this entry »





Tentang Kebangkitan

3 06 2009

Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup

Tepat sekali perkataan Yesus hari ini, kita adalah mahluk hidup yang berakal budi dan sekaligus mahluk sosial yang bermoral, maka Allah yang kita sembah pun Allah kita sebagai orang hidup, bukan mereka yang telah meninggal, wafat atau mati. Sehingga jangan pernah berpikir bahwa apa yang kita buat semasa kita hidup ini sebagai bekal di Sorga, karena ini berarti berharap dan berpamrih artinya tidak tulus.

Seharusnya apa yang kita lakukan dalam perziarahan hidup bersama ini adalah sebuah keharusan, bukankah kebaikan demi kebaikan yang kita lakukan untuk menjaga kelangsungan hidup kita, keseimbangan relasi di dunia ini, keharmonisan lingkungan hidup dan juga merawat dan melestarikan segala hal yang telah diciptakan Allah untuk kita yang hidup.
Yesus menjelaskan soal kebangkitan, adalah kebangkitan roh kita yang telah meninggalkan raga, dimana hal itu merupakan kuasa Allah yang sudah diluar jangkauan kita, maka pertanyaan orang Saduki tersebut adalah pertanyaan aneh dan mengada-ada serta mencobai Tuhan Allah, dengan mencampur adukkan antara dunia orang hidup dan dunia orang mati. Read the rest of this entry »





Salib : Dari Batu Sandungan Menjadi Batu Lompatan

14 09 2008

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal– Pesta Salib Suci

Seluruh isi Alkitab, baik Perjanjian Baru, Lama serta Deuterokanonika, intinya mengacu pada 10 Perintah Allah. Tapi kalau diperes lagi, seperti apa yang Yesus katakan hanya tentang : 2 perintah utama yaitu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu”(Mat 22:37).  Bila di ringkas lagi maka, intinya hanyalah tentang kasih, kasih yang dicurahkan Bapa bagi kita melalui AnakNya Yesus Kristus yang dikorbankan di atas kayu salib karena mengasihi kita, agar kita mendapatkan hidup kekal.  “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16)

Dalam tradisi Yahudi, orang-orang yang sangat terkutuk, yang dosanya sudah tidak dapat diampuni, akan mendapatkan hukuman dengan digantung di kayu salib. Mereka ditempatkan di piggir jalan masuk kota, sehingga setiap orang yang lewat akan melihat orang-orang ini untuk ikut mengutukinya. Yang sudah mati pun bisa didiamkan sampai menunggu datangnya Sabat, sehingga mayat mereka yang tergantung dimakan burung-burung.

Karena cintaNya pada kita, maka Yesus merelakan diriNya mengambil posisi menjadi yang terkutuk dan mengalami sengsara sampai wafat di kayu salib. Tetapi bila salib dianggap kehinaan yang memalukan, dianggap batu sandungan di mata orang-orang Yahudi, bagi Yesus salib adalah batu loncatan menuju jalan kebahagiaan. Yesus rela melalui wafat dan sengsara bahkan rela mati di kayu salib, agar kita mengalami kebahagiaan abadi. Maka salib bagi kita seharusnya adalah batu loncatan juga bagi kehidupan selanjutnya yang lebih bahagia dan lebih baik. Read the rest of this entry »





Panen Minus Pekerja

15 06 2008

Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

Tengah malam saya menerima email dari romo Yusuf di pedalaman Nabire. Kaget juga jam 2 pagi waktu setempat bisa ketemu online, ternyata sinyal terbaik memang tengah malam. Untuk itupun romo mengirim email dari rumah umat dengan saluran V-Sat yang berjarak 700 m dari pastoran.

Ada kabar gembira dari Nabire tentang kebangkitan petani setempat setelah terpuruk karena musibah gempa beberapa tahun silam. Tahun lalu tiga orang dikirim ke KPTT Salatiga untuk belajar pertanian modern menggunakan bibit unggul dan bertanam dengan pupuk organik selama beberapa bulan.

Sekembalinya dari Salatiga mereka mulai membabat dan membakar semak-semak dan menebangi pepohonan di ladang tanah milik gereja untuk dijadikan lahan kering bagi penanaman padi pandan wangi. Minggu lalu mereka baru saja memanen sebagian padi lahan keringnya sekitar 13 karung (gambar atas: mereka sedang menjemur padi di halaman gereja). Minggu depan mereka akan memanen sebagian padi lahan keringnya lagi. Mereka yang bertahan menggarap lahan padi kering hanya sebelas orang saja. Para petani ini semakin bersemangat dan sekarang sedang siap-siap untuk menanam padi padan wangi lagi dan memperluas garapannya. Read the rest of this entry »