Salam Maria Dalam Berbagai Bahasa

3 05 2012

Dalam bahasa Mandarin

聖母經

  萬福瑪麗亞,你充滿聖寵!主與你同在。你在婦女中受贊頌,你的親子耶穌同受贊頌。

  天主聖母瑪麗亞,求你現在和我們臨終時,為我們罪人祈求天主。阿門。

  Dalam huruf Latin:

Shèngmǔ jīng Wànfú mǎlìyà, nǐ chōngmǎn shèng chǒng! Zhǔ yǔ nǐ tóng zài. Nǐ zài fùnǚ zhōng shòu zànsòng, nǐ de qīnzǐ yēsū tóng shòu zànsòng. Tiānzhǔ shèngmǔ mǎlìyà, qiú nǐ xiànzài hé wǒmen línzhōng shí, wèi wǒmen zuìrén qíqiú tiānzhǔ. Āmén.

BAHASA JAWA Read the rest of this entry »

Advertisements




Loker : Penjala Manusia

22 01 2012

“Ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Kalau saja Yesus hidup di jaman sekarang, membayangkan apa yang akan dikatakanNya saat menghampiri saya sedang sibuk bekerja didepan laptop mungkin Ia akan berkata “Ayo ikut Aku, kamu akan saya jadikan konsultan manusia”. Maklumlah profesi saya konsultan yang pekerjaannya membantu perusahaan-perusahaan untuk lebih maju lagi; membantu perusahaan yang sekarang menduduki peringkat pertama  di Indonesia, tapi  ingin menjadi yang terkemuka ditingkat regional bahkan tingkat dunia.

Kalau anda pengusaha, mungkin Yesus menghampiri anda  akan berkata :”Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan pengusaha manusia.” Kalau anda kontraktor, mungkin Yesus akan berkata “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan ‘pembangun’ manusia.” Kemudian bila Yesus datang menghampiri anda saat bekerja, Ia seperti menawarkan pekerjaan baru. Ada Loker Lowongan Kerja di Kerajaan Surga. Ia tawarkan kepada anda – apa yang akan anda ucapkan saat itu ?

Saya bisa memahami bahwa konteks panggilan atau tawaran Yesus kepada setiap pribadi adalah sesuai dengan pemahaman mereka ’saat’ itu. Kejadiannya persis terjadi pada saat  para nelayan yang sedang membongkar jaring atau bahkan bersiap-siap pulang, mereka hanya tahu sekitar danau Galilea, kapalnya dan bagaimana menggunakan jaring untuk menangkap ikan. Sehingga saat diajak Yesus, mereka hanya mengandalkan apa yang mereka tahu dalam kesehariannya, betul… hanya memiliki  pengalaman dan pengetahuan sebagai nelayan.

Bisa terkaget-kaget mereka kalau saja saat itu Yesus mengajak mereka dengan mengatakan “Mari ikut Aku, kamu akan kujadikan guru.” Lha nelayan tahu apa soal dunia pendidikan? Kemungkinan besar mereka akan menolak tawaran Yesus seketika itu juga, wah kami bukan ‘keturunan’ guru – gak tahu apa-apa tentang bagaimana mengajar dan diajar.

Bukan mereka yang memilih Yesus, tetapi inisiatif datang dari Yesus. Ia memilih mereka terlebih dulu. Read the rest of this entry »





Makanan Jiwa, Makanan Tubuh dan Makanan Roh

19 06 2010

“Hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian”

Hari ini saya menghadiri acara inaugurasi kelulusan Sekar di SD Tarakanita II dengan perasaan yang mengharu-biru. Masih ingat rasanya enam tahun lalu ada kebimbangan bagi kami sebagai orangtuanya, apakah Sekar bisa bertahan dan lulus dengan baik disini. Bagaimana tidak bimbang dan ragu, saat itu Sekar masih belum cukup usianya untuk masuk SD – maklum aturan di sekolah katolik ketat sekali dibandingkan sekolah berbasis internasional. Ditambah lagi setelah ikut playgroup dan TK di salah satu sekolah yang berbahasa Inggris, ternyata mother tongue-nya Sekar sudah berubah. Sekar lebih mudah berpikir dan berkata-kata bahkan marahpun dalam bahasa Inggris. Bukan hanya sistem pendidikan di sekolah, tapi dirumah pun kami biasakan berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Tentu dengan harapan agar anak-anak terbiasa dengan bahasa Inggris.  Tetapi dengan pertimbangan kedepan, Sekar perlu dibesarkan dalam pendidikan bernuansa Indonesia dan dalam lingkungan katolik, maka kami berdua  mengambil resiko untuk mendaftarkannya di SD Tarakanita. Bisa jadi Sekar tidak mampu mengatasi tantangan diusianya yang masih 5 tahun waktu itu.

Dua tahun pertama adalah tahun terberat bagi Sekar, ia harus menambah kosa kata bahasa Indonesia setiap harinya. Dia sering menangis dan marah-marah dengan berbagai tugas yang sangat sulit baginya. Ia membutuhkan waktu lebih banyak dibandingkan teman-temannya di sekolah dalam belajar dan menangkap segalanya. Tetapi dengan kesabaran dan bimbingan para guru, Sekar mampu melalui tahun demi tahun dengan lancar tanpa perlu tinggal kelas. Kami juga tidak berani berharap untuk mendapatkan nilai tertinggi, bisa bertahan saja sudah bagus sekali.  Pada tahun-tahun pertamanya, Sekar sering harus didampingi guru bahasa Inggrisnya untuk memahami soal-soal yang dihadapi saat melakukan tugas bahkan ulangan sekalipun. Belum lagi teman-temannya sering memanggilnya ‘bule’, anak India…. memang parasnya hitam manis, muka tirus dengan hidung lancip dan mata besar ditambah rambut panjang keriting seperti boneka India. Read the rest of this entry »





Bahasa Kasih

14 04 2010

“Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia melainkan untuk menyelamatkannya”

Priok berdarah – sekali lagi terjadi kekerasan antara aparat dan warga di Jakarta. Diawali dengan datangnya ribuan petugas satpol PP ke kompleks makam mbah Priok yang  telah berubah menjadi pemukiman padat, mengusik rasa damai tenang warga disana. Kerusuhan tidak dapat dibendung lagi, mereka datang dengan pasukan lengkap dengan peralatan tempur sedangkan warga hanya dengan tangan kosong. Walhasil, amarah meledak dan meletuplah perlawanan warga untuk mempertahankan diri dengan apa yang ada. Pembakaran mobil polisi, hujan batu dan pengeroyokan anggota satpol PP adalah akibat anarkis dari tindakan gegabah pemprov dengan menggerakkan pasukannya.

Dimana ada dialog, dimana ada musyawarah kalau emosi sudah mengepul di ubun-ubun? Inilah bahasa yang kita pakai sekarang, bahasa kekerasan. Kekerasan komunal menjadi hal yang lumrah terjadi, dan korbannya lagi-lagi anak-anak , remaja, ibu-ibu yang panik mencari anak-anaknya dan para bapak yang marah luar biasa. Dimana bisa ditemukan kebijaksanaan dalam pengerahan pasukan seperti ini? Perintah siapakah?

Memang tidak mudah menjadi pemimpin, tetapi juga tidak mudah menguasai diri dalam situasi demikian. Kekerasan pasti dilawan dengan kekerasan. Kalau bahasa ini terus menerus digunakan, tidak heran kalau desakan pembubaran satpol PP semakin keras, karena bahasa inilah yang umumnya digunakan saat berhadapan dengan warga yang umumnya rakyat kecil. Penggusuran pemukiman padat, pengosongan jalur jalan dari pedagang kaki lima, belum lagi razia ‘gepeng’ gelandangan pengemis dilakukan dengan cara-cara sapu bersih. Read the rest of this entry »





Tanda Zaman: Think Globally, Act Locally

24 10 2008

“Mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?

Berbahagialah kita yang hidup pada zaman ini, zaman dimana dunia terasa kecil sekali. Dunia yang ajubilah besarnya ini, walau masih terbilang kecil dibanding besarnya galaksi Bima sakti, ternyata bisa disinggahi dalam layar ukuran 14 “. Tinggal ketik sana sini, gunakan mouse, tinggal pilih mau ke negara mana saja. Ngobrol pun tinggal pasang camera ON.

Maka dalam sekejap kita bisa tahu apa yang terjadi di belahan dunia sana, baik di barat dan timur. Orang-orang yang sedang berjuang ditengah kesulitan pun tinggal menjerit dan seluruh dunia tahu dan mengambil sikap. Bahasa dan koneksi internet menjadi salah dua kendala kalau mau berhubungan dengan dunia luar secara instan. Sehingga mereka yang terhubung dengan koneksi internet dan memahami bahasa yang digunakan mayoritas, tentu lebih banyak bahasa yang dipahami maka benefitnya lebih banyak, maka kelompok inilah yang seharusnya menjadi yang terdepan untuk memahami tanda-tanda zaman. Dan seharusnya diharapkan juga mengambil sikap dan tindakan bijaksana karenanya.

Apa yang ingin kita ketahui tentang suatu hal bisa dicari perbandingannya di luar tempat kita tinggal. Mau tahu tentang politik, bisa dilihat alam demokrasi di negara yang sudah ratusan tahun menerapkannya. Mau tahu tentang kebijakan ekonomi, bisa dipantau juga langkah2 yang diambil tiap negara menghadapi krisis finansial. Mau tahu tentang lingkungan hidup, wah gak kurang banyak. Maka informasi yang dulu membutuhkan waktu lama untuk mendapatkannya sekarang bisa didapat kurang dari satu detik. Tapi menterjemahkan informasi yang masuk ke dalam aksi bisa membutuhkan waktu tahunan, perlu diresapi, dipahami, ditindaklanjuti dan akhirnya dilakukan dengan bersama-sama menjadi satu gerakan habitus baru. Read the rest of this entry »