Pesan DIbalik Sabda Tuhan

20 04 2013

“PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal”

Memperhatikan orang-orang yang datang ke Misa, sering geli juga mendengar komentar mereka terhadap homili romo. Kalau romo nya lucu banyak mengundang tawa, mereka bilang kotbahnya bagus menyegarkan. Kalau romonya bicara terlalu lama, mereka mengatakan kotbahnya membosankan. Kalu romonya bicara sedikit keras mengingatkan mereka akan perilaku yang harus ditinggalkan, katanya romonya galak. Marh-marah di mimbar hehehe…. Kalau romonya promosi tentang suatu hal, dikatakan romo mata duitan. Kita hanya ingin mendengar apa yang menyenangkan hati kita saja. Diluar dari itu tidak penting.

Mungkin kita tidak menyadari bahwa mempersiapkan homili itu amat sangat susah dan bisa bikin perut para romo mules. Bayangkan anda harus membuat renungan sejalan dengan bacaan hari itu tetapi harus bisa ditangkap umat dalam rentang usia macam-macam, latar belakang yang berbeda dan harus menarik. Kalau 3 menit pertama tidak mampu menarik pendengar, umat bisa sibuk sendiri dengan HP sucinya dan bahkan ada yang siap-siap pasang posisi tidur. Read the rest of this entry »

Advertisements




Mana Ada Perbuatan Dosa Yang Tidak Enak?

10 04 2013

“Manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang,”

Rasanya tidak ada bayi yang tidak lucu. Semua bayi tampak lucu dan menggemaskan. Matanya yang polos menatap setiap orang dengan tulus, tanpa curiga. Tangannya yang gemuk menggapai orang yang ada didekatnya. Semuanya tampak menyenangkan. Tetapi lama kelamaan anak mulai belajar dan mengamati disekitarnya. Mereka tanpa diajarkan berani mulai berbohong dan sedikit menikmati bermalas-malasan. Tidak banyak anak yang dengan kemauannya sendiri belajar bertanggungjawab.

Mereka dengan muka polosnya bisa berkata pada ibunya ” Gak kok aku gak makan coklat lagi…” padahal bibirnya belepotan coklat. Sedikit-sedikit mulai berbohong dan mencari alibi kalau tidak bisa menyalahkan orang lain. Begitulah … memang kalau diperhatikan berbuat bohong sedikit itu hanya awalnya saja deg-degan. Selanjutnya berbohong jadi kebiasaan dan tidak merasa bersalah lagi. Read the rest of this entry »





Paus Fransiskus: Iman tidak bisa dinegosiasikan; Gereja kita adalah Gereja Martir

6 04 2013
Memberikan kesaksian keterpaduan iman dengan berani: adalah sebuah ajakan dari Paus Fransiskus selama Misa yang dipimpinnya di Kapel Casa Santa Marta pada 6 April 2013.
Dalam homilinya yang singkat, Paus mengomentari bacaan-bacaan Alkitab pada hari Sabtu masa Oktaf Paskah: yang pertama merujuk kepada Petrus dan Yohanes yang memberikan kesaksian iman dengan berani di hadapan para imam kepala Yahudi meskipun menghadapi ancaman-ancaman, kemudian dalam bacaan Injil, Yesus yang Bangkit menegur para rasul yang tidak mempercayai banyak orang yang telah meyakini melihatNya hidup.
Sri Paus bertanya: “Bagaimana dengan iman kita sendiri? Kuatkah? Atau kerap kali seperti air mawar yang keruh?”. Ketika kesulitan-kesulitan hidup datang “apakah kita berani seperti Petrus atau merasa segan?“. Paus mengamati bahwa Petrus tidak kehilangan iman, ia tidak jatuh kepada kompromi-kompromi, karena “iman tidak bisa dinegosiasikan”. Read the rest of this entry »




Lamban Hati Pertanda Buta Nurani Akan Kasih Tuhan

3 04 2013

Hai kamu orang bodoh betapa lambannya hatimu
Negara Terkaya Di Dunia - Refleksi Kemerdekaan RIPada misa malam Paskah, romo paroki menyampaikan homili yang sangat sederhana dan mengena. Ia mengulas bacaan dari kitab kejadian bab I halaman pertama Kitab Suci. dimana Allah menciptakan dunia dan segala isinya. Segalanya baik diciptakan Allah, sangat baik dan sungguh amat baik. Sayangnya manusia sering dibutakan akan segala kebaikan yang ada disekitarnya. Kita hanya ingin melihat yang baik dari mata kita, gak jauh dari impian dan cita-cita kita. Sedikit saja melenceng malah menyalahkan Tuhan. Why me Lord? Kenapa hidup saya susah, saya salah apa Tuhan?

Renungan hari ini mengajak kita menyadari bahwa kehadiran Allah bukan hanya pada saat penciptaan, tetapi Ia tetap terus mencipta sampai hari ini. Kreasinya tidak berhenti bak lewat kehidupan yang terus hadir lewat bayi2, tanaman, binatang dsb. Juga kehadirannya lewat akal pikiran manusia yang secitra dan serupa dengan Allah, Ialah Allah penuh dengan kreativitas. Read the rest of this entry »





Cara Paus Fransiskus Mereformasi Gereja‏

3 04 2013

Father Roger Landry

Jika ada yang meragukan bahwa Paus Fransiskus dipilih oleh Para Kardinal dengan mandat untuk memperbarui Vatikan, maka Paus sendiri bergurau kepada para jurnalist tanggal 16 Maret, 3 hari setelah terpilih, bahwa beberapa Kardinal mengusulkan nama baginya “Adrianus”, mengikuti jejak Paus Adrianus VI, seorang Paus yang secara agresif memperbarui Pusat Administrasi Vatikan pada tahun-tahun permulaan dari Protestantisme.
Namun pembaruan semacam itu hanyalah sebagian kecil saja dari yang Tuhan kehendaki dalam pembaruan Gereja. Ketika St. Fransiskus dari Asisi mendengarkan kata-kata Yesus dari Salib di Gereja San Damiano, “bangunlah kembali Gereja-Ku”, ia menyangka Tuhan menyuruhnya memperbaiki bangunan Gereja Kecil San Damiano itu. Nanun ternyata Tuhan menghendaki suatu proyek pembangunan lain yaitu: mereformasi kehidupan iman umat Gereja secara keseluruhan.
Nampaknya demikianlah, meskipun para Kardinal memilih seorang Paus untuk mengatasi pelbagai issue yang terjadi di dalam Curia Vatikan, dan pelbagai skandal di dalam Gereja, namun sama seperti Santo Pelindungnya itu, Paus Fransiskus kiranya boleh menjadi tangan Tuhan untuk melakukan pembaruan yang lebih besar dan mendasar di dalam Gereja Katolik.
Salah satu pembaruan yang mendesak ialah pemulihan kredibilitas moral hirarki Gereja, khususnya para imamnya. Skandal seks para imam dan cerita tentang korupsi di Vatikan bukan hanya sangat menurunkan kewibawaan moral pemimpin Gereja, melainkan juga memberikan kesan bahwa bentuk-bentuk kehidupan moral para klerus itu lebih menyerupai monster daripada santo. Read the rest of this entry »




Catatan setelah Paskah: Puisi Paskah karya seorang muslim

1 04 2013

Puisi Paskah Karya: Ulil Absar Abdala, seorang Cendekiawan Muslim beredar di berbagai milis kristiani menjelang Paskah. Ternyata karyanya ini sudah muncul beberapa tahun silam. Saat itu ia sempat menjadi sasaran bom buku. Banyak orang menyangkanya pasti sebentar lagi membelot, ternyata sampai sekarang masih muslim. Ini menjadi catatan menarik bagi saya bagaimana seorang non kristiani memandang Paskah dengan begitu mendalam dengan pemilihan kata dan frasa yang tepat. Rasanya hanya pemikiran tingkat sufi yang mampu mengatasi segala perbedaan yang ada. Semoga kita yang mengaku kristiani sungguh memahami arti Paskah yang sebenarnya. Tidak menjalankan agama secara ritual, tetapi sungguh meneladani Kristus yang membuktikan cintaNya pada manusia dan ketaatanNya pada perintah Allah. Selamat Paskah !

PUISI PASKAH

Ia yg rebah, di pangkuan perawan suci, bangkit setelah tiga hari, melawan mati.
Ia yg lemah, menghidupkan harapan yg nyaris punah.
Ia yang maha lemah, jasadnya menanggungkan derita kita.
Ia yang maha lemah, deritanya menaklukkan raja-raja dunia.
Ia yang jatuh cinta pada pagi, setelah dirajam nyeri.
Ia yang tengadah ke langit suci, terbalut kain merah kirmizi: Cintailah aku!

Mereka bertengkar tentang siapa yang mati di palang kayu.
Aku tak tertarik pada debat ahli teologi.
Darah yang mengucur itu lebih menyentuhku.
Saat aku jumawa dengan imanku, tubuh nyeri yang tergeletak di kayu itu, terus mengingatkanku:
Bahkan Ia pun menderita, bersama yang nista. Read the rest of this entry »





HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA MALAM PASKAH 30 Maret 2013

31 03 2013

Berikut ini adalah terjemahan dari Homili Paus Fransiskus dalam Misa Vigili Paskah (Malam Paskah) yang diadakan pada Sabtu, 30 Maret 2013 di Basilika Santo Petrus. Inilah Misa Malam Paskah pertama dalam pontifikasinya.

******

Saudara dan saudari yang terkasih,

Dalam Injil pada malam bercahaya Vigili Paskah, kita pertama-tama menjumpai para perempuan yang sampai kubur Yesus dengan rempah-rempah untuk mengurapi tubuh-Nya (bdk. Luk 24:1-3). Mereka berangkat untuk menunjukkan tindakan belas kasih, tindakan umum kasih sayang dan cinta untuk orang terkasih yang meninggal, sebagaimana yang kita lakukan. Mereka telah mengikuti Yesus, mereka telah mendengarkan sabda-Nya, mereka telah merasa dimengerti oleh Dia dalam martabat mereka dan mereka telah menemani-Nya hingga akhir, hingga Kalvari dan hingga saat ketika Dia diturunkan dari salib. Kita bisa membayangkan perasaan mereka saat mereka melakukan perjalanan mereka menuju kubur : kesedihan, dukacita tertentu karena Yesus telah meninggalkan mereka, Ia telah mati, hidup-Nya sudah berakhir. Hidup sekarang akan berjalan seperti sebelumnya. Namun para perempuan  tersebut terus merasakan kasih, kasih bagi Yesus yang kini membawa mereka ke kubur-Nya. Tapi pada titik ini, sesuatu yang sama sekali baru dan tak terduga terjadi, sesuatu yang membingungkan hati mereka dan rencana mereka, sesuatu yang akan membingungkan seluruh hidup mereka: mereka melihat batu terguling dari hadapan kubur, mereka mendekat dan mereka tidak menemukan mayat Tuhan . Ini merupakan sebuah peristiwa yang membuat mereka bingung, ragu-ragu, penuh pertanyaan: “Apa yang terjadi?”, “Apa arti dari semua ini?” (bdk. Luk 24:4). Read the rest of this entry »