Rasa Takut Itu Manusiawi, Maka Andalkan Tuhan Agar Tidak Takut Lagi.

9 01 2013
“Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”
Kalau mau iseng searching kata takut di electronic bible bisa ditemukan 430 kali kata itu disebut. Artinya secara harafiah, kita manusia bisa mengalami takut setiap hari bahkan bisa dua kali sehari. Takut terlambat ke kantor atau ikut tender, takut macet di jalan, bahkan sampai takut jadi jomblo abadi or malah takut miskin.Rasa takutpun menular. Anak perempuan yang ragu-ragu memilih pasangannya, takut mendapatkan laki-laki yang tidak berganggung jawab, biasanya orang tuanya juga ikut was-was. Mereka ikut panik bahkan menjadi iklan berjalan menawarkan anak perempuannya kemana-mana.  So true-lah masih manusia sih! Tapi kalau searching kata jangan takut maka hanya disebut sekitar 36 kali. Dan ternyata kata jangan takut didalam Alkitab hanya disebut oleh para nabi, malaikat, sabda Yahwe di Perjanjian Lama dan sabda Kristus sendiri.

Apa yang dialami Petrus kadang mendera kita juga dalam menghadapi gelombang kehidupan, entah itu kehidupan perkawinan, pekerjaan bahkan juga pelayanan. Pertanyaannya adalah siapa yang lebih kita dengarkan saakita berada dalam gelombang kehidupan, apakah kita fokus pada panggilan Yesus dan percaya kepadaNya? Ataukah kita lebih memperhatikan kondisi sekitar kita yang gela, menakutkan dan kelihatannya tanpa harapan?

Hanya satu kata yang kita sebut saat kita panik, sama seperti reflek rasul Petrus “Yesus ! Tolong saya!” dan itulah doa terpendek yang diperlukan agar kita kembali fokus kepada Yesus. Agar kita tidak bimbang dan kembali percaya kepadaNya. Maka penting sekali membicarakan dan berkisah tentang pengalaman kita bersama Kristus kepada banyak orang. Penting juga mendengarkan sabdaNya dan merenungkanNya. Sehingga memori kita dipenuhi berbagai hal tentang  Yesus, Yesus yang setia, Yesus yang menolong, Yesus yang penuh kasih. Yesus yang menginginkan kita tinggal bersamanya. Yesus yang meninginkan kita menjadi mitra kerjaNya. Ya betul, semua itu diperlukan agar kita semakin teguh dan tidak bimbang dengan datangnya berbagai gelombang kehidupan yang menghadang.

Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau selalu ada dan mengulurkan tanganMu setiap saat kami merasa bimbang dan ragu. Ampunilah kami orang yang kurang percaya ini.

============================================================================

(1Yoh 4:11-18; Mrk 6:45-52)

“Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa. Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat. Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka. Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,sebab mereka semua melihat Dia dan mereka pun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan angin pun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung, sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: