Membaca Tanda-Tanda KehadiranNya

15 11 2012
pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang

Dalam setiap pengambilan keputusan, kita sering membutuhkan data-data. Dengan demikian kita bisa membuat beberapa analisa dan pertimbangan untuk menyusun altermatif solusi. Tetapi yang sering terjadi kita tidak selalu mendapatkan data yang valid, apalagi sempurna dan lengkap. Walhasil yang dilakukan adalah memilih yang terbaik dari yang ada, sekalipun pilihannya buruk semua.

Akhir-akhir ini saya kesulitan memberikan jawaban bila diminta untuk memberikan renungan di persekutuan doa. Selalu saya jawab ya saat dihubungi, saya masih bisa mengatakan ‘available’ pada waktu yang ditentukan. Tetapi sudah 3 kali ini saya tidak dapat memenuhi janji dan bahkan terpaksa membatalkan last minute tanpa sempat mencari pengganti. Pekerjaan sebagai konsultan yang ‘unpredictable’ sering membuat saya kesulitan membuat perencanaan. Tiba-tiba jadual workshop berubah karena agenda Direksi berubah, lhaaa… saya ya harus manut client. Yang sudah fixed jadualnya bisa maju, bisa juga mundur. Ada yang tiba-tiba jadual presentasi berubah dalam hitungan jam.  Saya senang travelling, tapi bisa saja terjadi dalam 3 hari berturut-turut harus pindah dari bandara ke bandara untuk mengejar jadual workshop dan sebagai nara sumber. Saya jadi bertanya-tanya, kalau pewarta tidak bisa melakukan tugasnya, tandanya apa ya? Apakah tandanya saya harus berhenti membawakan renungan? ah masa iya? Atau ada tugas lainnya?

Sungguh, bukan keputusan yang mudah bagi saya memilih dalam keadaan yang serba terbatas. Memilih antara pekerjaan/tugas yang dipercayakan dengan pelayanan umat yang sudah dijadualkan jauh hari. Demikian pula memilih antara tugas pekerjaan dan mendampingi anak.

Dari beberapa kali kejadian serupa saya akhirnya belajar untuk menerima keadaan setelah membawanya dalam doa. Ya Tuhan, apapun pilihan saya, Engkau tetap hadir dan tidak pernah meninggalkan saya.  Saya tidak bisa berada di dua tempat sekaligus, tidak bisa melakukan dua hal sekaligus, juga tidak mengetahui segala sesuatunya.  Tetapi justru karena Tuhanlah Omni potent, Omni present dan Omni scient – Tuhan lah serba mampu melakukan semuanya, Tuhan jugalah yang Maha Hadir dimana-mana, Dia juga yang mengetahui segalanya. Tuhanlah yang akan membuat indah pada saatnya. Dengan segala keterbatasan saya, saya sungguh bergantung hanya padaNya.

Maka satu persatu conflicting schedule terselesaikan. Saya percaya bahwa Tuhan membuat indah pada saatnya. Damai sejahtera tinggal dalam hati dengan penuh rasa syukur melihat bagaimana segalanya terselesaikan dengan indah. He is awesome. Saat saya tidak bisa memberikan renungan, tidak sempat mencari pengganti, ternyata acara Persekutuan Doa malah menjadikan ajang sharing iman dimana umat saling meneguhkan. Demikian pula saat lain saya berhalangan hadir, ternyata seorang rekan pengusaha bersedia menggantikan untuk sharing iman… hhmmm memang inilah ‘tanda’ yang dimaksudkan Tuhan. Panggilan menjala manusia memang lewat saya tetapi ternyata justru memberikan kesempatan orang lain untuk ‘mewartakan’ kasih Kristus.

Tanda-tanda kesempatan akan kehadiran Tuhan sering kurang kita sadari manakala kita merasa menjadi ‘orang penting’, merasa dibutuhkan orang lain. Tetapi saat kita berserah, Tuhanpun tetap bekerja menggunakan orang lain melalui kita, sehingga kita bisa menyadari apalah kita ini, Toh semuanya yang mengerjakan juga Allah semata, Omni Potent, Omni Present, Omni Scient. Berbahagialah orang yang bersandar padaNya. Thank you Lord, please lead me today even if i make a wrong decision.

====================================================================
Bacaan Injil Luk 17:20-25

“ Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya. Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: