Melayani Tuhan Adalah Kehormatan

10 08 2012
“Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.”
Hidup manusia memang anugerah Allah Pencipta. Ia menghembuskan nafas hidup dan memberi kesempatan kepada kita untuk menggunakan kehidupan yang diberikan. Pertanyaan mendasar yang paling sering ditanyakan adalah “untuk apa saya hidup?” terutama bagi mereka yang melihat kehidupan yang dijalaninya tidak seperti yang diharapkan. Sebagai orang yang percaya atas kuasa Sang Khalik, penentu kehidupan kita, seharusnya pertanyaannya menjadi “Apa yang bisa kita lakukan bagiNya didalam kehidupan yang kita jalani?”
Berada ditengah sekitar 30 orang kaum religius yang terdiri dari romo, bruder, suster dan para frater di Skholastikat SSCC “Griya Tyas Dalem” – Jogja, saat memfasilitasi seminar kepemimpinan Kristiani sungguh membahagiakan saya. Saya bersyukur atas bibit-bibit panggilan yang bertunas menunjukkan komitmen atas penyerahan hidup mereka sepenuhnya pada Kristus. Saya diteguhkan melalui sharing para calon romo yang masih muda-muda ini tentang bagaimana mereka mengenali panggilan Tuhan dan memutuskan menjadi pengikut Kristus untuk meninggalkan kenikmatan dunia dan menyerahkan diri sepenuhnya untuk ditempa agar bertahan dengan kaul kemiskinan, ketaatan dan kesucian.
Dalam setiap pelayanan tugas mengajar seperti ini, walaupun meninggalkan keluarga 3 hari saya justru merasa diteguhkan kembali. Mereka begitu ceria dan bahagia ditengah komunitas yang saling mengasihi walau setiap hari hanya belajar, hidup tanpa HP, makanpun dengan lauk sederhana, kemana-mana pergi bersepeda karena uang saku terbatas tiap bulannya. Toh mereka etap bahagia dan tetap kreatif dan penuh semangat. Betapa senangnya bekerja di ladang Tuhan, mempersiapkan benih-benih pewartaan apalagi berbagi pengalaman dengan para kaum religius. Sebagai manusia mereka sama seperti kita yang juga memiliki impian, cita-cita dan keinginan, tetapi mereka belajar untuk menyerahkan segala keinginan dan impian kepada kehendak Allah. Wow banget… Terima kasih Tuhan untuk kesempatan pelayanan yang langka ini.
Yesus telah menyerahkan hidupNya dengan menderita, wafat dan kemudian bangkit dari kematian agar kita yang percaya kepadaNya beroleh kehidupan kekal. Ia telah mengambil silih atas dosa dan kesalahan kita. Ia tentu merindukan buah-buah pewartaan dari mereka yang hidupnya telah diselamatkan.  Alangkah egoisnya kita bila kita yang beroleh karunia kehidupan kekal, justru berusaha mempertahankan dan hanya memikirkan kehidupannya sendiri. Bacaan hari ini mengingatkan kita untuk tidak menjadi egois hanya menikmati kehidupan menurut kemauan kita, tetapi menggunakan kehidupan yang diterima untuk melakukan berbagai hal seperti yang diajarkan Kristus. Semoga dalam kehidupan kita setiap hari, kita siap berbagi sukacita dan kabar baik  dengan orang lain.

========================================================================================================

Bacaan Injil Yoh 12:24-26
Menjelang akhir hidup-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya. Tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikuti Aku, dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.”

Advertisements

Actions

Information

One response

11 08 2012
Pakdhé Johan

Sekilas membaca Injil Kristus hari ini (Yohanes 12:24-26), “menerima hormat dari Allah” sebuah janji luar biasa yang diberikan Yesus kepada para murid. Tidak ada kemuliaan lebih besar yang dapat diterima manusia selain daripada menerima hormat dari Allah.

“Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa!” Pertanyaannya di sini “Aku” itu Siapa ? Untuk menjaga agar tidak terjebak oleh pemahaman sempit, baiklah kita mengingat “Aku” adalah jalan dan kebenaran dan hidup. (Yoh 14:6) Dan dari sini kita tarik benang merang kepada “Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada.”

Apakah jalan itu? Apakah kebenaran itu? Apakah hidup? Untuk menjawab ketiga hal ini kita dapat mengacu pada perikop pertama Injil Kristus menurut Yohanes : “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. (selengkapnya Yoh 1:1-18)

Jadi, “Barangsiapa melayani Aku” berarti melyani Firman / Sabda Allah, melayani (menuruti) jalan Terang (Kebenaran) Allah dan melayani hidup dengan baik (positif). “Hidup dalam kebaikan” berarti menjalani hidup secara baik dan melaksanan kehidupan berbagi kebaikan. Niscaya “akan dihormati Bapa,” sebab memenuhi kehendak-Nya menciptakan manusia, yakni untuk dijadikan (dimuliakan) sebagai “gambar dan rupa” (citra) kebaikan Allah. (Kej 1:26-27)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: