Jangan dibalas, berikan kasih.

18 06 2012

“Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu”

Relasi yang dibangun antar individu bisa beragam kadarnya, dari sekedar hanya tahu nama dan profesi atau posisi seseorang, ataupun kita bisa membangun relasi cukup dekat sampai mengetahui kebiasaan dan mengenali karakter seseorang. Semakin kita sering  bertemu seseorang, sering mengobrol dan bekerja-sama maka semakin kita tahu bagaimana kesehariannya termasuk kesukaannya dan kemampuan setiap orang. Mengelola hubungan dengan semakin banyak orang tentu lebih sulit dibandingkan dengan hanya berhubungan dengan segelintir orang.

Friksi yang terkadang muncul mengganggu hubungan antar individu justru terjadi bilamana seseorang mengenal cukup dekat satu sama lain. Semakin sering bertemu semakin sering terlihat kekurangannya satu sama lain. Mana ada friksi diantara kedua orang berlainan jenis yang baru saling mengenal diawal masa pacaran. Yang ada hanyalah toleransi atau memendam rasa demi kebersamaan senantiasa. Tetapi begitu semakin sering bertemu, apalagi dalam kondisi tekanan akibat pekerjaan dlsb, maka batas-batas itupun luruh sehingga emosipun mengembil porsi utama. Muncul berbagai sikap dan bahkan sumpah serapah yang bisa saling menyakiti. Hal demikian tidak hanya terjadi saat pacaran, tetapi juga setelah menikah dan juga terjadi diantara para teman dan sahabat

Tantangan bagi kita yang senang dan ingin membangun hubungan pertemanan dan persahabatan dalam jangka panjang adalah kemampuan mengelola emosi dan memberikan perhatian lebih bagi orang lain. Kerendahan hati untuk selalu memperhatikan orang lain menjadi salah satu penerapan kasih yang diajarkan Kristus.

Mengasihi orang yang mengasihi kita adalah mudah, mungkin tidak perlu diajarkan karena secara alamiah akan terjadi hubungan timbal balik. Tetapi Kristus justru mengajarkan kita untuk mengasihi orang yang membenci kita, mengampuni orang yang menyakiti kita. Duuuuh…. berat banget saat kita harus tersenyum kepada orang yang melukai hati kita.

Bagaimana bila sudah menyangkut pelanggaran hukum? apakah kita tetap mengampuni dan membebaskan mereka yang bersalah? Disinilah tantangan bagaimana iman ditunjukkan dengan perbuatan nyata. Dalam beberapa kasus pembunuhan dan penganiayaan, ada keluarga korban yang memberikan pengampunan dan tidak menghujat tersangka pembunuh tetapi tetap menyerahkan penyelesaian secara hukum oleh petugas yang berwenang. Saya ingat kasus Tibo beberapa tahun silam, dimana anaknya didepan publik menyatakan mengampuni semua orang yang telah menyebabkan ayahnya meninggal. Sungguh berat penderitaan mereka tetapi dengan iman yang teguh mereka memberikan pengampunan.

Iman yang kita terima harus terus diasah dalam setiap kesempatan sampai membuahkan perbuatan yang memuliakan Tuhan. Mampukah kita menyatakan kasih kita kepada orang-orang yang telah menganiaya bahkan melukai hati kita ? Seorang suster pernah memberikan saran yang cukup mujarab. Ia menyarankan saya menuliskan siapa saja yang telah melukai hati saya, lalu tuliskan apa yang telah ia lakukan. Setelah itu tuliskan di kolom ketiga berkat apa saja yang kita inginkan dia menerimanya dari Tuhan. Nah, jadikanlah daftar tersebut menjadi pokok doa kita setiap hari. Lama kelamaan saya tidak lagi menyebut kesalahannya, tetapi saya berdoa agar Tuhan melimpahkan rahmat baginya senantiasa.  Saat bertemu dengannya yang teringat hanyalah berkat yang saya doakan, bukan lagi kesalahannya.

Kemarahan yang terpendam ternyata memang tidak membuat kita damai sejahtera, tetapi dengan mendoakan orang-orang yang menyakiti kita justru memberikan damai sejahtera bagi kita. How Great Thou Art!

=======================================================================================================

Bacaan Injil Mat 5:38-42
“Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu”


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: